
Saat Gandi sudah berhasil memasukkan motornya dan akan menggembok pintu pagar tiba tiba beberapa orang laki laki berjalan menuju ke arahnya. Gandi pura pura tidak melihat dan buru buru membalikkan badannya. Akan tetapi...
“Pak.. Pak Gandi..” panggil salah satu dari mereka. Gandi pura pura tidak mendengar dia terus melangkah menuju pintu utama Savitri.
“Pak Gandi!” teriak salah satu dari mereka lagi dengan suara lebih keras. Gandi menoleh sekilas dengan wajah kesal karena merasa terganggu.
“Apa?” jawab Gandi.
“Ayo ikut ronda ada sesuatu yang membahayakan di komplek.” ucap salah satu dari mereka pura pura tidak tahu kalau Gandi membawa perempuan masuk komplek.
“Saya ngantuk dan capek.” jawab Gandi lalu berusaha akan masuk ke dalam rumah. Akan tetapi datang lagi beberapa laki laki menuju ke rumah Savitri.
“Pak Gandi ayo keluar.” teriak beberapa orang. Gandi mengabaikan. Orang orang komplek itu terus berteriak menyuruh Gandi untuk keluar. Pagar baja pun diketok ketok hingga menimbulkan suara berisik. Gandi dan Leli di dalam terlihat panik.
“Kamu sembunyi di kamar tamu sana!” perintah Gandi pada Leli.
“Cepat! Aku temuin mereka.” ucap Gandi yang terlihat emosi sebab Leli tidak segera pergi malah mengintip keadaan di luar lewat jendela. Leli segera berjalan cepat menuju ke belakang untuk sembunyi.
Sementara Mbak Lastri di dalam kamar yang sedang tidur nyenyak terbangun karena suara berisik di luar. Saat orang berteriak menyebut nyebut nama Gandi. Mbak Lastri langsung bangkit dari tidurnya. Dia langsung berlari membuka pintu kamarnya. Saat keluar dari kamar Mbak Lastri sangat kaget sebab dilihatnya ada perempuan asing berada di dalam rumah terlihat celingukan akan masuk ke kamar Savitri.
Leli yang tidak tahu kamar mana yang disebut oleh Gandi itu masih celingukan juga mendadak kaget melihat Mbak Lastri yang sedang berlari dan melihat dirinya.
__ADS_1
“Hei kamu maling ya!” teriak Mbak Lastri lalu segera menarik tubuh Leli.
“Bu..... kan...” ucap Leli terbata bata. Tetapi Mbak Lastri tidak menghiraukan dengan segera Mbak Lastri memegang erat tangan Leli dan menyeretnya keluar.
Sementara itu Gandi yang menemui orang orang di luar nekat tidak mau membukakan pagar.
“Tidak ada siapa siapa di dalam rumah. Ada perempuan di dalam ya Mbak Lastri. Mbak Lastri kan sudah kalian kenal, tubuh Mbak Lastri memang sexy di mata kalian.” teriak Gandi dengan emosi dia masih menyangkal kalau tidak membawa perempuan masuk. Baru saja Gandi selesai bicara, pintu utama rumah Savitri terbuka dengan lebar. Mbak Lastri yang menarik tubuh Leli langsung dengan keras mendorong tubuh Leli itu keluar. Gandi yang melihat terlihat sangat kesal dengan Mbak Lastri dan Leli, akan tetapi tidak bisa berkata kata, sebab bukti sudah ada di hadapan mereka.
“Pak Gandi tolong jangan berbuat yang tidak baik di dalam komplek ini. Kalau Pak Gandi mau main perempuan silahkan di luar sana yang jauh dari tempat kami.” ucap salah satu dari orang orang komplek.
“Sekarang silahkan bawa perempuan itu keluar dari komplek.” ucap pengurus komplek.
“Cepat bawa pergi, mengganggu orang tidur saja.” ucap Mbak Lastri. Gandi lalu membuka pagar dan mengeluarkan motor Savitri selanjutnya membawa Leli pergi.
Pagi harinya berita Gandi membawa perempuan sexy di komplek sudah menyebar ke seluruh warga komplek. Savitri yang sudah mendapatkan lagi hapenya karena Anisa mengantar sekaligus berkunjung menengoknya di rumah Oma Opa, juga turut mendengar berita itu di group komplek. Savitri tampak diam berpikir.
“Sangat memalukan, dia mau main perempuan aku sudah tidak peduli, asal jangan di rumahku di rumah Bang Ardi.” gumam Savitri dalam hati.
“Aku harus bicara tentang hal ini pada Bang Gandi.” ucap pelan Savitri.
“Ma.. ayo sarapan sudah ditunggu.” ucap Reno membuka pintu kamar, dia dan Reni tadi sudah rapi dengan baju sekolah lalu mereka sudah berlari menuju ke meja makan lebih dulu, tetapi menunggu nunggu Mamanya tidak segera menyusul.
__ADS_1
“Iya.. iya..” ucap Savitri lalu bangkit berdiri dan menyusul Reno menuju ke meja makan. Di meja makan semua sudah lengkap wajah wajah mereka tampak ceria kecuali Arya yang sudah diberi tahu oleh Mbak Lastri tentang kasus baru di rumah Savitri, dan juga wajah Savitri yang terlihat sedang berpikir.
Arya sekilas melihat wajah Kakak iparnya itu,dia melihat wajah Savitri yang terlihat beda dengan hari hari terakhir yang sudah tampak bahagia karena selalu bersama anak anaknya.
“Mungkin Kak Vitri sudah dengar berita itu.” gumam Arya dalam hati lalu dia segera menghabiskan sarapannya karena akan segera mengantar sekolah Reno dan selanjutnya ke kantornya. Setelah semua menyelesaikan sarapannya mereka lalu pergi untuk segera melakukan jadwal rutinnya, Arya segera berangkat bersama Reno sedangkan Opa mengantar Reni ke sekolah. Tinggal Oma dan Savitri di meja makan untuk memberesi meja makan tersebut.
Sementara sambil bekerja, Savitri terus berpikir dia akan pergi ke rumahnya, dia akan memakai taxi online agar tidak merepotkan Arya. Akan tetapi ...
“Ma saya nanti mau ke rumah mau ambil baju dan barang barang yang penting.” ucap Savitri sambil menatap Oma dia berpikir lebih baik terus terang akan pergi ke rumah.
“Saya akan pakai taxi online Ma.” ucap Savitri kemudian. Oma lalu menatap Savitri.
“Tidak, biar nanti diantar Opa atau Arya. Nanti kalau sama Opa sepulang dari antar sekolah Reni atau nanti kalau Reni sudah pulang sekolah saja biar tidak tergesa gesa kalau nanti akan jemput Reni. Opa sudah tua kalau tergesa gesa malah berbahaya tidak fokus bawa mobilnya, atau kamu pakai Pak Harun, tapi sama Opa saja.” ucap Oma panjang lebar karena kuatir dengan keadaan Savitri jika ada Gandi di rumah. Padahal Savitri akan pulang ke rumah tujuan utamanya akan menemui Gandi.
“Iya sama Opa saja, jam setengah sepuluh Opa sudah akan menjemput Reni, kamu bisa langsung ikut Opa, habis jemput Reni langsung ke sana. Cepat ambil barang barangmu sebelum Gandi bangun.” ucap Oma lagi sebab dia tahu kalau Gandi bangunnya siang. Savitri hanya diam, dia sekarang berusaha untuk menuruti nasehat Oma.
Benar saat Opa akan menjemput Reni, Savitri ikut Opa. Saat melihat Mamanya ikut menjemput dirinya Reni sangat senang.
“Ma kita mau ke mana? Ke mall? Kan Mama tidak boleh banyak jalan, biar Adik tidak capek.” ucap Reni saat melihat mobil tidak lewat jalan pulang ke rumah Opa dan Oma.
“Kita mau ke rumah Mama, Mama mau ambil baju.” jawab Savitri sambil menatap Reni.
__ADS_1
“Nanti ada Papa Gandi Ma, aku takut.” ucap Reni dengan wajah kuatir.
“Reni kalau takut nanti di dalam mobil saja sama Opa, Mama cuma sebentar.” jawab Opa sambil tangan kirinya mengusap kepala Reni yang duduk di sampingnya. Mobil terus melaju menuju ke rumah Savitri, dan beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki komplek rumah Savitri.