
Setelah perkembangan biakan selesai. Baru Alex tertidur dengan lelap tiba-tiba saja Alex terbangun dengan perut yang tidak enak. Apalagi rasa mual yang membuatnya tambah pusing.
Dengan terburu-buru dia menuju ke kamar mandi untuk muntah. Namun ketika masuk kedalam kamar mandi mual nya hilang secara tiba-tiba.
"Aduh,,ini perut kenapa lagi" gumam Alex dengan mencuci wajah nya. Saat hendak melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi mual ya tiba-tiba muncul. Merasa heran dengan tubuhnya membuat Alex tambah pusing. "Ini gue kenapa" gerutu nya kesal.
Namun, beberapa menit didalam kamar mandi. Akhirnya Alex bisa lolos juga. Hingga dia bisa tidur kembali dengan tenang. "Mas lapar" ucap Cia yang masih merem membuat Alex terkekeh melihat istrinya yang ngigo.
"Aku juga lapar, pengen makan kamu lagi" bisik Alex tak membuat Cia terbangun. Justru istri semakin menjadi dengan menggigit lengan Alex membuat Alex meringis. "Kamu sedang mimpi apa, sih?!" gerutu Alex merasakan sakit pada lengannya.
"Enak, mas" ucap Cia dengan tersenyum sangat bahagia.
"Enak apanya. Yang ada ini membiru. Mana ada bekas gigi kamu lagi" monolog Alex yang kesal dengan tingkah sang istri.
"Mas,,kembaliin ayamku" ucap Cia yang kini justru menyambar rambut Alex bahkan menariknya sangat kencang membuat Alex berteriak kesakitan.
"Ayam apa, sih!" ucap Alex sembari tangannya melepas kan tangan Cia yang masih setia memegang rambut nya.
"Terima kasih,mas" ucap Cia lagi yang untungnya kini sedang mencium bibir Alex membuat Alex terkekeh mengikuti pergerakan Cia.
"Kamu ini mimpi apa, sih. Sampai tarik-tarik rambut, gini" ucap Alex ketika melihat sang istri sudah tenang bahkan sekarang sudah mendengkur dengan tenang.
Alex memilih untuk tidur karena lelah sudah berdiam diri didalam kamar mandi. Malah, ditambah dengan tingkah sang istri yang entah bermimpi apa membuat nya menjadi korban.
Pagi menyerang, Cia membuka matanya dengan senyum merekah. Dan ketika melihat Alex membuatnya sangat malu. Kejadian tadi malam saat dia kembali memimpin berputar dengan alunan musik yang romantis.
"Cia ini masih pagi. Jangan mesum" monolognya pada dirinya sendiri. "Ternyata sudah jam tujuh" ucap Cia ketika melihat jam waker nya.
Cia memilih mandi sebelum sang suami terbangun dan menggodanya lagi. Seperti biasanya setelah melakukan perkembangan biakan Cia akan menutupi hasilnya dengan make up nya agar tidak terlihat.
__ADS_1
Setelah selesai Cia bergegas ke dapur membantu sang mami atau kakak iparnya menyiapkan sarapan mereka "Panas ya, Cia. Sampai kamu keramas pagi-pagi gini?" goda sang kakak ipar membuat Cia sangat malu.
"Kayak kamu nggak pernah, aja" bela sang mami membuat Cia tersenyum kikuk.
"Gimana Panas Alex sudah mendingan?" tanya sang mami yang diangguki oleh Cia.
"Alex kalau demam obatnya luar biasa, ya" ucap sang kakak ipar lagi membuat Cia hanya terkekeh.
"Kamu bangunin Alex aja, gih. Lagian ini juga mau selesai, kok" ucap sang mami membuat Cia mengangguk dan meninggalkan kakak ipar nya dan sang mertua.
Didalam kamar Alex masih bergelung dengan selimutnya. "Mas bangun. Kita sarapan. Katanya nanti jam sepuluh mau ke bandara" ucap Cia membuat Alex hanya berdehem saja.
Karena tidak ingin bangun membuat Cia dengan paksa menarik selimut Alex. Dan menarik kaki dengan paksa. Membuat Alex terbangun. "Kamu mimpi apa lagi?" tanya Alex dengan mengusap matanya.
Mendengar itu membuat Cia mengerjitkan dahinya "Memangnya aku mimpi apa?" tanya Cia pada dirinya. "Ayo mas mandi. Kita sarapan, sudah ditungguin sama yang lainnya" ucap sang istri membuat Alex mengangguk.
Cia menyiapkan pakaian untuk suaminya. "Mas, hari ini jadi kita ke bandara?" tanya Cia menggebu saat melihat Alex keluar dari kamar mandi.
"Ngapain, mas?" tanya Cia.
"Cek kesehatan kita. Sekaligus mau ngecek kewarasan kamu" ucap Alex yang mengambil pakaiannya.
"Memangnya aku kenapa, mas?" tanya Cia lagi membuat Alex mendengus kesal.
"Ini lihat bekas gigi kamu. Semalam kamu mimpi apa sih, sampai gigit lengan aku. Ternyata lebih berbahaya itu ketika kamu tidak sadar, ya" ucap ya dengan memperlihatkan bekas gigitan yang dilakukan istrinya semalam.
Melihat itu membuat Cia meringis. Mimpi apa aku semalam, ya batinnya bertanya. "Maaf ya mas. Aku nggak sengaja. Aku juga lupa tadi mimpi apa" ucap Cia yang mengelus bekas gigitannya.
"Untung aku nggak rabies" ucap Alex membuat Cia memukulnya kesal.
__ADS_1
"Kamu kira aku ini hewan anjing, apa!" kesal Cia membuat Alex tertawa.
"Rabies nya bikin ketagihan. Apalagi dengar des*ahan mu itu yang merdu dibawah ku" ucap Alex tepat dibelakang telinga Cia.
"Apaan sih. Pagi-pagi bahas hal begituan" ucapnya
Alex memeluk tubuh Cia dengan posesif nya dengan menciumi pucuk kepala Cia. "Wangi jeruk yang manis"
"Mas,,pakai bajunya dulu. Aku mau muntah cium bau badan kamu" ucap Cia yang menahan untuk tidak muntah.
Mendengar itu membuat jiwa Alex tercubit "Aku baru selesai mandi, lho sayang. Masa, iya sudah bau" ucap Alex melepaskan pelukannya dan mencium tubuhnya. "Wangi strawberry" ucap Alex yang digelengkan oleh Cia. Alex mendekatkan tubuhnya kepada Cia agar dicium oleh istrinya.
"Mas, bau,,huek!" ucap Cia yang sudah tidak tahan dengan bau badan Alex. Membuatnya dengan cepat berlari kedalam kamar mandi. "Jangan mendekat mas!" teriak Cia ketika Alex mendekati nya.
"Kamu lagi muntah lhoo, sayang" ucap Alex yang bingung harus bagaimana melihat istrinya yang sedang muntah sementara dia dilarang untuk mendekat.
"Aku nggak papa, mas. Kamu mendingan pakai bajunya dulu yang benar" ucap Cia membuat Alex mengangguk dan merapikan pakaiannya. Dengan mata terus memandang sang istri.
Setelah sang istri keluar dari kamar mandi dengan cepat Alex mendekat dan memapah sang istri untuk berbaring di atas ranjang "Kita ke rumah sakit, yuk?" ajak Alex yang digelengkan oleh Cia.
"Aku nggak papa, mas. Cuma sekarang kepala pusing banget" ucap nya dengan memijat pangkal hidungnya.
"Badan kamu ketularan, mas. Panas, sayang. Kita cek ke rumah sakit, saja yuk??" ajak Alex yang di gelengkan oleh Cia. "Yaudah kamu tidur aja. Nanti aku bawain bubur buat kamu makan. Setelahnya minum obat. Masalah pulang ke Indonesia kita tunda saja sampai kamu benar-benar sehat" ucap Alex yang membaringkan tubuh Cia dan menyelimuti serta memberikan kecupan singkat di seluruh wajah Cia yang sudah terpejam.
Di meja makan ternyata semua orang sudah berkumpul. "Lho,,Cia nya mana,?" tanya sang mami yang tidak melihat keberadaan sang menantu.
"Itu Cia,,,badannya panas. Ketularan sama aku demamnya" ucap Alex dengan cengengesan.
"Dasar, udah tau lagi sakit malah minta jatah. Sekarang kan istri kamu yang jadinya sakit." gerutu sang mami membuat Alex tersenyum. "Bentar mami buatkan bubur untuk menantu mami, dulu" ucapnya membuat kan bubur untuk Cia.
__ADS_1
"Makanya kalau lagi sakit jangan main. Sekarang istri kamu kan sakit" ucap sang kakak ipar membuat Alex hanya tersenyum saja.