Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 59. Sesi 2. Hadirnya Masa Lalu Arya


__ADS_3

Sebagai seorang perempuan dewasa yang lama tidak bersentuhan dengan tubuh laki laki tidak bisa dipungkiri, detak jantung di dada Savitri berdegup degup lebih kencang saat telapak lembut tangannya menyentuh tubuh atletis Arya. Apalagi Arya memakai baju Ardi.


Savitri sekuat tenaga berusaha menetralkan detak jantungnya. Dan setelah selesai Savitri segera berdiri, dia lalu menyelimuti tubuh Arya dengan kain selimut milik Reno. Sedangkan Arya sudah kembali tertidur karena pengaruh obat. Savitri mengambil baju kotor Arya, dia berjalan akan keluar kamar, melewati Reno yang sudah tidur pulas di sofa yang tadi dia pakai tidur. Reno sudah menyelimuti dirinya sendiri dengan kain selimut Savitri. Savitri tersenyum dia sangat bangga dengan Reno yang tumbuh menjadi anak yang pintar dan penuh pengertian dan perhatian. Savitri lalu berjalan keluar kamar dia menuju ke belakang untuk menaruh baju kotor Arya.


Savitri lalu berjalan menuju ke ruang keluar. Dia membaringkan tubuhnya di sofa yang tadi ditiduri oleh Arya. Savitri menarik selimut yang masih ada di situ untuk menutupi tubuhnya. Savitri berusaha memejamkan matanya akan tetapi hanya mata yang terpejam sedangkan pikirannya masih berputar putar.


“Arya mimpi apa? Apa yang sedang membebani pikirannya?” gumam Savitri dalam hati.


“Apa dia terlalu capek mengurus perusahaan?” gumam Savitri lagi.


“Aku harus bisa membantunya? Tapi bagaimana?”


“Aku harus belajar mulai dari sedikit sedikit.” gumam Savitri lagi. Dia sudah berniat akan mulai belajar untuk mengurus perusahaan almarhum suaminya. Savitri lalu bisa memejamkan matanya. Akan tetapi baru beberapa waktu mata terpejam, Savitri sudah terjaga karena suara langkah kaki asisten rumah tangga Oma yang sudah mulai bekerja. Savitri lalu mendudukkan tubuhnya.


“Bu Vitri kok.tidur di sini?” tanya asisten rumah tangga Oma


“Iya Mbak.” jawab Savitri lalu membaringkan tubuhnya lagi berusaha untuk tertidur lagi karena matanya masih mengantuk. Namun beberapa saat mata terpejam sudah ada langkah kaki lagi. Oma sudah bangun dia berjalan dari kamar akan menuju ke belakang saat melewati ruang keluarga dilihat ada yang tidur di sofa. Oma mendekat untuk melihat sebab dia melihat rambut panjang Savitri yang tergerai di bantal.


“Vitri kok tidur di sini.” gumam Oma. Oma tidak berniat membangunkan sebab belum juga waktunya subuh. Akan tetapi Savitri yang sudah tidak tidur akhirnya bangkit dari tidurnya.


“Ma.” panggil Savitri pada Oma yang sudah akan berjalan.


“Arya sakit Ma.” ucap Savitri saat Oma sudah menoleh.


“Sakit apa? Sekarang di mana?” tanya Oma dengan ekspresi wajah kuatir.

__ADS_1


“Tidur di kamar Reno sudah minum obat.” Jawab Savitri


“O ya sudah nanti biar Reno diantar Pak Harun. Dan biar nanti ke dokter. Kamu tidur lagi saja. Kalau Oma sudah tidak bisa tidur mau ke belakang saja.” ucap Oma lalu dia berjalan meninggalkan Savitri. Savitri sebenarnya ingin mengatakan kalau Arya demam mengingau tapi ya sudah nanti saja. Oma sepertinya mau segera ke belakang. Savitri berusaha memejamkan matanya akan tetapi tetap tidak bisa. Akhirnya Savitri bangkit berdiri melipat kain selimut dan seterunya dia melangkahkan kaki menyusul Oma ke belakang.


Sesampai di dapur tampak Mbak Lastri dan asisten rumah tangga Oma sudah mulai bekerja.


“Mbak, Oma dimana?” tanya Savitri


“Itu Bu duduk di teras belakang.” jawab Mbak Lastri dan asisten rumah tangga Oma secara bersamaan. Savitri lalu berjalan menuju ke teras belakang. Terlihat Oma hanya duduk duduk saja sambil menggerak gerakkan kakinya.


“Kok tidak tidur lagi, sudah tidak bisa tidur ya. Aku mau bantu Mbak tidak dibolehkan katanya sudah dibantu Mbak Lastri.” Ucap Oma saat melihat Savitri berjalan mendekatinya.


“Ma.” Ucap Savitri yang sudah duduk di kursi dekat Oma.


“Arya tadi demam tinggi Ma, mungkin terlalu capek dan banyak beban pikiran.” ucap Savitri serius sambil menatap wajah Oma.


“Saya berniat akan membantu untuk mengurus perusahaan Ma, saya akan belajar. Tidak enak jika terus membebani Arya.” Ucap Savitri selanjutnya


“Tidak baik juga jika nanti suatu saat Arya punya keluarga sendiri harus juga menanggung saya dan anak anak.” ucap Savitri lagi.


“Vit, aku setuju jika kamu mau akan ikut mengurus perusahaan. Kamu kemarin buktinya bisnis ikan yang repot aja bisa. Kamu mulai saja belajar pada Bu Nuning dan Pak.Bagas mereka orang kepercayan Ardi dan Arya.” ucap Oma.


“Tapi Vit, aku masih seperti yang dulu masih ingin menjodohkan kamu dengan Arya.” ucap Oma kemudian .


“Ma sudah lupakan saja itu, kasihan Arya, saya merasa tidak pantas Ma, saya sudah bekas dua kali. Saya akan fokus ngurus anak anak saja dan akan mencoba juga mengurus perusahaan, tidak lagi mikir suami Ma. Reno sekarang juga sudah nyaman dengan statusnya.” ucap Savitri

__ADS_1


“Ya sudah terserah kamu. Tetapi aku juga mikir usia Arya terus bertambah dia belum menikah.” ucap Oma sambil menatap Savitri.


“Ya sudah aku mau ke kamar cucu cucuku mau sembayang di sana sekalian melihat Arya.” ucap Oma lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar Reno dan Reni. Sementara Savitri masih duduk diam di teras belakang sambil melihat langit di bagian timur yang tadi masih gelap kini sudah mulai terlihat sedikit terang dan suara adzan subuh pun sudah mulai sayup sayup terdengar. Savitri lalu bangkit berdiri dan berjalan mengikuti Oma menuju ke kamar anak anaknya. Savitri pelan pelan membuka pintu. Lalu diapun menyiapkan diri dan ikut sembahyang di samping Oma.


Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah selesai menjalankan sembahyangnya. Oma lalu berjalan mendekatii Arya terlihat Arya masih tertidur karena pengaruh obat yang diminum. Dan tidak lama kemudian Reno terbangun kerena mendengar suara Oma dan Mamanya berbicara meskipun sudah dengan volume suara yang lirih.


Setelah terbangun Reno berjalan mendekat pada Oma dan Mamanya yang masih berada di dekat tempat tidur di mana Arya berada.


“Papa Arya sakit Ma. Dia mimpi buruk katanya.” ucap Reno melaporkan pada Omanya.


“Mimpi buruk?” tanya Oma sambil mengeryitkan dahinya dan menatap wajah Reno yang baru saja melaporkan dengan wajah serius.


“Iya Ma sampai mengigau.” ucap Savitri


“Mengusir kita ya Ma ya..” ucap Reno lagi. Arya yang mendengar ada suara orang orang di dekatnya lalu terbangun dan membukakan matanya.


“Ya, bagaimana keadaanmu? Masih sakit tidak? Kamu mimpi buruk apa?” tanya Oma beruntun sambil memegang kening Arya.


“Apa yang kamu pikirkan sampai kamu mengigau mengusir Reno dan Savitri?” tanya Oma lagi.


“Maaf... maaf kan Papa Arya ya.” ucap Arya yang masih terbaring sambil menarik tangan Reno, lalu setelah Reno mendekat dipeluknya tubuh mungil Reno.


“Katakan pada Mama apa yang membebani pikiranmu.” ucap Oma yang kini duduk di tepi tempat tidur yang ditiduri Arya.


“Helena Ma, dia kemarin siang datang ke kantor. Entah dari mana dia tahu aku di sana. Aku sudah tidak berhubungan dengannya sejak dia pergi ke luar negeri.” ucap Arya lirih.. Savitri yang mendengar itu masalah pribadi Arya lalu pelan pelan pergi menjauh sambil mengajak Reno.

__ADS_1


__ADS_2