Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Riski dan Utaya


__ADS_3

Setelah acara pertunangan Alex dan Cia berlalu. Sekarang rumah mereka kembali sibuk dengan pernikahan Riski dan Utaya. Mereka semua sangat antusias sekali. Karena ini akan menjadi pernikahan pertama kali di keluarga mereka.


"Ah,,,kak Utaya auranya pengantin nya keluar banget" celetuk Rain dengan bergelayut pada Utaya.


"Hahaha,,,dari mana taunya?. Kan kamu belum menikah" ucap Utaya membuat gadis itu cemberut.


"Ish,,keliatan tau. Dari wajahnya kayak yang bahagia, takut dan khawatir jadi satu. Hahaha" ucapnya membuat Utaya menjawil pipinya.


"Ish,,,sakit, kak" balas Rain kemudian meninggalkannya dan masuk kedalam kamar Cia.


Tanpa disadari oleh orang yang saat ini sedang berbicara melalui panggilan video itu. "Nanti jemput aku, ya. Malu tau datang kesana sendirian" ucap disebrang yang terlihat dari mata Rain sedang mengancingkan bajunya.


"Ish,,males banget. Makanya lo cepat kesini. Lelet amat, sih." dumel Cia yang kesal dengan keleletan dari orang itu.


Mereka masih saja tidak sadar akan hal itu. Bahkan Rain saat ini sedang duduk manis di samping Cia. "Wow,,,Abang Alex kau sangat tampan!!" celetuk Rain yang tentu saja membuat Cia terperangah kaget.


"Lo bikin gue jantungan aja" kesal Cia dengan menoyor kepala Rain.


"Sayang??" terdengar ucapan disebrang telepon membuat Cia mempokuskan pandangan nya pada ponselnya.


"Cie....sayang-sayang. Ayang beb, gitu dong, bang" seloroh Rain yang mendengar ucapan Alex.


"Ish,,apaan sih. Alay banget" kesal Cia. "Udah, deh. Lo cepetan kesini. Nanti gue tunggu di belakang. Cepetan, ya?!. Bye..." balas Cia kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Kak jangan marah-marah gitu, kenapa, sih. Nanti jadi budak cinta baru tau rasa" cemooh Rain yang dibalas dengusan oleh Cia.


"Lo mah, ngedoain gue.!" kesal Cia yang dibalas kekehan oleh Rain.


"Ngelihat orang-orang pada nikah. Gue jadi pengen nikah muda, aja deh. Kayaknya seru gitu. Apalagi kalau punya sugar Daddy, beuh,,,duit melimpah, say!!" Halu Rain yang merebahkan tubuhnya.


"Di kawin, baru tau rasa, Lo" balas sewot Cia.


"Ah....bunda,,,Rain mau juga nikah.!" teriak nya. Membuat Cia mendengus.

__ADS_1


"Sini, neng. Sama Abang aja nikahnya. Dijamin hidup sejahtera dengan harta yang melimpah" celetuk seseorang yang masuk kedalam kamar itu tanpa permisi dan menatap kedua orang yang sedang terlentang diatas kasur.


"Idih,,,yang ada gue setiap hari makan pisang aja" ucap Rain bangkit dan duduk diatas ranjang.


Sementara Cia terusik dengan keberadaan mereka "Mendingan Lo berdua keluar dulu kalau mau berantem. Gue mau tidur lagi sebelum si MUA nya datang" ucap Cia yang membuat dua orang itu saling melemparkan tatapan sengit.


Di kediaman Alex dirinya sedang bersiap untuk ke tempatnya sang pujaan hati. Apalagi setelah berakhirnya panggilan video tersebut.


"Anak mami ternyata ganteng juga, ya?" ucap sang mami membuat Alex mendengus.


"Kalau jelek. Mana mau calon menantu mami menikah dengan Alex" balasnya yang dihadiahi kekehan.


"Iyadeh,,,yang percaya dirinya tinggi." balas sang mami.


"Alex mau berangkat sekarang, ya. Takutnya nanti keburu rame" ucap Alex yang diangguki oleh sang mami.


Sesampainya Alex dirumah Cia. Dirinya disambut hangat. Bahkan tak tanggung-tanggung dirinya sudah disuguhi teh hangat dan juga cemilan.


"Baiklah mom, Alex mau ke kamar, Cia dulu. Lagian ini juga masih pagi banget" keluh Alex yang menaiki tangga.


Namun, Baru dua langkah dia berjalan suara mommy nya menggema "Jangan dulu buat bayi. Kalian belum sah!" ucapnya yang dapat didengar jelas oleh orang-orang yang saat ini tertawa.


"Iya, mom. Dicicil dari sekarang biar nanti langsung jadi" balas Alex yang semakin membuat riuh para orang disana.


Sesampainya di depan kamar, Cia. Alex mengetuk pintu. Namun, tidak ada sahutan dari si pemilik kamar membuat nya memutar kenop pintu. Dan pandangan nya mengarah pada seseorang yang menggulung dirinya dibawah selimut.


Alex yang melihat Cia tertidur lelap. Pun tanpa disadari mengusap pipinya. "Manis" gumam Alex. Namun, tidak pula membuatnya terusik.


"Melihat kamu tidur. Membuat ku juga ikut mengantuk" balas Alex yang membuat dirinya menguap. Dan memilih tidur dengan memeluk tubuh Cia, yang tergulung selimut.


Hingga beberapa menit terlewati. "Ini perlu di grebek sama Daddy. Dan langsung dinikahkan sekarang kayaknya seru, deh" gumam seseorang yang terkikik geli melihat posisi tidur mereka yang berpelukan dibalik selimut yang tebal.


Dan orang itu keluar dari kamar itu setelah memfoto pemandangan tersebut dan dikirimnya ke dalam grup keluarga. Sehingga menjadi tambah ricuh.

__ADS_1


'Debay,,mau launching'


'Ini siapa yang nikah, siapa yang unboxing'


'Aduh,,,semoga anaknya nanti kembar. @Riski dan Utaya kalian kalah start'


Dan masih banyak lagi chat yang masuk untuk mengomentari foto tersebut. Bahkan ada yang memberikan mereka selamat atas cepatnya launching cucu mereka.


Sedangkan orang yang menyebarkan foto itu terkikik geli. Bahkan tertawa ngakak. Plak. "Hapus fotonya nanti Daddy kamu lihat. Kasian kakak kamu bakalan di marahi!" siapa lagi kalau bukan sang mommy yang sedang memarahi anaknya. Gio.


"Biarin aja, mom. Lagian seru tau, nanti mommy cepet jadi nenek. Hahaha" ucap Gio dengan semangat dan tertawa yang justru membuat sang mommy mendengus mendengar ucapan dari anaknya itu.


Sedangkan didalam kamar tersebut. Cia menggeliat dan membuka matanya. Sontak saja terkejut melihat penampakan orang yang tampan. Cia terpana melihat wajah itu, hingga tanpa tersadar tangannya terulur untuk membelai rahang tegas itu. "Ternyata kalau lagi diam gini, Lo lumayan tampan" ucap Cia yang mengagumi pria itu.


"


Memang tampan. Kamu nya aja, yang baru nyadar" ucap orang itu sontak saja membuat Cia terkejut dan dengan cepat menjauhkan tangannya.


"Lo sudah bangun" ucap Cia yang sedikit malu karena ketahuan oleh orang itu.


Greb. Alex semakin mendekatkan diri dengan Cia atau bahkan mengurungnya. "Semenjak tangan mulus kamu bergerak nakal" ucap Alex dengan menundukkan wajahnya menatap Cia yang mendongak.


"Ish,," desis Cia dengan telinga yang sudah memerah.


Alex yang terus memandang Cia mendekat kan wajahnya. Bahkan Cia pun tanpa disadari matanya tertutup. Semakin dekatnya jarak mereka yang sudah hampir saja bibir mereka bertemu. Sebuah dobrakan pintu membuat mereka tersadar. "UPS... sorry. Salah masuk kamar" ucap seseorang itu.


Pandangan dua sejoli itu bertemu. Kemudian merasa canggung. Alex segera bangkit dan duduk yang diikuti oleh Cia.


"Kamu mandi, gih. Ini sudah mau mepet jamnya" ucap Alex yang menghalau rasa canggung mereka.


Cia mengikuti perintah Alex. Bangkit dan dengan cepat melesat ke kamar mandi. "Hampir saja" gumam Cia dengan berdiri dibalik pintu.


Mereka berdua begitu canggung bahkan Alex pun merasa begitu "Huh, Alex kau harus tahan. Lagi sebulan saja" gumamnya dengan menguatkan diri agar diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menahan godaan.

__ADS_1


__ADS_2