Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 75. Sesi 2. Trauma


__ADS_3

Waktu terus berlalu saat sore hari selesai jam kantor, Dimas segara berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Saat berjalan menuju ke lift dia bertemu dengan Ibu Nuning.


“Pak Dimas bagaimana kabar korban kecelakaan dan kabar Pak Slamet?” tanya Bu Nuning dan selanjutnya mereka berdua melangkah memasuki lift yang sama untuk turun ke lantai dasar.


“Korban mengalami retak tulang saat saya ke rumah sakit sedang mendapat tindakan oleh Dokter. Pak Slamet masih kuatir karena orang tua korban masih minta uang ganti selama dia tidak bisa bekerja. Untuk masalah biaya rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan, itu atas perintah dari Pak Arya.”


“Iya, saya juga sudah dihubungi oleh Pak Arya. Dan saya akan coba tanya kepada pihak asuransi apa bisa diajukan kasus kecelakaan ini.” ucap Ibu Nuning.


“Ini saya akan ke rumah Pak Arya untuk menyerahkan berkas berkas dan juga membicarakan hasil pertemuan tadi.” ucap Dimas selanjutnya. Mereka pun akhirnya keluar dari lift dan berjalan menuju ke tempat mobilnya masing masing.


Dimas membuka pintu mobilnya lalu menaruh satu bandel berkas di jok sebelah sampingnya. Dia lalu duduk di jok kemudi. Dimas menutup pintu mobilnya, lalu dia memasang sabuk pengaman di tubuhnya. Dimas menyalakan mesin mobilnya lalu dia menjalankan mobilnya pelan pelan keluar dari halaman perusahaan tempat dia bekerja.


Setelah mobil masuk di jalan raya, Dimas menambah laju kecepatannya. Mobil terus melaju, saat sudah berjalan beberapa kilo meter, Dimas teringat pada wajah imut Reni yang menggemaskan.


“Ahai... aku akan kasih kejutan buat bocah itu.” gumam Dimas sambil tersenyum. Mobil terus melaju saat mobil memasuki jalan yang ada deretan toko toko kue dan mainan. Dimas mengurangi laju kecepatan mobilnya lalu dengan pelan pelan menepi dan selanjutnya Dimas memarkirkan mobilnya.


Dimas melepas sabuk pengamannya, dia lalu membuka pintu mobilnya. Dimas berjalan menuju pada sebuah toko kue yang terkenal paling enak di sepanjang deretan toko tersebut. Dimas memilih milih kue yang digemari oleh anak anak, sebab dia belum tahu apa kue kesukaan Reni. Pilihan jatuh pada kue dengan balutan coklat, stroberi dan keju. Dimas pun akhirnya keluar toko sambil membawa tiga kotak kue Dia berjalan menuju ke mobilnya, saat melewati toko mainan Dimas melihat ada sebuah boneka yang lucu. Akhirnya dia pun masuk ke dalam toko mainan itu dan membeli boneka yang sudah menarik hatinya itu.


Sesampai di tempat mobilnya yang terparkir Dimas membuka pintu belakang lalu menaruh tiga kotak kue dan boneka itu di jok belakang kemudi. Dimas segera menutup pintunya, lalu dia membuka pintu depan selanjutnya dia masuk ke dalam mobil, dan dengan segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Oma dan Opa.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah Oma dan Opa. Dimas segera melepas sabuk pengaman lalu membuka pintu mobilnya, saat dia turun dari mobil terlihat Reno dan Reni sudah mandi, mereka sedang bermain main di teras.


“Ommmm.” teriak Reni lalu dia berlari menghampiri Dimas. Dimas menoleh lalu segera membuka pintu mobil belakang dan mengambil apa yang tadi sudah dibelinya.

__ADS_1


“Hallo Cantik. Ini Om Dimas bawakan oleh oleh buat kamu.” ucap Dimas sambil memberikan boneka yang masih ditaruh di dalam paper bag besar.


“Terimakasih Om bagus banget.” ucap Reni sambil mengintip isi di dalamnya. Dia lalu berlari sambil berteriak teriak kegirangan.


“Kakak, ada Om Dimas bawa oleh oleh banyak. Kakak ke sana bantuin bawa kuenya.” ucap Reni saat sudah sampai teras sedangkan Reno hanya cuek saja. Saat Dimas sudah sampai teras pun Reno hanya diam saja. Dia masih trauma dengan laki laki dewasa yang tidak begitu dia kenal apa lagi dengan membawa banyak makanan. Dia teringat akan Gandi yang dulu awal awalnya sangat baik dengan memberi makanan dan hadiah hadiah.


“Hai..” sapa Dimas lalu dia duduk di kursi teras. Reno hanya sekilas memandang lalu dia sibuk lagi dengan mainan. Sedangkan Reni sudah di dalam memanggil Mamanya dan berteriak teriak kalau ada Om Dimas.


“Mama Mama ... Mama ada di mana.. ada Om Dimas Ma...” teriak Reni sambil berlari menuju ke dalam saat di ruang keluarga ada Oma yang sedang menonton televisi.


“Mama di kamar kamu, Mama sedang mandi mungkin.” ucap Oma. Dan tidak lama kemudian Arya keluar dari kamar sebab Dimas sudah memberitahu lewat hape kalau dia sedang menunggu di teras.


“Biar Papa saja yang menemui.” ucap Arya sambil berjalan


“Kamu bawa apa itu?” tanya Arya kemudian sambil menatap Reni.


“Hmmm .” gumam Arya lalu dia berjalan menuju ke teras. Saat sampai di teras Arya melihat ada tiga kotak kue di atas meja. Dan melihat Reno cuek saja dan asyik dengan mainannya.


“Kamu kenapa bawa macam macam. Kelakuanmu itu justru mengingatkan aku pada seseorang.” ucap Arya masih memandang kotak kue di atas meja. Dimas terlihat wajahnya berekspresi kaget sambil menoleh pada Arya.


“Kayak Papa Gandi kan Pa.” saut Reno tanpa menoleh tetapi masih asyik bermain.


“Biasanya kamu kan datang ke sini tidak membawa macam macam begini. Ayo kita masuk.”

__ADS_1


“inget puteri Pak Ardi Pak, jadi bawa ini.” ucap Dimas dengan nada sopan


“Ren, bantuan Om Dimas bawa itu.”


“Iya Pa..” saut Reni yang sudah muncul lagi di belakang Arya. Padahal maksud Arya menyuruh Reno. Saat Arya menoleh tampak Savitri pun sudah berdiri di belakang Reni. Savitri tampil dengan gaun bermotif bunga bunga lembut sehabis mandi terlihat anggun dan segar di sore hari.


“Bukannya aku sudah bilang biar aku saja yang menemui Dimas.” ucap Arya dengan lirih agar Dimas tidak mendengar. Dimas sudah bangkit berdiri sambil membawa kotak kue dan diserahkan pada Savitri. Savitri mengucapkan terima kasih lalu berjalan menuju ke ke belakang.


Arya dan Dimas masuk ke dalam ruang tamu. Dan sesaat kemudian.


“Maaf Pak Arya berkas masih di dalam mobil.” ucap Dimas lalu dia bangkit berdiri dan berlari menuju ke mobilnya untuk mengambil berkas yang masih tertinggal di dalam mobilnya.


“Hmmm dia ke sini mau mengantar berkas apa mengantar makanan dan mainan.” gumam Arya dalam hati.


Tidak lama kemudian Dimas sudah sudah kembali dengan membawa sebendel berkas lalu diserahkan pada Arya. Dan setelahnya mereka berdua terlihat dalam pembicaraan yang serius masalah kerja. Dan akhirnya mereka juga sampai pada pembicara tentang korban kecelakaan. Saat menanyakan data korban, Arya terlihat kaget setelah tahu siapa korbannya dan kaget juga juga saat korban meminta ganti rugi atas hilangnya peluang kerja. Savitri dan Oma yang duduk di ruang keluarga juga ikut mendengar pembacaan mereka yang berada di ruang tamu.


“Helena kenapa dia datang lagi ke perusahaan, aku sudah bilang pada pimpinan divisi HRD untuk memberi tahu hasilnya lewat hape.” gumam Arya.


“Terus bagaimana Pak, uang ganti rugi selama dia tidak bisa bekerja akan diganti oleh Pak Slamet dengan uang pribadinya.”


“Pakai uang perusahaan, kasihan Pak Slamet. Untuk biaya rumah sakit aku sudah bilang pada Bu Nuning agar bisa diajukan pada asuransi.” jawab Arya.


“Untuk masalah kerja bagaimana Pak?” tanya Dimas

__ADS_1


“Aku keberatan.” jawab Arya


Oma yang di dalam ruang keluarga mendengar jawaban Arya terlihat lega, sedangkan Savitri terlihat berpikir pikir.


__ADS_2