
Hari ini pernikahan pun tiba. Suasana terasa tegang dan juga bahagia. Keluarga setiap mempelai sudah hadir. Suasana tamu undangan yang riuh menyambut hari pernikahan ini.
Dan sekarang kedua keluarga sedang saling sapa dengan kerabat dan juga para tamu. Sementara seseorang sedang berjalan dengan angkuhnya menuju tempat acara.
Senyumannya sangat manis menyapa tamu yang melihatnya. Tapi ketahuilah bahwa senyuman itu mengandung bisa ular yang mematikan.
"Hello, Good morning, Mr. Billier" sapa pak Aditama membuat mereka saling menyalimi. "Bagaimana perjalanannya apakah semuanya lancar?" tanya nya lagi.
"Sangat lancar. Saya tidak menyangka ternyata anak kamu akan menikah dengan keluarga Killer" ucapnya dengan senyumnya yang seolah senang.
"Iya, jodoh tidak ada yang tau" ucapnya membuat raut wajah orang itu hanya mengangguk saja "Mari masuk nikmati acaranya" ajak sang pemilik acara.
"Wow,, dekorasi lumayan bagus. Kalau anak saya menikah dengan anak anda. Pasti pernikahan akan lebih mewah lagi." cibir halusnya membuat pak Aditama hanya mampu tersenyum paksa.
"Ini memang keinginan mereka berdua. Yang ingin pernikahan yang sederhana" balas pak Aditama membuatnya kembali hanya mengangguk. "Ayo, saya antar menemui calon besan saya" ajak kembali pak Aditama.
Setelah acara mengomentari pernikahan Cia dan Alex. Kini mereka sudah berada didepan pak Killer yang sedang bercengkrama dengan rekannya yang lainnya.
"Hallo, Mr. Billier!" ucapnya membuat senyum smrik di wajah mereka terpatri.
"Gimana rasanya setelah lama tidak pulang ke Indonesia?. Apakah semuanya sama?" tanya Pak Killer sedangkan pak Aditama hanya diam saja melihat interaksi mereka.
"Wah,,ternyata cuma segini kemampuan kakak dalam merayakan pernikahan anak tunggalnya. Sangat tidak cocok dengan keluarga kita. Sangat dibawah" ucapnya membuat Pak killer mengepalkan tangannya menahan emosi "Apakah warisan yang ayah tinggalkan hanya segini saja?" tanya nya kembali membuat wajah pak killer sudah memerah. Melihat itu dengan tatapan penuh mengejek dan senyum devilnya karena sudah mampu menyulut emosi sang kakak.
__ADS_1
Memang, mereka adalah kakak beradik. Namun, berbeda ayah. Mengingat jika Ibu mereka pernah menikah dengan pria asal Indonesia. Namun, pada pernikahan pertama dari ayah Indonesia dan Ibu Inggris melahirkan Papinya Alex. Kemudian karena pengaruh keluarga dari pihak ibunya tidak setuju kemudian kembali menikahkannya dengan pria asal kerajaan Inggris dan melahirkan pak Billier setelah 5 tahun usianya papinya Alex mereka bercerai.
Serumit itu pernikahan kakek dan neneknya Alex. Namun, entah karena apa, ayah dari pak Billier meninggalkan istrinya dan membawa pak Billier bersamanya. Namun, setelah beberapa tahunnya ketika ibu mereka sakit. Tiba-tiba saja pak Billier datang dan meminta hak warisnya. Dan hal itu membuat sang ibu syok. Dan akhirnya meninggal. Namun, sebelum itu dia sudah meninggal surat wasiat kepada pengacaranya.
Dan kalian tau pasti apa yang terjadi setelahnya. Ya!, pak Billier tidak terima hanya di kasih seperempat harta. Sementara kakaknya, papi Alex diberikan seluruh sisanya.
"Ayahmu sungguh miskin, kak. Sehingga berusaha untuk menggoda ibu kembali agar hartanya jatuh kepada mu" ucapnya terang-terangan tanpa memperdulikan orang yang kini menatap mereka.
"Tutup mulut busuk mu Billi. Kakak masih bersabar untuk menghadapi kamu. Tapi kamu malah ngelunjak dan menjelek-jelekkan ayah kakak!" tegasnya dengan nada penuh penekanan. Namun, dasar nya saja Pak Billier yang tidak tau takut. Sekarang justru terlihat menantang papi Alex.
"Sudah, Kill. Malu dilihat orang. Kita mulai saja acaranya" ucap pak Aditama memenangkan pak Killer "Mr. Billier saya mohon anda jangan membuat kekacauan di sini." peringat pak Aditama.
"Kalian yang membuat saya seperti ini " ucapnya lagi. Namun, tidak diperdulikan oleh mereka.
Pandangan Pak Aditama menatap MC untuk memulai acara. Setelah para sambutan. Kini menuju ke inti acara di mana Alex dan Cia akan mekumandangkan janji-janji pernikahan mereka.
"Stop!!!" teriaknya menuju ke tempat duduknya Alex dan Cia. "Saya tidak terima pernikahan ini. Karena seharusnya yang menikah dengan dia itu saya!" ucapnya penuh penekanan membuat Cia sangat syok.
Bagaimana tidak laki-laki yang dulu katanya ingin menikahinya sekarang hadir dan merusak segalanya. "Cia, menikahlah dengan ku. Kamu sudah berjanji padaku akan menikah denganku" ucapnya memelas memegang tangan Cia.
Para hadirin sudah riuh dengan adegan tersebut. Banyak dari mereka berbisik mengenai hal itu. "Ayo, Cia kita menikah dan hidup bersama" ucapnya kembali. Cia yang masih syok pun hanya bisa terdiam saja. Sedangkan Alex dia diam guna memberikan waktu.
"Cia??" ucapnya sembari menggoyang kan tubuh Cia yang belum juga sadar.
__ADS_1
"Maaf. Excel aku tidak bisa" ucap Cia menunduk.
"Tidak, Cia. Jangan menikah dengan dia. Menikahlah dengan ku dan kita akan bahagia bersama anak-anak kita, Cia" ajaknya dengan menggenggam tangan Cia. Namun, Cia tetap saja menggeleng. "Ini pasti gara-gara Lo breng*sek!!" ucapnya memandang Alex penuh kebencian.
Kemudian memegang kerah baju Alex. Membuat semua tamu riuh. Sedangkan orang tua mereka hanya bisa memandangnya saja dengan tatapan berbeda-beda dan mengatur para tamu untuk segera pulang.
"Wah,,,maaf sekali, kak. Tapi Cia lebih memilih ku dibandingkan kamu" ucapnya tenang membuat satu pukulan mendarat di pipinya begitu keras hingga membuat sudut bibirnya berdarah.
Melihat itu membuat Cia berteriak "Alex!!" dan hal itu semakin membuat Excel menggeram dan melayangkan kembali satu pukulan. Namun, segera ditangkis oleh Alex.
Untungnya dengan cepat para perempuan di keluarga mereka segera di bawa ke kamar. Sehingga tidak melihat hal ini. Hanya Cia saja yang masih disini. Karena dia adalah tokoh utamanya.
"Kamu tau kakak. Sudah lama sekali aku ingin melihat mu. Tapi kamu justru ingin merebut istriku. Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya" sindir Alex membuat Excel menggeram.
"Alex!. Jaga ucapan mu?!!" teriak pak Billier membuat Alex tersenyum puas. Sedangkan Cia masih bingung dengan kondisi saat ini.
"Yang aku ucapkan benar sekali, bukan paman?" tanya Alex memandang pamannya.
"Tutup mulut mu Alex. Cia adalah calon istriku. kau yang merebut dia dari ku!" ucap Excel dengan tegas.
Alex tersenyum smrik. "Benar sekali. Dan bukannya kakak sendiri sudah menikah?. Jadi aku tidak salah, dong. Menikahi Cia?" ucap Alex membuat Cia terkejut dan membuat Excel menahan kepalan tangannya. "Ck. Kakak sepupu yang genteng. Tidak cukupkah kakak ipar menjadi budak mu?. Lalu, sekarang ingin Cia menjadi budak mu, lagi?" ucap Alex membuat semua orang tercengang.
"Kamu memang sama dengan kakek mu. Perebut wanita orang!!" decak Excel yang mengikut api panas Alex.
__ADS_1
"Lalu kakak sendiri ingin menjadi seperti kakek mu. Yang juga berebut istri orang?. Dasar tidak tau diri" ucap Alex.
Benar. Excel adalah anak dari Om Billier adik sang ayah Killer. Namun, karena lama tidak bertemu ditambah dengan asutan banyak orang hingga menimbulkan kebencian pada mereka.