
Suasana bandara terlihat sedikit lenggang. Karena biasanya sangat ramai. Mungkin karena bukan hari libur. Dan sekarang Cia sedang mengantar tunangannya untuk berangkat ke Inggris. Sejak dua jam sebelum ke bandara. Alex sangat manja. Bahkan merengek untuk membujuk Cia, agar mau ikut bersamanya.
Namun, Cia tetap saja menolak. Karena kalau ikut pun dirinya tidak akan diperbolehkan. Karena masih banyak yang harus dia urus terutama pekerjaan nya yang semakin kesini semakin terasa berat saja.
"Ayolah,,,yang. Ikut aku yuk. Nanti seminggu pernikahan kita pulang" rayu Alex yang entah sudah berapa kali. Namun, kembali mendapatkan jawaban yang sama yaitu sebuah gelengan kepala.
"Aku mau beresin pekerjaan dulu. Karena nanti pasti tidak sempat. Lagian aku juga mau berhenti aja. Kan sekarang udah ada kamu. Jadi nanti aku tinggal ambil uang kamu aja, hahaha" balas Cia membuat Alex mengacak rambutnya dan kembali memeluk Cia untuk stok nanti disana.
"Boleh,,Nanti aku kasih deh, semua uangku sama, kamu. Nanti jika aku ingin membeli apapun tinggal minta sama kamu, aja. Ah,,aku rasanya tidak ingin pergi" ucap Alex yang mempererat pelukannya.
Cia yang dipeluk erat merasakan susahnya bernafas. Dan memberikan kode dengan memukul punggung Alex, agar pelukan nya mengendur. "Kamu ingin aku mati, ya!" ucap Cia ketika pelukan nya terlepas dan dirinya menarik nafas dalam-dalam.
"Maaf habisnya aku nggak bisa jauh dari kamu" ucap Alex lagi membuat Cia mengrotasikan matanya kesal.
Namun, baru mau membalasnya suara dari petugas bandara menginformasikan untuk segera check in. Alex mencium kening Cia dalam. Kemudian menuju tempat untuk check in. Cia yang melihat kelakuan Alex hanya tersenyum dengan tangan melambai-lambai yang juga dibalas oleh Alex.
Alex dengan cepat check in. Namun, perasaan Alex merasa ada yang janggal. "Silakan, pak" balas sang petugas.
"Ya ampun gue belum menciumnya" gumam Alex membuat sang petugas mengerjitkan dahinya.
"Ada apa, pak?" tanya sang petugas ketika melihat wajah panik Alex. Begitupun dengan yang orang yang sudah mengantri.
"Saya belum pamit dan mencium calon istri saya" ucapnya kemudian berlari kearah Cia masih berdiam ditempatnya melihat Alex.
Namun, alis Cia menyatu akibat melihat Alex yang berlari. Dan kemudian memeluk tubuh Cia erat sampai tubuhnya mundur. Alex memeluk tubuh Cia erat dan menciuminya dengan bertubi-tubi di seluruh wajahnya.
"Alex ini di bandara" balas Cia yang membuat Alex semakin gencar. Dan tidak memperdulikan pengunjung bandara.
Alex mencium bibir Cia dengan lembut penuh ke terburu-buruan. Melihat itu membuat sang pengunjung bandara merasa ikut bahagia.
Cia yang mendapatkan serangan dari Alex hanya bisa menerimanya. Walau sebenarnya dia sudah sangat, sangat, sangat malu.
"Kamu jaga diri, ya. Ingat hati kamu hanya untuk aku. Sampai berjumpa di pernikahan kita. Ah,,,aku nggak rela jauh dari kamu." ucapnya kembali menciumi Cia.
__ADS_1
Jika tidak dihentikan maka bisa saja laki-laki itu akan ketinggalan pesawatnya. "Sudah sana. Nanti kamu ketinggalan pesawat" balas Cia yang melepaskan pelukan Alex.
"Baiklah. Ingat jaga hati kamu hanya untuk ku. Kalau tidak, maka jangan salahkan aku jika bertindak psik*pat" tegur nya membuat Cia mengangguk.
"Tenang aja. Kamu adalah pemilik hati ini. Sana berangkat nanti ketinggalan pesawat, lagi. Nanti kalau udah sampai kabarin aja, ya?" balas Cia membuat Alex mengangguk. Dan kembali mencium Cia di bibir secara sekilas.
Menyaksikan hal romantis di bandara menjadikan tontonan gratis. "Manis banget pasangan itu, ya. Bang. Jadi pengen" ucap salah satu pengunjung di bandara yang merasa iri dengan perbuatan Cia dan Alex.
Sedangkan sang laki-laki hanya berdehem saja. Kemudian meninggalkan perempuan itu tanpa berniat seperti Cia dan Alex yang saling berpelukan dan mencium untuk stok kerinduan.
Sementara Cia yang melepaskan kepergian Alex melambaikan tangannya. "Huh,,malu banget, gue. Mana ini rame lagi" gerutu Cia menatap sekeliling yang memandangnya penuh arti.
Melihat Alex sudah menjauh membuat Cia untuk segera pulang kerumahnya. Atau akan bekerja. Malu. Hingga membuat Cia. Menunduk kepalanya.
Hingga tanpa sengaja Cia menyenggol seseorang "Ah,,maaf. Saya tidak sengaja" balas Cia yang kemudian pandangan merek bertemu pada orang yang ditabraknya.
"Iya nggak apa-apa. Kamu itu gadis yang tadi heboh itu kan?." ucapnya membuat Cia merasa malu. Dan mengangguk "Kamu harus bangga karena dicintai dengan tulus oleh suamimu."ucapnya membuat Cia bingung.
"Sama aja. Eh,, perkenalkan nama saya, Farah." ucapnya yang mengulurkan tangannya yang tentu saja disambut oleh Cia.
"Cia. Kamu juga lagi anterin suami?" tanya Cia membuat orang itu mengangguk.
"Iya,," jawabnya lesu membuat Cia penasaran dengan jawaban lebih dalam dari sosok yang baru saja dia kenal.
Namun, belum sempat ke intinya dering ponsel Cia mengalun. Membuat si empu mengalihkan pandangannya. "Tunggu sebentar, ya" tanya Cia yang menjawab panggilan itu.
"Iya, hallo?. Ada apa?." tanya Cia disebrang. Entah kepada siapa "Baiklah aku akan segera kesana" ucapnya kemudian mengakhiri panggilan tersebut. Dan beralih ke Farah. "Maaf ya, Farah. Seperti pembicaraan kita sampai disini. Soalnya aku harus kembali bekerja. Semoga kita bisa bertemu kembali dan mengobrol" balas Cia yang merasa tidak enak hati.
"Owh,,,tidak apa-apa, Cia. Apakah boleh kita bertukar nomor ponsel. Agar kita bisa lebih banyak berkomunikasi?" tanya nya yang tentu saja langsung di iyakan oleh Cia.
Mereka akhirnya saling bertukar nomor. Cia pergi meninggalkan bandara dengan terburu-buru. Karena rekan kerjanya menelpon yang berkata bahwa ada meeting dadakan.
Sesampainya ditempat kerjanya. Cia sudah disambut oleh rekannya. "Ini bahan yang tadi kamu minta. Buat nanti dibahas dalam meeting kita" ucap rekannya yang lebih tepatnya wakil dia dalam mengurus bagian pekerjaan mereka.
__ADS_1
"Baiklah terima kasih" ucap Cia. Mereka berjalan bersama menuju ke tempat diadakannya meeting. Namun, ditengah perjalan dering ponsel Cia berbunyi menampilkan Alex.
"Belum landing?" tanya Cia yang menerima panggilan.
"Belum. Rasanya aku tidak rela harus pergi jauh dari kamu. Kamu sedang berkerja, ya?" tanya Alex ketika melihat sekeliling Cia.
"Iya, hari ini dadakan diadakan meeting. Untungnya bahan materi sudah siap. Ingat ya, nanti kalau sudah sampai kabarin. Soalnya aku takut diteror sama mommy yang katanya tidak peka" ucap Cia yang diakhiri dengan dengusan. Sontak saja membuat Alex tertawa.
"Sudah, ya. Nanti aku telepon lagi. Ini pesawat nya mau landing. Bye,,sayang. Muach" ucap Alex dengan mendekatkan wajahnya ke ponsel.
Cia yang melihat itu merasa malu. Apalagi disampingnya ada rekan kerjanya yang tentu saja mendengarkan pembicaraan mereka. "Iya bye.." balas Cia yang dengan cepat mematikan sambungan telepon.
"Ish,,,ternyata pak Alex bisa romantis juga" celetuk rekan kerja Cia yang dibales anggukan oleh Cia. Karena dirinya tidak tau harus berkata apa lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
... Maaf jarang update. Pekerjaan nya lagi numpuk . Jadi, pikirannya terganggu. Tapi, aku usahain akan terus update. Jadi jangan tinggalkan cerita ini,,,,ya💜💜💜💜....
...TERIMA KASIH 💜💜💜...
__ADS_1