
Gedung tinggi menjulang menghiasi kota. Orang berlalu lalang serta kendaraan yang tak ada hentinya. Kota yang dijuluki kita terpadat itu sedang sangat-sangat padatnya mengingat adanya aktivitas para pekerja yang mencari uang demi keperluan hidup.
Di sebuah ruangan dari gedung tertinggi terdapat sepasang mata yang menatap datar kearah kerumunan kota. Pikiran menjalang ke depan.
"Woy,,Lo ngelamun aja" ucap seseorang yang datang tanpa permisi. "Masih mikirin perkataan mama?" ucapnya lagi.
"Lo ngapain kesini?!" tanya nya datar.
"Gue lagi pusing. Di rumah sakit lagi ada masalah" ucapnya kemudian duduk di depan meja yang bertuliskan nama dan jabatan saudaranya itu.
"Kalau ada masalah kenapa Lo malah lari kesini!. Seharusnya Lo selesaiin, dodol"
"Lo tau enggak. Hari ini gue sial banget di tonjok oleh seorang cewek, an*. Cuma gara-gara enggak sengaja gue sengol." ucap nya dengan kesal.
"Mungkin dia lagi PMS. Dan Lo aja yang sensian"
"Bisa jadi."
"Han. Lo tau enggak kalau kentut itu sebenarnya wangi?" ucapnya dengan wajah serius. Namun, tidak dengan Rehan yang menatap saudara itu dengan tatapan cengo.
"Masa?. Dan Lo juga harus tau kalau kentut kudanil sangatlah wangi seperti bunga melati" imbuh Rehan dengan wajah kesalnya.
Sedangkan Regan malah kesal karena dia tau bahwa kentut kudanil sangatlah bau. "Gue serius, Han. Kemarin gue kentut kan yaa. Baunya itu membuat gue candu. Gue suka banget baunya yang kayak manis-manis gitu lhoo" ucapnya yang semakin membuat Regan menatap aneh saudara kembar nya itu.
__ADS_1
"Jelas lahh. Itu kan kentut Lo. Coba Lo sekarang bauin kentut gue, apakah sewangi kentut yang Lo maksud?" ucapnya dengan seringai jahil.
"An* kemarin kan Lo makan telur, pasti bau lhaa!" kesal Regan. Membuat Rehan tertawa.
"Maka dari itu. Lo harus rasakan."
"Bang*sat Lo. Udah deh. Males jadinya gue bahas kentut sama orang yang tidak tau pentingnya kentut" kesalnya.
"Lhaa,,kan Lo sendiri yang duluan, bahas kentut. Jadinya kan gue ikutan aja."
"Bro,,kayaknya gue pengen nikah, deh?" ucap nya membuat Rehan tertawa karena ucapan dari Regan. "Soalnya semua orang udah pada nikah dan punya anak. Bahkan gue masih perjaka ting-ting, broo" ucapnya mendramatisir.
"Lo kira. Bukan Lo aja yang ngebet kawin. Gue juga kali. Apa kita minta di jodohin sama mama dan nenek aja yaa??" usulnya membuat wajah mereka berdua sangat senang.
"Kalau, gitu kita harus hasut nenek. Karena kalau hasut papa. Bakalan tidak bisa berkutik."
"Di rumah sakit, Lo. Enggak, ada yang cantik, ya??. Dokter-dokter muda??. Perawatan yang cantik-cantik??" ucap Rehan yang mendapatkan gelengan dari Regan. Mereka saling bertanya balik menggunakan mata dan akhirnya saling menggeleng.
"Apa harus belajar di tata cara memakai ranjang yang benar?" usul Regan membuat Rehan berpikir.
"Bener, juga. Biar nanti ketika di jodohin kita sudah punya skill ranjang" imbuh Rehan.
"Woww,,,lihatlah. Temen-temen saat ini kita sedang berada di ruangan CEO." ucap seseorang masuk tanpa permisi dan sedang live streaming di akun Instagramnya. Membuat si kembar berdecak kesal.
__ADS_1
"Matiin atau gue lempar?!" tegas Rehan membuat orang itu menciut dan langsung menghentikan siarannya. Rehan ataupun Regan tidak bisa berkata-kata lagi dengan tingkah ponakannya itu si narsis Alvin yang baru menginjak usia 8 tahun anak kedua dari Rain dan Aidan yang sudah sangat terpengaruh zaman.
"Abang, mah. Gitu. Marah-marah aja. Padahal ini kan permintaan followers aku, bang. Yang ini lihat bagaimana ruangan CEO." ucapnya membuat Rehan semakin kesal.
"Sama siapa kamu kesini?!" tanya Rehan.
"Siapa lagi kalau bukan sama Abang Raidan" ucapnya santai dan matanya menatap ke seluruh ruangan.
"Kalau aku besar. Aku enggak mau kerja didalam ruang. Aku mau kerja jadi mafia aja. Biar bisa pergi-pergi keliling dunia" gumamnya tersenyum devil.
Raidan yang baru datang dan melihat adiknya tersenyum seperti itu dengan cepat menyapu seluruh wajah adiknya. Agar berhenti berpikir buruk.
Sedangkan Rehan sangat kesal. Kenapa semua orang enggak ada sopan-sopan nya memasuki ruangan CEO. batinnya bagaimana melihat tingkah para saudaranya.
.
.
.
.
...~TAMAT~...
__ADS_1