Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 90. Sesi 2. Cincin buat Helena


__ADS_3

Laki laki yang sosoknya sangat mirip dengan Gandi itu memang benar Gandi. Gandi yang dulu dipukuli oleh orang orang Tuan Lion akhirnya menjadi cacat permanen pada kaki dan tangannya. Gandi yang sudah mengenal mobil Arya lalu segera berjalan mendekat dengan langkah kaki yang terpincang pincang. Satu tangannya terlihat lunglai tidak berdaya.


Sementara itu Arya dan Savitri yang tidak menyangka akan bertemu dengan Gandi di depan toko perhiasan, masih terpaku terdiam. Savitri semakin dingin telapak tangannya.


“Ya kita jalan lagi saja. Aku takut.” ucap Savitri dengan wajah sudah mulai memucat.


“Honey ada aku kamu tenang saja, kita akan memesan cincin. Kalau tidak jadi nanti Oma marah ke aku, dikira aku tidak sungguh sungguh mencintaimu. “ ucap Arya sambil menghadap ke arah Savitri dan satu tangan kekar Arya mengusap usap punggung telapak tangan Savitri


“Arya besok saja. atau cari toko ysng lain.” ucap Savitri dengan nada kuatir. Sementara Gandi semakin mendekat ke mobil Arya yang sudah berhenti.


“Tetapi ini toko yang terkenal.” ucap Arya masih terlihat bingung. Sebenarnya dia tidak masalah jika harus berantem dengan Gandi apalagi melihat sosok Gandi yang sekarang sudah tidak lagi memiliki ke dua tangan yang sempurna dan kaki nya pincang.


“Hei.. keluar, kamu membawa pergi isteriku.” teriak Gandi sambil mengetuk ngetuk pintu mobil di samping Arya.


“Vit, turun kamu ikut aku suamimu!” teriak Gandi lagi .


Banyak pasang mata menoleh melihat ke arah Gandi, namun mereka semua hanya sekilas memandang dan terlihat cuek. Savitri semakin terlihat ketakutan karena Gandi masih mengetuk ngetuk kacamobil Arya. Bahkan terlihat menahan tajam ke arah Savitri.


“Ya, cepat pergi, atau aku tidak mau menjadi istrimu jika kamu tidak segera membawa aku pergi dari sini!” ancam Savitri karena sudah kehabisan akal agar Arya segera meninggalkan tempat itu. Mendapat ancaman dari Savitri yang begitu menakutkan dan mengerikan bagi Arya maka dengan segera Arya menyalakan mesin mobilnya dan segera tancap gas melajukan mobilnya, meninggalkan tempat itu.


Gandi yang berada di dekat mobil Arya dan siap akan mengetuk ngetuk kaca mobil Arya, langsing kaget karena mobil langsung melesat pergi, hingga Gandi jatuh terjengkang. Akan tetapi tidak ada satu orang pun yang membantu. Sebab Gandi tidak disukai oleh sesama tukang parkir, selain dia menyerobot lahan parkir orang, juga terkenal sering hutang tanpa membayar.


Mobil terus melaju, Savitri pun terlihat sudah mulai tenang karena lokasi tempat Gandi berada sudah semakin jauh.

__ADS_1


“Ke toko perhiasan tempat Bang Ardi dulu beli saja , di sana juga bagus bagus dan cepat proses pembuatan nya jika kita pesan.” ucap Savitri sambil menoleh ke arah Arya..


“Tapi...” ucap Arya terlihat ragu ragu.


“Sudahlah nurut aku saja, dari pada dimarah Oma.” Ucap Savitri lagi . Mobil terus melaju menuju toko yang dimaksud oleh Savitri. Arya sudah tahu toko perhiasan itu sebab termasuk toko langganan keluarga. Oma juga kalau membeli perhiasan di toko itu.


Tidak lama kemudian mobil sudah berada di depan toko perhiasan yang dituju. Arya lalu memarkirkan mobilnya. Dengan malas dia membuka pintu mobil. Savitri menoleh sekilas lalu dia membuka pintu mobilnya. Arya yang sudah berjalan memutari mobil akan membukakan pintu buat Savitri sudah terlambat, Savitri sudah turun dan melangkah.


Savitri mengandeng tangan Arya, memberi sentuhan pada Arya agar tidak terlalu kecewa karena gagal memesan cincin di tempat yang diinginkan.


Saat sudah berada di depan toko terlihat beberapa pelayan toko mendatangi mereka berdua. Savitri dan Arya tampak melihat lihat model.


Akan tetapi tiba tiba datang pemilik toko itu mendatangi Arya.


“Sebentar. sebenatar..” ucap pemilik toko itu kemudian lalu dia masuk ke dalam.


Arya terlihat gugup dan mendadak memucat. Savitri menoleh menatap wajah Arya dengan penuh pertanyaan. Tidak lama kemudian Pemilik toko datang lagi sambil membawa satu kotak kecil perhiasan.


“Ini pesanan Tuan dulu, masih saya simpan. Sebab saya percaya suatu saat pasti Tuan akan datang ke sini.” ucap pemilik toko itu sambil menyodorkan kotak kecil perhiasan kepada Arya.


“Saya sudah titipkan pada Nyonya orang tua Tuan tetapi beliau tidak mau katanya malah disuruh membuang saja.” ucap pemilik toko perhiasan itu sambil terus menyerahkan kotak perhiasan itu kepada Arya. Namun Arya terus saja menolak.


“Bukannya saya sudah membayar lunas, saya tidak ambil barang itu pun tidak masalah bukan.” ucap Arya dengan nada dingin, dia dulu memang sudah memesan cincin pertunangan dengan Helena, namun mendadak Helena meninggalkan nya, sedangan cincin pesanan belum jadi dan akhirnya Arya malas untuk mengambil.

__ADS_1


“Tuan ini bisa diproses ulang jika tidak suka modelnya.” ucap pemilik toko perhiasan yang baik hati itu.


“Tidak, aku mau pesan yang baru.” ucap Arya


Tiba tiba tangan Savitri meraih kotak perhiasan yang ada di atas etalase yang didorong dorong oleh Arya itu. Sejenak Arya terkejut, akan tetapi jari jari Savitri sudah membuka kotak Perhiasan itu, di dalam kotak perhiasan itu ada sepasang cincin terbuat dari emas putih dan bertahta berlian sangat cantik. Savitri mengambil cincin itu dan dilihat di bagian dalam ada tulisan H & A.


“Helena dan Arya.” gumam Savitri lalu menatap wajah Arya.


“Honey itu sudah lama, tidak ada artinya.” ucap Arya sambil berusaha merebut kotak perhiasan yang masih dipegang oleh Savitri.


“Sekarang H nya anggap aja Honey, A nya Ayang, kamu panggil aku Ayang.” ucap Arya selanjutnya sambil meringis.


Pemilik toko perhiasan lalu menyerahkan sebuah kertas minta Arya atau Savitri menandatangani sebagai bukti telah mengambil barang pesanan. Arya tidak mau, tetapi Savitri akhirnya yang menanda tangani. Dia tidak ingin sejak tadi Arya dan pemilik toko bersitegang karena masalah barang pesanan yang sudah lama.


“Honey dibuang saja barang itu. Kamu sekarang pilih yang kamu suka.” ucap Arya sambil menatap Savitri yang masih menanda tangani bukti sudah menerima barang pesanan.


“Iya Bu, dibuang saja di tempat sampah itu.. nanti akan segera saya ambil.” ucap salah satu pelayan toko sambil tersenyum dan penuh harap mendapat rejeki nomplok. Savitri hanya tersenyum.


Akhir nya mereka berdua memesan cincin untuk pernikahan mereka. Pemilik toko sendiri yang langsung melayani mereka berdua.


“Tuan kali ini akan saya buatkan dengan bahan spesial dan kami buat dengan penuh cinta. Semoga kali ini pesanan diambil tepat waktu dan cinta Tuan dan Nona akan abadi selama nya.” ucap pemilik toko saat menulis nota pesanan.


“Aminnn terima kasih doanya dan aku bayar lunas, mana nomor rekening mu.” ucap Arya sambil mengeluarkan hapenya untuk membayar pesanan cincin nya.

__ADS_1


__ADS_2