
Akhirnya mereka sampai dirumah. Aidan sangat lelah menjadi babu mereka. Apalagi belanjaan mereka yang banyak. Entah, apa saja yang mereka beli hingga bisa sebanyak itu. Ada 20 kantong lebih, yang dibawanya membuat Aidan kesal.
“Lain kali kalian belanjannya berdua aja. Jangan ajak gue. Capek dan pegel gue bawa belanjaan lo berdua. Mana gue diajak naik turun tangga lagi” omel Aidan membuat mereka berdua tertawa.
“Lagian siapa yang tadi mau ikut?” Tanya Camelia membuat Aidan mendecih kesal.
“Gue mau ke kamar. Mau mandi, bau keringat dari tadi diajak naik turun tangga.” Bangkit Aidan meninggalkan mereka yang tertawa senang mengerjain Aidan.
Cia dan Camellia ke kamar untuk melakukan unboxing belanjaan mereka. “Wah,,,mbak ini bajunya bagus banget” ucap Camellia yang memakai dress selutut berwarna toska sangat indah ditubuhnya yang ramping. Cia yang melihat nya mengangguk. “Aku mau pakai ini nanti pas diacara lamarannya mbak Cia aja” ucapnya membuat Cia menatapnya terkejut.
“Memangnya kamu tau, mbak nikahnya kapan?. Sama siapa?” Tanya Cia balik membuat Camellia hanya terkekeh saja.
“Iya,, aku kan Cuma waspada aja. Kita juga sudah beliin dress yang sama dengan Rain. Jadi nanti kita couple an deh,,” ucap Camellia sembari berputar-putar memandang dirinya didepan cermin.
“Memangnya ada yang mau dengannya” ucap seseorang yang kini sedang berdiri di pintu menatap mereka berdua.
“Ih,,,kakak nggak sopan tau masuk ke kamar cewek tanpa permisi!” balas Camellia yang kesal dengan kakaknya yang seperti tujul.
“Ayo,,,pulang?” ajak Aidan kepada Cia yang langsung dianguki oleh Cia.
“Lho,,,kok mbak Cia nya diajak pulang. Kita kan belum party unboxing belanjaan. Mbak Cia pulangnya nanti aja, ya?” ucapnya dengan memelas kepada Cia.
Namun, belum sempat, Cia membalasnya Aidan sudah menarik paksa Cia keluar dari kamar adiknya “Dasar Gorila!!!” teriak Camellia ketika kakaknya membawa pergi mbak Cia nya.
__ADS_1
Sementara Cia yang di paksa pun kesal “Lo main tarik-tarik aja. Sakit nih,,tangan gue” ucap Cia dengan melepaskan cekalan tangannya.
“Kalau nggak di gituin, itu si koala nggak bakalan ngelepasin lo. Mau jadi kambing kongek dia, buat nyobain kue buatannya?” ucap Aidan yang sudah didepan mobil.
Cia bingung dengan ucapan Aidan “Memangnya kenapa?” Tanya Cia membuat Aidan masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Cia.
“Dia itu seperti Yaya. Salah satu tokoh kartun. Wajahnya memang cantik, tapi kekuatan ditangan dan otaknya tidak singkron. Makanan bagi dia itu seperti eksperimen. Lo tau pelajaran IPA yang menyatukan berbagai larutan?” Tanya Aidan yang justru memndapatkan gelengan dari Cia.
“Inti nya, rasa makannya sangat tidak enak, terkadang asin, terkadang pedas. Coba lo bayangin makan kue yang seharusnya rasanya manis jadi pedas. Nggak melilit tu perut” ucap Aidan dengan melajukan mobilnya.
Cia hanya menggut-manggut saja. Mendengarnya, karena dia sendiri belum pernah merasakan kue buatan Camellia. Tapi membayangkannya saja membuat Cia ngeri.
“Kita mau kemana, sih. Dari tadi muter-muter terus” ucap Cia ketika menyadari bahwa dia sudah dua kali melihat pemandangan jalan tersebut.
“Anterin gue ngedate, ya?” ucap Aidan membuat Cia membulatkan matanya.
“Anterin napa?. Gue mau bilang putus sama dia. Dengan alasan gue sudah punya yang baru. Dan cewek kali ini sangat kekeh dibilangin” ucap Aidan dengan suara memelas membuat Cia mengangguk. Dan yang bersangkutan tersenyum senang.
“Baiklah, sekarang kita bertemu dengannya.” Ucap Aidan dengan membelokan mobilnya. Membuat Cia termangu.
“Eh,,,sekarang banget. Gue nanti ngomong apa?” Tanya Cia membuat Aidan tertawa.
“Seperti di Amerika aja. Kan lo pro nya bikin cewek yang deket gue mundur tanpa melihat kebelakang lagi” balasnya membuat Cia berdecak kesal. “Ayo turun” ajaknya membuat Cia menatap keluar yan ternyata mereka sudah sampai pada sebuah café.
__ADS_1
Cia hanya mengikuti Aidan dari belakang “Hai…?” sapa Aidan pada cewek yang terlihat modis dengan pakaian yang serba terbuka.
Melihat wanita didepannya itu membuat Cia melongo. Ini si bekantan ceweknya cantik-cantik banget. Dia pakai pelet apa, sih?. batin Cia memandang dari atas ke bawah orang tersebut “Ayo silakan duduk” balas perempuan itu membuat Aidan dan Cia duduk didepan mereka.
“Perkenalkan nama, gue Laura. Pacarnya Aidan” ucapnya dengan mengulurkan tanganya dan langsung di balas oleh Cia.
“Bukannya lo mantannya, ya?. Karena gue adalah tunangannya. Jadi mulai sekarang lo jangan pernah hubungi dia lagi. Oke?!” ucap Cia tegas membuat wanita itu menatap Cia remeh dan berdecih.
“Gue sudah tau rencana lo berdua. Dan lo Aidan gue nggak akan pernah mau putus dengan lo. Seberapa pun lo berusaha gue nggak akan pernah goyah. Ingat itu” balas nya membuat Cia menatap orang itu terkejut namun dengan segera di ubahnya menjadi wajah judesnya.
“Wow,,wanita yang primitif. Lo nggak mau putus, karena lo takut kehilangan ATM berjalan lo kan?’ ucap Cia dengan bersidekap dada memandang wanita itu penuh kejijikan.
Wanita itu terkejut mendengar hal itu. Dan hal itu semakin membuat Cia tersenyum devil. “Lo mau uang berapa untuk mau putus dengan dia?” Tanya Cia membuat wanita itu tersenyum.
“Lo mau bayar gue?. Sorry aja, gue nggak semurahan itu” balasnya membuat Cia terkekeh.
Sementara Aidan hanya memandang kedua wanita itu yang sedang adu tatapan tajam dan saling bernegosiasi. “Lo sudah pernah tidur dengan dia?” ucap Cia memandang Aidan tajam. Dan langsung digelengi olehnya.
“So,,,lo mau apa sekarang?. Lo ngedekatin dia hanya untuk uang dan populeritas saja kan?. Untuk mendongkrak karir modeling lo?!” ucap Cia membuat wanita itu kaku tak berkata lagi. “Dan gue tau bahwa untuk mencapai hal ini. Lo,pakai tubuh lo untuk menggoda salah satu petinggi yang menaungi lo kan?!” balas Cia lagi membuat wanita itu geram dan mengepalkan tangannya
“Oke Fine. Kita putus!” ucapnya lalu meninggalkan mereka. sementara Cia tertawa bangga dengan dirinya. Sedangkan Aidan hanya bermain game saja sejak tadi.
“Eh,,lo enak-enakkan main game. Sedangkan gue yang nyelesain masalah. Lo mau sampai kapan dan masih berapa banyak lagi masalah lo yang harus gue atasin!” kesal Cia dengan menjewer telinga Aidan membuatnya mengaduh kesakita.
__ADS_1
“Ini yang terakhir kok. Lagian gue udah tobat. Soalnya papa mau ngejodohin gue. Jadi gue harus basmi dulu merang yang berada di sekitar gue” ucapnya membuat Cia mengangguk dan melepaskan jewerannya.
Cia terkejut mendengar ucapan Aidan “Serius dengan siapa?” Tanya Cia membuat Aidan menggelengkan kepalanya. “Parah,, sih. pasti perjodohan bisnis, ya?” Tanya nya membuat Aidan mengangguk. “Semoga saja gue tidak yaa. Amit-amit gue kalau di jodohin cuma karena bisnis. Jatuhnya malah sakit hati karena tidak saling mencintai” ucapnya lagi membuat mereka berdua tertawa bersama.