Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Kapan Pulangnya?


__ADS_3

ALEX POV


Jika disuruh gambarin bagaimana perasaan gue, saat ini antara syok dan juga bahagia. Bagaimana tidak bahagia, wanita yang dari dulu gue cintai kini sudah seutuhnya milik gue. Namun, gue agak syok karena ini terlalu cepat.


Gue tidak tau harus ngapain dan ngomong apa dengan istri gue. Asik,,,istri. Geli juga tapi sekaligus membahagiakan sekali, sih. Jujur gue terpana saat pertama kali melihat dia dengan pakaian itu, auranya itu bikin gue mau ajak perang aja, terus gue sembunyiin di kamar selamanya.


"Lex, itu istri kamu nggak di ajak ngomong?" mami dengan menyenggol pundak gue membuat ku memutar bola mata.


"Masih sama keluarga nya, mam"


"Ish,,tapi kan bisa bersama-sama ngobrol nya" ucap nya membuat gue mendengus. Tapi mendekat kepada Cia.


"Khem,,suami baru posesif banget, deh." ucap seseorang yang sejak tadi menganggu gue. Siapa lagi kalau bukan Aidan bocah tengil itu.


Gue lihat pandangan Cia memandang gue dengan wajah canggung nya. Kelu rasanya mulut gue untuk menanyakan dia sudah makan apa belum "Kamu sudah makan?" akhirnya gue ucapkan untuk mengurangi rasa canggung sehingga hanya diangguki oleh Cia.


"Cie,,, pakai acara malu-malu Lo berdua. Nanti malamnya nggak tau malu" ucap Aidan membuat Cia menyentil kepalanya.


"Berisik Lo" sela Cia yang pipinya sudah merah. Sedangkan gue malas menanggapinya.


"Aduh,,,mbaknya malu, ya?. Malam pertama nanti jangan malu-malu ya. Gas...aja unboxing" ucap nya. Gue hanya bisa menyaksikan perdebatan mereka. Karena gue sendiri masih bingung untuk berbicara apa?.


"Kalian habis ini mau pulang ke rumah?. Atau mau jalan-jalan dulu, dengan status baru?" goda sang mami membuat gue memandang Cia.


Namun, yang dipandang justru memandang gue balik. Astaga kalian tau jantung gue mau copot melihat dia memandang dengan pandangan yang bingung. Lucu.


"Mau ke rumah aja, mi. Mau istirahat soalnya Alex belum dapat tidur dari kemarin" ucap Gue. Memang benar gue belum tidur. Karena, ingin masalah ini cepat selesai dan gue bisa menikmati bulan madu.


"Baiklah, sana pamitan dulu, sama yang lainnya. Tapi kamu harus tetap waspada" peringat mami yang gue tau maksudnya.


ALEX POV END

__ADS_1


Cia dan Alex pun berpamitan kepada yang lain yang tentu saja mendapatkan perhatian dan gelak tawa dari mereka. Bahkan Aidan tidak henti-hentinya untuk menggoda suami istri baru tersebut.


Sekarang Alex dan Cia sedang berada di dalam mobil. Jangan lupakan pakaian kedua sudah berganti menjadi seperti biasa. Kecanggungan masih bersama mereka. Apalagi dengan status yang berbeda.


"Kapan pulangnya?" tanya Cia dengan pandangan keluar jendela.


Alex menghembuskan nafasnya. Dia tau kesalahan nya yaitu tidak memberikan kabar terhadapnya. Apalagi, ditambah dengan adanya berita tentang dirinya. "Sudah beberapa hari" ucap Alex membuat Cia mendengus.


"Berarti berita itu, benar?." ucap Cia membuat Alex hanya bisa diam saja. "Gue nggak tau maksud Lo apa, ya?. Kemarin Lo pelukan sama cewek lain dan Hari ini Lo nikahin gue secara mendadak." ucap Cia yang kesal.


Alex memilih untuk memberhentikan mobilnya dan kemudian melepaskan sabuk pengaman nya. Merasa mobil berhenti di pinggir jalan membuat Cia memandang kearah Alex yang saat ini juga memandangnya dengan lekat. "Kenapa berhenti?" tanya Cia yang bingung.


"Kamu, cemburu?" tanya Alex balik membuat Cia mendengus.


"Enggak!. Ngapain juga gue cemburu sama lo." kelakar Cia yang membuat Alex tersenyum senang.


"Terus kenapa sekarang panggil nya lo-gue lagi?. Padahal belum genap satu jam menikah, kamu sudah kayak gini. Kenapa?" tanya Alex membuat Cia kebingungan karena Alex semakin mendekatkan wajahnya.


Cia yang mendapatkan kecupan di pelipisnya. Syok. Sehingga, tak mampu berkata apapun. Ditambah lagi saat ini tangannya di genggaman oleh Alex. "Ternyata kalau udah halal. Rasanya beda, ya?" ucap Alex sembari melajukan mobilnya menuju lokasi tempat makan.


Cia hanya terbengong. Tidak tau harus berkata apa. Pikiran dan hatinya sedang bernyanyi dan memainkan musik. "Kamu mau makan apa?" tanya Alex membuat Cia memandang Alex.


"Terserah kamu, aja" ucap Cia membuat Alex terkekeh gemas lalu melepaskan genggaman tangannya kemudian mengacak rambut Cia.


Saat ini mereka sudah berada di sebuah tempat makan yang sedang trending. Bagaimana tidak tempat makan yang mereka kunjungi adalah tongkrongan anak muda gaul gitu. Sehingga membuat mereka seolah masih remaja anak SMA.


"Mau pesan yang mana?" tanya Alex dengan membaca menu makan yang ada.


"Mau nasi goreng aja" ucap Cia membuat Alex membulatkan matanya.


"Kamu, mah. Kalau nasi goreng kan setiap hari bisa di makan. Kita itu kesini mau nyobain menu yang aneh kayak gini. Es Tuyul. Kan, aneh gitu. Ini ada bakso mbak Suzana. Ayo,,kamu pilih yang mana"

__ADS_1


"Itu sama aja. Cuma namanya aja yang beda. Terserah kamu aja deh, mau pesan apa aja. Soalnya ini juga masih pagi, kamu ajak makan-makanan yang berat" keluh Cia membuat Alex terkekeh.


"Kalau gitu kita pesen bubur comberan aja, dah" putus Alex membuat Cia mengangguk.


"Kamu kapan panggil aku 'Mas'?" tanya Alex dengan wajah berseri menunggu jawaban Cia.


"Maaf, belum terbiasa" ucap Cia membuat Alex menghela nafas dan mengangguk.


"Yaudah, nggak papa" ucap Alex yang bingung harus memulai pembicaraan dari mana lagi.


Setelah diam beberapa saat. Kini makan sudah tersaji di mejanya. Mereka makan tanpa bicara. Lebih tepatnya bingung mau bicara apa. "Kamu mau nambah lagi?" tanya Alex yang melihat mangkok bubur Cia yang sudah habis.


"Nggak, ini sudah kenyang banget, kok" ucap Cia.


Setelah makan bubur bersama. Saat ini mereka berada di lift menuju ke apartemennya Alex. Sebenarnya Cia beberapa kali pernah kesini. Namun, sekarang terasa sangat berbeda apalagi sekarang datang dengan status sebagai istri.


"Mau istirahat, dulu?." tanya Alex ketika sudah didepan pintu apartemen nya. "Ini sandi nya aku udah ganti. Sandinya tanggal pernikahan kita biar nggak lupa" ucap Alex yang mengganti sandi apartemen nya. Cia hanya mengangguk saja.


Mereka memasuki apartemen itu bersama. Tidak ada yang berubah masih sama. Namun, ketika mereka menuju ke kamar utama. Mereka syok melihat banyaknya bunga di ranjang.


Apartemen Alex hanya memiliki satu kamar utama. Sehingga hal itu membuat mereka harus tidur bersama. Kini pandangan mereka bertemu akibat masalah ranjang yang dipenuhi oleh kelompok bunga merah.


"Kamu yang nyiapin nya?" tanya Cia yang di gelengkan oleh Alex.


"Boro-boro dapat menghias. Aku aja dari kemarin di kantor. Ngurus masalah kita" balas Alex membuat Cia bingung. Kalau bukan dia, masa iya mami dan mommy yang menghias nya batin Cia. Yang langsung diangguki Alex mengerti akan pikiran Cia. "Kamu mau mandi atau langsung istirahat, aja?" tanya Alex.


"Mau tidur aja. Kalau mandi nanti aja" ucap Cia kemudian diangguki oleh Alex.


"Baiklah kita tidur aja, dulu. Aku juga sangat mengantuk" ucap Alex membuat Cia memandangnya penuh waspada. Apalagi sekarang laki-laki itu sudah berbaring di ranjang tanpa menggunakan atasannya.


Melihat itu membuat Cia malu. Walau dia pernah melihat perut Alex. Namun, sekarang hawanya sangat berbeda. "Katanya mau istirahat, ayo tidur" ajak Alex dengan menepuk sisi ranjang yang kosong.

__ADS_1


Mendapatkan hal itu seketika tubuh Cia merinding. Apakah ini saatnya batin Cia yang di racuni pikiran yang sudah terlalu jauh.


__ADS_2