Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Capt 6


__ADS_3

Melihat istrinya yang masuk kedalam kamar dengan wajah kesal. Membuat Alex hanya diam melihat tingkah istri yang menggerutu dengan mulut yang penuh dengan camilan yang dibawanya. Alex berusaha untuk tidak tertawa melihat tingkah istrinya yang menggemaskan di matanya.


"Awas aja. Kalau dia minta cemilan ini. Enggak akan gue kasih. Yang jelas gue ada didepannya malah nanyain keberadaan yang lain. Seharusnya kan tanya kabar gue itu gimana. Lha, ini langsung aja nanyain calonnya." gerutu Cia yang duduk disamping suaminya.


"Mas,,ish,,mas. Kamu ini aku ajak ngomong kenapa nggak nyaut, sih. Aku ini lagi kesal lhoo sama besty kamu itu" kesal Cia memandang suaminya.


Alex yang ditanyain seperti itu tidak bisa menjawab apapun. Nanti kalau dijawab, salah batin Alex. Namun, hanya di utarakan di dalam benaknya saja.


"Iya,,sayang kenapa??. Siapa yang bikin istrinya Alex mamanya si kembar ini sampai bibirnya kayak buaya" ucap Alex dengan membingkai wajah istri kemudian diberikan ciuman di seluruh wajahnya.


"Itu, mas. Si Aidan udah lupa sama kulitnya. Masa baru sampai yang ditanyai malah calon nya. Kan aku ada disana, mas" keluh Cia. Membuat Alex mengerjitkan dahinya bingung. Kan memang sudah biasa itu. Dirinya kalau ada di posisi Aidan juga akan begitu.


"Ya,,maklum aja, sayang. Mereka kan mau menikah. Jadi lagi masa sayang-sayangnya." pengertian Alex yang membuat Cia mengangguk dan memeluk tubuh suaminya itu. "Mulai dah, manja yaa??" gemas Alex mendapatkan pelukan dari istrinya.


"Ish,,orang istrinya lagi capek. Wajarlah,,manja. Beda lagi sama kamu. Manja pasti ada maunya" sindir Cia membuat Alex tertawa mendengarnya. Kemudian mencium kening Cia gemas.


"Kalau gitu, sekarang aja, yuk. Mumpung anak-anak lagi sama mama" ajak Alex membuat Cia memutar matanya jengah. Apalagi merasakan sentuhan Alex yang sudah menjadi.


"Ish,,Alex. Nanti kalau si kembar nyariin gimana??" protes Cia ketika mengingat bahwa mereka belum meminta ijin ke mertua bahwa mereka menitipkan anak-anak.


"Tenang aja sayang. Aku udah bilang sama mommy. Lagian mereka tidak akan tidur dengan kita. Kalau ada Raidan di sini" jelas Alex membuat Cia mengangguk.

__ADS_1


Setelah itu mereka melanjutkan kegiatannya tanpa terganggu oleh orang lain bahkan anak-anak mereka. Memang benar kedatangan Raidan membuat Cia dan Alex memiliki waktu untuk berduaan. Karena biasanya si kembar sebelum tidur akan selalu masuk ke kamar mereka hanya untuk mengucapkan selamat malam.


Sementara di dalam ruang keluarga. Raidan menjadi bahan ke kegemasan dari si kembar. sesekali pipinya menjadi bahan cubitan si kembar. Namun, anehnya bayi lucu itu malah tersenyum bahkan tertawa mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Alex kemana, mom?" tanya Aidan ketika tidak melihat batang hidungnya Alex.


"Biasalah,,kalau Raidan ada disini maka mereka sedang berduaan di kamar." ucap sang mommy yang mendapatkan gelengan dari Aidan dan tertawa bersama.


"Huh,,Raidan pipinya kayak mochi. Manis banget" ucap Reyhan dengan mencium pipi Raidan gemas. "Tante,,pipinya Raidan kok rasa minyak telon?" tanya Reyhan lagi.


"Kan,,adiknya masih bayi. Dan itu liat pipi adiknya lagi di gigit nyamuk. Jadi pakai minyak telon biar enggak di gigit lagi" ucap Aidan menjelaskan membuat kedua bocah kembar itu mengangguk dan menatap dengan seksama apa yang dilakukan oleh Rain.


"Om, aku juga pengen, tapi di perut, ya. Soalnya perut Rehan, sakit" ucapnya dengan membuka bajunya di bagian perut. Melihat itu membuat Aidan gemas dan mencubit pelan perut bocah yang buncit itu.


"Aduh. Kok, aku yang dicubit, sih" keluhnya membuat Rehan tertawa karena sudah dibalas kan oleh sang Tante.


"Makanya jangan usil tangannya." Ucapnya dengan mengusapkan minyak telon kepada Rehan pun Regan. Karena bocah itu juga ingin seperti saudaranya.


"Tante, boleh, enggak adik bayinya boboknya disini aja. Bareng mama dan papa?. Rehan dan Regan pasti akan jagain dedek bayinya. Boleh kan, Tante?" ucap Rehan bocah yang menatap Rain penuh harap.


Aidan dan Rain yang mendengarnya hanya bisa terpaku, bingung harus menjawab apa supaya bocah itu mengerti. Apalagi kedua orangtua bocah itu yang entah pada kemana.

__ADS_1


Rain menatap Aidan, untuk memberikan penjelasan terhadap bocah itu."Rehan, adek bayinya masih kecil, masih butuh Tante Rain untuk minum susu, ganti popok, mandiin. Jadi dedek bayinya belum boleh nginep." terang Aidan membuat bocah itu berpikir.


"Kan ada mama, om. Nanti mama yang kasih susu. Rehan mau kok, berbagi susu sama adek bayi nya" ucap Rehan dengan polosnya membuat Aidan dan Rain melongo mendengarnya.


"Gimana, sekarang. Bocah itu pikirannya sudah terlalu jauh saking ngebetnya" bisik Rain.


"Bentar aku mikir, dulu." bidiknya balik.


Melihat kedua orang dewasa bisik-bisik membuat si kembar menatap penuh curiga "Om, Tante, kenapa bisik-bisik?" tanyanya membuat Aidan dan Rain gelagapan.


"Enggak, kok. Kalian mau es krim enggak??" alih Aidan yang membuat mata si kembar berbinar semangat.


"Mau!!" teriaknya tanpa perduli bahwa ada bayi lucu didekat mereka. Membuat Raidan menangis karena terkejut. Si kembar yang mendengar tangisan bayi Raidan langsung meminta maaf kepada bayi itu dan juga Rain dan Aidan.


Aidan membawa si kembar ke minimarket yang dekat dengan rumah mereka. Aidan sudah seperti papa muda ketika berbelanja bersama si kembar. Bahkan ketika masuk saja sudah menjadi perhatian kasir dan pengunjung lainnya.


"Om, Regan boleh beli main, enggak?. Beli dino, Om" ucapnya ketika tanpa sengaja matanya melihat rak mainan.


"Boleh. Rehan mau mainan juga?" tanya Aidan pada bocah yang entah kemana matanya berada. "Rehan??" panggil Aidan kemudian mengikuti arah pandangnya. "Ini anak mirip banget sama bapaknya. Enggak bisa lepas kalau lihat yang bening-bening" dumel Aidan.


"Kamu beliin aja Rehan satu, ya. Om mau beliin Tante Rain cemilan dulu. Nanti Regan tunggu di kasir aja, ya." perintah Aidan yang diangguki oleh bocah itu. Aidan dengan cepat membawa Regan, untuk ikut dengan nya agar tidak menghilang.

__ADS_1


"Om,,,itu ceweknya, cantik banget. Ish,,,om,,turunin, aku malu dilihatin, kakak cantiknya, om!" ucap Regan yang kesal karena di gendong oleh om nya itu.


Ni, bocah dari kecil udah ada otak playboy nya batin Aidan ketika mendengar teriak si bocah yang terlalu menggemaskan sampai bikin pusing kepala.


__ADS_2