
Arya sudah berusaha memejamkan matanya tetapi tetap tidak bisa tidur. Obat yang sudah dia minum tadi sehabis makan malam tetap tidak berpengaruh membuatnya mengantuk. Matanya ingin terbuka dan ingin melihat sosok Savitri. Aryapun lalu membalikkan badannya, kini dia terbaring dengan posisi miring menghadap ke arah tempat tidur matanya terbuka menatap sosok Savitri yang tidur dengan tubuh tertutup kain selimut sebatas leher. Dada Arya masih berdetak detak lebih kencang dari biasanya.
“Deg deg an yang aku rasakan melebihi saat aku pacaran dengan Helena dulu. Apa aku sudah jatuh cinta dengan Kak Vitri.” gumam Arya masih terus menatap sosok Savitri.
“Atau karena malam hari ada perempuan di kamarku jadi ini pengaruh hasrat laki lakiku yang muncul.” gumam Arya lagi, lalu dia membalikkan tubuhnya menghadap sandaran sofa memunggungi arah tempat tidur agar tidak memandang sosok Savitri, takut ada hal hal yang tidak diinginkan muncul.
“Sudah tidur tidur biar tidak buat dosa he.. he...” gumam Arya lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut hingga menutup sampai ujung kepalanya.
Sementara itu di lain tempat, kondisi Helena sangat menyedihkan. Dia tidur di sebuah kamar kontrakan yang sangat kecil bersama anak laki lakinya Keynan. Sejak dia hamil di luar nikah, dia sudah tidak mendapatkan biaya pendidikan dan biaya hidup oleh orang tuanya. Akhirnya dia tidak bisa menyelesaikan pendidikannya. Dia lalu hanya bekerja di sebuah restoran di luar negeri untuk membiayai hidupnya dan anaknya. Biaya hidup yang semakin mahal di luar negeri karena adanya krisis pangan dan krisis energi, membuat Helena memutuskan untuk kembali ke negerinya.
Sesampai di negerinya dia berharap orang tuanya mau menerima dia dan anaknya ternyata tetap masih pada seperti dulu Orang tuanya merasa sangat kecewa dengan Helena. Apapun alasannya orang tua Helena tetap tidak mau menerima, menganggap Helena sudah memalukan keluarga dan mengecewakan. Orang tua Helena sudah tidak mau lagi mengakui Helena sebagai anaknya.
“Huh.. kenapa juga anak ini ada, bikin sial saja.” gumam Helena sambil mendorong tubuh anaknya yang sedang terlelap tidur.
“Arya kenapa sekarang berubah tidak seperti dulu yang sangat mencintai dan menyayangi aku. Apa karena Keynan ini.” gumam Helena lagi.
__ADS_1
“Padahal hanya Arya harapan yang bisa menolongku.” gumam Helena lagi sebab dulu memang Helena termasuk gadis yang sombong dan cuek dengan teman temannya, karena dia merasa tidak akan membutuhkan bantuan sebab dia gadis yang pintar dan anak orang kaya. Arya mencintai Helena karena kepintarannya. Orang tua Arya sejak awal memang tidak menyukai dengan Helena apalagi Helena meninggalkan Arya begitu saja .
“Apa Arya sudah punya kekasih apa sekretaris pribadinya itu kekasih Arya. Hmmm aku harus tahu seperti apa sekretaris Arya itu.” gumam Helena sambil memikirkan rencana berikutnya. Namun tiba tiba..
“Mami aku lapar...” ucap Keynan yang terbangun dari tidurnya karena perutnya merasakan lapar. Helena pun mendengar suara krucuk krucuk di perut Keynan.
“Kamu itu sudah tidur saja masih merasakan kelaparan.” ucap Helena sambil memandang kesal wajah Keynan.
“Mami hanya kasih aku sedikit makan tadi, uangku kan banyak dari Daddy Tampan kenapa Mami pelit.” ucap Keynan yang merasa memiliki uang banyak pemberian dari Arya.
“Itu uangku kenapa diminta Mami.” ucap Keynan lagi dengan bibir cemberut.
“Ini dimakan, besok pagi baru kita beli makan lagi.” ucap Helena lalu memberikan satu potong roti tawar yang memang hanya tertinggal satu potong saja di dalam plastik roti tawar yang kemarin dibelinya.
“Mam, besok ke tempat Daddy Tampan lagi ya biar dikasih uang lagi, tadi kita tidak ketemu Daddy Tampan.” ucap Keynan dengan mulut yang masih mengunyah roh tawar tanpa isian.
__ADS_1
“Iya besok Mami akan ke sana lagi Mami harus bisa bekerja di tempat Daddy Tampan, apa kamu mau punya Daddy seperti dia.” ucap Helena sambil tersenyum.
“Mau Mam, uangnya banyak, kantornya bagus pasti rumahnya juga bagus..” ucap Keynan dengan mata berbinar.
“Ya sudah sekarang tidur, besok kita ke tempat Daddy Tampan, kalau kamu tidak tidur aku tinggal kamu besok.” ancam Helena lalu dia memejamkan matanya agar Keynan juga segera tertidur lagi. Benar, akhirnya Keynan pun memejamkan matanya dan akhirnya tertidur. Helena memandangi wajah anaknya itu. Meskipun kadang dia membenci anaknya karena dianggap sebagai penyebab hancurnya mimpi mimpinya tetapi dia merasakan Keynan sebagai teman hidupnya.
Pikiran Helena pun kembali ke masa silam di mana malam petaka itu menimpa dirinya. Dia tidak menyangka laki laki itu menyusul dirinya ke luar negeri dan menyekap dia di dalam kamarnya lalu kejadian pemaksaan itu terjadi. Dan Helena tidak bisa menuntut pada siapa siapa sebab laki laki itu melakukan dalam keadaan mabok dan setelahnya kejadian tragis terjadi, saat laki laki itu pulang mobil yang dikendarai oleh laki laki itu menabrak pembatas jalan dan kecelakaan tunggal menimpanya dan merengut nyawa laki laki yang sudah memperkosanya itu dan meninggalkan benih di rahim Helena. Helena mengusap usap kepala Keynan.
“Kenapa kamu mesti hadir?” ucap Helena lirih, tidak terasa air mata Helena meleleh dia menangisi nasibnya.
“Mama dan Papa kenapa tidak bisa memahami keadaanku. Aku pun tidak menginginkan kejadian itu aku pun tidak menginginkan kehadiran Keynan... hiks... hiks...” Helena kini sudah mulai terisak isak suara tangisnya. Keynan yang tidurnya tidak lelap karena perutnya tidak kenyang, mendengar suara tangisan Maminya. Mata Keynan terbuka lalu dia memeluk Helena.
“Mami jangan sedih, tidak apa apa uang Keynan Mami bawa, besok kita cari uang lagi.” ucap Keynan yang mengira Helena menangis karena tidak punya uang.
“Mam, kita ke rumah Oma dan Opa yuk.. rumahnya kan bagus pasti banyak makanan enak, kenapa kita tidak boleh masuk Mam?” pertanyaan Keynan justru membuat Helena semakin menangis tersedu sedu.
__ADS_1
“Mami tidak boleh masuk karena Mami belum bisa bawa uang yang banyak.” jawab Helena agar Keynan tidak tanya tanya lagi. Tampak Keynan melepas pelukannya pada Helena, matanya berkedip kedip tampak berpikir keras. Helena melihat Keynan yang tampak berpikir.
“Sudah kamu tidur lagi, nanti kamu lapar lagi sudah tidak makanan, roti sudah habis. Besok kita pergi lagi ke perusahaan Daddy Tampan. Mami harus bisa bekerja di sana.” ucap Helena sambil menatap Keynan. Helena pun memejamkan matanya lagi. Akan tetapi dia tetap tidak tidak bisa tidur pikirannya berputar putar, bagaimana caranya bisa mendekati Arya lagi, bagaimana caranya agar bisa menemui sekretaris pribadi Arya, bagaimana caranya agar bisa bekerja di perusahaan Arya.