Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Hamil???


__ADS_3

Semua orang kini sedang berada di ruang tamu. Semua orang dipanggil oleh sang mami untuk berkumpul dirumah secara mendadak. Sementara Cia dan Alex sedang dilanda kebingungan akan tingkah sang mami.


"Mas,,ini ada apa, sih?" tanya Cia yang sedang duduk manis di sofa ditemani oleh sang suami.


"Kita liat aja apa yang mami lakukan" ucapnya.


"Mas,,ambilkan rujak pare ku, dong" ucap Cia membuat Alex mengangguk.


Alex bergegas ke kamar untuk mengambil kan rujak yang dimaksud oleh Cia. "Istriku sudah mulai nggak waras" gumam Alex ketika melihat bagaimana bentuk rujak pare yang ada ditangannya itu.


"Ini sayang, rujaknya" ucap Alex menyerahkan rujak yang diinginkan oleh Cia.


Cia dengan wajah berbinar menatap rujak yang ada ditangannya itu. "Pasti ini enak" ucapnya membuat Alex yang berada disampingnya merasa ngeri melihat rujak itu. Dimana perpaduan pedas dan pahit itu menjadi satu membuatnya ingin muntah.


Terdengar kriuk kan Cia mencocol pare itu di dalam mangkuk yang terisi sambal rujak yang terlihat memerah akibat banyaknya cabe. "Nggak pahit, sayang?" tanya Alex penasaran.


"Mas, mau nyoba?. Enak, mas. Nggak ada pahit-pahitnya, mas. Justru ini sangat gurih, apalagi ketika dengar 'Krauk' gitu mas,,bikin ketagihan" terang Cia yang tentu saja membuat Alex menggeleng dengan kuat.


"Kamu biasanya makan rujak dengan pare, yang?" tanya Alex lagi yang tentu saja digelengkan oleh Cia.


"Ini aku lagi pengen aja, mas. Besok aku mau mancing ikan, ya?" ucap Cia yang sangat senang.


Alex yang melihat tingkah istrinya itu mulai sedikit berbeda pun menyentuh keningnya kemudian mencium seluruh wajahnya. "Mas,,apaan, sih. Kamu curi-curi kesempatan" keluh Cia membuat Alex terkekeh.


"Habisnya aku heran sama kamu. Kok kamu kelihatan berbeda banget, ya?. Nggak kayak biasanya gitu" ucap Alex membuat Cia berhenti dalam kegiatannya.


"Sama aja kok. Mungkin karena aku lebih gemuk aja" ucap Cia membuat Alex mengangguk. Memang benar tubuh Cia sejak menikah mulai terlihat terisi. Namun, entah mengapa sejak tiga bulan terakhir badan Cia terlihat sangat berbeda.

__ADS_1


Terdengar suara ribut dari pintu depan membuat Cia penasaran "Mas,,itu ramai sekali ada apa?" tanya Cia yang tentu saja digelengkan oleh Alex. Karena dia pun tidak tau.


"Kamu makan aja. Biar mas yang lihat" ucap Alex membuat Cia mengangguk.


Alex mendekati keributan yang tadi terdengar. Dan betapa terkejutnya dia melihat banyaknya wartawan yang hadir di depan pagar rumah mereka. Hal itu semakin membuat Alex penasaran. Sehingga dia memilih bertanya pada salah satu satpam yang menjaga rumah mereka.


"Pak, ini kenapa?" tanya Alex membuat sang satpam tersenyum bingung mau menjawab apa.


"Saya juga tidak tau, tuan. Tiba-tiba saja wartawan ini datang katanya undangan dari nyonya, tuan" ucapnya membuat Alex menghela nafas.


"Baiklah pak." ucap ya dengan cepat Alex masuk kedalam rumahnya. Dan dilihatnya Cia bersama sang mami sedang mengobrol dengan menikmati cemilan. "Mami, buat apa ngundang wartawan, sih?. Emangnya ada masalah apa?" tanya Alex yang kesal.


"Ih,,,itu bukan mami yang punya masalah tapi kalian berdua. Nanti kalian berdua yang konfirmasi masalah nya" ucap sang mami membuat Alex dan Cia terlihat ingin menangis.


"Masalah apa, sih mi. Alex dan Cia nggak ada masalah apa-apa. Dan hubungan kami baik-baik saja, mi." ucapnya terlihat frustasi dengan maminya yang juga tidak ingin berkata jujur.


"Nah,,,itu mereka sudah datang!" ruang sang mami. Semakin membuat Alex sangat geram.


Cia yang mendengar keluhan sang suami hanya mampu mengusap kepalanya saja sembari terkekeh gemas. "Mungkin mami ingin ada yang disampaikan saja" ucap Cia.


"Ayo,,,sekarang kita ke aula. Disana sudah ditunggu banyak orang" ucap sang mami yang datang dengan semangat menggiring Cia dan Alex.


Perlu kalian tau saja. Dirumah Alex yang di Inggris ini memiliki aula untuk pertemuan. Mungkin karena terlalu kaya hingga semudah itu membangun aula di samping rumah mereka.


"Ini kata-kata yang harus kamu hapalkan, nanti dan kamu ucapkan didepan wartawan" ucap sang mami yang menyerahkan sebuah kertas kepada sang Alex.


Sedangkan Alex sedang memandang sanak keluarga yang entah kapan datangnya. Sekarang mereka sudah duduk manis di depan.

__ADS_1


"Ini ada apa, sih?!" ucap Alex yang tidak berminat. "Hamil?" monolog Alex yang setelah membaca isi surat yang diberikan mami. Dan hanya itu yang menjadi pusatnya saat ini. "Siapa yang hamil?" gumamnya lagi.


"Ayo,,sayang masuk" ajak Cia kepada Alex yang termangu.


"Hamil?? Siapa??? Istriku??" gumam Alex lagi membuat Cia menatapnya penuh curiga.


"Hamil?. Siapa yang hamil mas?" tanya Cia membuat Alex memberikan selembaran kertas kepada Cia.


Cia yang membaca surat itu secara berulang-ulang dengan cermat. "Mas,,,,?" ucap Cia membuat Alex menatapnya.


"Kenapa?. Kamu pusing lagi?. Kalau gitu nanti biar mami aja yang baca suratnya. Sekarang kita ke kamar, yuk" ajak Alex yang sudah panik melihat istrinya.


"Mas,,,kita harus segera mencari mami, mas!!" ucap Cia dengan panik membuat Alex semakin tambah panik.


"Kamu kenapa, sayang?" ucap Alex dengan cepat mengejar istri yang pergi dengan langkah yang lebar. "Ini kenapa semua orang pada suka main rahasia-rahasiaan, sih. Ini lagi istri gue kenapa lagi kayak orang kesetanan jalannya. Katanya lagi pusing. Tapi jalannya cepat banget" keluh Alex.


"Mami ini maksudnya apa??!" tanya Cia ketika sudah berada didepan sang mertua. Tanpa mereka sadari bahwa mereka sudah berada di depan para wartawan yang sudah menyalakan kameranya.


"Itu benar, sayang. Dia baru sekitaran delapan Minggu hadir didalam perutmu" ucap sang mami berbinar membuat Cia masih tidak percaya.


"Mi,,,,???" ucap Cia lirih dengan mata yang sudah tergenang air mata.


"Sayang??" ucap Alex membuat Cia dengan cepat berlari kepelukan sang suami dan menangis sejadi-jadinya.


"Kamu kenapa, sayang?. Kenapa nangis??" ucap Alex yang mengusap rambut sang istri yang sedang menangis. Kemudian pandangan Alex tertuju kepada sang mami dan juga wartawan yang terlihat tersenyum bahagia. "Mi,,,Istri Alex kenapa?" tanya nya membuat sang mami mengacuhkan bahunya.


"Nyonya Killer bagaimana dengan konferensi pers?" tanya salah satu wartawan membuat sang mami mengangguk.

__ADS_1


Semua orang sangat menantikan apa yang akan di sampaikan oleh nyonya Killer termasuk keluarga mereka. Tapi, sayangnya keluarga Cia tidak bisa hadir karena sangat mendadak besok mereka baru akan sampai di Inggris.


Alex terlihat sangat frustasi harus berbuat apa terlalu banyak teka-teki yang mereka rencanakan membuat sangat pusing. Ditambah dengan sang istri yang mendadak menangis. Membuat Alex ingin berteriak dengan sangat kencang.


__ADS_2