Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Adik Onyet


__ADS_3

Tanpa terasa Cia tertidur hingga jam makan malam, mungkin karena kelelahan sampai dirinya tidak menyadari tidur terlalu lama. Hingga dering ponselnya membuat Cia bangkit melihat siapa yang nelponnya. “Bocal tengil?” gumam Cia ketika melihat dilayar ponselnya.


“Kenapa lo, nelpon gue?” ucap Cia sedikit galak.


“Sans,,, dong, kakak ku yang cantik. Maaf nih ya, gue ganggu waktu tidur lo. Tapi lo liat jam dong, kalau molor, kebo banget sih lo!” ucap disebrang telepon yang terdengar kesal dengan kakaknya itu.


Cia memandang jam di ponselnya membuatnya terlonjat kaget karena ia tertidur terlalu lama. “Kenapa, curut?’ ucap Cia terdengar decakan kesal dari sebrang sana akibat dikatai curut.


“Lo lupa ya kak. Jam Sembilan kita ada kegiatan” ucap disebrang membuat Cia mengusap wajahnya dengan kasar. Karena tertidur lama membuat dirinya lupa.


“Baiklah, lo kesini aja, biar nanti ada alasan” balas Cia membuat disebrang mengiyakannya.


Setelah sambungan telepon tertutup. Cia dengan segera membersihkan dirinya dan menyusul keluarganya yang sudah pasti menunggunya untuk melakukan makan malam.


Cia memilih pakaian santai karena agar tidak terlalu terlihat. “Si kebo baru bangun” celetuk Jeo yang sudah menunggu lama kedatangan sang kakak yang tidak juga bangun.


“Eh,,itu bukan gaya, lo ya?” ucap Cia yang duduk di posisinya.


“Sesekali tidak masalah, dong. Perut daddy sudah dari tadi bunyi. Kebo banget” balas Gio.


“Eh, kenapa bawa-bawa perut daddy. Kamu kali yang lapar” bantah sang daddy yang membuat mereka tertawa.


“Ih,,,kan bener perut daddy tadi bunyi” ucap Gio membuat sang daddy kesal dituduh. Namun, sebuah bunyi perut keroncongan membuat mereka mencari asal dari suara tersebut.


“Mommy!” teriak mereka semua dan tertawa. Sedangkan si pelaku hanya nyengir saja.


Mereka makan dengan diiringi pembicaraan absurd dari si kembar dengan oma dan juga mommy dan daddynya.


Hingga teriakan cempreng membuat mereka memandang kearah asal suara. “Selamat malam penghuni hutan rimba!” teriaknya membuat si kembar, Cia dan mommy nya hanya geleng-geleng kepala saja.


Namun, tidak dengan Rey dan oma yang justru tertawa mendengar suara cempreng bocah itu.


“Eh,, kuda nil, sama siapa kemari” ucap Cia ketika melihat anak yang gempal berlari menghampiri mereka.


“Sama kakakku lah. Kalian tau nggak kalau aku mau punya adik lagi” ucapnya pamer kepada mereka yang sedang duduk di meja makan.


“Adik apa?” ucap Gio yang lebih penasaran dengan adik yang dimaksud.


“Adik onyet” ucapnya membuat Gio tidak tahan untuk tertawa keras. Mereka pun ikut menertawakan bocah tersebut.


“Sky jangan lari” ucap seseorang membuat mereka mengalihkan pandangannya kepada orang tersebut. “Eh,,,kalian sedang makan malam, ya. Maaf ganggu, ya?” ucapnya membuat mereka yang tadinya terdiam kembali tertawa.

__ADS_1


“Geli gue denger bahasa lo” ucap Jeo kembali memakan makanan.


“Gue juga geli,,,” ucapnya dengan mengusap badannya yang seolah merinding. Kemudian tertawa.


“Sky sudah makan?” Tanya Cira membuat bocah itu menggangguk sennag. “Bunda sama ayah kemana?” Tanya Cira lagi membuat bocah itu berpikir.


“Lagi pacaran, kata kak Rain dan kak Petir, Sky di suruh nginep disini. Dan kak Petir nya lagi kemah disekolahnya” ucap bocah itu membuat mereka tertawa.


Sedangkan Rey hanya menghela nafas karena sudah tau tabiat sahabatnya yang memberikan sang anaknya menginap dirumahnya. “Yaudah,,,Sky tidur disini aja. Sky mau tidur dengan siapa?” Tanya Cira lagi membuat bocah itu menunjuk oma, membuat mereka semua tertawa.


Bagaimana tidak bocah yang usianya 7 tahun dengan badam gempal dan pipi yang cabby membuat siapapun gemas. Bocah itu memiliki banyak tingkah sama dengan kakaknya si Rain.


Anak bontot si Chan itu cukup disukai oleh para perempuan walau badannya gempal.


Berbeda dengan Kakaknya Petir yang sesuai dengan namanya anaknya pendiam, tapi kalau ngomong menyambar bagai kilatan petir menohok hati dan menjatuhkan perasaan.


“Lo mau *****, sama oma?” Tanya kakaknya Rain. Yang mengantisipasi tabiat sang adik.


“Ndak,,,Sky bobok dengan buyut agar di dongengin oleh buyut” bantah bocah itu dengan berjengking pinggang. Menatap marah sang kakak yang berburuk sangka terhadapnya.


“Mommy dan daddy, hari ini Rain boleh ajak kak Cia keluar?. Soalnya Rain mau nongkrong sembari buat tugas. Tapi Rain takut pulang malam. Boleh, ya?” ucapnya membuat sang kembar menatap curiga kearah Rain. Bahkan kedua orang tua itu pun begitu.


“Kami boleh ikut kan?” seru si kembar tapi lebih tepatnya Gio yang akhirnya membuat kedua orang tuanya mengangguk.


“Baiklah kami bernagkat sekarang, mom dad” ucap mereka semua menyalimi Cira dan juga Rey.


“Jaga adik-adik mu, ya sayang” ucap Cira dengan mencium pipi Cia. Membuat Cia mengangguk senang.


Para bocah tersebut, kesana dengan menggunakan satu mobil. Dimana yang menyetir mobil adalah Gio. Rain sudah memberitahukan lokasi kepada Gio. “Kalian mau balapan?. Dengan geng alpukat?” Tanya Jeo membuat Cia dan Rain mengangguk. “Taruhannya apa?” tanyanya lagi.


“Cuma balapan pertemanan aja” ucap Rain membuat Cia mengangguk.


“Pakai apa?” Tanya si Gio membuat Cia mendengus mendengarkan ucapan sang adik yang ceremwet.


“Lo pada diam aja. Intinya kita cuma balapan pertemanan pakai motor atau nggak mobil.” Balas Cia yang lupa memakai apa balapan.


“Kalau pakai motor, gue ajalah yang lawan kak. Kalau pakai mobil baru lo, kak” ucap Jeo membuat Cia hanya mengangguk saja. Cia tau kalau adiknya itu diam-diam menjatuhkan lawan dengan trik balapan motornya dengan menggunakan rumus-rumus yang bahkan Cia lupakan. Jangan kan Cia bahkan kembarannya saja tidak tahu.


Mereka sampailah di sebuah perkumpulan anak geng motor, ternayat benar, mereka mengajak Cia balapan motor terliaht dari banyaknya motor tang bersejajar.


Gio, Cia, Jeo dan Rain turun bersamaan dari mobil dan mengahmpiri anak geng motornya. Orang tua mereka tidak tau kalau geng motor tersebut adalah milik Cia yang sedang dialihkan oleh Rain.

__ADS_1


“Hallo cantikku, baru pulang dari luar negeri makin cantik aja, lo” seru seseorang membuat Cia tersenyum devil.


“Seperti biasanya gue memang selalu cantik. Jadi rayuan lo sudah basi” balas Cia tak kalah seram. Membuat orang yang diajak bicaranya tersenyum.


“Wow,,,gue suka dengan sikap percaya diri lo yang tinggi. Gue mau lihat apakah skill lo masih sama?” ucanya dengan merehkan, membuat Cia hanya mengangguk saja.


Setelah mereka bersiap. Kini mereka sudah berada diatas motor dan di garis start. Beberapa anggota geng mereka menjadi penonton untuk menyemangati mereka.


Hingga sebuah kain terjatuh dari tangan pemandu start membuat mereka melajukan mobilnya dengan sangat cepat, bahkan sampai melesat. Mereka akan melewati dua belokan tajam dan persaingan sengit dari keduanya masih berlangsung.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Jangan lupa untuk selalu makan agar tubuh selalu sehat.💜💜...

__ADS_1


__ADS_2