
Sekarang mereka semua sedang duduk di ruang tamu. Rey bersidekap dada dengan mata menatap tajam kearah Alex dan Cia. Sedangkan sang papa hanya cuek saja. Tapi mommy dan si kembar duduk penuh penasaran dan semangat. Sedangkan sang Oma untungnya sudah tertidur.
"Kalian ngapain tadi dikamar dengan pintu terkunci?!" ucap Rey.
"Lhaa Daddy bisa lihat kan tadi kita ngapain aja?. Lagian kita juga nggak buka-bukaan ataupun unboxing" balas Cia dengan santainya membuat mereka semua melongo dengan ucapannya.
"Kamu ini semakin dibiarkan semakin ngelunjak, ya. Apakah kita pernah mengajarkan kamu berbicara tidak sopan?!" tegas sang Daddy yang sedang dalam mode serius.
"Maaf, dad" ucap Cia dengan menundukkan kepalanya.
"Sebenarnya dad. Kami tidak melakukan apapun. Itu murni ketidaksengajaan atau gerakan refleks. Kami sedang berebutan ponsel. Karena Cia ingin meng-upload foto saya semasa kecil di sosial media." terang Alex. Namun, tidak membuat Rey tersentuh.
"Kan bisa dibicarakan baik-baik. Ngapain pakai acara lari-larian. Kalian mau cosplay film India?. Ingat kalian itu bukan artis Bollywood. Kalian itu artis senja. Jadi masalah itu bisa dibicarakan baik-baik" ucap Rey membuat yang melihatnya menahan tawa.
"Dan kamu Cia. Coba dewasa sedikit. Usia kamu sudah 20 tahun. Dan sudah selesai kuliah. Masa iyaaa,,,mau jadi anak kecil kembali" ucap sang papa membuat Cia mengangguk.
Memang di usia Cia saat ini masih terlalu muda untuk menjadi dewasa. Karena masa itu dirinya sedang mencari jalan hidupnya. Masa dimana puncak dari masa kebebasan dan menentukan hidupnya ke depan.
Bahkan orang tua pun sudah membiarkan anaknya untuk bebas. Karena masa orangtua mengajarkan adalah sampai tingkat SMA. Dan masa perkuliahan atau usia tamat SMA yang akan menentukan berhasil tidaknya orang tua dan dirinya sendiri menjaga mahkotanya kehidupan nya selama ini.
Karena anak itu bagaikan burung dan sangkar adalah rumahnya dan pemiliknya adalah sebagai orang tua. Nah,,,ketika burung yang sudah terbebas dari sangkarnya akan kembali lagi itu artinya dia sudah merasa nyaman dan kuat imannya. Namun, jika burung yang sudah lepas kendali dan tidak pernah balik lagi maka kita sebagai yang memeliharanya akan gagal dalam merawatnya. Karena burung itu merasa tidak nyaman dengan kita.
"Ini salah saya, dad. Karena saya yang mengunci pintunya untuk memberikan hukuman kepada Cia, karena ingin menyebarkan aib saya" ucap Alex membuat Daddy-nya mengerjitkan dahinya.
"Memangnya aib apa, yang ingin Cia bongkar" ucap Daddy-nya membuat Alex merasa tertusuk.
__ADS_1
Haruskah aku membiarkan mereka melihat nya. Ini akan sama saja dengan membuka aib ku batin Alex.
Cia melirik kearah Alex. Kemudian mengangguk kecil. Namun, justru gelengan yang Alex perlihatkan.
"Jadi aib, apa?" tanya sang Daddy kembali.
"Tidak dad,,hanya sebuah foto Alex sedang mengupil saja" ucap Cia dengan tersenyum penuh arti kearah Alex. Kamu berhutang nyawa dengan gue. Hahaha batin Cia membuat Alex mendengus.
"Cuma itu saja?." tanyanya kembali yang diangguki oleh tersangka. "Kenapa tidak diupload saja. Lagian kalau kamu memang tampan. Mau sedang mengupil pun pastinya akan tetap tampan, dong" sindir sang Daddy membuat si kembar tertawa ngakak.
"Seru, dong. Punya Abang ipar yang viral gara-gara foto ngupil nya yang tampan" celetuk Gio membuat mereka tersenyum. Tidak dengan Alex yang merasa di jatuhkan ke lubang hidung.
"Kamu mau viral gara-gara cebokan pakai batu?" balas Jeo membuat Gio diam seketika.
"Ah,,,Lo nggak asik. Sukanya bongkar aib orang" balas Gio meninggalkan mereka semua menuju ke kamarnya. Kemudian disusul oleh saudara kembar nya, Jeo.
"Baiklah papa percaya sama kalian. Lain kali jangan begitu lagi. Kalian itu belum muhrim" putus sang papa. Karena dia sendiri juga yang bersalah akibat memberitahukan keberadaan Cia kepada Alex.
Alex dan Cia sangat senang dengan ucapan papa Aditama. Hati mereka lega, terutama Cia yang lega akibat tidak mengulang cerita mommy dan daddynya itu.
"Baik dan terima kasih karena telah percaya dengan kita. Sebelum nya saya minta maaf karena telah membuat kegaduhan dirumah ini. Saya pamit pulang karena sudah malam" ucap Alex yang diangguki oleh mereka.
Cia tersenyum sampul kepada Alex. Membuatnya hanya bisa mendengus melihat Cia. "Kamu hati-hati dijalan, ya. Ini sudah malam" ucap sang mommy yang memicu percikan bara.
Mereka mengantarkan Alex sampai didepan mobilnya "Terima kasih, mom. Pa. Dad. Alex pulang dulu" ucap Alex seraya memasuki mobil.
__ADS_1
Sepergian Alex. Cia langsung berlari menuju kamarnya. Untuk melanjutkan aksi jahilnya itu. Cia berubah foto profil akun media sosialnya dengan foto Alex yang seperti wanita. Membuatnya terkikik geli berulang kali melihat foto tersebut.
"Kak besok ada turnamen. Bisa ikut lomba?" tulis pesan seseorang yang terkirim di ponsel Cia.
Cia berpikir untuk turnamen tersebut. "Kalau gue ikut takutnya nanti ketahuan sama mommy dan daddy. Terus nanti disita lagi, kan kasihan" gumam Cia.
Kemudian Cia mengetik pesan kepada orang itu "Gue nggak akan ikut lomba. Tapi gue akan menjadi penonton" ketik Cia kemudian mengirimkannya kepada orang itu. Dan dibalas iya olehnya.
Cia sudah kapok mobilnya disita dan dirinya malah lari keluar negeri. Sehingga memilih untuk tidak ikut kembali ke dalam turnamen apapun itu.
Ting Ting Ting. Bunyi ponsel Cia. "Cepat hapus foto saya. Kalau tidak pernikahan ini akan saya majukan sebulan lagi" ucap Alex membuat Cia terkekeh.
"Sudah gue upload di media sosial gue" balas Cia yang membuat Alex hanya mengirimkan emoticon kepanasan. Alex tidak lagi mengirimkan pesan kepada Cia karena terlalu kesal dengan gadis itu.
Pagi harinya suara gaduh dari lantai bawah membuat Cia terusik. Bahkan membuat burung-burung yang berkicau tidak terdengar.
"Kak Ciaaaa!!!" teriak perempuan cempreng yang mengganggu waktu tidur paginya. Dengan gedoran pintu.
Cia membuka matanya dan berjalan untuk membukakan pintu. "Kenapa, sih lo pagi-pagi teriak-teriak" kesal Cia yang baru bangun.
"Kak,,lihat ini. Ini kak Alex lagi selingkuh. Dia selingkuh dengan rekan bisnisnya. Mereka sedang bercu*mbu kak,," ucap Rain dengan menggebu-gebu bahkan Cia yang mendengar hal itu hanya menguap saja.
"Biarin aja. Lagian kita juga belum menikah. Sudahlah,,,Lo pagi-pagi sudah bikin ribut. Gue nanti kerja jam delapan. Jadi harus mendapatkan istirahat yang cukup" ucap Cia yang berusaha untuk menutup pintu.
Namun, dicegah oleh Rain "Kak Cia gimana, sih. Ini kan tunangan kakak. Walaupun kalian belum menikah tapi kan pernikahan kalian akan dilaksanakan dua bulan lagi" balas Rain yang kesal dengan pikiran Cia.
__ADS_1
"Oke,,,nanti gue urus masalah ini dengan kakak Alex lo itu" balas Cia karena kalau tidak anak itu akan terus menerornya dan tidak akan membiarkan dirinya tidur.
"Baiklah" putus Rain kemudian meninggalkan kamar Cia. Dan menuju ke lantai bawah bergabung dengan si kembar yang sedang duduk di sofa akibat terbangun ulah si Babon.