
Gandi terus melajukan motor Savitri. Gandi menambah kecepatannya agar segera sampai ke rumah Savitri selain disebabkan karena hujan yang sangat lebat, dia melajukan dengan cepat agar cepat sampai karena bensin sudah limit. Dasar Gandi. Dan tidak lama kemudian motor sudah berada di depan rumah Savitri. Gandi segera turun dan masuk berusaha membuka pintu pagar yang tidak digembok.
Sedangkan Mbak Lastri di dalam rumah yang sedang menunggu Savitri saat mendengar suara motor di depan rumah dia mengira Savitri yang sudah datang. Dengan tergopoh gopoh Mbak Lastri berjalan cepat untuk menyambut kedatangan Savitri yang sudah dia nanti nanti. Dengan cekatan Mbak Lastri membuka pintu rumah. Dan betapa terkejutnya Mbak Lastri saat melihat siapa yang datang. Mbak Lastri melihat sosok Gandi yang menunduk sedang berusaha membuka kaitan pintu pagar.
“Ealeh tobil tobil... setan alas datang lagi... yang ditunggu tunggu Bu Vitri kok yang muncul pembuat onar.” gumam Mbak Lastri lalu menutup lagi pintu rumah sebelum Gandi melihatnya dan segera membalikan tubuh gemuknya dan berjalan menuju ke belakang.
Setelah memasuki pintu pagar Gandi cepat cepat berjalan dan dengan segera membuka pintu rumah Savitri
“Vit... Vit... “ teriak Gandi sambil berjalan masuk. Dia terus berjalan melewati ruang tamu dan ruang keluarga sambil terus berteriak teriak memanggil Savitri. Mbak Lastri setelah tahu kalau yang datang adalah Gandi dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan mendengarkan musik kesukaannya dari hape dengan memasang head set di telinganya.
Gandi membuka pintu kamar Savitri sambil terus memanggil nama Savitri, dia terus mencari di dalam kamar dan di kamar mandi namun tidak di dapatkan sosok Savitri. Gandi keluar dari kamar Savitri dan terus berjalan menuju ke kamar Reno.
“Suami pulang tidak disambut, malah sembunyi, malah tidur tutup telinga. Kamu senang ya aku pergi.....” teriak Gandi sambil membuka kamar Reno. Setelah pintu kamar terbuka lebar Gandi tidak melihat sosok siapapun di dalam kamar Reno lalu dengan keras dia tutup kembali daun pintu kamar Reno.
“Hmmm apa dia kangen padaku terus tidur di kamar tamu.” gumam Gandi sambil tersenyum dengan segera dia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke kamar tamu....
__ADS_1
Sementara itu Arya yang masih mengemudikan mobil menoleh sekilas ke arah Savitri yang duduk di jok sebelahnya. Terlihat wajah pucat Savitri dan tubuh yang masih lemas.
“Kak Vitri sudah makan belum?” tanya Arya sambil fokus ke arah depan. Savitri hanya menggelengkan kepalanya.
“Kita cari makan dulu ya, aku belum makan.. lapar nih. Kak Vitri mau makan apa?” ucap Arya sambil sekilas menoleh ke arah Savitri. Savitri hanya diam saja. Dia menyesali nasibnya hari ini karena mengejar uang penjualan ikan, malah akhirnya berakhir seperti ini tubuh menjadi dingin menggigil lemas, merepotkan Arya, motor Pak Satpam macet dan harus diangkut mobil, bisa bisa dia mengganti biaya melebihi keuntungan penjualan ikan....
“Kita makan di sini ya Kak, cari yang hangat hangat.” ucap Arya sambil memarkirkan mobilnya di tempat parkir rumah makan. Arya mematikan mesin mobil. Savitri masih diam saja. Setelah membuka seat belt nya, Arya lalu membukakan pengkait saat belt di jok Savitri sebab Savitri masih terdiam saja.
“Ayo Kak, kalau tadi aku dari rumah aku akan mengajak Reno, tapi aku tadi langsung dari kantor.” ucap Arya. Terlihat tukang parkir rumah makan sudah datang mendekat sambil membawakan payung dan membukakan pintu di samping Savitri. Savitri pelan pelan turun, Arya masih memegangi pangkal lengan Savitri, dan Aryapun turun lewat pintu yang dilewati oleh Savitri. Pak Tukang Parkir memberikan ganggang payung kepada Arya. Arya memegang payung besar itu dia memayungi Savitri dan memayungi dirinya sendiri. Sedangkan Tukang Parkir memakai payung kecil dan kembali ke tempatnya.
“Besok lagi pembelinya disuruh datang ke rumah saja Kak, jadi Kak Vitri tidak perlu repot repot mengantar.” ucap Arya setelah menyodorkan memo kertas pesanan kepada pelayan. Sedangkan Savitri hanya diam saja, sebab pernah dicoba seperti yang diomongkan oleh Arya namun hasilnya kurang memuaskan hanya ada satu dua pembeli saja yang datang.
“Ya, motor Pak Satpam bagaimana? Bagaimana kalau hilang?” tanya Savitri selanjutnya karena dia takut jika motor Pak Satpam hilang dia harus mengganti. Arya tidak menjawab tetapi jari jari tangannya mengusap usap layar hapenya dan seterusnya menunjukkan foto orang suruhannya sudah membawa motor Pak Satpam. Savitri sedikit lega hatinya. Setelah mereka berdua selesai menghabiskan makanannya mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Savitri.
Sementara itu Gandi yang tidak menemukan Savitri di semua kamar lalu berjalan ke kamar Mbak Lastri
__ADS_1
“Hmmm mungkin sembunyi di kamar pembantu.” gumam Gandi lalu dengan segera membuka pintu kamar Mbak Lastri namun tidak bisa sebab sudah dikunci oleh Mbak Lastri. Sedangkan Gandi yang mengira Mbak Lastri sudah pergi dari rumah Savitri karena sudah di PHK, dia terus mengedor ngedor pintu sambil berteriak teriak memanggil nama Savitri. Mbak Lastri yang jengkel karena terganggu oleh ulah Gandi lalu membuka pintu dengan keras. Dan Gandi kaget saat yang muncul adalah sosok Mbak Lastri dengan mata melotot.
“Kenapa kamu masih saja di sini. Di mana Savitri?” tanya Gandi dengan suara meninggi.
“Ibu Vitri hilang.” jawab Mbak Lastri lalu menutup lagi pintu kamarnya. Gandi tampak emosi mendengar jawaban dari Mbak Lastri dia merasa dipermainkan oleh Mbak Lastri. Gandi mengedor ngedor lagi pintu kamar Savitri.
“Ealah pembuat onar kok ngeyel.” gumam Mbak Lastri lalu dia membuka lagi pintunya. Dan saat pintu sudah dibuka terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Savitri. Mbak Lastri tanpa menghiraukan Gandi langsung berlari tubuh gemuknya menerjang menyenggol tubuh Gandi hingga tubuh Gandi terhuyung huyung.
“Bu Vitri.....” teriak Mbak Lastri saat membuka pintu rumah dan melihat Arya sudah bisa membawa Savitri pulang. Mbak Lastri terus berlari menyambut kedatangan Savitri, Mbak Lastri lalu memeluk tubuh Savitri dengan haru.
“Bu Vitri dimana saya telpon kok tidak diangkat?” tanya Mbak Lastri.
“Saat itu aku masih berusaha menyalakan mesin motor yang macet dan hujan deras Mbak. Aku kehujanan di jalan raya di luar kota tidak ada tempat untuk berteduh terus aku hanya berteduh di sebatang pohon.” jawab Savitri pelan sambil membalas pelukan Mbak Lastri. Arya melirik motor yang berada di depan rumah Savitri.
Sementara itu Gandi yang mendengar Mbak Lastri berteriak teriak memanggil nama Savitri ikut berjalan keluar. Wajahnya menegang saat melihat Savitri datang bersama Arya. Kecemburuan meletup letup di hatinya. Dan sebentar lagi bakal meledak....
__ADS_1
“Hai... begitu ya kamu. Suami pergi malah keenakan pergi berdua dua dengan laki laki lain!” teriak Gandi sambil berkacak pinggang di depan pintu rumah Savitri. Savitri yang tadi tidak memperhatikan motornya yang sudah berada di rumah karena perhatiannya tertuju pada Mbak Lastri terkaget melihat ada sosok Gandi lagi berada di rumahnya.