Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 35. Hujan Badai


__ADS_3

Savitri berjalan dengan cepat menuju ke rumah Anisa. Setelah mengetuk pintu berkali kali akhirny pintu terbuka tampak wajah segar Anisa yang sepertinya habis mandi.


“Masuk Kak Vit, aku ambilkan hape hapenya.” ucap Anisa yang mengira Savitri mau mengambil hape yang kemarin dibawa Mbak Lastri.


“Nis, aku ada perlu sama kamu. Suamimu ada?” ucap Savitri sambil berjalan di belakang Anisa.


“Ada tapi masih tidur Kak, ada apa? Apa Gandi bikin masalah lagi?” tanya Anisa sambil menoleh ke arah Savitri dia kuatir jika Gandi menyakiti tubuh Savitri. Savitri hanya menggeleng dengan lemah. Savitri memakai baju lengan panjang jadi Anisa tidak melihat warna biru legam di pergelangan tangan Savitri.


“Nis aku mau pinjam uang, aku ga pegang uang cash, saldoku juga sudah menipis. Aku bayar kalau aku sudah ditransfer Arya ya... “ ucap Savitri dengan lirih di samping Anisa.


“Berapa Kak Vitri perlu, aku juga tidak bawa uang cash banyak. Untuk sementara seadanya uangku dulu ya, nanti Aku pulang kerja aku tambah.” jawab Anisa jujur. Savitri sangat manut pada Anisa yang terpenting dia memegang uang bisa membeli dan membayar kebutuhan pokok dan kebutuhan untuk ikan ikannya. Tidak lama kemudian Anisa datang dengan membawa beberapa lembar uang ratusan ribu dan berikan kepada Savitri dan bersamaan dengan itu menyerahkan ketiga hape yang kemarin dibawa oleh Mbak Lastri.


“Nis, biar hape hape ini di sini saja sebagai jaminan utangku, dan aku juga takut jika sewaktu waktu Gandi datang malah jadi masalah. Kalau aku butuh akan menghubungi anak anak aku ke sini saja.” ucap Savitri menolak untuk membawa hapenya. Anisa sendiri sebenarnya juga tidak menginginkan ada jaminan tetapi karena demi keamanan Savitri biar saja hape itu berada di rumahnya.


Setelah mendapatkan pinjaman uang, Savitri pamit karena dia tahu Anisa akan segera menyiapkan diri untuk pergi kerja.


Savitri menggunakan uang pinjaman dengan hati hati, dia benar benar menggunakan uang pinjaman itu untuk keperluan keperluan penting saja.


Beberapa hari kemudian....

__ADS_1


“Mbak, Mbak Lastri tidak mencari pekerjaan? Bulan depan kalau Mbak Lastri tidak kirim uang ke kampung kasihan keluarga Mbak.” ucap Savitri pada suatu hari saat memberi pakan ikan ikannya, sementara Mbak Lastri sedang menyapu.


“Aku sudah sehat kok Mbak. Mbak Lastri bisa keliling lagi cari lowongan.” ucap Savitri lagi sambil menoleh ke arah Mbak Lastri yang tidak menjawab namun hanya senyum senyum saja. Mbak Lastri memang belum bilang ke Savitri kalau dia bekerja di rumah Savitri dan digaji oleh Arya.


“Kalau tidak ada Pak Gandi itu tenang ya Bu, apa Reno dan Reni diajak ke sini saja Bu.” Mbak Lastri malah mengalihkan pembicaraan.


“Tunggu dulu kepastiannya Mbak, aku takut kalau tahu tahu dia pulang dan mabok malah kasihan anak anak.” ucap Savitri masih sibuk dengan ikan ikannya, sementara Mbak Lastri sudah selesai menyapu.


“Bu, saya buatkan teh ya... kita ngeteh sambi melihat lihat ikan berenang he...he...” ucap Mbak Lastri sambil melangkah masuk untuk membuatkan teh Savitri dan juga dirinya sendiri. Tidak lama kemudian Mbak Lastri sudah muncul lagi dengan nampan berisi dua cangkir teh hangat.


“Mbak, aku pinjam hapemu, aku coba tawarkan ikan ikan ini di groub group media sosial ya.. pakai akun Mbak Lastri saja ya, aku takut kalau pakai akunku diutit oleh Gandi.” ucap Savitri sambil menoleh ke arah Mbak Lastri Dengan senang hati Mbak Lastri memberikan hapenya pada Savitri. Lalu Savitri memotret ikan ikannya. Dia lalu bergabung dengan group group pencinta ikan hias di media sosial. Savitri memposting foto foto ikannya.


Tidak disangka sangka beberapa hari kemudian banyak orang yang berminat membeli ikan ikan Savitri. Karena tidak ada motor di rumah Savitri saat mengantar ikan ikannya pada pembeli, Savitri meminjam motor Pak Satpam. Savitri membelikan bensin motor Pak Satpam dan memberikan uang rokok buat Pak Satpam.


“Coba nanti Mbak Lastri posting lagi ya, masih banyak itu ikan di dalam kolam. Yang di akuarium juga boleh Mbak diposting. Aku mau coba cari ikan jenis lain yang lebih mahal harganya.” ucap Savitri sambil mengambil air minum dari kulkas yang berada di dapur.


“Iya Bu, nanti saya posting selesai kerja saya ini.” ucap Mbak Lastri yang sedang bekerja di dapur. Setelah selesai mencuci perkakas dapur Mbak Lastri dengan senang hati melakukan apa yang diminta Savitri. Sambil duduk di kursi meja makan Mbak Lastri mengusap usap hapenya dan menekan nekan layar hape. Dan beberapa menit kemudian.


“Bu.. Bu.. ini ada yang tanya harga.” ucap Mbak Lastri sambil berjalan mendatangi Savitri. Mbak Lastri lalu menyerahkan hapenya pada Savitri. Terlihat Savitri serius mengoperasikan hape Mbak Lastri.

__ADS_1


“Deal Mbak, aku antar sekarang.” Ucap Savitri lalu terlihat dia berjalan untuk mengambil kantong plastik tempat ikan.


“Bu, tapi sudah sore ini Bu.” ucap Mbak Lastri mengkuatirkan Savitri.


“Tidak apa apa Mbak, nanti Aku langsung pulang setelah transaksi. Uangnya lumayan Mbak, sayang kalau diabaikan.”jawab Savitri lalu segera berjalan mengambil ikannya. Dan selanjutnya berjalan menuju ke pos satpam untuk meminjam motor.


“Bu, saya mau pulang mau tukar shif dengan Pak Satpam satunya. Tunggu saja sebentar Bu, nanti Bu Vitri pinjam motor dia.” ucap Pak Satpam pada Savitri yang sudah berada di depan pos satpam.


“Kalau saya pinjam motormu saja bagaimana, kamu nanti pinjam motor temanmu. Ini sudah janjian jamnya, takutnya kalau terlambat orangnya membatalkan Pak, sayang uang melayang.” ucap Savitri, terlihat Pak Satpam berpikir pikir dia tidak tega juga dengan Savitri.


“Iya Bu, silahkan keburu hujan juga, mendungnya sudah tebal.” ucap Pak Satpam lalu menyerahkan kunci motornya. Savitri dengan segera menerima kunci motor Pak Satpam dan dengan segera juga dia menjalan motor setelah dinyalakan mesinnya.


Motor terus melaju menuju alamat yang sudah dishare ke hape Mbak Lastri. Savitri membawa serta hape Mbak Lastri agar memudahkannya dalam mencari alamat pembeli. Tidak terasa motor sudah keluar dari daerah kota. Namun Savitri masih melajukan motornya. Satu jam lebih Savitri sudah di dalam perjalanan dan tidak lama kemudian dia sampai di wilayah tujuan. Orang yang akan membeli ikannya berjanji akan menunggu di sebuah swalayan, lokasi yang sudah di share ke nomor hape Mbak Lastri.


Mata Savitri sudah melihat swalayan tempat transaksi. Savitri lalu memelankan laju motornya dan selanjutnya memarkir motor yang dikendarainya di depan Swalayan tersebut. Savitri melepas helmnya melihat orang orang yang berada di sekitar swalayan itu. Namun tidak ada orang yang berusaha mendekatinya. Savitri lalu mengambil hape Mbak Lastri, Savitri membuka aplikasi chatting dan melakukan chat dengan orang yang akan membeli. Savitri mengatakan kalau dia sudah di tempat yang dijanjikan.


Tidak lama kemudian ada sebuah mobil berhenti di depan Swalayan tempat Savitri berada. Dan tidak lama keluar seorang laki laki dari mobil itu, dan selanjutnya mendekati Savitri.


“Bu yang jual ikan ya?” tanya orang itu sambil melihat kantong plastik besar yang berisi ikan di motor Savitri.

__ADS_1


“Benar Pak.” jawab Savitri Orang itu lalu menyerahkan uang kepada Savitri. Savitri menghitung uang tersebut dan setelah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan Savitri lalu memberikan kantong plastik besar yang berisi ikan. Transaksi sukses.


Savitri lalu menyalakan motornya dan segera pulang sebab sudah mulai gerimis. Savitri menambah laju kecepatan motornya sebab gerimis sudah mulai menjadi hujan dan makin lama hujan semakin deras. Saat di lampu merah Savitri berhenti, hujan semakin deras angin pun mulai kencang badan Savitri sudah mulai menggigil kedinginan. Akan tetapi saat lampu sudah mulai hijau motor yang dikendarai Savitri malah mesinnya mati. Beberapa motor dan mobil di belakangnya sudah ramai membunyikan klakson.


__ADS_2