Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Ikan Badut


__ADS_3

Saat ini mereka sudah berada didepan pasar. Terlihat dari depan. Bahwa pasar itu sudah sangat ramai dipenuhi oleh ibu-ibu yang mempersiapkan bahan perangnya di dapur.


Melihat itu membuat Alex menelan ludah. Akibat membayangkan perut sang istri akan terhimpit oleh ibu-ibu itu. "Yang, kita pulang aja, yuk. Lihat ramai banget, yang" ucap ya membuat Cia terlihat menimang ucapan Alex.


"Iya, bu, apa yang di katakan bapak benar. Ibu pulang aja. Nanti saya pilihkan ikan yang bagus, deh buat ibu" rayu sang bibi membantu majikannya yang langsung diangguki oleh Alex.


"Tapi,,mas. Aku pengen liat ikannya langsung" ucapnya lagi.


"Yaudah, nanti kita ke aquarium aja, gimana?"


"Nggak!!" ucap Cia yang langsung turun dari mobil.


"Eh,,pakai ini dulu" ucapnya membuat Cia berhenti. Dengan cepat Alex memakai kan masker untuk istri nya itu. Yang saat ini sedang terlihat bertanya dari raut wajahnya "Biar nggak ada yang mengenali. Karena suami kamu ini sangat tampan" ucapnya membuat Cia terkekeh dan mencium pipi Alex "Kita pulang aja, yuk" ucap Alex yang tersenyum.


"Nggak!!" ucap Cia kemudian berjalan bersama sang bibi untuk mencari ikan idamannya. Sedangkan Alex mengikuti dari belakang sang istri dan menjaganya. Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Mas,,,lihat itu ikan warna-warni nya!!!" seru Cia menunjuk kepada pedang ikan hias.


Alex dan bibi mengikuti arah Cia. Dan menggelengkan kepalanya. "Katanya ibu pengen ikan laut. Itu kan hias, Bu" ucap sang bibi yang membuat Cia menggeleng.


"Nggak jadi, bi. Aku mau nya ikan itu aja" ucapnya dengan berjalan kearah sang penjual ikan.


"Bibi belanja saja. Biar saya yang menemani, Cia. Nanti belikan aja ikan laut yang masih hidup, bi" ucap Alex yang diangguki olehnya. "Dasar bumil aneh" gumam Alex yang melihat tingkah nya.

__ADS_1


"Mas,,,aku mau ikan ini ya??" ucapnya menunjuk kumpulan ikan yang sudah di bungkus oleh plastik berisi air. Sehingga memudahkan untuk menjualnya. "Ikan warna-warni, mas" ucap Cia penuh semangat.


Sedangkan Alex memandang ikan tersebut. Bagaimana tidak ikan itu hanya memiliki dua warna ditubuh sedangkan istrinya mengatakan ikan warna-warni. Aneh. Ini anak gue bakalan gimana, ya? batin Alex mengingat kelakuan sang istri yang sedang hamil.


"Ini bukan ikan warna-warni, sayang. Ini ikan badut atau ikan Nemo" terang Alex mendapatkan gelengan dari Cia.


"Sama saja, mas. Badut juga kan warna-warni. Jadi ikan ini namanya ikan warna-warni." ucap Cia membela dirinya. Bahkan dengan tidak tau malunya langsung kabur membawa ikan itu. Membuat sang penjual riuh dengan kelakuan Cia.


"Eh,,,itu ikannya jangan dibawa, neng. Bayar dulu, atuh, Neng!!!" teriak sang penjual membuat Alex geleng kepala.


"Maaf pak itu istri saya. Lagi ngidam. berapa ikan yang istri saya ambil?" tanya Alex membuat sang penjual menghela nafas karena ikannya dibayar juga.


"50 ribu pak. Karena istri anda mengambil ikannya dua" ucap sang penjual membuat Alex memberikan uang seratus ribu rupiah kepada sang penjual. "Ini kembaliannya pak" ucap sang penjual.


Alex dengan segera mengejar sang istri "Ini masih didalam perut aja banyak tingkah. Apalagi kalau sudah keluar, hancur sudah" gumam Alex. "Kemana lagi,, cahmil itu. Mana ini pasar makin ramai lagi" gerutu Alex mencari kebenaran sang istri.


Taukah kamu. Alex sudah khawatir karena istrinya menghilang. Tatapi, yang di cari malah asik dengan makan bubur santai banget seolah tidak terjadi hal yang memalukan. Kalau saja ini tidak di luar sudah pastikan Alex akan menghukum sang istri yang seenaknya saja mengambil ikan tanpa membayar dan langsung lari.


"Khem!!" deheman dari seseorang membuat Cia menghentikan suapannya dan melihat ke belakang yang ternyata sang suami.


"Eh,,ayo,,sayang makan bubur dulu. Anak kamu katanya lapar" ucap Cia yang cengengesan akibat ketahuan oleh sang suami yang wajahnya sudah sangat kesal.


"Lain kali jangan kabur-kaburan lagi kayak barusan. Aku tidak marah kalau kamu mau apapun. Tapi jangan asal ambil lalu pergi. Untung aku masih disana dan bawa uang. Kalau tidak gimana?. Kamu juga lagi hamil jangan lari-lari nanti kalau kesandung atau ditabrak orang terus jatuh gimana?" tanya Alex dengan raut wajah yang sudah bersahabat.

__ADS_1


Cia yang mendengarkan ucapan Alex hanya bisa menunduk mengaduk buburnya dengan pelan. Alex hanya bisa menatap sang istri. Namun, justru suara isakan yang terdengar membuat Alex menghela nafas.


Alex mengangkat wajah Cia untuk menatapnya dan ternyata benar istrinya itu menangis. Melihat wajah istrinya membuat Alex terkekeh pelan. "Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Cia. Membuat Alex gemas dan mencubit pipi chubby istrinya itu.


"Udah jangan nangis. Makan lagi, gih. Mau aku suapi?. Sekalian kita nunggu bibi dari dalam pasar" ucap Alex yang diangguki oleh Cia. Alex menyuapi Cia dengan telaten.


Cia makan sembari mengusap bekas air matanya tadi. Mereka sejak tadi menjadi bahan tontonan pengunjung. Terlihat dari raut wajah mereka yang gemas melihat tingkahnya. "Aku mau kulit ayam" celetuk Cia ketika buburnya tinggal sesuap lagi.


"Nanti kita beli, ya?. Atau mau beli cemilan lagi?" tanya Alex yang tentu saja diangguki oleh Cia.


Taukah kamu bahwa sekarang tubuh ramping Cia sudah menghilang. Sekarang tergantikan dengan tubuh yang sangat berisi. Sehingga terkadang Alex gemas sendiri dengan istrinya itu. "Mas,,jangan di cubit, sakit!" ucap Cia kesal karena Alex mencubit pipinya kembali.


"Ayo,,kita cari cemilan lagi. Dan dengan jalan-jalan begini di pagi hari akan membuat tubuh lebih relaks. Dan tentunya sangat baik untuk ibu hamil" ajak Alex yang diangguki oleh Cia.


Saat ini mereka jalan-jalan sedikit untuk menikmati hawa pagi yang masih segar. Alex menggenggam tangan Cia yang berjalan disampingnya. Sesekali mereka menertawakan hal-hal yang menurut mereka lucu.


"Mas,,,itu ada yang jualan rambut nenek. Aku mau lihat, mas" ucap Cia berhenti dari jalannya dan menunjuk Abang penjual.


"Pelan-pelan, sayang!" ucap Alex yang terlihat Cia sangat aktif bahkan sampai lompat-lompat ringan.


Akhirnya setelah kegiatan yang katanya jalan santai menjadi jalan di tempat karena Cia memilih untuk duduk manis menatap gulali yang sedang berputar itu. Namun, untungnya sang bibi datang membuat Alex bernafas lega, karena ia tidak akan duduk lebih lama lagi menatap hal yang membosankan.


"Sudah, bi?" tanya Alex ketika melihat sang bibi menghampiri mereka yang sontak saja diangguki. Mereka akhirnya pulang karena Cia sudah kelelahan dengan kegiatannya.

__ADS_1


__ADS_2