
Hari ini pemberangkatan ke Inggris terjadi. Cia dan rekan kerjanya yaitu desainner perusahaan yang ternyata diwakilkan oleh asistennya. Cia sudah menaiki pesawat. Hatinya sangat dongkol dan kesal. Ingin kaburr rasanya tapi dia terlalu malu dengan umur dan uga rekannya.
Cia berulang kali menghela nafas seolah pemberangkatannya kali ini sangat berat. Bagaimana tidak berat, karena perasaan dan pikirannya sangat kesal. “Mbak mau minum?” Tanya sang asisten desainer yang bernama Rahma. Namun, digelengkan oleh Cia.
Pemandangan di luar pesawat lebih menarik untuk dilihat. Cia yang baru pertama kali pergi untuk hal pekerjaan menjadi sedikit stress. “Mbak,,nanti biar saya saja menjelaskannya. Nanti mbak tinggal menyetujuinya atau tidak” ucap Rahma membuat Cia menganguk.
Karena waktu yang lumayan lama.. mereka memilih untuk tidur. Hingga tanpa terasa mereka sudah sampai. Ketika sampai mereka langsung menjalankan tugasnya. Untunnya kesepakatan pertam untuk Cia ini berjalan dengan lancar dan cepat.
Sehingga membuat mereka bisa berliburan. Diselang pekerjaan. Namun, disela menikmatinya, dering ponsel Cia membuat mereka berhenti sejenak. “Iya, pa?” Tanya Cia yang ternyata yang menelpon adalah papanya sendiri. “Apa?. Tapi Cia ingin bermain lagi, pa. Iya Cia kesana sekarang” ucap Cia membuat menghela nafas.
“Kamu bisa pulang ke Indonesia nya, sendiri kan?” Tanya Cia membuat Rahma mengangguk.
“Tidak apa-apa mbak. Saya sudah terbiasa menaiki pesawat dan pulang pergi ke Indonesia sendirian.” Balasnya dengan tersenyum manis membuat Cia mengangguk.
“Baiklah,,kamu jaga diri baik-baik. Semoga selamat sampai tujuan. Saya mau bertemu dengan papa, dulu. Bye…” ucap Cia yang diangguki dan dibalas lambaian tangan oleh Rahma.
Cia berjalan menyusuri jalanan di inggris. Hingga dia berhenti di depan rumah yang memiliki halaman yang luas dengan desain rumah colonial di Inggris. Untungnya lokasi rumah tersebut tidak jauh dari tempaynya bersua foto.
Pandangan Cia menajam menatap seseorang yang sedang berdiri dengan angkuh menatap Cia. Dan hal itu sontak membuat Cia memelankan langkahnya. “Hai….?” Sapa seseorang membuat Cia terkejut.
“Lo ngapain disini?” ucap Cia membuat orang itu terkekeh.
“Menepati janji gue” balasnya kemudian menuntun Cia untuk masuk kedalam rumah tersebut. Cia yang hendak menolak langsung terhenti. “Ayo masuk, papa kamu sudah menunggu didalam” ucapnya lagi membuat Cia menatap orang yang kini tersenyum lebar membuat Cia menatapnya ngeri dan juga kesal. “Gimana lancar,,meetingnya?” Tanya nya lagi sembari berjalan beriringan.
__ADS_1
“Menurut lo?” balas Cia cuek membuat orang itu terkekeh. Dan setelahnya tidak ada lagi bahan pembicaraan dari keduanya.
Mereka sampai didepan rumah dan disambut oleh seseorang wanita dan pria setengah baya dengan pakaian khas warga sini. Dengan hiasan kepala yang sangat indah. Dan Cia langsung di sambut oleh mereka dengan begitu ramah.
Cia terkejut ketika melihat wanita yang tadi dia temui. Kini kembali berada di depannya dengan pakaian yang berbeda. “Ayo masuk” ajak seseorang membuat Cia dengan patuh mengikuti mereka.
Pandangannya menyapu rumah tersebut berulang kali mata itu terlihat berbinar ketika melihat setiap sudut rumah tersebut. “Nanti aja lihat-lihat nya. Lagian kamu juga akan tinggal disini” ucapnya tepat dibelakang Cia membuatnya tersentak.
“Maksud lo?” Tanya Cia namun dibalas acuhan oleh nya. Dan membuat Cia mendengus.
“Eh,, ternyata sudah datang” ucap seseorang membuat Cia menatap tajam orang itu. Dia sangat kesal dengan orang yang kini sedang dengan santainya meminum teh.
“Ayo,,sayang duduk dulu” ucap sang wanita setengah baya.
“Ternyata kita bertemu lagi, ya?. Mamy sangat bangga sama kamu lo. Kata papa kamu, ini perjalan pekerjaan kamu yang pertama?. Mamy sangat bangga menjadi yang pertama” ucap wanita itu sedangkan Cia hanya bisa mengangguk saja.
Ini ada apa sih. Perasaan ini tidak ada dalam list perjalan pekerjaan batin Cia yang betanya. “Kata papa kamu. Ini semua makanan kesukaan kamu, ya?” Tanya wanita yang menyebut dirinya mamy.
“Kamu tau nggak. Mamy nya Alex untuk menyiapkan makan ini semua dia sampai menyewa chef, lhoo.” Ucap Papy Alex membuat istrinya itu menyenggolnya karena malu akibat sang suami membongkar rahasianya.
Cia berterima kasih kepada mereka karena sudah menyiapkan jamuan makan yang sangat banyak dan semua ini makan kesukaannya. “Eh,, kita belum kenalan secara resmi kan?” tanyanya lagi membuat Cia mengangguk. “Perkenalan kami orang tuanya Alex” ucapnya memperkenalkan diri.
“Iya,,om tante” balas Cia yang justru mendapatkan gelengan dari pria setengah baya yang Cia lihat wajahnya mirip dengan Alex.
__ADS_1
“Lho,,kok manggilnya om dan tante. Mamy dan papy dong sayang”ucapnya membuat Cia sedikit frustasi tentang apa yang terjadi.
Ini orangtua kenapa ngotot banget, sih. Papa juga kenapa harus kesini segala. Kenapa nggak pulang aja. Ini kan bukan tempat kita, lagian gue nggak nyaman dengan aturan ini. Batin Cia yang bertentangan dengan gerakan tubuhnya yang mengangguk dan tersenyum.
Mereka makan bersama dan setelah makan bersama mereka makan dengan disuguhi makanan penutup. Cia makan dengan hikmat “Jadi kami bisa melamar putri pak Aditama kapan?. Saya harap secepatnya, karena tidak baik menunda hal yang baik” buka suara sang papy dari Alex.
Cia yang mendengar hal tersebut tersedak. Membuat Alex yang berada didepannya dengan segera menyerahkan minuman terhadap Cia. “Pelan-pelan saja, sayang” balas mamy Alex membuat Cia mengangguk.
“Om,,eh maaf maksudnya pa-py?. Gimana maksudnya papy?” ucap Cia yang kelu menyemut kata papy.
“Iya,,,maksud papy. Kami akan melamar kamu” ucapnya membuat Cia terkejut.
“What!!” pekik Cia. Membuat mereka terkejut.
“Papa ini semua nggak benerkan!. Cia nggak kenal dengan mereka apalagi dia!. Pokoknya Cia nggak mau ya dijodohin!” ucap Cia berdiri dan keluar dari rumah tersebut meninggal jejak kebingungan di benak mereka.
“Biar saya saja yang menyusulnya” balas Alex membuat mereka mengangguk.
“Maafkan anak saya, ya. Dia memang begitu, maklum saja dia masih beranjak menuju kedewasaan” ucap papa Aditama yang merasa malu dengan tingkah anaknya. Sudah tau punya anak barbar. Malah nggak ngasih tau batin pak Aditama yang mendadak pusing dengan tingkah anaknya.
“Tidak apa-apa, pak. Salah saya juga malah langsung bicara”ucap papy Alex yang merasa bersalah.
“Jadi begitulah anak saya, mohon di maklumi ya?. Apakah kalian tetap mau menjadikannya menantu?” ucap Papa Aditama yang merasa tidak enak hati. Namun, justru diangguki oleh mereka “Nanti akan saya berikan pengertian terhadap anak saya yang barbar itu” ucap Pak Aditama membuat mereka tertawa bersama.
__ADS_1
“Saya kalau jadi Cia pasti melakukan hal yang sama. Saya mengerti kok.” Ucap mamy Alex memberikan mereka pengertian. Dan mereka kembali menceritakan kisah masa kecil anak-anak mereka.