
Hari ini sesuai dengan perjanjian Cia dengan rekannya yang lainnya. Sedang menyiapkan keperluan untuk pertandingan. Cia mengecek segala persiapan untuk mengikuti lomba tersebut.
"Apakah semuanya sudah siap?!" tanya Cia yang langsung diiyakan serentak oleh mereka semua tim Cia.
Setelah semuanya siap dan perlombaan akan dimulai mereka semua melakukan kegiatan berdoa dan melakukan selebrasi yel-yel penyemangat.
Hingga perlombaan dimulai. Cia menonton perlombaan balapan dari monitoring yang menyambung dengan si pelaku.
Berbagai arahan yang terucap dari para pembimbing agar tidak terjadi kesalahan. Bahkan Cia sendiri itu memberikan sedikit arahan.
"Kayaknya kita bakalan menang nomor dua. Karena Tim A sangat gesit bahkan lincah dalam memilih posisi rute." balas tim Cia yang melihat pergerakan motor mereka.
"Biarkan. Setidaknya kita mengetahui skill mereka dan kelemahannya. Karena ini lomba pertama kita dengan tim A." balas Cia kemudian keluar dari stand.
Cia berjalan-jalan melihat banyaknya orang yang berkerja keras demi tim nya. Namun, Cia justru tersenggol oleh seseorang "Maaf saya tidak sengaja" ucapnya dengan mengusap tangan Cia yang terkena kopi.
Hal itu membuat Cia mengaduh dan meringis akibat air panas dari kopi itu mengenai tangannya. Sehingga membuatnya sedikit memerah. "Panas!!" ucap Cia dengan menggoyang-goyangkan tangan untuk menghalau rasa panasnya.
"Maaf saya tidak sengaja. Lebih baik saya obati tangan kamu memerah karena panas" ucap orang itu membuat Cia mengangguk.
Dan orang itu membawa Cia menuju salah satu stand peserta lomba "Tono ambilkan kotak obatnya!" teriaknya membuat Cia terkejut.
Siapa sebenarnya orang ini batin Cia yang berpikir.
Orang yang dipanggil itu dengan cepat mengambilkan kotak obat dan memberikannya "Ini pak kotak obatnya" ucap nya kemudian meninggal mereka berdua.
"Maaf ya, saya tadi terburu-buru sampai nggak ngelihat kamu. Sini tangannya biar saya obati dulu" ucapnya.
"Tidak usah. Biar saya saja. Lagian katanya kamu sedang terburu-buru. Saya bisa sendiri" ucap Cia.
__ADS_1
"Nggak papa. Inikan salah saya juga. Anggap saja sebagai tanggung jawab saya karena sudah melukai tangan kamu" ucapnya membuat Cia hanya mengangguk.
Orang itu dengan telaten memberikan krim kepada tangan Cia yang memerah. Namun, orang itu terhenti ketika melihat gelang yang dipakai Cia. "Gelangnya sangat bagus." ucapnya membuat Cia menatap gelangnya itu.
"Eh,,iyaa terima kasih" ucap Cia membuat orang itu terkekeh. "Apakah sudah?" tanya Cia balik.
"Sudah-sudah. Maaf ya" ucap ya sekali lagi. "Ngomong-ngomong gelang kamu sama dengan saya" ucapnya dengan memperhatikan gelang ditangannya.
Melihat itu Cia terkejut "Ahh,,mungkin karena banyak yang jual di pasar" alibi Cia membuat orang itu terkekeh.
"Ini adalah desain perhiasan saya yang pertama. Dan ini adalah sepasang." Ucapnya sembari menyatukan gelangnya dan Cia.
Cia terkejut melihat gelang itu yang menyatu di bagian bandulnya. Kok bisa? batin Cia bertanya-tanya. "Kamu lupa dengan saya?" tanya orang itu membuat Cia mengerjitkan dahinya. Kemudian menggelengkan kepalanya. "Kalau dengar kata Bandara?" pancingnya lagi membuat Cia terkejut.
"Lo Axcel kan!!" teriak Cia membuat orang itu mengangguk.
Didalam hati Cia begitu senang karena orang yang selalu diingatnya ternyata sudah kembali. Bahagia?. Entahlah. Namun, Cia senang bisa bertemu dengan orang yang memang selama ini sangat dia nantikan.
"Biasalah. Karena pengaruh zaman" balas Cia membuat orang itu terkekeh.
Mereka memilih stand makan yang sudah disiapkan oleh penyelenggara. Mereka berdua bercanda gurau bersama bahkan sudah seperti teman akrab.
Seseorang yang melihat mereka berdua hanya bisa menghela nafas berulang kali untuk mengontrol diri agar tidak emosi. Kemudian meninggalkannya dengan menjauhkan pandangan dan pikirannya.
"Ayo,,Lex. Sekarang kita akan mulai. Kamu pakai dulu perlengkapannya" ucap seseorang atau lebih tepatnya asistennya di kegiatan perlombaan balapan MotoGP.
"Oke" balas Alex. Ayoo Alex fokus. Percaya dengan Cia. Fokus. Fokus batin dan pikiran Alex.
Hingga perlombaan dimulai dan Alex sudah masuk ke garis start. Banyaknya teriakan membuat Alex tersenyum senang. Setidaknya teriak dari para penonton membuat pikiran nya tenang.
__ADS_1
Alex melakukan lomba dengan sangat baik. Walau dia mengalah agar tidak terlalu menonjol. Karena jika dirinya menang maka akan menjadi pergunjingan. Walaupun nantinya dirinya menang. Tapi, yang akan ke podium adalah asistennya.
"Kerja bagus. Apakah Lo sudah puas?" tanya asisten sekaligus rekannya itu yang diangguki oleh Alex.
"Gue pulang dulu. Lo urus semua ini" ucapnya yang diangguki oleh mereka.
Sebelum bos mereka pergi. Mereka melakukan selebrasi yel-yel dulu. Namun, kembali lagi pandangan Alex menangkap seseorang yang sedang cerianya bercengkrama dengan orang lain. Kamu bisa tersenyum manis dengan dia. Kenapa denganku tidak. batin Alex.
Alex menarik rambut nya kebelakang. Mengusir kegalauannya. Ada perasaan tersakiti dan sedih. Namun, dia tidak bisa melampiaskan. "Minggir!" ucap Alex dingin ketika ada orang yang menghalangi jalannya. Membuat orang itu tunduk.
Pikiran Alex masih membayangkan Cia yang tertawa dengan orang lain bahkan itu seorang laki-laki. Emosi sudah tidak tertahan membuat Alex meningkatkan kecepatan mobilnya. Hati dan pikiran nya dongkol.
Kendaraan yang menghalangi Alex akan mendapatkan umpatan darinya "Sial!!" ucap Alex dengan memukul stir mobilnya.
Sekarang pikiran Alex justru membayangkan Cia bersama laki-laki itu. Hingga tanpa melihat ke depan. Alex menyalip sebuah truk besar. Namun, ditengah menyalipnya ada sebuah mobil dari arah berlawan muncul membuat Alex harus mengerem mendadak hingga membuat mobilnya berputar. Untungnya truk itu peka dan menaikkan kecepatannya juga. Hingga tidak merugikan siapapun.
Namun, Karena terlalu keras mengerem membuat mobil yang Alex tumpangi mengenai pohon besar setelah berputar. Suara teriakan orang menggema nyaring dan keras melihat kejadian tersebut.
"Akkkhhh!!" ucap Alex ketika mobilnya sudah menghantam batang pohon yang besar.
Brakkk
Suara mobil Alex. Dan langsung dikerumuni oleh warga untuk menyelamatkan Alex. Untungnya Alex memakai mobil biasa jadi tidak terlalu menarik perhatian.
"Kamu baik-baik saja, nak?. Apakah ada yang terluka?. Saya akan panggilkan ambulan untuk kamu" ucap salah satu warga yang membantu Alex keluar dari mobilnya.
Untungnya yang terkena batang pohon adalah bagian Kiri sehingga Alex tidak terluka parah. Hanya lecet di dahi, pipi, tangan dan kaki.
"Tidak usah, pak. Terima kasih. Saya baik-baik saja" ucap Alex yang sudah duduk disebuah kursi yang dibawa oleh gerobak tukang nasi goreng.
__ADS_1
"Ini diminum dulu, pak. Biar tenangan" ucap penjual nasi goreng yang langsung ditegus oleh Alex.