
Sesuai dengan kejadian kemarin. Hari ini Alex sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Setelah dia mengeluarkan berbagai alasan. Sehingga dokter dan keluarga nya mengizinkannya untuk pulang. Namun, dengan tetap beristirahat.
"Kamu mau kan, diam dulu di rumah mami?" ucap sang mami. Karena Alex ingin pulang kerumahnya. Sebenarnya bisa saja karena sudah ada Cia yang bisa menjaganya. Namun, dirinya tidak tenang. Apalagi anaknya itu susah banget di bilangin.
"Tapi, mi. Alex sama Cia inginnya di apartemen, aja. Alex janji akan menuruti ucapan istri Alex, kok mi. Boleh, ya mi?" rayu Alex membuat Cia yang melihat suaminya sedang memelas itu ingin tertawa. Namun, ditahannya.
"No,,,mami tau akal-akalan kamu. Dokter sudah bilang kamu itu jangan banyak gerak dulu. Tapi nanti kamu pasti mau macam-macam kan?!" tebal sang mami membuat Alex terkekeh.
"Ish,,,mami. Namanya juga pengantin baru. Kita belum bulan madu, taukk" ucap Alex membuat sang mami mendengus.
"Nggak, nanti kalau luka kamu terbuka, gimana?. Lagian mami tidak masalah kalau belum punya cucu. Anggap saja kalian sedang pacaran sekarang" ucap sang mami yang tidak mau dibantah.
"Terserah mami aja, deh. Lagian Alex juga nggak bisa ngebantah sang mami" pasrah Alex karena sudah lelah dia berdebat.
"Ini baju kamu kan?" tanya Cia yang melihat baju di loker nakas rumah sakit.
"Iya,, itu baju kesayangan aku"
"Kok warnanya sudah pudar?" ucap Cia dengan memamerkan baju Alex yang warna hijaunya sudah pudar.
"Itu baju nya udah dari SMA. Katanya cinta pertama nya yang kasih" comel sang mami membuat Alex membulatkan matanya.
"Ish,,nggak mi. Itu kan baju hadiah dari mami waktu aku 17 tahun. Mami jangan menyalakan api, dong!" protes Alex membuat sang mami yang melihat wajah Alex lucu karena membatah ucapan sang mami.
Sementara Cia hanya mengangguk saja. Dengan tangan terus memasukan baju Alex. "Istriku,,jangan percaya ucapan mami, ya. Mami hanya bercanda aja, kok" ucap Alex yang segera menghampiri sang istri.
"Alah,,,lebay, kamu. Bucin!" ucap sang papi yang melihat tingkah putranya.
"Papi lebih bucin lagi sama mami. Wlee" cibir Alex.
"Dasar anak durhaka kamu!" ucap sang papi.
"Istriku kita pulang ke apartemen aja, ya?" ucap Alex dengan menatap sang istri dengan manja.
__ADS_1
"Nggak enak sama mami. Lagian kamu juga belum sembuh total kan. Jadi diam dulu dirumah, mami,,yaa suami?" ucap Cia dengan mengelus pipi Alex membuat Alex menghela nafas dan mengangguk.
Mereka akhirnya pulang ke rumah orang tua Alex. Karena untuk satu bulan depan mereka akan diam dirumah orang tua Alex. Saat sampai dirumah mereka disambut oleh para maid. Bahkan mereka berdecak kagum ketika bertemu dengan Cia. Berbagai pujian mereka lontarkan.
Alex dan Cia sudah berada di dalam kamar Alex. Suasana kamar cowok itu didominasi oleh warna hitam dan putih. Dengan wangi khas laki-laki itu.
"Kalau kamu mau ganti warna cat tembok. Besok aku akan panggil tukangnya" ucap Alex yang duduk di atas ranjang.
"Nggak papa, kok. Aku juga suka warna temboknya"
"Kangen istri ku, deh!!!" ucap Alex dengan memeluk tubuh istrinya dari samping dan meletakkan dagu di bahu sang istri.
"Manja, deh" ucap Cia.
"Istri,,,,??" panggilnya membuat Cia menatap Alex.
"Kenapa??" tanya Cia. Namun, Alex justru diam.
"Istri??"
"Istri??"
"Kamu kenapa sih??" kesal Cia karena Alex memanggilnya tapi tidak ngomong apa-apa.
"Suka aja panggil, istri" ucap ya tertawa. Membuat Cia mendengus.
"Lepas, dulu deh. Aku mau ngerapiin bajunya dulu, suami!!" ucap Cia dengan tangan berusaha melepaskan tangan Alex yang ada di pinggangnya.
"Kita panggilnya jadi suami dan istri. Lucu yaa" ucap Alex membuat Cia mengangguk.
"Istri,??" ucapnya lagi.
"Iya,,,,suami??" kesal Cia karena tingkah Alex.
__ADS_1
"Istri kita buat dedek, yuk?!!" ajak Alex secara tiba-tiba membuat Cia dengan cepat berdiri membuat pelukannya lepas. "Ish,,,istri sini peluk, dulu. Kangen tauu" ucap Alex membuat Cia menatapnya dengan horor.
"Aku mau keluar dulu, bantu mami masak. Kamu kalau mau istirahat aja, dulu, yaa"
Mendengar perkataan Cia membuat Alex berdecak karena Cia meninggalkannya begitu saja. Sementara Cia yang sudah keluar dari kamar itu pun merasa lega karena terlepas dari Alex.
"Belum sembuh, sudah mau bikin anak" gumam Cia menuruni tangga.
"Kenapa, non?" tanya salah satu maid yang Cia lewati. Membuatnya terkejut.
"Eh,,nggak kenapa-kenapa, Bu" ucap Cia sopan terhadap orang yang lebih tua darinya.
"Kalau ada apa-apa. Panggil kami aja, ya non. Jangan sungkan kan nona udah jadi istrinya Abang Alex" ucapnya membuat Cia terkekeh mendengar Alex dipanggil Abang oleh mereka. Cia hanya mengangguk.
Kemudian maid tersebut pamit untuk melanjutkan tugasnya. "Mi,,,Alex dipanggil Abang yaa sama para maid?" tanya Cia setelah sampai ditempat mertuanya itu.
"Iya,,kamu tau kan. Suami kamu itu rada aneh. Mami aja dulu nggak percaya dengan ucapan bocah itu. Alex kan anaknya itu berpindah-pindah. Dia selalu ikut kemana kami pergi. Nah,,kan saat dia usia 3 tahun. Punya temen, mami lupa namanya siapa. Karena temennya Alex dulu itu, memiliki adik dan dia dipanggil ya Abang. Jadi dia iri, kan. Bahkan dia menangis karena mau punya adik. Mami dan papi terkejut, dong. Karena dia menangisinya kenceng banget sampai barang-barang dirumah di lemparnya. Akhirnya dengan berbagai rayuan dari papinya dia mau berhenti nangis. Dan anehnya lagi. Dia mengatakan kepada seluruh maid agar memanggilnya Abang saja. Dan sampai sekarang itu masih berlaku." ucap sang mami bercerita membuat Cia tertawa membayangkan tingkah Alex waktu kecil.
"Wajah bule panggilan melokal banget, mi" ucap Cia yang berusaha menahan tawanya.
"Memang,,dulu waktu temen SMA nya liburan kesini, mereka syok karena Alex dipanggil Abang oleh ART disini. Tapi memang dasarnya aja bocah itu keras. Jadi dia tidak masalah diejek temennya. Bahkan kata dia. Biar orang bahagia dan Alex dapat pahala karena membuat orang bahagia. Mami mendengar itu pengen mami masukin lagi kedalam perut rasanya. Apalagi dengan wajah songongnya itu"
"Sekarang juga masih sama, mi"
"Kamu banyakin sabar aja dengan dia. Karena tingkahnya belum terlihat sepenuhnya. Yang kamu lihat dan rasain itu hanya seperempat aja."
Cia mengangguk mendengar ucapan mertuanya. Mereka banyak bercerita sembari memasak makanan. Cia menjadi banyak tau tentang Alex setelah sang ibu mertua bercerita. Satu hal yang Cia tangkap dari keseluruhan ceritanya adalah Alex yang memiliki jiwa sok tampan nya yang akut.
"Istriku,,,,,,,,????" seru seseorang siapa lagi kalau Alex. Ini adalah salah satu sikap dari Alex yang diceritakan oleh mami tadi. Manja!. "Istriku,,,kamu kok nggak menemani suami mu, sih. Suamimu ini kan rindu pada mu" ucapnya dengan memeluk tubuh Cia dari belakang dan memberikan ciuman pada leher sang istri.
"Malu,,ih. Dilihat mami" desis Cia memandang sang mami karena malu dengan tingkah sang suami.
"Cih,,,manja. Bucin." omel sang mami.
__ADS_1
"Biarin,,,ini kan istri Alex" ucapnya membuat Cia geleng-geleng kepala mendengar perdebatan anak dan ibu itu.
Sabar, Cia. Ini baru permulaannya kamu melihat perdebatan ibu dan anak itu. Nantinya kamu akan sering melihatnya hal yang lebih luar biasa lagi.