
Waktu terus berlalu, di rumah sakit di mana Keynan di rawat. Dokter sudah memperbolehkan Keynan pulang dan dilakukan rawat jalan. Hal itu tidak membuat Helena senang akan tetapi dia malah sedih. Sebab harus kembali ke kamar kontrakan kumuhnya dan harus membeli makan sendiri juga tidak lagi mendapat uang ganti selama di rumah sakit.
“Kamu kenapa tidak bilang saja ke Dokter kalau masih sakit. Biar kita masih tinggal di sini. Meskipun Mami tidur di tikar tetapi masih enak di sini dari pada kita tinggal di.kamar kontrakan.” ucap Helena sambil meringkasi barang barang nya yang tidak banyak.
“Itu bohong Mami, dosa, aku juga masih suka di sini aku ingin ketemu Daddy Tampan dan Tante Peri lagi.. Tetapi kata Pak Slamet mereka sedang sibuk. Kalau aku sudah bisa naik bis kota sendiri aku akan datang pada tempat mereka tidak usah dengan Mami.” ucap Keynan yang duduk di tempat tidur sambil mengusap usap dengan penuh sayang mobil mobilan pemberian dari Savitri.
“Kita sekarang akan menemui mereka. Mami akan melakukan pembicaraan serius dengan mereka.” ucap Hekena yang sudah selesai meringkasi barang barangnya.
Tidak lama kemudian pintu kamar terdengar suara ketukan. Keynan langsung meloncat dari duduknya di tempat tidur dan berlari menuju ke pintu kamar. Dia dengan segera membuka pintu kamar itu. Setelah dibuka terlihat sosok Pak Slamet dan Sekretaris Dimas.
“Pak Slamet, apa Daddy Tampan dan Tante Peri masih sibuk?” tanya Keynan saat melihat sosok Pak Slamet di depan nya.
‘Iya Keynan mereka masih sibuk. Ini ada kiriman dari Tante Peri.” ucap Pak Slamet sambil mengulurkan satu kotak kue dan mainan robot robotan. Arya memang sudah tidak mau menemui Helena lagi, dan tentu saja Arya juga tidak mengijinkan Savitri untuk menemui Helena dan Keynan, karena Savitri merasa kasihan pada Keynan maka Savitri menitip bingkisan buat Keynan. Apalagi jika mendengar cerita Pak Slamet tentang Keynan yang selalu menanti nanti kedatangan Arya dan Savitri. Belum lagi cerita Pak Slamet tentang senangnya Keynan saat mendapat mainan yang diimpikan.
“Wow.. keren. “ teriak Keynan sambil menatap robot robotan yang masih di pegang oleh Pak Slamet lalu dia segera menerima nya dan memeluk robot robotan itu dengan sangat senang . Sementara Pak Slamet masih sibuk dengan Keynan. Dimas mendekati Helena lalu mereka berbicara dengan serius.
“Ibu Helena dari keputusan rapat bagian divisi HRD ibu Helena diterima di perusahaan kami.” ucap Dimas mengawali pembicaraan. Memang hasil dari keputusan Arya dan Savitri, Helena di terima agar tidak melaporkan Pak Slamet dan perusahaan. Selain itu juga demi kemanusian kasihan Keynan jika orang tuanya tidak mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi Helena akan di tempatkan di bagian produksi.
“Kami juga memberikan fasilitas mess buat Ibu Helena dan Keynan.” ucap Sekretaris Dimas selanjutnya.
__ADS_1
“Benarkah? Ini karena Arya masih cinta kepadaku atau pemilik perusahaan itu yang takut pada ancaman ku.” ucap Savitri dengan nada sinis.
“Nanti Pak Slamet akan mengantar Ibu Helena pulang dan selanjutnya terserah kalau Ibu Helena mau langsung pindah mess juga boleh.” Ucap Sekretaris Dimas kemudian tanpa peduli dengan komentar Helena.
Helena dan Keynan akhirnya keluar dari rumah sakit dan diantar oleh Pak Slamet. Sedangkan Dimas menuju ke ruang administrasi untuk membayar semua biaya selama Keynan di rumah sakit.
“Keynan dan Mami menunggu di sini saja. Pak Slamet ambil mobil dulu.” ucap Pak Slamet saat mereka sudah berada di depan.
“Tidak Pak Slamet, aku ikut Pak Slamet ambil mobil.” ucap Keynan yang kedua tangannya memeluk mobil dan robot robotan. Mau dibantu membawa oleh Helena ataupun Pak Slamet tidak mau.
Pak Slamet lalu menggendong tubuh Keynan, dia kuatir kalau tubuh Keynan tersenggol mobil lagi dan juga agar lebih cepat sampai di tempat parkir.
“Aku duduk depan ya Pak.” pinta Keynan saat sudah berada di dekat mobil. Pak Slamet lalu membuka pintu mobil dan mendudukkan Keynan di jok depan di samping kemudi. Pak Slamet segera menutup pintu dengan rapat lalu dia melangkah memutari mobil bagian depan dan selanjutnya membuka pintu untuk dirinya sendiri.
“Kalau sekarang Mami ketinggalan aku tidak menangis lagi. Aku tidak takut lagi sendiri, aku jadi anaknya Pak Slamet saja tidak apa apa.” ucap Keynan sambil tersenyum menatap Pak Slamet.
“Memang Mami pernah tertinggal?” tanya Pak Slamet sambil masih terus menjalankan mobilnya dengan pelan pelan. Keynan lalu bercerita tentang tragedi nya di bis kota dan akhirnya tertabrak oleh Pak Slamet. Pak Slamet terlihat wajahnya sedih mendengar cerita dari Keynan.
“Maafkan pak Slamet ya..” ucap Pak Slamet dengan nada sedih.
__ADS_1
“Iya pak, aku senang kok jadi kenal dengan pak Slamet dan Tante Peri tangan ku juga bisa sembuh.” ucap Keynan sambil menatap Pak Slamet
“Yang penting juga aku dapat ini.” ucap Keynan sambil tertawa lebar dengan mata yang berbinar binar menunjukkan mainan yang dia peluk terus sejak tadi.
Mobil lalu berhenti di dekat Helena berdiri. Helena segera membuka pintu mobil bagian belakang dan selanjutnya dia segera masuk ke dalam mobil. Setelah masuk ke dalam mobil Helena lalu menyebutkan tempat lokasi kamar kontrakannya. Mobil terus melaju, dan akhirnya sudah memasuki gang sempit menuju ke tempat kontrakan Helena.
“Maaf Pak Slamet tempatnya jelek.” ucap Keynan sambil menatap Pak Slamet. Pak Slamet hanya tersenyum.
“Itu tuh Pak berhenti di depan warung itu saja mobil Pak Slamet.” teriak Keynan sambil telunjuknya menunjuk ke sebuah warung. Mobil lalu berhenti di dekat warung. Pemilik warung terlihat melongokkan kepalanya melihat ada mobil bagus parkir di dekat nya. Kepo siapa yang datang.
“Pak Slamet tunggu saja di sini. Saya ambil barang barang, sekalian antar saya ke mess.” ucap Helena karena dipikir pikir lebih baik langsung tinggal ke mess dan mumpung ada pak Slamet yang mau mengantar gratis.
“Kita mau kemana Mam?” tanya Keynan sambil menoleh ke Maminya.
“Kita pindah sayang. Kamu turun bantu Mami.” ucap Helena sambil membuka pintu.
“Bu, apa perlu saya bantu.” ucap Pak Slamet menawarkan diri sebab tidak tega Keynan yang anak kecil habis sakit disuruh membantu, bisa membantu membawa apa anak sekecil Keynan dia aja sejak tadi kerepotan membawa mainannya.
“Boleh.” ucap Helena ketus tanpa menoleh ke arah Pak Slamet. Keynan pun berusaha turun dari mobil masih memeluk mainan.
__ADS_1
“Keynan, mainan nya ditinggal di sini saja.” ucap Pak Slamet sambil tersenyum menatap Keynan.
“Aku mau tunjukkan ke teman ku Pak.” ucap Keynan yang terus turun dari mobil sambil kerepotan membawa mainannya.