Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 71. Sesi 2. Ada Rasa


__ADS_3

Pagi hari Savitri membukakan matanya dia kaget karena tidur di tempat yang tidak seperti biasanya. Dia lalu memegang kedua anaknya dicium kedua puncak kepala anaknya.


“Kok aku bisa tidur di sini.” gumam Savitri lalu dia bangkit dari tidurnya saat dia duduk dan melihat ke sofa dia melihat sosok yang tidur di sofa dengan posisi meringkuk sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai ujung kepala. Savitri lalu cepat cepat mendekati sosok tersebut yang tidak lain adalah Arya. Savitri kuatir jika Arya kambuh lagi demam dan pusingnya.


Savitri pelan pelan membuka selimut yang menutupi kepala Arya, Savitri lalu memegang dahi Arya untuk merasakan demam tidak. Namun saat telapak halus Savitri masih memegang dahi Arya, tiba tiba tangan Arya bergerak dan langsung memegang tangan Savitri. Savitri yang kaget segera menarik tangannya. Arya yang tadi masih tertidur kini terbangun dan kaget saat Savitri berada di dekatnya.


“Kak Vitri mau apa?” Mau menciumku di saat aku tidur?” tanya Arya sambil menatap wajah Savitri, dadanya kembali berdetak kencang.


“Sembarangan, aku kuatir kamu demam lagi karena tidur selimutan rapat rapat.” ucap Savitri lalu kembali berjalan ke tempat tidur untuk membangunkan Reno dan Reni. Arya tersenyum lalu dia ikut bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat tidurnya dia berjalan mendahului Savitri lalu segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang tadi di tiduri oleh Savitri.


“Masih pagi Kak Vitri, biarkan mereka melanjutkan tidur nya dulu.” ucap Arya sambil memeluk Reni.


“Nanti bangunkan mereka, aku mau mandi.” ucap Savitri lalu berjalan meninggalkan kamar Arya. Sedangkan Arya memeluk Reni sambil matanya berkedip kedip bayangan wajah Savitri bangun tidur masih terbayang bayang di pelupuk matanya, juga suara sexy Savitri yang bangun tidur masih terngiang ngutang di telinganya.


“Bangun tidur Kak Vitri kok malah sangat menarik ya.. aku jatuh cinta apa hanya nafsu ya.. ini juniorku kok bangun sih.” ucap Arya lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Saat Savitri keluar dari kamar Arya, Oma yang sudah bangun dan sudah keluar dari kamar tidurnya melihat langkah Savitri. Oma tersenyum senang. Dia lalu berjalan menuju ke kamar Arya.

__ADS_1


“Hmmm aku mau menginterogasi Arya.” gumam Oma lalu dia segera membuka pintu kamar Arya. Saat pintu sudah dibuka Oma tidak melihat sosok Arya, dia hanya melihat kedua cucunya yang masih lelap tidurnya. Oma mendengar suara kran air di kamar mandi yang terdengar sangat keras.


“Tidak biasanya Arya mandi masih pagi pagi begini apalagi dia masih sakit, kan masih kerja dari rumah, kenapa pagi pagi sudah mandi.” ucap Oma lalu berjalan menuju ke pintu kamar mandi dan memasang telinganya untuk mendengarkan dengan seksama apa yang sedang terjadi di kamar mandi. Namun tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan sosok Arya ada di depannya.


“Mama ada perlu apa?” tanya Arya lalu dia balik masuk kamar mandi untuk mematikan kran air. Lalu dia membasahi rambutnya dengan air.


“Kamu ngapain lama lama di kamar mandi pagi pagi begini aku kira kamu mandi kan kamu masih kerja di rumah ngapain pagi pagi sudah mandi.” ucap Oma sambil senyum senyum memandang Arya.


“Sedang membuang sesuatu.” jawab Arya lalu duduk di sofa.


“Ya, sampai kapan kamu mau bersolo karier, kalau kamu sudah ada rasa dengan Savitri sudah kamu nikahi saja Savitri. Aku kuatir kalau Helena nekat mendekati kamu. Terus kamu tidak tega tidak tegas.” ucap Oma dengan menatap wajah Arya.


“Bukannya aku dari dulu mengikuti kemauan Mama untuk menikahi Kak Vitri.” jawab Arya dengan nada datar


“Kamu itu tidak tegas, dan masalahnya itu Savitri meragukan kamu. Kamu itu ya harus menunjukkan kalau kamu itu mencintai Savitri beli bunga mawar kek, beliin perhiasan kek.. ucapkan kata kata romantis...” ucap Oma sambil menatap tajam ke arah Arya.


“Ga sempat mikir kayak gitu Ma. Aku juga merasakan deg degan dengan Kak Vitri juga belum lama kok Ma.”

__ADS_1


“Ya sudah bagus itu kalau kamu sudah ada rasa, itu namanya tresno jalaran soko kulino. Kalau soal Savitri asal kamu nya tlaten dan sedikit agresif pasti Savitri mau, cepat sedikit kamu untuk bertindak dalam hal ini.” ucap Oma lagi, tetapi selanjutnya Oma dan Arya terdiam sebab terlihat Reno merubah posisi tidurnya dan selanjutnya terlihat Reno membukakan matanya. Oma lalu berjalan mendekat ke tempat tidur dan selanjutnya mengajak Reno bangun dan berjalan menuju ke kamarnya, dan mereka semua melanjutkan kegiatan pagi harinya.


Waktu terus berlalu, di lain tempat. Helena dan Keynan sudah siap siap akan pergi ke perusahaan Arya. Helena akan berusaha untuk bisa bertemu dengan Arya. Mereka berdua lalu keluar dari kamar kontrakan dan berjalan kaki menuju ke jalan raya.


“Mam kenapa kita jalan kaki, aku capek kita naik taxi seperti kemarin Mam.” ucap Keynan sambil berjalan di belakang Helena.


“Kalau naik taxi lagi uang habis kita tidak bisa beli makan, Mami belum dapat pekerjaan. Mami tidak boleh lagi utang di warung karena sudah tahu kalau Mami belum dapat pekerjaan.” ucap Helena sambil menoleh ke arah Keynan yang berjalan di belakangnya.


“Kamu disuruh nunggu di kontrakan saja tidak mau. Sudah, sabar dulu itu jalan raya sudah terlihat nanti kita naik bis. Kamu nanti aku belikan es.” ucap Helena yang dia sebenarnya juga sudah tidak tahan jalan kaki.


“Mam, gendong aku, aku capek...” ucap Keynan mulai merengek dan jalannya sangat lambat.


“Kamu sudah berat, kamu sudah besar ayo sebentar lagi sampai. Ayo cepat sedikit nanti kita ketemu Daddy Tampan nanti kita dikasih uang banyak lagi, nanti kita pulang bisa naik taxi.” ucap Helena sambil menggandeng tangan Keynan. Keynan yang mendengar akan bertemu Daddy Tampan lalu dia bersemangat lagi berjalan kaki menuju ke jalan raya. Saat sudah sampai di jalan raya mereka masih berjalan kaki lagi untuk menuju ke halte. Sesampai di halte Keynan terlihat sudah sangat lelah. Helena mengambil tempat duduk di halte itu lalu mendudukkan Keynan di sampingnya.


Tidak lama kemudian bis yang mereka tunggu sudah datang. Keynan tampak matanya berbinar binar lalu dengan segera dia turun dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu bis dia berjalan di antara orang orang yang juga akan naik ke dalam bis itu. Helena yang masih merapikan bajunya malah masih berada di luar bis sementara Keynan sudah masuk di dalam bis. Bis sudah mulai berjalan..


“Heiii... hei... tunggu...” teriak Helena saat bis sudah mulai berjalan sementara Keynan di dalam bis kebingungan sebab tidak menemukan Maminya di dalam bis.

__ADS_1


__ADS_2