
Waktu makan malam pun tiba. Arya yang sedang jatuh hati sejak tadi tidak beranjak dari meja makan. Dia ikut membantu Oma dan asisten rumah tangga Oma menyiapkan meja makan.
“Meskipun kamu ikut membantu masak sekalipun, kalau kamu tetap nekat berdua dua di dalam kamar apalagi sudah mulai masuk ke dalam kamar mandi berduaan. Langsung aku usir kamu.” bisik Oma di dekat telinga Arya , agar assisten rumah tangga Oma tidak mendengar. Sedangkan Arya hanya diam saja sambil matanya melirik ke arah kamar kedua keponakannya berharap sosok Savitri segera muncul dari balik pintu.
“Hmmm begini rasanya jatuh cinta di dalam satu rumah, namun ada pengawas nya.” gumam Arya dalam hati sebab dia dulu saat jatuh cinta dengan Helena kalau kangen menghubungi lewat telpon lalu dia berkunjung ke rumahnya. Sekarang sebenarnya dia hanya melangkahkan kaki saja bisa tetapi harus menahan.
Tidak lama kemudian Opa sudah berada di dalam ruang makan . Namun Savitri dan kedua anaknya belum juga muncul.
“Ma aku panggil mereka ya..” ucap Arya dengan nada lembut sambil tersenyum manis menatap wajah Oma.
“Tidak.” saut Oma lalu Oma segera bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar Reno dan Reni.
Sementara itu di dalam kamar Reno dan Reni, Savitri terlihat masih mendampingi kedua anaknya belajar. Reno sudah memperingatkan pada Savitri kalau sudah jam makan malam tiba. Tetapi Savitri yang masih malu karena tubuhnya yang hanya terlilit handuk terlihat oleh Arya dan itupun masih tertangkap basah oleh Oma. Maka Savitri berusaha berlama lama di dalam kamar.
“Ayo Ma, maem dulu...” ucap Reno lagi
“Sebentar lagi sekalian yang ini, Adik juga selesaikan sekalian mewarnai yang ini..” ucap Savitri sambil tangannya menunjuk pada gambar di atas buku Reni yang belum diwarnai.
Namun tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul sosok Oma menyuruh mereka segera menuju ke ruang makan.
“Ma.. maaf kejadian tadi ya, saya kira Reno atau Reni yang mengetuk ngetuk pintu kamar mandi. “ ucap Savitri saat Oma sudah di dekat nya.
“Iya iya aku tahu.. itu ulahnya Arya.. “ ucap Oma sambil mengusap usap pundak Savitri.
__ADS_1
“Ayo cepat kasihan anak anakmu kalau keburu lapar.” ucap Oma lalu memegang pundak Reno dan kepala Reni agar cepat keluar dari kamar.
Mereka semua kini sudah duduk di kursi makan mereka masing masing. Reno dan Reni memandang wajah Arya sambil tersenyum sebab ingat Arya yang meringis kesakitan karena dijewer telinganya oleh Oma. Arya membalas memandang ke dua keponakannya sambil mengangkat kedua alisnya.
“Papa jangan nakal lagi nanti dijewer Oma lagi.” ucap Reni sambil terus tersenyum.
Mereka akhirnya memulai makan malam nya. Savitri tidak berani menatap wajah Arya sementara Arya terus mencuri curi pandang ke wajah dan pundak Savitri bayangan pundak dan punggung mulus Savitri masih ada di pelupuk matanya. Opa yang melihat Arya mencuri pandang wajah Savitri sambil senyum senyum lalu diinjak kakinya oleh Opa yang duduk tidak jauh dari dirinya.
“Hmmm harus segera menghubungi Kakek ..” gumam Opa dalam hati selanjutnya.
Setelah acara makan malam selesai Opa segera masuk ke dalam kamar nya..Dia segera mengambil hapenya dan menghubungi Kakek. Opa menyampaikan maksudnya akan berkunjung ke rumah Kakek, selain silaturahmi juga akan membicarakan hal serius rencana lamaran Savitri untuk Arya.
Kakek yang mendengar niat dari Opa sangat bahagia. Namun dia juga sedikit ragu apa Arya yang masih perjaka mau menerima Savitri yang sudah janda dua kali.
“Savitri janda bukan karena sifat dia yang suka mempermainkan laki laki atau karena karena dia dicerai karena tidak bisa menjadi istri atau karena dia tidak bisa menjadi ibu yang baik. Kami tahu benar dengan sifat Savitri.” ucap Opa untuk membesarkan hati Kakek.
“Dan sepertinya Arya yang sudah tidak sabar.” ucap Opa selanjutnya
“Baiklah saya senang mendengar berita ini, nanti kabari saja kalau sudah mau ke sini.” ucap Kakek, dan setelah nya Opa mengakhiri sambungan telponnya.
Dan tidak lama kemudian Oma masuk ke dalam kamar. Terlihat Opa wajahnya tampak senang dan lega. Oma berjalan sambil menatap Opa yang masih duduk di sofa.
“Ada apa Pa, kok terlihat lega?” tanya Oma sambil duduk di samping Opa.
__ADS_1
“Aku sudah menghubungi Kakek. Tinggal Oma siapkan saja segala keperluannya untuk kita datang ke rumah Kakek.” ucap Opa sambil memeluk Oma dari samping.
“Apa mereka menyetujui?” tanya Oma. Opa menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
“Syukurlah aku tenang jika Arya dan Savitri bersatu. Reno dan Reni akan selalu aman tidak ada lagi papa tiri seperti Gandi. Dan juga Arya aman dari kejaran Helena.” ucap Oma sambil menyandarkan kepalanya di bahu Opa.
Sementara itu setelah makan malam Savitri membantu membereskan meja makan dengan cepat. Dan segera menyusul kedua anaknya ke dalam kamar. Sesampai di kamar dia mendampingi kedua anaknya belajar dan bermain hingga kedua Anaknya tertidurnya di tempat tidurnya masing masing.
Dan di saat kedua anak nya sudah tidur hape Savitri berdering. Savitri yang sudsh terbaring di sofa dan akan memejamkan matanya itu lalu meraih hapenya yang dia taruh di atas nakas. Saat dilihat layar hapenya ada nama kontak Kakek tertera di sana.
“Ada apa Kekek malam malam menelpon.” gumam Savitri lalu menggeser tombol hijau. Kakek lalu mengatakan jika Opa baru saja menghubungi dan akan datang ke rumah untuk melamar dirinya. Savitri sejenak tertegun.
“Berarti benar yang dikatakan oleh Oma.” gumam Savitri dalam hati.
“Vit, aku pun setuju dari niat Opa. Sekarang kamu nurut saja pada kemauan Oma dan Opa. Kalau kamu sejak dulu nurut mungkin sekarang kamu sudah punya anak dari Arya...” ucap Kakek membuyarkan lamunan Savitri.
“Ooh sudahlah tidak usah kamu dengarkan yang tadi. Aku pun merasa salah waktu itu.” ucap Kakek kemudian.
“Sudah ya.. sekarang kamu tidak usah bingung bingung, nurut saja ya.. “ ucap Kakek lalu memutus sambungan telponnya. Savitri lalu menaruh lagi hape nya di atas nakas. Lalu dia berjalan menuju ke sofa nya kembali. Dia membaringkan tubuhnya di sofa. Dari sofa itu dia bisa melihat ke tempat tidur kedua anaknya.
“Aku harus menerima demi anak anakku. Dan aku juga merasakan mungkin di antara aku dan Arya sudah ada rasa suka. Aku berharap Arya benar benar mencintai diriku tidak hanya sekedar nafsu.” gumam Savitri sambil mencoba memejamkan matanya. Namun tiba tiba ada bayangan sosok Arya yang sedang memakai G String kembali menari nari di pelupuk matanya.
“Ih... semoga aku pun tidak hanya sekedar nafsu..” gumam Savitri lagi sambil menepis bayangan Arya yang menari nari di pelupuk matanya.
__ADS_1