Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 94. Sesi 2. Waktu Lamaran Semakin Dekat


__ADS_3

Mobil terus melaju, Keynan yang duduk di samping Pak Slamet terus saja berceloteh bercerita tentang teman temannya. Saat ini dia sangat senang karena teman temannya mau bermain main dengan dirinya.


“Ini gara gara mainan dari Tante Peri, Pak .. Akhirnya mereka mau bermain dengan aku. Tetapi sayang Naro belum melihat mainanku.” ucap Keynan sambil menoleh menatap Pak Slamet.


“Naro apa tinggal di situ juga?” tanya Pak Slamet.


“Tidak Pak, Naro rumahnya agak jauh bukan di kontrakan rumahnya bagus.. yang tadi mobil Pak Slamet putar itu kan ada rumah bagus itu rumah Naro.” jawab Keynan. Keynan masih saja terus bercerita Pak Slamet dengan setia mendengarkannya. Dia jadi teringat saat masih di kampung saat anak anaknya masih kecil dulu saat masih hidup berkumpul anak anaknya juga suka bercerita padanya saat masih seusia Keynan. Sedangkan Helena masih saja terus berusaha memghubungi Arya.


Mobil akhirnya memasuki lokasi mess karyawan perusahaan almarhum Ardi. Setelah memasuki halaman mess, Pak Slamet segera menghentikan laju mobilnya lalu Pak Slamet mematikan mesin mobilnya.


“Kita sudah sampai.” ucap Pak Slamet sambil menoleh pada Keynan.


“Rumah besar sekali Pak.” Teriak Keynan


“Ha... Ha.. iya banyak orang tinggal di sana.” ucap Pak Slamet sambil tertawa.


“Bu, silahkan turun Ibu daftar dulu nanti dikasih nomor berapa.” ucap Pak Slamet lalu dia membuka pintu dan selanjutnya juga membukakan pintu buat Keynan.


“Pak Slamet juga tinggal di sini?” tanya Keynan saat sudah turun dan masih saja terus memeluk mainannya.


“Iya, Keynan bisa main ke tempat Pak Slamet kalau belum punya teman. Di sini tidak banyak anak kecil.” jawab Pak Slamet lalu menggandeng bahu kecil Keynan berjalan menuju ke bagian administrasi mess. Helena yang sudah turun dari mobil pun berjalan di belakang Pak Slamet.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di ruang administrasi. Pak Slamet yang merupakan karyawan senior dan sering bertugas mengantar pegawai administrasi, langsung mendorong pintu ruangan itu sambil tangannya masih menggandeng bahu Keynan sebab Pak Slamet tidak bisa menggandeng telapak Keynan karena kedua telapak tangan Keynan dipakai untuk memegang mainannya.


“Bu.. ada tamu mau daftar tempat.” teriak Pak Slamet saat sudah di dalam ruang administrasi. Pak Slamet lalu mempersilakan Helena duduk dulu. Sementara Keynan masih saja terus mengikuti Pak Slamet disuruh ikut duduk di samping Helena tidak mau.


“Pak, apa Daddy Tampan dan Tante Peri juga tinggal di sini?” tanya Keynan dengan suara berbisik. Pak Slamet menatap Keynan lalu menggelengkan kepalanya. Pak Slamet terus berjalan menuju ke belakang untuk mencari petugas administrasi dan Keynan terus saja mengikuti.


Dan tidak lama kemudian Pak Slamet sudah mendapati pegawai administrasi sedang istirahat makan, dan dia pun baru ingat jika belum makan siang. Akhirnya Pak Slamet menghubungi bagian dapur mess memesan makan untuk tiga orang.


Setelah mereka selesai makan. Petugas administrasi mess mendatangi Helena yang juga sudah selesai makan.


“Selamat siang Bu, apa bisa Ibu menunjukkan surat keterangan diterima kerja.” ucap petugas administrasi mess.


“Saya baru dikabari secara lisan oleh sekretaris Dimas, saya mencoba menghubungi Arya tidak bisa.” jawab Helena, petugas administrasi mess itu terlihat kaget saat Helena menyebut nama Bos nya hanya nama saja.


“Belum tahu, tapi pasti aku ditaruh di jabatan penting sebab aku orang dekat Arya, aku teman kuliah Arya dan aku juga melanjutkan kuliah di luar negeri .” jawab Helena. Petugas administrasi mess itu lalu segera bangkit berdiri lalu dia menghubungi sekretaris Dimas.


Sementara Pak Slamet sekarang sedang jalan jalan di mess mengantar Keynan untuk melihat kamar mess nya.


“Ini seperti kamar kontrakan tetapi keren Pak. Lebih besar dan bersih, ada televisinya juga. ” ucap Keynan saat melihat kamar Pak Slamet.


“Ooo ada kamar mandi di dalam kamar, ini kayak hotel Pak.” ucap Keynan lagi saat berjalan masuk melihat ada kamar mandi di dalam.

__ADS_1


“Pak apa aku boleh tidur di sini, aku ngantuk Pak.” ucap Keynan yang matanya memang sudah terlihat sayu. Setelah makan siang tadi Helena memang memberikan dia obat yang masih harus diminumnya.


“Boleh, tapi Pak Slamet tidak bisa menunggui Keynan di sini. Nanti kalau Keynan bangun Keynan tetap nunggu di sini ya jangan pergi pergi, itu ada roti dan minuman bisa kamu makan. Keynan nunggu Pak Slamet pulang sambil nonton televisi ya.” ucap Pak Slamet karena dia memang sudah ada perintah untuk mengantar.


Keynan menganggukkan kepalanya lalu dia langsung menuju ke tempat tidur Pak Slamet dan langsung tertidur. Pak Slamet memang menyuruh Keynan tidur di kamarnya. Karena proses Helena untuk mendapatkan kamar belum selesai, sebab dia tahu membutuhkan waktu berjam jam selain untuk mengecek administrasi juga masih harus mengecek kamar yang akan diberikan pada calon penghuni. Sedangkan Keynan sudah tidak tahan menahan kantuknya .


Sementara itu Dimas yang ditelpon oleh petugas administrasi mess juga terlihat bingung. Sebab divisi HRD juga belum menentukan di mana Helena diperkerjakan. Arya dan Savitri hanya menyuruhnya di taruh di bagian produksi tapi spesifiknya belum. Divisi HRD pun masih berpikir tempat yang cocok buat Helena karena tidak ada latar belakang Helena yang mendukung di bagian produksi.


“Ada apa kamu kok terlihat bingung?” tanya Arya pada Dimas yang melihat Dimas bingung dengan masih memegang hape.


“Bagian mess tanya Ibu Helena di bagian apa, divisi HRD belum menentukan.”


“Taruh saja di bagian kemasan.” jawab Arya santai.


“Pak tapi dia Sarjana.”


“Tidak ada yang kosong di bagian pengawas. Tadi bagian HRD sudah menghubungi aku. Sudah biar saja tidak apa apa.” ucap Arya selanjutnya. Menurut Arya sudah harus bersyukur diterima kerja dan mendapat mess di perusahaannya.


“Kamu juga segera bilang ke bagian HRD agar segera membuatkan surat keterangan diterima untuk orang itu lengkap dengan bagian dan job diskripsinya. “ ucap Arya lagi. Dimas pun segera melaksanakan tugas yang Arya berikan.


“Apa mereka sudah pindah ke mess?” tanya Savitri pada Arya

__ADS_1


“Sedang mendaftar aku kira tidak langsung pindah dia, ternyata dia langsung ke mess.” jawab Arya sambil menatap Savitri.


“Honey nanti kita pulang lebih awal ya.. Kita ambil cincin yang sudah selesai agar nanti tidak kemalaman pulangnya.” ucap Arya selanjutnya. Savitri hanya menjawab dengan senyuman, dia tidak menyangka akhirnya waktu lamaran pun sudah semakin mendekat. Tidak menyangka akan menikah sebanyak tiga kali di usia nya yang tergolong masih muda. Dan tidak menyangka juga akhirnya akan menikah dengan adik iparnya sendiri.


__ADS_2