Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Clara?


__ADS_3

Cia sampai dirumah sudah sangat malam sekitar jam 12 malam. Lampu dirumahnya sudah gelap pertanda semua orang sudah tertidur. Untungnya dia sudah mengabari mommynya kalau dia pulang malam karena mengantar rekannya yang mabuk. Kalau tidak, bisa di makan habis-habis dirinya.


Cia sudah sangat mengantuk, hingga untuk berjalan menuju kamarnya saja dia sudah berusaha untuk membuka matanya. Dan saat sampai di kamarnya dengan cepat Cia langsung melemparkan tubuhnya di ranjang dan tertidur.


Cira yang mendengar deru mobil Cia pun bangkit dan menuju ke kamar anaknya itu, “Bukannya mandi malah langsung molor” ucap Cira ketika melihat Cia sudah tertidur dengan posisi tengkurap. “Anak cewek kok tidur ngang*kang begini” ucap Cira terkekeh membenarkan posisi tidur anaknya itu. Kemudian mencium keningnya dan kembali ke kamarnya untuk tidur.


“Kamu dari mana, yang?” gumam Rey ketika tidak merasakan keberadaan istrinya.


“Habis dari kamar Cia. Dia baru datang” balas Cira naik keranjang dan tidur dengan Rey yang memeluknya."Cia sudah besar, ya mas. Rasanya baru kemarin dia manggil aku mommy di Bandara” ucap Cira menerawang ke masa lalu. Terkekeh.


“Hemm” balas Rey yang memejamkan matanya dengan memeluk erat suaminya.


“Bahkan si kembar aja sudah remaja. Waktu berlalu begitu cepat ya, mas” ucap Cira yang diangguki oleh Rey “Mas, semisalnya aku meninggal duluan, kamu jaga anak-anak dengan baik ya?” ucap Cira membuat Rey menjauhkan Cira dan memandang Cira nggak suka.


“Kamu ini kenapa, sih. Ngomongnya nggak berfaedah banget” ucap Rey tidak suka.


Melihat raut wajah suaminya Cira tersenyum dan mengusap pipinya. “Takdir tidak ada yang tau” ucap Cira yang langsung dibungkam oleh Rey dengan bibirnya.


Hingga ketika nafas mereka habis barulah Rey melepaskannya. “Kita akan menua bersama dan merawat cicit-cicit kita bersama” ucap Rey membuat Cira memeluk suaminya erat.


“Maafkan aku mas. Aku cuma lagi emosi, ya” balas Cira yang berada didalam pelukan erat suaminya.


“Baiklah aku maafkan. Tapi, sebelum itu..”ucapnya terpotong seiring dengan gerakan tangan membuat Cira yang tau pun hanya bisa menikmatinya saja.


Libur pagi ini diisi oleh mereka semua yang ada dirumah Aditama bermalas-malasan. Karena langit sedang mendung membuat mereka enggan untuk keluar dari kamar. Tetapi bagi yang lapar sudah disediakan makan oleh asisten rumah.


Cia yang sudah terbangun, dan lebih memilih menonton drakor. Bahkan untuk mencuci muka saja Cia belum. Hingga dering ponselnya membuatnya bangkit, mencari keberadaan benda itu “Iya kenapa?” Tanya Cia pada disebrang.


“Jemput gue, napa. Mobil gue mogok di depan jalan rumah lo” ucap disebrang.


“Ok” ucap Cia kemudian bergegas tanpa mencuci muka dengan pakaian yang sama seperti kemarin hanya ditambahkan jaket saja.


Cia dengan cepat turun dan menaiki mobilnya kemudian menuju ke alamat yang dikirimkan si penelepon. Cia melihat kearah sisi jalan untuk menemukan sosok itu. Hingga lambaian tangannya terlihat membuat Cia memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


“Mobil lo kenapa, sih. Orang kaya kok mobil mogok!” oceh Cia membuat sosok itu hanya tersenyum. Dan naik ke mobil Cia.


“Biasalah, lupa servis” balas sosok itu memakai sabuk pengamannya. Cia melajukan mobilnya.


“Anterin gue pulang, ya, sayang?” balasnya membuat Cia mengangguk dan melajukan mobilnya.


“Makanya kalau punya mobil itu inget nyervis, modal aja ganteng, tapi mobil mogok. Kalah sama yang jalan kaki nggak ada mogok-mogoknya, jalan terus!” omel Cia yang justru membuat orang itu tertawa.


“Itu pejalan kaki, oneng. Aidan anaknya ibu Riyandra dan bapak Kerta, kalau mobil mogok tinggal beli yang baru” balasnya dengan bangga membuat Cia memutarkan bola matanya.


“Terlalu percaya diri. Malu” balas Cia yang justru membuat Aidan tertawa dengan bahagia.


Mereka akhirnya sampai didepan rumah Aidan yang sepi karena mungkin orang tuanya bekerja. Mereka memilih untuk masuk kedalam rumah. Dan disambut oleh Camellia yang datang dari arah dapur membawa nampan saladnya.


“Eh,,mbak Cia. Tumben” tanyanya membuat Cia hanya tersenyum kemudian duduk di depan sofa bersama Aidan.


“Ini katanya mobilnya mogok. Dan mbak disuruh jemput” balasnya membuat Camellia tertawa.


“Kamu sih,,ditelepon nggak diangkat. Dasar adik durhaka, kamu” ucap Aidan yang kesal dengan adiknya itu. Karena tidak mengakat panggilanya.


“Biasalah gue ngedate. Emangnya lo jomblo!” ucap Aidan membuat sang adik mendengus.


“Mama sama papa kemana? Sepi banget?”


ucap Cia yang menatap sekeliling yang sepi.


“Biasalah,,nyari duit buat si kebo” balas Aidan membuat Cia tertawa. Tapi tidak dengan Camelia yang mendengus kesal.


“Elah,,gayaan lo ngedate. Cewek lo nggak ada yang bener” ucap adiknya namun tidak diperdulikan oleh Aidan. “Yuks,,mbak Cia kita ke mall, ini temen-temenku ngajakin ke mall tapi malah pada sibuk” ajak Camellia membuat Cia mengangguk.


“Gue ikut, ya?” ucap Aidan membuat kedua cewek itu saling pandang kemudian mengangguk dengan senyum merekah.


Kini mereka sudah berada didalam mall pusat kota. Kedua perempuan itu sedang menjajakan kakinya di sebuah toko pakaian remaja yang sedang trendi. Aidan mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


“Kalian itu mau beli apa, sih?” Tanya Aidan yang sudah bosan padahal mereka baru mengunjungi satu toko.


“Kakak itu diam deh. Kita lagi berpikir untuk memilih baju, tau.” serobot Camelia yang kesal dengan kakaknya yang padahal baru bertanya.


Dan Aidan memilih untuk diam duduk di kursi yang disediakan. Dia hanya melihat bagaimana dua perempuan itu memilih baju yang cocok untuk mereka.


“Hai…?” ucap seseorang yang menepuk bahu Aidan membuat nya memandang orang itu. “Aidan kan?’ Tanya orang itu yang diangguki oleh Aidan. “Gue Clara. Temen SMA lo” ucapnya membuat Aidan berpikir.


“Oh,,Clara, yang pakai kacamata tebal tubuh gempal itu kan?” ucap Aidan yang mengingat sosok itu dengan pandangan menatap perempuan itu dari atas ke bawah. “Eh,,sorry gue bodyshaming!” ucapnya lagi karena merasa bersalah dengan ucapannya membuat perempuan itu terkekeh.


“Nggak papa. Lo ngapain disini?” tanyanya membuat Aidan menggaruk tekuknya karena malu dengan ucapannya.


Aidan akui bahwa Clara sangat berbeda waktu SMA. Sekarang tubuhnya seperti model dan pakaian yang terlihat mahal. Membuat Aidan malu sekaligus canggung. “Ini nganterin adek sama Cia. Tuh mereka” ucap Aidan dengan menunjuk kearah Cia dan Camellia sedang memilih pakaian.


Perempuan itu mengikuti arah pandang Aidan “Lo masih sama aja. Ngintilin Cia” ucap perempuan itu terkekeh.


“Eh,, bener juga. Soalnya cuma dia aja yang seumuran sama gue. Jadi kalau main suka sama dia. Ya,,walau terkadang sering ribut” ucapnya. “Lo sekarang kerja dimana?” Tanya Aidan kembali membuat perempuan itu tersenyum.


“Boleh gue ikut duduk?” Tanya nya yang langsung diangguki oleh Aidan “Gue kerja jadi model di Eropa. Setelah tamat SMA gue diajak paman gue kesana. Ya,,,jadinya seperti sekarang” ucapnya membuat Aidan hanya mangut-mangut saja. “Lo kerja dimana?” ucapnya lagi membuat Aidan tersentak.


“Gue,,,masih pengangguran” balasnya membuat perempuan tersenyum.


“Nggak papa, yang terpenting usaha aja dulu. Eh,,gue udah ditelepon manejer nih,,. Maaf banget, ya. Lain kali kita ngobrol lagi. Boleh gue minta nomor ponsel lo?” tanyanya membuat Aidan mengangguk dan mengambil ponsel perempuan itu dan mengetikan nomornya. “Terima kasih. Dan sampai berjumap lagi” ucapnya pamit yang dibalas Aidan dengan lambaian tangan.


Aidan masih tidak percaya dengan hal itu. Dulu dia sering sekali membuly Clara di belakangnya bersama Cia. Namun, siapa sangka sekarang dia bagaikan bidadari.


“Tadi siapa?” Tanya Cia yang datang menepuk pelan bahu Aidan yang termanggu menatap kerarah perginya Clara.


“Lo masih ingat ngak?, dengan cewek kacamata tebal bertubuh gempal itu. Dia sekarang cantik banget, lho. Bahkan dia menjadi model di Eropa” ucap Aidan membuat Cia sedikit berpikir.


“Owh,,Clara gemoy?” tebak Cia membuat Aidan mengangguk.


“Beneran dia?!. Gila,sih,,badannya dulu dikemanain” ucapnya membuat Aidan menggeleng.

__ADS_1


“Ayo,,,mbak, kak?” ajak Camelia kepada Aidan dan Cia yang sedang menyelami pikirannya. “Woy,, kalian kenapa?” Tanya Camellia membuat mereka tersadar.


“Sudah?” Tanya Cia yang diangguki olehnya “Yuk,,kita belanja lagi” ucap Cia yang diangguki semangat oleh Camellia sementara Aidan sudah menjadi babu mereka dengan membawakan barang melanjaan mereka


__ADS_2