
Hari pernikahan yang ditunggu tunggu pun telah tiba. Di rumah Nenek dan Kakek sudah dipersiapkan dengan sempurna. Tenda putih berenda renda indah sudah menghiasi halaman rumah Nenek dan Kakek yang sangat luas itu. Kursi kursi untuk tamu undangan pun dihiasi dengan kain satin putih nan indah. Janur kuning dengan segala hiasannya melengkung di pintu gerbang.
Foto foto pre wedding Arya dan Savitri terlihat terpasang di beberapa titik. Sangat cantik dan tampan dan terlihat mereka berdua berpose mesra alamiah tidak terlihat kaku dan dipaksakan. Kursi pelaminan indah dan cantik pun tampak menghiasi di rumah Nenek dan Kakek. Bunga bunga potong segar harum dan cantik menghiasi pelaminan dan beberapa sudut tempat.
Savitri kini sedang dirias di kamar pengantinnya. Aroma harum semerbak mewangi menguar di kamar pengantin. Meskipun kini adalah pernikahannya yang ketiga kali nya. Namun yang dirasakan Savitri bagai pernikahannya yang pertama dulu, cuma bedanya kini sudah ada kedua anaknya yang selalu bertanya tanya dan ikut sibuk di dekatnya.
“Ma aku dirias di mana?” tanya Reno yang berdiri di depan Savitri sedangkan Reni duduk manis menunggu giliran dirias.
“Di kamar Kekek, nanti saudara saudara yang cowok juga dirias di sana.” jawab Savitri tanpa menoleh sebab wajahnya masih dirias oleh make up artist alias perias.
“Masih kosong Ma, belum ada orang yang ada di dalam nya. Kakek masih mandi.” ucap Reno sambil menatap Savitri.
“Ya ditunggu sayang ini masih pagi. Kalau cowok kan cepat dandannya.” ucap Savitri masih tidak menatap Reno karena wajahnya masih dipegang oleh perias.
“Reni kenapa tidak dirias di kamar tamu, Nenek aku lihat dirias di sana dan kakak kakak yang akan tugas juga antri di sana.” ucap Reno sambil menatap Reni.
“Aku mau yang seperti Mama riasannya.” ucap Reni yang sejak tadi duduk di samping Savitri sambil melihat wajah Mamanya yang sedang dirias. Reno pun akhirnya juga duduk di samping Reni sambil melihat Mamanya dirias.
Sementara itu di rumah Oma dan Opa pun sejak pagi sudah terlihat sibuk. Dimas sang sekretaris pun diminta datang ke rumah Opa dan Oma pagi pagi untuk membantu Arya. Mereka semua juga sedang dirias.
__ADS_1
“Pak Arya deg deg an tidak?” tanya Dimas pada Arya yang kini sudah selesai dirias, dia duduk di sofa di dalam kamar nya. Dia sudah terlihat tampak tampan, keren dan gagah dengan pakaian adat pengantin pria. Sementara Dimas yang juga ikut menemani Arya sedang mulai dirias.
“Deg deg an pakai banget apalagi bayangi nanti malam, rasanya jantungku mau loncat dari tempatnya.” jawab Arya sambil tersenyum.
“Tenang saja, pasti nanti secara naluri langsung bras bres ..wes wes... kalau tidak diganggu Reno dan Reni he.. he.. ” ucap perias yang sedang memakaikan baju pada Dimas. Dia memang sudah kenal baik dengan keluarga Oma dan Opa.
“Iya Pak, apalagi kami berdua sudah minum jamu spesial untuk calon pengantin.” ucap Arya lalu dia bangkit berdiri karena ingat akan paket jamunya. Dia lalu mengambil beberapa bungkus dan ditaruh ke dalam koper nya. Karena rencana nya dia akan menginap di rumah Kakek dan Nenek untuk menikmati kamar pengantin Savitri.
“Wah jamu kuat perkasa ya Pak.” ucap Dimas sambil melihat Arya yang menaruh beberapa bungkus jamu itu ke dalam koper.
“Untung tidak kelupaan Pak.” ucap Dimas kemudian
“Sudah ayo pengantin keluar.” ucap perias lalu menggandeng Arya keluar dari kamar, sedangkan Dimas juga keluar sambil membawa koper dan perlengkapan Arya. Sesampai di ruang keluarga terlihat Oma dan Opa juga sudah siap, mereka semua memakai baju adat, dengan seragam yang sudah ditentukan.
“Sudah siap semua ayo kita berangkat lebih awal lebih baik nanti akad nikahnya jam sepuluh.” ajak Oma lalu dia mulai berjalan ke depan.
“Jangan lupa barang bawaan untuk pihak pengantin wanita jangan ada yang ketinggalan.” ucap Oma lagi, terlihat para kerabat berdiri dari tempat duduknya sambil membawa bingkisan bingkisan yang akan diserahkan pada pihak keluarga pengantin wanita.
Mereka semua berjalan menuju ke mobil kini Arya satu mobil dengan Oma dan Opa. Dimas yang bertugas mengemudikan mobil. Pak Harun dan Pak Slamet bertugas untuk mengantar para kerabat yang tidak membawa mobil. Kini mobil mobil itu beriring iringan menuju ke rumah Nenek dan Kakek.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian sebelum jam sepuluh rombongan pengantin pria sudah sampai di rumah pengantin perempuan. Mereka semua disambut oleh penerima tamu. Nenek dan Kakek pun menyambut mereka. Sementara Savitri duduk di dalam ditemani oleh Reno dan Reni dan juga perias. Mereka duduk di ruang keluarga yang akan digunakan untuk acara akad nikah nanti.
Arya digandeng oleh Oma dan Opa masuk ke dalam ruang keluarga. Arya pandangan matanya langsung tertuju pada wajah Savitri yang sangat cantik manglingi. Satu minggu Arya tidak bertemu rasa kangen nya sudah sangat membuncah . Dia langsung berjalan mendekati Savitri.
“Honey kamu cantik sekali.” ucap Arya lalu duduk di dekat Savitri, Savitri hanya tersenyum menatap Arya, dia pun sangat kangen pada Arya dan kagum dengan ketampanan Arya wajah Arya tampak semakin segar dan bersinar mungkin efek dari jamu. Di mata Arya pun Savitri terlihat lebih segar cantik bersinar dan sexy.
“Pa.. aku juga cantik kan?” tanya Reni yang langsung menggeleyot di pangkuan Arya. Dan spontan perias langsung menarik tubuh Reni dengan lembut agar tidak menggeleyot di tubuh Arya dulu agar pakaian Arya tidak rusak.
Tidak lama kemudian bapak penghulu pun tiba. Kakek dan Opa pun segera duduk di tempatnya di dampingi oleh istri mereka masing masing. Para kerabat yang menjadi saksi baik dari pihak pengantin pria dan wanita pun sudah duduk di tempat nya. Acara akad nikah segera dimulai.
Acara berjalan dengan lancar. Dan kini Arya dan Savitri sudah sah menjadi suami istri.
Savitri mencium tangan Arya, dan Arya mencium kening Savitri lalu mereka berpelukan untuk melepaskan kerinduan dan mengungkapkan kebahagiaan. Dan selanjutnya mereka berdua menciumi Reno dan Reni. Kedua anak itu terlihat sangat bahagia.
Setelah acara akad nikah selesai mereka semua menikmati jamuan yang sudah tersedia sambil berbincang bincang ringan. Hingga akhirnya waktu acara resepsi pun tiba. Mereka berdua dibawa untuk duduk di kursi pelaminan. Tidak lama kemudian para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Savitri Arya dan orang tua pengantin pun berdiri di depan pelaminan untuk menerima ucapan selamat.
Karyawan perusahaan juga diundang akan tetapi tidak semua karyawan. Untuk karyawan bagian produksi hanya mandor dan atasannya yang mendapatkan undangan, sebab akan sangat banyak jika mereka semua diundang. Akan tetapi Arya dan Savitri sudah memikirkan akan diberikan bingkisan syukuran buat mereka semua. Jadi Helena pun tidak diundang sama seperti yang lain.
Namun tiba tiba wajah Arya dan Savitri terlihat sangat kaget demikian juga Oma dan Opa juga Dimas. Sebab mereka melihat Helena berjalan bersama Keynan menuju ke pelaminan.
__ADS_1
“Apa kamu mengundangnya?” bisik Oma pada Arya dan Savitri. Tampak Arya dan Savitri hanya menggeleng gelengkan kepalanya.