
Hari pun berganti, karena kondisi oma sudah baik dan oma yang ngotot ingin pulang pun dengan terpaksa dokter yang menanganinya harus membiarkan sang oma pulang. Tetapi harus istirahat. Dan permusuhan antara Alex dan Rey masih berlanjut.
Seperti saat ini ketika oma sudah dirumah. Alex datang menyenguk sang oma. Dan Rey yang bekerja langsung pulang mengingat istrinya dirumah bersama laki-laki lain.
“Lho,,mas, kok sudah pulang”Tanya Cira ketika membuka pintu melihat suaminya yang baru beberapa jam pergi ke kantornya.
“Memangnya kenapa?. Biar kamu bisa berduaan dengan laki-laki itu?!” sinis Rey membuat Cira bingung.
“Maksud mas, apa?. Aku dirumah kan nggak sendiri, sama Cia dan Aidan juga. Mas, nya aja yang cemburu akut” balas Cira yang meninggalkan suaminya didepan pintu akibat terlalu kesal dituduh yang tidak-tidak.
“Biarin, demi kelangsungan hidup tetap produktif harus rela menjaga betina cantik dari jantang burik” ucap Rey yang menyusul istrinya.
Dan benar saja di sana Rey melihat rivalnya sedang duduk bersama oma dan juga anaknya yaitu Cia. “Kamu nggak kerja!” ucap Rey yang entah kepada siapa membuat Alex dan Cia saling tatap sejenak. “Kamu bukan anak saya” ucap Rey yang kini sudah menjurus.
“Saya disuruh jemput oma dari rumah sakit sama papa” ucap Alex membuat Rey mendengus.
“Mommy. Daddy kok sudah pulang” bisik Cia pada mommy nya yang dibales mengedikan bahu.
“Baiklah, karena oma sudah sampai dirumah saya pamit, karena saya tidak meninggalkan pekerjaan penting hanya untuk cemburu yang tidak beralasan” sindir Alex membuat Rey merasa tertohok.
“Kamu menyidir saya?!” ucap Rey dengan menunjuk dirinya. Namun, tidak diperdulikan oleh Alex yang berpamitan dengan oma, dan juga Cira. “Eh,,itu tangannya?!” tegas Rey ketika melihat Alex menyalami tangan Cira.
“Dasar bapak primitif” desis Alex yang didengarkan oleh Cira membuatnya tertawa.
“Bukan primitif tapi dia sudah masuk kedalam manusia paleolitikum” bisik Cira yang menimbulkan kecurigaan terhadap Rey.
“Kenapa kalian malah berbisik. Pulang kamu sekarang” usir Rey mengusir Alex.
“Kamu temenin Alex, gih” ucap Oma dengan mendorong tubuh Cia untuk pergi bersamanya.
“Nggak mau oma. Dia itu cabul, buktinya mommy aja dirayu”ucap Cia yang menolak perintah sang oma. namun, sebuah tatapan tajam membuatnya mengiyakannya.
__ADS_1
“Kamu diam disini, bantuin oma” larang oma kepada Aidan yang hendak bangkit. Dan Cia yang sudah dicegah daddynya pun berhenti. Namun, dicegah oleh oma. “Rey biarkan mereka berdua. Oma percaya sama Alex” ucap oma membuat mereka tidak bisa berkutik.
Alex tersenyum tipis terhadap omanya, yang dibales anggukan kecil. “Ayo honey,,,” ajak Alex pada Cia.
“Jangan pegang-pegang kamu!” ucap Cia dan Rey berbarengan dengan menatap Alex yang tersenyum menanggapi mereka.
“Wleee” ledek Alex kearah Rey ketika Cia sudah berjalan didepannya. Hal itu membuat Rey geram ingin mengejar Alex. Namun, dicegah oleh Cira.
“Dasar mantu durhaka!” geram Rey membuat Cira dan oma tertawa. Sedangkan Aidan dibuat bingung dengan tingkah mereka.
Sesampainya didalam mobil Cia duduk disamping Alex yang mengemudi. Senyum Alex terpatri di bibirnya. Melihat Cia yang membuang muka kearah jendela mobil.
“Kamu mau kemana. Mumpung saya juga nggak terlalu sibuk” ucapnya membuat Cia mengedikan bahunya tidak tau. “Ayo jalan!” ucap Cia ketika mobilnya tidak berjalan.
“Baiklah,,,sayangku” ucap Alex yang membuat Cia berdecih. “Kita mau kemana?” Tanya Alex lagi membuat Cia mendengus.
“Ke kantor lo, aja. Sumpek gue nggak ada kerjaan. Lagian juga gue ambil libur” balas Cia yang diangguki oleh Alex.
“Maksudnya?” Tanya Cia balik membuat Alex terkekeh melihat raut wajahnya.
“Iya, kamu nanti sampai kantor saya mau saya kenalkan sebagai apa? Tunangan, istri, pacar, atau kekasih?” goda Alex dengan wajah yang songongnya membuat Cia berdecih.
“Terserah!” ucap Cia bersidekap dada.
“Baiklah saya menelpon seketaris saya dulu. Untuk menyuruh seluruh karyawan berkumpul dan menyiapkan penyambutanmu” ucapnya santai membuat Cia membelaklakan matanya.
“Wow…sans bro.” ucap Cia yang gelagapan. Namun, tidak dihiraukan oleh Alex yang sudah menelpon seketarisnya.
Sesampainya di perusahaan yang katanya milik seseorang di sampingnya itu. Perusahaan yang menjulang tinggi, seakan menembus awan. Cia tertegun akan bangunan tersebut.
“Ayo, turun. Kita sudah sampai” ajaknya membuat Cia menatapnya.
__ADS_1
“Ini beneran, perusahaan lo?” Tanya Cia yang diangguki oleh Alex. “Kok bisa?” Tanya Cia lagi pada dirinya.
“Bisa lah. Kan calon suami mu ini kaya dan juga tampan. Apakah itu belum cukup untuk menerima lamaran ku?” Tanya Alex yang menatap Cia membuat Cia mendengus kesal dengan kesombongannya. “ Ayo!” ajak Alex lagi yang turun dari mobil dan diikuti oleh Cia.
Ketika turun pandangan Cia menjulang jauh memandang tingginya perusahaan yang ada didepannya. “Ayo,,?” ajak Alex dengan menuntun Cia.
BYUR
Taburan kelopak bunga bertaburan ketika mereka memasuki perusahaan itu. Dan hal itu membuat Cia terkejut. Sambutan dari para pegawai memenuhi lobi ruangan tersebut.
“SELAMAT DATANG NYONYA KILLER!” teriak mereka semua membuat Cia terkejut.
Cia termangu dalam kediamanya dia speechless dengan semua yang terjadi hingga sebuah genggaman dari seseorang membuatnya tersadar dan menatap orang itu.
“Terima kasih” ucap Cia kepada semua orang. Dan hanya itu yang dia bisa ucapkan akibat keterkejutannya.
“Ayo, kita keruanganku” ucap Alex menggandeng Cia. Membuat para karyawatinya histeris melihat gaya bosnya yang idamaneble. Bahkan mungkin sudah akan trending di seluruh media masa.
Cia tidak mampu untuk berbicara bahkan ketika sudah sampai di depan ruangan Alex pun Cia masih membisu. “Ini minum dulu. Kayaknya kamu linglung gitu, habis mendapatkan kejutan” ucap Alex terkekeh.
Cia yang tersadar menatap tajam Alex yang kini sudah duduk di kursi kebesarannya. “Ini pasti ulah lo kan!. Lo membuat hal ini supaya gue nggak bisa menolak lamaran lo kan?!. Ingat ini ya, apapun nantinya yang terjadi gue nggak akan menikah dengan lo!” tunjuk Cia kepada Alex yang duduk dengan tenang mendengarkan Cia berbicara.
“Kita lihat saja nanti” ucap Alex yang menantang Cia.
“Kau,,,,” geram Cia ketika mendengarkan suara ketukan pintu, membuatnya mengurungkan niatnya untuk menyumpahi serapai Alex secara langsung.
“Permisi pak. Maaf mengganggu waktunya ini ada surat undangan dari SM crop dalam rangka perayaan pertunangan putrinya” ucap seketarisnya memberikan sebuah undangan. Kemudian pamit kepada mereka berdua.
“Kamu mau menjadi pendamping saya?” Tanya Alex menatap Cia yang masih sesekali mendengus dan berdecih.
“Ogah,,, mendingan gue tidur aja” ucap Cia tidak perduli. Hal itu membuat bangkit dan mendekati Cia.
__ADS_1
CUP. Serangan mendadak dari Alex membuat Cia terpaku diam. Karena Alex mencium keningnya dengan sangat singkat. Membuat Cia tak mampu berkata apapun lagi.