
Helena dan Keynan terus berjalan menuju ke pelaminan. Keynan terlihat keren dengan memakai tuxedo berwarna cokelat krem. Dia memang menangis ingin memiliki dan memakai tuxedo seperti yang dikenakan Reno saat lamaran Savitri. Dan saat Helena sudah mendapatkan gaji pertama dari perusahaan Arya, mereka berdua langsung ke mall untuk membelikan tuxedo, kemeja dan celana panjang untuk Keynan guna dipakai di acara resepsi pernikahan Arya dan Savitri.
Helena dan Keynan terus menebarkan senyuman sambil berjalan menuju ke pelaminan. Oma langsung berjalan mendekati Savitri untuk berjaga jaga jika Helena melakukan sesuatu yang membahayakan buat Savitri. Terlihat Helena dan Keynan sudah menaiki anak tangga pelaminan. Helena sambil tersenyum menyalami kedua orang Savitri, Keynan pun turut mengulurkan tangan mungilnya menyalami Kakek dan Nenek.
Dan Helena terus berjalan menuju ke tempat Arya dan Savitri berdiri.
“Pak Arya dan Bu Vitri, selamat menempuh hidup baru, semoga selalu berbahagia. Maaf saya tidak diundang akan tetapi saya dan Keynan tetap datang. Karena saya dan Keynan akan menyampaikan selamat berbahagia dan saya pribadi mengucapkan terima kasih, karena kebaikan hati Pak Arya dan Bu Vitri, saya dan Keynan kini sudah mendapatkan kehidupan yang lebih baik.. Keynan sekarang lebih bahagia.. sekali lagi selamat dan terima kasih...” ucap Helena sambil mengulurkan tangannya pada Arya. Arya masih diam saja belum menyambut jabatan tangan dari Helena. Lalu Savitri segera menyambut jabatan tangan Helena.
“Sama sama Bu Helena terima kasih juga atas kehadiran Bu Helena dan Keynan. “ ucap Savitri sambil menyambut jabatan tangan Helena lalu dia segera mengulurkan tangannya pada tangan mungil Keynan dan sejak tadi sudah diulurkan kepada dirinya. Arya pun akhirnya menyambut jabatan tangan dari Helena dan tangan mungil Keynan. Demikian juga Oma dan Opa. Mereka berharap Helena benar benar tulus mengucapkan selamat dan terima kasih.
Namun tiba tiba....
“Keynan sini.. kita makan es krim sepuas puasnya.” teriak Reno sambil menarik tangan Keynan yang sudah berjalan menuruni anak tangga pelaminan bersama Helena. Reno terus menarik tangan Keynan menuju ke tempat jamuan yang khusus keluarga pengantin.
“Keynan kita tidak boleh masuk ke situ, itu khusus untuk keluarga pengantin, kita hanya tamu kita ke tempat hidangan khusus tamu saja.” ucap Helena sambil menarik tangan Keynan satunya.
__ADS_1
“Tidak apa apa Tante, ayo kita ke tempat itu.” ucap Reno sambil terus menarik tangan Keynan.
“Baiklah biar Keynan saja, Tante tunggu di situ ya. Kamu memang anak yang baik seperti Mamamu.” ucap Helena sambil mengusap usap puncak kepala Reno dan dagunya menunjuk pada kursi untuk tamu undangan.
“Keynan Mami tunggu di situ ya.. “ ucap Helena sambil menatap Keynan. Keynan terlihat tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu kedua anak itu berlari menuju ke tempat hidangan untuk keluarga pengantin. Sedangkan Helena berjalan menuju ke tempat jamuan untuk tamu undangan.
Keynan tangannya terus digandeng oleh Reno, mereka berdua mendekati Reni yang duduk manis sambil menikmati es krim dan kue kue kesukaannya.
“Kak tolong ambilkan es krim dan kue buat Keynan ya.. dan aku lagi ..” ucap Reno pada petugas catering yang mengurusi jamuan untuk keluarga pengantin. Terlihat Kakak petugas catering itu lalu melayani pada ketiga anak itu. Karena Reni pun minta tambah.
“Key, hatiku bahagia sekarang aku sungguh sungguh memiliki Papa.” ucap Reno pada Keynan yang sudah duduk di sampingnya.
“Kamu harus jadi anak yang baik dan rajin berdoa agar Allah memberi kamu Daddy yang sungguh sungguh. Aku juga lakukan itu. Aku dulu sedih banget Papa ku meninggal karena kecelakaan... Aku tidak punya Papa... tetapi sekarang aku senang sudah memiliki lagi Papa yang sungguh sungguh..” ucap Reno lagi.
“Aku juga sedih, kata Mami ku Daddy ku juga meninggal karena kecelakaan saat aku masih segini...” ucap Keynan sambil menunjukkan ujung kukunya yang sangat kecil, sebagai tanda jika Daddy dia meninggal karena kecelakaan saat Keynan masih sangat kecil sekali. Masih dalam wujud benih.
__ADS_1
“Ya sudah mulai sekarang Keynan harus rajin berdoa agar dikasih Daddy yang sungguh sungguh oleh Allah.” saut Reni sambil terus menikmati es krim nya. Terlihat Keynan mengangguk angguk mengerti lalu dia mulai menikmati jamuan yang sudah di depannya.
Waktu terus berlalu, acara resepsi pernikahan pun berjalan lancar. Semua tamu undangan, kerabat dan keluarga pengantin puas dengan segala hidangan jamuan, acara hiburan hingga suvenir cantik kenangan kenangan dari mempelai. Semua tamu undangan sudah pulang termasuk tamu yang tidak diundang pun sudah pulang dengan puas dan bahagia. Kini tinggal keluarga kedua mempelai yang tertinggal di rumah Nenek dan Kakek.
“Ya, nanti aku dan Opa pulang kalau capek nya sudah hilang. Kamu di sini terserah sampai kapan.” ucap Oma sambil duduk di sofa. Sedangkan Arya sudah akan melangkah menuju ke kamar pengantin menyusul Savitri yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar karena ingin segera membongkar riasan rambutnya.
“Oma dan Opa istirahat di kamar tamu saja dulu. Tadi Dimas sudah memasukkan koper Oma dan Opa di sana.” ucap Arya sambil menatap Oma dan Opa yang masih duduk di sofa. Sedangkan Kakek dan Nenek sudah masuk ke dalam kamar untuk berganti baju demikian juga Reno dan Reni juga sudah dibawa ke kamar Kakek dan Nenek. Kedua anak itu sudah dipesan tidak boleh dulu masuk ke kamar Papa dan Mama sebelum adik bayi datang.
Oma dan Opa pun akhirnya bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar tamu untuk berganti baju dan beristirahat. Sedangkan Arya terus berjalan menuju ke kamar pengantin. Dada Arya benar benar berdebar debar. Ini adalah kali pertama nya untuk tidur berdua saja dengan Savitri.
Arya mengetuk ngetuk pintu kamar pengantin itu pelan pelan.
“Masuk saja Pa, tidak aku kunci pintunya.” suara Savitri dari dalam kamar. Entah kenapa suara Savitri yang terdengar di telinga Arya semakin membuat dada semakin berdebar debar. Arya lalu memutar handel pintu itu dengan pelan pelan setelahnya dia mendorong daun pintu itu. Saat daun pintu terbuka aroma semerbak harum mewangi tercium di hidung Arya. Debaran dadanya semakin kencang.
“Benar benar bisa loncat dari tempatnya ini jantung.” gumam Arya dalam hati sambil memegang dadanya yang masih bergemuruh. Kaki Arya terus melangkah masuk, lalu dia menutup pintu kamar pengantin itu rapat rapat. Arya lalu melangkah menuju ke tempat Savitri yang masih duduk di depan kaca riasnya sambil membongkar riasan rambutnya.
__ADS_1
“Ada yang bisa aku bantu Honey...” ucap Arya sambil memegang kedua pundak Savitri. Arya menatap wajah cantik Savitri di pantulan kaca rias.
“Belum Pa.. ini masih bisa bongkar bongkar sendiri.” ucap Savitri yang masih sibuk membongkar riasan rambutnya.