
Sekarang sudah jam makan siang, dirumah sudah ada Alex, Cia dan juga si kembar. Tapi, jangan lupakan juga keluarga Riski yang masih disini. Mereka sedang makan siang bersama. Meja makan sangat ramai karena ulah si kembar yang menjahili anaknya Riski. Dafa, yang sejak tadi hanya diam saja walau di jahili oleh si kembar.
"Mama,,Regan nggak suka daging. Mau makan ramen aja" ucapnya dengan mendorong makan yang ada didepannya itu.
"Makan, Regan. Kalau kamu hanya makan mie aja. Gimana mau cepet gedenya. Katanya mau jadi atlet renang kan?" ucap Cia membuat Regan yang tadinya merengek seketika memakan makanan nya dengan terpaksa. "Nah,,kalau gini kan ganteng anaknya mama. Masa iya kalah sama Dafa" ucap Cia lagi membuat Regan mendengus.
"Mamanya Dafa. Tolong ambilin ayamnya dua" pinta si Rehan dengan gayanya yang songong dan bossy.
Melihat tingkah kedua anaknya membuat Cia hanya menghela nafas saja. Sedangkan para ayah hanya memandang saja. "Satu aja, ya. Kan itu dipiring masih ayamnya. Nggak boleh rakus ya??" nasehat Utaya yang diangguki oleh Rehan.
"Mereka setiap hari seperti ini?" bisik Riski pada Alex yang dengan santainya makan tanpa perduli anak-anak nya.
"Iya,,tapi Abang belum lihat sesuatu yang luar biasa dari mereka berdua. Kalau kata papa lebih parah dari Cia" ucap Alex tersenyum.
"Alah,,itu gen kamu juga, kalian berdua sama-sama. Makanya anak kalian seperti itu. Jadi kalau si kembar tingkahnya banyak. Kalian harus introspeksi diri dulu. Kan anak-anak cermin orangtua nya. Hahahaha" ucap Riski membuat Alex mendengus.
Bagaimana anak mereka tidak minim akhlak sedangkan kedua orang tuanya juga begitu. Banyak tingkah, yang membuat orang tuanya kewalahan menghadapi nya. Sekarang nikmati suasana bagaimana anak-anak kalian bertingkah.
"Rehan,,,Regan. Makannya jangan dilempar!. Nanti kena yang lainnya!" ucap Cia yang kesal dengan kedua anaknya yang memulai aksi lempar rudal nasi kepalnya.
"Rehan duluan, ma. Jadi Regan mau balas dendam pada nya karena sudah ganggu Rehan makan." protes anaknya membuat mereka mendapatkan tatapan tajam dari sang mama. Namun, bukannya berhenti malah semakin menjadi.
"Kakak lihat kan. Ini adalah sesuatu yang luar biasa kan. Bahkan dirumah kakak nggak ada yang kayak begini kan?. Ini namanya Peperangan di meja makan, kak" ucap Alex membuat Riski mengangguk.
__ADS_1
Mereka menyakitkan ibu dan anak yang saling debat itu. Sedangkan Utaya dan Dafa menyaksikan mereka saja. "Kalau dirumah ku ada yang begitu. Bisa setiap hari aku ganti meja aja, Lex" ucap Riski membuat Alex terkekeh.
Brakk!!!
Cia menggebrak meja makan agar kedua anak itu bisa diam. Dan benar saja.m, mereka langsung diam terpaku menatap sang mama yang sedang marah. Kemudian menunduk takut. "Maaf mama" cicit mereka berdua bersamaan. "Maaf semuanya" ucap mereka lagi bersamaan.
"Kalau urusan seperti ini mereka sangat kompak ya" komentar Riski yang diangguki oleh Alex.
"Bener kak. Tapi dibalik nakalnya. Mereka memiliki rasa kasih sayang yang tinggi, kak. Kalau diantara kita ada yang sakit maka mereka berdua akan menjaganya dan nggak mau ke TK dengan alasan menjaga" terang Alex membuat Riski terkekeh.
"Itu bukan menjaga, Lex. Tapi kalian dikibuli oleh si kembar. Karena mereka tidak ingin ke TK. Hahaha" ucap Riski dengan tertawa tertahan ketika melihat raut wajah Alex.
"Memang anaknya Cia. Pantesan saja kalau ada yang sakit justru mereka yang paling semangat menjaganya. Ternyata ini alasannya. Awas aja nanti, yaa" geram Alex yang merasa dikibuli oleh anak-anak nya.
"Sekarang kalian mandi!" perintah Alex yang geram dengan tingkah anak mereka. Bagaimana tidak, kondisinya sekarang si kembar sudah seperti sushi yang dibungkus gulung nasi.
"Kalian kayaknya harus banyak punya stok sabar, kelakuannya bikin astagfirullah" ucap Utaya yang sejak tadi hanya menjadi penonton keluarga Cemara Alex dan Cia.
"Mau bagaimana manalagi, kak. Kami memang sudah dituntut untuk banyak memiliki stok sabar dan juga lebih kreatif" ucap Cia membuat Riski dan Utaya tertawa.
"Mama,,Dafa mau ke Regan dan Rehan, ya?" ucap bocah yang sejak tadi hanya diam saja.
Setelah diangguki oleh mereka. "Minggu depan acaranya gimana?" tanya Utaya yang membuat Cia bernafas dalam.
__ADS_1
"Terserah kakak aja. Aku ngikut. Dan masalah keluarga yang lainnya serahkan aja sama aku. Nanti aku yang ngasih info nya" ucap Cia.
"Kita buat acaranya seperti tahun depan aja, di rumah papa, bagaimana?" tanya Utaya yang diangguki oleh Cia.
"Yaudah,,nanti aku sama Alex yang menyiapkan segalanya. Kamu nanti tinggal catat aja apa yang diperlukan" ucap sang suami membuat mereka semua mengangguk.
Setelah mereka berbincang banyak. Si kembar dan Dafa keluar dari kamar dan menghampiri orang tua mereka. "Mama,,,tadi Dafa lihat Regan sama Rehan punya jepit rambut lucu banget, ma. Nanti kita juga beli untuk adik bayi ya, ma?" adu Dafa kepada sang mama yang membuat mamanya terkejut.
"Eh,,memangnya Si kembar beli jepitan rambut untuk siapa?. Kan mereka nggak punya kakak ataupun adik perempuan?" ucap Riski membuat Alex menatapnya penuh arti.
"Biasa kak. Jiwa tebar pesona nya Alex turun. Makanya anaknya jadi begini, pada tebar pesona yang berujung sakit hati. Karena kakak tetangga nya mau pindah" terang Cia sembari tertawa.
"Lha,,kasian banget. Mana dia mempengaruhi Si Dafa buat beli jepitan rambut. Anak Lo berdua memang pembuat onar semua. Persis kayak orang tua nya" sindir Riski membuat mereka tertawa.
Setelah acara makan bersama. Waktu berlalu begitu cepat. Hingga besok adalah acara untuk memperingati hari kematian sang Oma. Sekarang sudah banyak sanak keluarga yang berkumpul di rumah besar Aditama.
Suara riuh dari anak-anak mereka bergema. Bahkan diiringi oleh teguran orang tua nya. "Regan Rehan, jangan ganggu mereka!!" teriak Cia ketika mendengar suara anak-anak saudara mereka yang berteriak meminta ampun kepada si kembar.
"Yess,,maaa" ucap si kembar. Namun, tetap saja teriakkan mereka menggema sampai di dapur.
Mendengar itu membuat Cia geram. Bahkan ibu-ibu yang berada disana pun terkekeh mendengar suara anak-anak yang ribut. Cia menyusul mereka. Dan betapa terkejutnya Cia. Ketika melihat kondisi mereka yang sangat berantakan. Dimana wajah mereka banyaknya coretan.
"Astaga,,,Regan, Rehan. Kalian apain mereka???!" ucap Cia yang menahan amarah kepada si kembar.
__ADS_1
"Kami tidak ngapa-ngapain, ma. Kami dari tadi sedang main puzzle aja" ucap Rehan. Membuat Cia tidak percaya. Kemudian memandang yang lainnya yang ternyata juga mengangguk. Mengiyakannya ucapan si Rehan. "Awas aja kalau kalian nakal, ya!" peringatan Cia kepada si kembar yang diangguki oleh mereka semua.
Tanpa sepengetahuan Cia bahwa anak-anak itu tadi sudah di setting oleh si kembar agar tidak berbicara yang sebenarnya. Karena dia sangat tau mama nya bagaimana. Jadi dia sudah sangat cerdas akan hal itu.