
Hari ini Cia sedang liburan bersama keluarga nya di salah satu tempat menginap milik keluarga mereka yang ada di puncak. Dan bertepatan dengan Utaya yang juga libur, lebih tepatnya berhenti berkerja di Amerika karena dirinya ingin mengurus sang Oma di masa tuanya.
"Kak Cia udah bawa permainan nya?" tanya Rain yang juga ikut dalam kegiatan ini. Dirinya selalu ikut setiap keluarga Aditama berpergian. Karena Rey tidak pernah lupa untuk memberitahukan atau mengajak bocah itu.
"Sudah dong" balas Cia membuat Rain tersenyum senang. Mereka para anak akan melakukan misi permainan yang sudah dirancang Cia dan Rain.
"Gas...lahh" balas Rain yang semangat. Namun, semangat seketika luntur ketika melihat sosok yang berdiri di depannya dengan pandangan marah.
"Mau kabur kemana?!" tanya orang itu membuat Rain cengengesan.
"Ayah,,,Rain kan ingin liburan dengan Daddy Rey" balasnya manja. Namun, mendapatkan tatapan tajam dari ayah Chan.
"Kamu ini sudah gede Rain jangan balapan liar lagi, lihat noh,,kaki kamu terluka. Jadi cewek itu mainnya ke mall kek, ini malah main motor!" omel Chan pada anak sulungnya itu.
Sementara Rey melihat kearah kakinya Rain "Kamu luka?" tanyanya membuat Rain mengangguk kecil merasa bersalah. "Bandel,,banget. Sudah Daddy bilangin jangan balapan lagi. Jatuhkan. Sudah diobati?" tanya Rey yang diangguki oleh Rain.
"Sama Daddy-nya aja mau. Coba sama ayahnya pasti dia udah nyolot" sindir Chan yang melihat tingkah manja anaknya terhadap Rey. "Ya,,sudah kamu hati-hati nanti, disana. Ayah bunda dan adik-adik kamu, mau ke rumah Akung Surat. Kamu jangan nakal disana" ucap Chan menasehati sang anak yang diangguki. Dan menciumi kening sang anak.
"Ayah Chan nggak ikut?" tanya Cia yang datang dengan membawa perlengkapan nya.
"Ayah mau jenguk Akung Surat dulu. Katanya dia sakit. Lain kali saja ikutnya" balas Chan yang diangguki oleh Cia.
"Aidan jagain bocah itu, ya. Karena Ayah tau mereka pasti sudah menyiapkan hal konyol nanti disana" ucap Chan dengan menepuk pelan pundak Aidan ketika dia melewati mereka.
"Cieelah, calon mantu idaman, nih?" canda Cia membuat Aidan menatapnya tajam. Sedangkan Ayah Chan menanggapi dengan tersenyum.
"Ish,,,ngapain juga ayah harus menyuruh Bekantan ini jagain aku. Ngerepotin banget. Aku itu bisa jaga diri ya ayah. Lagian sudah ada Daddy Rey, juga" balas Rain ketika sang ayah menitipkannya kepada Aidan.
__ADS_1
"Terserah Ayah, lhaa. Kamu kan anaknya tidak bisa dipercaya" balas sang ayah Chan membuat Rain mendengus.
"Sudah,,ayo kita berangkat. Kasian Oma menunggu kita" lerai Rey yang diangguki mereka.
Kumpulan anak-anak masuk kedalam mobil MPV dengan warna hitam. Sehingga dapat memuat mereka semua. Sedangkan yang orang tua memakai mobil yang satunya.
Mereka bernyanyi bersama untuk menghiasi perjalan mereka. Bahkan sang supir pun ikut dengan mengeraskan speaker mobil yang menambah suasana menjadi sangat riang.
"Kang,,ganti lagunya" ucap Gio yang membuat sang supir mengangguk. Akhirnya lagu anak-anak naik-naik ke puncak gunung yang berkumandang. Mereka semua seperti anak TK yang sedang berwisata. Banyaknya canda dan tawa serta nyanyian mereka yang seperti anak-anak. Namun, lirik dari lagu sebenarnya mereka rubah dengan segala hal yang mereka lihat dengan seksama.
Mungkin ini keturunan dari orang tua mereka yang ketika diperjalan berlibur mereka akan bernyanyi menggunakan lirik yang berbeda.
Sementara di mobil para orang tua, Rey sedang bermanja dengan sang istri yaitu dengan menyenderkan kepalanya di bahu sang istri "Mas,,malu ada Oma" cicit Cira karena mereka tidak hanya berduaan saja di mobil.
"Biarin aja. Oma mengerti kok" balas Rey yang membuat Oma terkekeh.
"Kamu ini. Bukannya mikirin kelakuan anakmu Cia. Malah enak bermesraan" ucap Oma membuat Rey terkekeh.
"Kasian tau,,kamu enak dulu nggak mendapatkan tes dari Papa. Sekarang masa mantu kita harus di tes. Kalau gitu aku telepon papa untuk melakukan tes keseriusan mas sama aku" ucap Cira membuat Rey membulatkan matanya.
"Jangan, dong sayang. Ini tes nya nggak berat kok. Cuma tes non akademik aja. Kalau tes akademik aku jamin dia sudah sangat lebih berkualitas tinggi" ucap Rey yang berusaha merayu Cira.
"Bener banget, tuh. Dia enak tinggal nikahin kamu tanpa ada tes-tes nya" kompor Oma membuat Rey menggelengkan kepalanya menatap sang istri.
"Mas,,kemarin aku dikasih tau sama sekertaris kamu. Katanya mantan kamu datang ke perusahaan, ya?" ucap Cira yang membuat Rey mematung. Mati sekarang gue ini batin Rey.
"Eh,,iya. Dia mau menawarkan kerjasama, sayang" balas Rey membuat Cira mendengus.
__ADS_1
"Masa??. Tapi aku liat kok nggak, ya?" ucap Cira lagi membuat Rey kepanasan.
"Enggak sayang. Beneran cuma bahas kerjasama saja. Habis itu dia pulang kok. Kita nggak ngapa-ngapain, sayang" ucap Rey membuat Cira berdecih.
"Kamu selingkuh, Rey?" ucap Oma yang memperkeruh masalah Rey dan Cira. Karena Cira sudah melotot kepada Rey.
"Tidak sayang. Buat apa coba aku selingkuh. Lagian kita kan sudah tua juga. Sudah ngos-ngosan" ucap Rey membuat Cira tidak percaya.
"Tapi Rey banyak lho,, yang seusia kamu selingkuh. Karena alasan istrinya sudah tidak menarik lagi" kompor Oma lagi membuat Cira menjauhkan diri dari Rey.
"Ish,,,Oma kompor banget." ucap Rey membuat sang Oma terkekeh. "Sayang,,kamu tau kan kalau aku cintanya hanya sama kamu. Aku nggak mungkin selingkuhin kamu apalagi jajan diluar. Enggak akan sayang. Pokoknya kamu tetap yang terbaik dan terenak, deh sayang" rayu Rey membuat Oma dan sang supir tertawa mendengar ucapan Rey.
Sementara pertengkaran di mobil anak-anak sedang terjadi seperti biasanya yang bertengkar adalah si Babon dan juga si Bekantan. Entah siapa yang memulai nya mereka sudah bertengkar.
Namun, berbeda dengan Cia yang sedang berbalas message dengan orang lain dengan wajah yang senyam-senyum. "Eh,,kakak Lo kenapa itu?" bisik Gio pada Jeo yang sedang bermain game di ponselnya.
"Kakak Lo juga, Bambang" balas Jeo membuat Gio mengangguk.
"Halo?" ucap Cia ketika mengangkat panggilan dari seseorang. "Yee, kalau gitu Lo kesini aja. Lagian tanpa Lo minta izin ke gue pastinya Papa gue yang ngajakin lo kan?." ucap Cia membuat yang disebrang terkekeh.
"Yaudah, gue tutup, ya?" tanya Cia pada disebrang. "Iya sudah. Udah deh,,gue mau tidur" ucap Cia yang membuat disebrang tertawa.
"Siapa?" tanya Aidan. Membuat Cia mendengus.
"Itu si pengganggu" ucap Cia. Namun, sebuah panggilan video terekam membuat mereka semua berteriak histeris.
"Angkat kak" ucap mereka semua membuat Cia mendengus. Stelah sambungan video terangkat terpang-panglah wajah tampan dari CEO muda kita yaitu Alex.
__ADS_1
"Hai,,,paman, om, uncle" sapa Jeo, Gio dan Rain serempak. Membuat di orang didalam video tersenyum. Bukannya Cia yang berbicara dengan Alex tetapi malah mereka bertiga yang bercerita banyak hal kepada nya membuat Alex hanya bisa tersenyum, mengangguk dan menaggapi ocehan mereka.
Sedangkan Aidan dan Cia mendengus saja mendengar setiap obrolan mereka.