
Alex melepaskan rengkuhannya dan membiarkan Cia minum dengan tenang. Alex selalu mencari kesempatan dalam kesempitan untuk berdua dengan Cia.
"Mau jalan-jalan bersama?" tanya Alex membuat Cia menggelengkan kepalanya. "Kenapa?" tanya Alex lagi membuat Cia mendengus.
"Lagi capek aja, mau istirahat" balas Cia senatural mungkin. Bagaimana tidak. Dirinya belum bisa melupakan ciuman di mobil sekarang malah di hadapan dengan si pelaku yang membuat pikiran nya melayang jauh.
"Baiklah" balas Alex kemudian meninggalkan Cia di dapur.
"Gue nggak bisa nafas" gumam Cia dengan berusaha menarik nafas banyak-banyak untuk parunya akibat berdekatan dengan Alex.
"Lo sesak?" tanya seseorang membuat Cia terkejut.
"Kepo banget. Nanti jalan-jalan, kuy?" ajak Cia kepada orang itu yang di balas anggukan. Dasar Cia diajak jalan sama Alex nggak mau, eh,, sekarang dia yang ngajak Aidan. Dasar aneh.
"Bolehlah. Sekalian cuci mata kan" ucap Aidan membuat Cia mengiyakannya.
Mereka berjalan bersama menuju belakang villa. Dilihat seluruh keluarga bahkan Alex sudah berkumpul disana saling berbagi canda dan tawa.
Alex duduk di dekat Oma. Dengan sesekali menyuapi bubur untuk Oma. Melihat itu membuat Cia terpana akan ketelatenan dan kasih sayang Alex terhadap keluarga. Dan hal itu pula membuat Cia malu dengan perbuatannya yang semena-mena terhadap orang tua Alex.
Kalaupun kembali dipertemukan dengan orangtuanya. Mungkin Cia bakalan di cap sebagai calon mantu tidak beretitud. Bukan mungkin tapi sudah.
"Sini sayang" ucap Oma terhadap Cia membuat nya menghampiri Oma.
Sedangkan Aidan sudah berkumpul bersama si kembar menyiapkan bahan api unggun. "Kapan kalian ngadain lamaran. Jangan sampai Oma meninggal kalian baru mengadakan lamaran" balas Oma membuat Cia mendengus.
"Oma ngomongnya apa, sih. Kita kan mau perkenalan dulu" balas Cia membuat Oma Ega mengangguk.
"Kalau Alex kapan pun bisa, Oma" ucap Alex membuat Cia menatap nya tajam. Ini orang ngebet banget, sih batin Cia yang melihat tekat Alex yang besar.
__ADS_1
Oma yang mendengar ucapan Alex tertawa "Enak saja. Kamu itu belum saya tes, ya!" ucap Daddy membuat Alex meringis.
"Ingat kata Oma tadi nggak?" tanya Oma membuat Rey mengangguk pasrah dan memilih diam. Mendekati sang istri. Namun, tatapan tajam Rey mengarah pada Alex.
"Oma mau minum apa?" tanya Cia membuat yang menggelengkan kepalanya.
"Jangan menunda hal yang baik. Oma hanya ingin melihat kalian menikah. Umur seseorang tidak ada yang tau. Oma ingin melihat kalian menikah dan Oma ikut berfoto bersama kalian" ucap sang Oma membuat Cia memeluknya bahkan Alex pun ikut memeluknya.
"Oma jangan ngomong gitu. Oma pasti akan melihat pernikahan Cia" ucap Cia membuat sang Oma membelai kepala Cia.
"Iya,,Oma akan berusaha untuk sehat dan kuat" ucap Oma membuat Cia dan Alex mencium pipinya.
"Aduh,,,yang lagi kasmaran, alasannya peluk Oma. Tetapi mata saling berpandangan. Bikin iri aja" Sindir Aidan yang melihat sesaat mata Alex dan Cia yang saling menyelami.
"Kalau kamu iri. Masih ada, tuh. Si Rain nganggur" ucap Oma memandang jahil kearah Aidan. Namun, segera di acuhkan oleh Aidan yang memilih pergi.
"Kan biar kalian sama. Kamu dijodohin dengan Alex dan Aidan di jodohin dengan Rain. Jadi kalian impas" balas Oma membuat Cia melotot mendengar ucapannya.
"Jadi beneran kalian mau jodohin Cia dengan Alex?" balas Cia yang masih tidak percaya.
"Beneran lah. Kalau tidak ngapain juga saya, kamu perkenalkan dengan orang tua saya" balas Alex sewot dengan pemikiran Cia.
Cia memandang Alex penuh selidik dan curiga "Tapi Oma. Cia itu nggak kenal dengan dia" bela Cia membuat Alex tersenyum kecut.
"Kamu pernah dengar nggak kata 'Witing tresno jalaran soko kulino'. Yang artinya Cinta tumbuh karena terbiasa." ucap Oma membuat Cia mengangguk. Bagaimana tidak ungkapan itu sangat sering terdengar di telinga nya bahkan sudah menjadi konsumsi telinganya. Karena teman-teman Cia selalu berbicara tentang itu bahkan sampai di helmnya tertempel stiker itu.
"Nah,,itu tau. Jadi tugas kamu sekarang adalah jalani aja" balas Oma membuat Cia mencelos. "Jadi kapan rencana baiknya akan terlaksana kan?" tanya Oma kepada mereka berdua.
Cia dan Alex saling pandang untuk mencari kesempatan. "Nanti kita akan bicara kan lagi, Oma" balas Alex membuat Cia menghela nafas lega.
__ADS_1
"Baiklah, Oma tunggu secepatnya"balas Oma yang membuat Cia mendengus. Kemudian menyeret Alex untuk menjauh dari Oma.
Alex pasrah aja di bawa oleh Cia. Dengan pandang mengarah kepada Rey yang melihat Cia menyeretnya. Alex memberikan senyum menggodanya kepada Rey membuat pikiran Rey jauh ke arah negatif. Alex menatap Rey seolah berkata anakmu yang agresif.
"Maksud Lo apa?!" balas Cia yang kesal dengan tingkah Alex.
Alex hanya diam saja dengan menempel tembok dan dikukung oleh Cia. "Nggak apa-apa" balas Alex semakin membuat Cia geram. Apalagi dengan senyum Alex yang seperti makhluk asing itu. "Ngapain Lo senyum-senyum begitu?" balas Cia membuat Alex terkekeh.
"Lo tau kan gue nggak akan pernah nikah sama Lo. Sekali pun itu bertentangan dengan Oma ataupun papa. Ingat itu!" balas Cia dengan mengarahkan telunjuknya ke wajah Alex.
"Kamu manis kalau lagi kesal. Matanya kayak keluar api gitu. Bibirnya juga jadi lucu" balas Alex nggak jelas membuat Cia menarik nafas dalam-dalam untuk menahan amarahnya. "Apalagi saat hembusan nafas yang panas itu. Membuat saya ingin segera menikahi mu" balas Alex tepat di telinga Cia dengan meniup telinganya.
Mendapatkan serangan dari Alex membuat tubuh Cia membeku. Apalagi deru nafas Alex yang menerpa telinganya membuat jiwa Cia itu melayang.
Melihat Cia yang membeku membuat Alex tersenyum dan memeluk pinggang Cia kemudian memutarnya. Membuat posisi Alex kini telah mengukung tubuh Cia.
Sedangkan Cia terlonjat kaget karena aksi instan Alex. Baru tersadar, bibir Alex sudah mengulum bibirnya ditambah dengan tangan Alex di tengkuk nya untuk memperdalam ciuman mereka.
Jangan terpancing Cia batin Cia menguatkan dirinya dari godaan yang Alex lakukan.
Cia diam menikmati nya. Bahkan tanpa disadari nalurinya ikut dalam permainan Alex. Kini tangan Cia sudah menjalar ke belakang kepala Alex dan tangannya yang sudah meremas rambut Alex.
Terpancing juga batin Alex yang tersenyum disela ciumannya. Merasa mereka perlu oksigen Alex melepaskan ciuman mereka. "Terima kasih" balas Alex dengan mengusap bekas kegiatan mereka.
Sedangkan Cia menunduk karena malu telah membalas ciuman Alex. Bodohnya dirimu Cia. Batin Cia.
"Bisakah kita langsung menikah saja tanpa melakukan pertunangan dulu?" tanya Alex dengan mengangkat wajah Cia yang menunduk.
Sehingga kini pandangan mereka bertemu. "Anggap saja kita sudah tunangan. Lagian kamu sudah pakai gelang pertunangannya" balas Alex dengan mengangkat tangan kanan Cia yang memperlihatkan gelang yang sangat indah tersemat di tangannya.
__ADS_1