
Didalam lift seseorang sedang menaham senyum, mengingat kejadian yang baru saja terjadi di dalam lift tersebut.
“Apakah begini rasanya jatuh cinta?” ucapnya entah kepada siapa. Membuat sekretarisnya hanya diam.
“Pak,,,kenapa?” Tanya sang sekretaris yang terdengar lirih.
“Apakah saya masih tampan?” tanyanya yang ambigu membuat sang sekretaris mengangguk membuat laki-laki itu tersenyum dengan sumbringah.
Para pegawai di perusahaan tersebut sedikit histeris melihat laki-laki tampan tersebut ketika keluar dari lift. Bahkan hingga membuat mereka berbisik-bisik mengatakan kekagumannya terhadap laki-laki tersebut.
“Sampai bertemu kembali, cintaku” gumam laki-laki itu ketika akan meninggalkan perusahaan tersebut. Wajah tersenyum sumbringah dengan yang memegang bibirnya.
Malam ini sesuai dengan kesempatan bersama Cia akan mengadakan party dengan rekan kerja barunya di sebuah tempat yang sudah di tentukan. Cia tidak ingin terlalu mecolok di antara temen kerjanya.
Sehingga Cia memilih untuk memakai pakaian yang simple dengan baju kaos, celana jeans dan pletshoes serta jangan lupakan tas selempang nya yang menambah kesan estetikanya.
“Mau kemana, kamu?” Tanya Rey yang duduk di sedang menonton TV dan melihat anak sulungnya sangat cantik.
“Mau mengakrabkan diri, dengan rekan kerja, dad.” Ucap Cia dengan menyalami tangan Rey dan Cira.
“Beneran?. Nggak lagi balapan, kan?” Tanya sang daddy lagi yang langsung di anggukan dan gelengan oleh Cia.
“Kamu nanti pulangnya jangan malam, ya. Nggak baik pulang malam-malam, nanti ada yang ngikutin” ucap Cira yang justru membuat Cia sedikit tegang.
“Ih,,,mommy jangan nakutin, Cia, dong.” Keluh Cia karena sang mommy menakutinya.
“Makanya jangan pulang malam. kalau nggak mau di gandeng, mak susi” nimbrung si Gio yang sedang bermain game dari ruangan sebelahnya. Bermain dengan adiknya Jeo.
“Bocah, nimbrung aja lo” ucap Cia membuat si kembar tertawa.
“Yaudah, dianter sama supir aja. Biar nanti pulangnya nggak di bonceng mbak susi” terang sang daddy yang nambah membaut Cia makin cemberut dan mengangguk.
Kemudian Cia meninggalkan rumah tersebut bersama sang supir. Cia memeriksa ponselnya dan banyak pesan yang masuk menanyakan dimana dirinya dari rekan kerjanya.
__ADS_1
Hingga sampailah Cia pada tempat yang dituju dan segera mencari keberadaan rekan kerjanya tersebut.
“Cia kemari lah!!” seru salah satu rekan kerjanya yang melambaikan tangannya untuk memberikan kode.
Cia pun menghampiri mereka, dan meminta maaf karena terlambat, dan mereka memesan makanan yang sedang hotnya di tempat tersebut. Mereka makan diiringi canda tawa dan diakhir dengan permainan.
Cia merasa menemukan hal yang baru, yang belum dia dapatkan di Amerika. Entah apa itu, tapi bersama mereka Cia merasa senang yang di luar biasanya. Istimewa.
“Saya ke toilet dulu ya” ucap Cia yang pamit ke toilet.
Cia berjalan ke arah toilet untuk mencuci tangannya dan menilai penampilannya. Banyak perempuan yang datang ke toilet untuk memfungsikan toilet wanita. Salah satu fungsi toilet wanita adalah tempat ghibah yang paling mantap.
Seperti saat ini dilakukan oleh kedua orang di samping Cia yang sedang menata riasan wajahnya atau menebalkan ya. “Lo tau nggak, cowok itu ngelirik gue, aja. Gue minder banget anji* dengan tatapannya yang mengagumi, itu” ucap salah satu wanita yang sedang mengoleskan bedak ke wajanya.
“Tapi lo taukan dia itu Ceo tampan yang lagi kena skandal datting dengan artis itu” ucap temannya menimpali.
“Iya,,sih. Kayaknya artis itu cuma numpang tenar aja, nggak sih. Soalnya pihak pria nggak ada konfirmasi. Bahkan artis itu juga” ucapnya lagi.
Karena sudah puas Cia pun keluar dari toilet tersebut. Namun, baru melangkahkan satu kakinya dari pintu toilet. Dirinya sudah ditarik masuk kembali oleh seseorang.
Cia terkejut mendapat hal tersebut “Lo kenapa, sih. Ini toilet cewek!” kesal Cia. Dunia sempit amat. Kenapa harus ketemu pria gila ini lagi, sih. Batin Cia yang dongkol.
“Terserah.” Ucap laki-laki itu dengan mengukung Cia dengan tangannya.
“Mau lo apaan, sih?!” kesal Cia yang entah mengapa selalu bertemu dengan orang gila ini.
“Menikahlah dengan ku” ucapnya membuat Cia tertawa. Dan laki-laki itu dibuat bingung, karena tidak ada hal yang lucu.
“Gini ya…kita itu nggak saling kenal. Dan lagi pula gaya lamaran lo kurang romantic. Masa iya ngelamarnya di kamar mandi. Sudahlah gue pergi dulu.” Ucap Cia dengan terus tertawa dengan meninggalkan laki-laki yang masih termangu di dalam toilet.
“Apa lamaran gue di tolak?. Gue Ceo tertampan di tolak tanpa alasan yang jelas?. Harga diri gue rendahin dan gue di tolak?” gumamnya merasa heran dengan apa yang barusan terjadi. “Awas saja,,,lo” geram laki-laki itu. Kemudian keluar dari toilet cewek. Membuat orang yang ingin masuk kedalam terkejut dengan keluarnya Ceo tanpam dari toilet cewek hingga membuat mereka sedikit histeris.
Ketika keluar tidak sengaja matanya melihat orang yang menolaknya tadi sedang bercengkrama dengan teman-temannya. Kemudian laki-laki itu duduk di mejanya. “Kenapa bro?” Tanya temannya yang mengerti raut wajah temannya.
__ADS_1
“Bukan apa-apa” ucapnya. Namun, matanya tidak pernah terlepas dari perempuan yang menolaknya tadi di toilet.
Beda dengan di meja perempuan yang dipandangnya. Kini perempuan itu sedang di tatapan oleh rekan kerjanya “Cia, lo di pandangin terus oleh Alex” ucap perempuan yang duduk disamping Cia sedang berbisik.
Mendengar itu membuat Cia menatap perempuan itu “Alex, siapa?” Tanya Cia lagi, membuat perempuan itu menunjuknya dengan meletakan tangannya di pelipis kemudian mengedipkan matanya. Memberikan kode kepada Cia.
Cia yang menangkap maksud kode itupun mengalihkan pandangannya mentap orang yang dimaksud. Dan ketika pandangan mereka bertemu laki-laki itu tersenyum. Kemudian Cia kembali mengarahkan pandangan nya kelain arah.
“Anji*,,,dia tersenyum” ucap teman Cia yang disampingnya.
“Kalian kenapa, sih?” Tanya salah satu temannya.
“Itu,,,lo tau kan Alex, si Ceo tampan itu. Pandangannya tajam banget natap Cia” ucap perempuan disamping Cia. Sedangkan si pelaku Cia hanya memakan kentang gorengnya dengan santai tidak perduli.
“Eh,,,dia naksir dengan lo, tuh Cia” ucap temannya yang satu.
“Yah,,,saingan gue berat, men” ucap laki-laki teman Cia.
“Eh,,remahan kain. Lo itu nggak pantes buat Cia.”Ucap salah satu senior di tim mereka. Membuat mereka tertawa bahkan Cia pun ikut tertawa.
“Tapi gue ini masih rerata tampan di kalangan komplek gue” ucapnya membela dirinya membuat mereka tertawa.
Hingga tanpa terasa mereka kita sudah akan pulang. Cia menunggu jemputan. “Bareng kita aja, Cia” ucap seniornya yang membawa mobil yang berisi teman-temannya.
“Nggak usah, bu. Saya pakai taksi online aja. Lagian rumah saya dengan kalian kan lain arah” ucap Cia membuat mereka menganguk dan meningalkan Cia.
.
.
.
.
__ADS_1