Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 78. Sesi 2. Arya Jatuh Cinta


__ADS_3

Di pagi harinya Arya bangun lebih pagi dari hari hari biasanya, meskipun tadi malam dia susah tidur karena wajah Savitri terus saja menari nari di pelupuk matanya akan tetapi dia bisa bangun pagi dan terlihat wajahnya cerah bagai wajah orang bangun cukup tidurnya. Itulah efek orang sedang jatuh cinta meskipun kurang tidur tetap segar, ceria dan bahagia.


Arya segera membuka pintu kamarnya, sambil bersiul siul bersenandung Arya berjalan menuju ke depan, saat berjalan sampai di ruang keluarga dia berpapasan dengan Oma yang keluar dari kamarnya akan menuju ke belakang. Oma terlihat kaget melihat Arya pagi pagi sudah keluar dari kamar dan tampak bahagia. Oma tidak jadi berjalan ke belakang tetapi dia mengikuti langkah kaki Arya yang berjalan menuju ke depan.


Arya terus berjalan lalu dia membuka pintu depan setelahnya dia berjalan menuju ke halaman rumah tampak Arya berlari lari kecil. Oma terus saja memperhatikan Arya.


“Ada apa ya anak itu tumben pagi pagi sudah bangun dan olah raga pagi.” gumam Oma dalam hati, lalu Oma kembali berjalan ke belakang. Oma memang senang jika pagi pagi di taman belakang, udara segar namun tetap hangat karena tidak banyak angin. Akan tetapi saat Oma sampai di ruang keluarga Oma membelokkan langkahnya menuju ke kamar Arya karena masih penasaran dengan tingkah laku Arya di pagi ini.


“Jangan jangan dia sudah tidur satu ranjang dengan Savitri ya.” gumam Oma dengan nada kuatir.


“Kalau itu terjadi langsung aku nikahkan kilat saja dua anak itu.” gumam Oma dalam hati lagi. Oma pelan pelan membuka pintu kamar takut jika ada yang masih tidur di dalam terganggu. Saat pintu sudah terbuka Oma tidak melihat ada orang di dalam kamar Arya. Tidak ada Savitri ataupun Reni dan Reno.


“Apa Savitri sedang di kamar mandi.” gumam Oma dalam hati lalu dia berjalan masuk ke dalam kamar dan selanjutnya berjalan menuju ke kamar mandi. Oma mengetuk pintu kamar mandi pelan pelan dan selanjutnya memutar handel pintu kamar mandi lalu mendorong daun pintu tersebut. Saat pintu sudah terbuka Oma tidak melihat ada orang di dalamnya . Oma terlihat lega, lalu dia segera berjalan meninggalkan kamar Arya Lalu berjalan menuju ke kamar Reno dan Reni.


Oma mengetuk pintu pelan pelan, akan tetapi pintu tetap tertutp rapat.


“Masih tidur semua.” gumam Oma lalu dia berjalan meninggalkan tempat itu dan menuju ke teras belakang. Oma lalu duduk di kursi teras belakang. Asisten rumah tangga Oma pun sudah bangun dan sudah mulai bekerja.


Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki menyusul Oma ke teras belakang.


“Ma, tadi ketuk ketuk pintu?” tanya Savitri lalu duduk di kursi teras belakang.


“Iya, aku kira kamu masih tidur.” jawab Oma sambil menatap wajah Savitri.

__ADS_1


“Ada apa Ma?’ tanya Savitri kemudian dia menyusul Oma karena kuatir ada hal penting yang ingin Oma sampaikan padanya.


“Kalian tidak tidur di kamar Arya lagi?’ tanya Oma menyelidik


“Tidak Ma. Membiasakan Reno dan Reni tidur di kamarnya sendiri.” Jawab Savitri dengan kalimat normatif. Savitri kini mengira Oma mencurigainya dia tidur di kamar Arya lagi. Savitri lalu menceritakan pada Oma kalau Arya katanya badannya sudah sehat dan hari ini akan ke kantor Meskipun belum kerja penuh waktu dan rencana akan mengunjungi anak Helena yang masih berada di rumah sakit.


“Apa Arya semangat karena akan ketemu dengan Helena?” gumam Oma dalam hati. Saat Oma masih mengira ngira, terdengar suara kaki kecil yang berlari sambil teriak teriak.


“Mama...Mama... di mana Mama... Mama di mana?” teriak Reni sambil berlari menuju ke kamar Arya. Savitri yang mendengar teriakan Reni segera bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah suara Reni.


“Ren.. Mama di sini.” suara Savitri yang berdiri di depan pintu menuju ke dapur dan teras belakang. Reni lalu membalikkan tubuhnya dan berlari menuju ke arah Savitri.


“Mama aku haus. Aku cari cari Mama di kamar tidak ada.” ucap Reni yang sudah berada di dekat Savitri.


“Ayo Mama ambilkan di dapur saja sini yang dekat. Kamu tunggu saja duduk sama Oma.” ucap Savitri sambil menggandeng tangan mungil Reni. Savitri berjalan ke dapur untuk membuatkan minum sementara Reni langsung berlari menuju ke arah Oma yang sedang duduk di kursi teras belakang.


“Haus Oma.” jawab Reni lalu menyandarkan tubuhnya pada Oma. Mereka lalu terdiam sejenak. Namun tiba tiba...


“Oma.. Oma... kemarin itu tuh Papa Arya dan Mama peluk peluk.. aku mau tanya Ibu Guru aku boleh lihat tidak kalau Papa Arya dan Mama peluk peluk, tapi kata Papa Arya ga boleh tanya pada Bu Guru.” ucap Reni dengan bibir mungilnya yang mengerucut ke depan.


“Sekarang aku tanya pada Oma saja.” ucap Reni selan


“Peluk peluk gimana?” tanya Oma sambil menatap Reni.

__ADS_1


“Ya gini nih Oma.” jawab Reni sambil menarik tangan Oma lalu ditaruh melingkar di pundaknya sedangkan dia tetap menyandar pada tubuh Oma. Oma tampak tersenyum , tersenyum dengan tingkah Reni dan tersenyum karena sepertinya hubungan Arya dan Savitri ada kemajuan. Dan Oma sudah tahu kenapa Arya pagi ini sangat bahagia.


“Oma jawab keburu Mama datang...” ucap Reni sambil menepuk nepuk paha Oma.


“Oma tidak bisa jawab, nanti Reni tanya Ibu Guru saja. “


“Kalau Papa Arya marah.” ucap Reni sambil mendongakkan wajahnya menatap Oma.


“Oma yang akan memarahi Papa Arya. “ ucap Oma. Namun tidak lama kemudian muncul Savitri sambil membawa satu gelas susu untuk minum Reni.


“Ada apa kok takut dimarahi Papa Arya?” tanya Savitri kemudian.


“Rahasia ya Oma...” ucap Reni sambil menatap Oma.


“Awas ya kalau main rahasia rahasia. Minumnya tidak jadi buat Reni nih mau Mama minum sendiri.” ucap Savitri sambil menaruh gelas yang sudah berisi susu di depan bibirnya sendiri.


“Tidak boleh main rahasia sama Mama.” ucap Savitri lagi terlihat Reni takut takut lalu berbisik bisik di telinga Savitri


Sedangkan Oma sambil tersenyum bangkit berdiri untuk menuju ke kamarnya akan melakukan sembahyang.


Saat Oma sampai di ruang keluarga dia berpapasan lagi dengan Arya yang kini tubuhnya sudah dipenuhi keringat karena sudah selesai olah raga pagi.


“Arya.” panggil Oma saat Arya akan masuk.ke dalam kamarnya. Arya lalu menoleh ke arah Oma.

__ADS_1


“Awas ya kalau kamu main peluk peluk di depan anak anak. Kalau aku dan Opa peluk peluk bukan peluk gejolak anak muda. Kalau kamu yang peluk peluk aku kuatir setelah peluk peluk ada kelanjutannya. Kalau kamu dan Savitri sudah saling suka langsung nikah saja. Dan kalau kalian berdua di dalam kamar, kamar dikunci. Tetapi sebelum nikah sekarang tidak boleh lagi, kalian berduaan di dalam kamar.” ucap Oma sambil menatap Arya, sedangkan Arya juga masih menatap wajah Oma.


“Aku sekarang kok malah jadi pusing sendiri.” ucap Oma kemudian sambil terus melangkah menuju ke kamarnya.


__ADS_2