Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Persiapan nya?


__ADS_3

Hay,,,gyus...maaf banget update yang kemarin bukannya kepotong cuma lupa ngapusnya. Karena baru tadi pagi setel alarm update jam 4 subuh. Jadi buru-buru tanpa cek, lagi. Maaf ya.


Terima kasih sudah like dan komen. Kalau bukan karena komenan kalian aku nggak ngeh,kalau ceritanya begitu. Maaf banget yaa.


💜💜💜💜


.


.


.


.


Sementara Alex. Sudah sampai di rumah keluarga Killer yang disambut oleh para pegawai rumah mereka dengan wajah yang sudah acak-acakan. Bagaimana tidak tadi dia di rampok sama orang, sebelum masuk ke mobil.


"Kamu kenapa, sih?" tanya sang mami, yang melihat anaknya yang pulang dengan raut wajah yang di tekuk.


"Ish,,aku lagi dirampok, mam. Ponsel ku hilang. Padahal di sana banyak banget fotonya Cia, mam" rengek Alex membuat sang mami tidak habis pikir dengan anaknya itu saking bucin nya. Dulu aja. Mobil hilang nggak sampai begini. Aneh.


"Mami kira kamu nggak semangat gini. Karena jauh dari, Cia" ucap sang mami.


"Itu juga alasan nya mam. Cia nggak mau diajak ke sini, mam. Katanya dia sibuk bekerja. Padahal aku kan bisa ganti rugi gajih nya dua kali lipat" terang Alex membuat sang mami memukul lengannya.


"Baguslah. Kalau dia disini, yang ada kamu nya yang nggak pokus kerja. Mau kamu setelah nikah kerja, nggak dapat liburan?" tanya sang mami yang sontak saja dong. Membuat Alex menggelengkan kepalanya. "Udah sana mandi. Nanti pakai ponsel mami aja. Telepon, Cia" ucap sang mami. Membuat Alex mengangguk dan masuk kedalam kamarnya.


"Om, bulan kangen!!" teriak gadis lucu yang berlari kearah Alex. Membuat Alex menangkap nya dan menggendong. Lalu, mencium pipinya dengan gemas.


"Ih,,bau. Pasti belum mandi, ya?" tanya Alex yang mengendus tubuh ponakannya itu. Membuatnya terkikik geli.


"Bulan, wangi kok." ucapnya dengan mendengus tubuhnya.


"Sudahlah,, om mau mandi dulu. Kamu main sendiri, aja" ucap Alex dengan menurunkan Bulan.


Setelah mandi barulah mereka mengobrol bersama Cia. Dimana laki-laki itu sangat bucin terhadap Cia.


Jika pernikahan mereka batal mungkin Alex akan menjadi gila. Dan kalau perasaan Cia ke Alex. Sudah mulai kepermukaan. Namun, belum sepenuhnya masih malu-malu untuk muncul kepermukaan.


"Mi,,aku takut Cia disana menemukan yang lebih dari pada aku." curhat nya ketika mendengar dari cerita Aidan bahwa Cia sangat banyak yang naksir.


"Kamu jangan insecure. Kalau takdir dan jodoh itu sejalan" ucap sang mami membangkitkan jiwa semangat pada Alex.


Hingga hari berganti Minggu. Dan saat ini lagi seminggu adalah hal yang dinantikan oleh Alex maupun Cia sendiri. Dimana nanti mereka akan dipersatukan dalam sebuah janji pernikahan sehidup dan semati dalam keadaan apapun.


Dan Alex banyak berubah. Dia sudah tidak meneror Cia dengan terus menanyakan keberadaan nya. Namun, dia hanya berbicara ketika mereka sedang senggang saja. Seperti malam ini.


Alex dan Cia sedang melakukan panggilan video. Dimana ini hal pertama kalinya Cia lah yang duluan menelponnya. Jangan tanyakan bagaimana perasaan Alex. Dia sudah seperti lebah yang mendapat nektar bunga yang manis. Bahkan bibirnya terlihat kaku saat tersenyum.

__ADS_1


"Kamu lagi kerja, ya?. Aku ganggu kamu, ya??." ucap disebrang yang terlihat sedang duduk di dashboard ranjang, dengan piyama pulkadot hitam.


Iya, Alex sangat sok sibuk. Padahal dia hanya sedang memandang foto Cia di laptop nya. Maklum dia lagi salah tingkah.


"Enggak kok. Ini sudah selesai. Tumben telepon duluan"


"Ini mommy bertanya katanya kapan kamu" ucap Cia yang terlihat gugup.


"Aku kira kamu yang kangen. Ternyata mommy. Nggak papa, sekarang mommy aja dulu, kangen nanti baru anaknya" goda Alex membuat Cia malu.


"Apaan, sih. Enggak ya. Buat apa juga gue kangen sama Lo. Yang ada gue disini tenang nggak ada yang ganggu" ucap Cia yang terlihat sewot.


"Lo gue lagi?. Kenapa nggak sekalian aja belajar bilang 'Mas'. Kan bagus tu, sopan."


"Idih,,itu sih kemauan, Lo"


"Iya. Oma gimana, sehat?" tanya Alex yang diangguki oleh Cia. "Maaf, ya aku nggak ada disisi kamu saat Oma drop lagi" ucap Alex lagi.


"Enggak papa. Lagian kamu kan juga kerja nya jauh"


"Gimana persiapannya?" tanya Alex menjurus ke inti pembicaraan.


"Semuanya berjalan dengan lancar. Tinggal cek apalagi yang kurang. Untuk jasnya gimana, muat??"


"Muat lah. Kamu pikir aku gemuk?. Perut sixpack ini kamu bilang aku gendut" kesal Alex yang memperlihatkan perutnya.


"Tunggu lagi seminggu. Kamu juga nanti bisa sentuh" goda Alex.


"Iya-iya. Kapan pulangnya, sih?" tanya Cia.


"Kangen, ya?. Mungkin nggak bakalan pulang"


"Mulutnya luntur banget, ya!" kesal Cia.


"Kemungkinan besok, pulang. Soalnya mami katanya mau ngecek persiapannya. Kok, aku deg-degan, ya?. Kata Oma besok kita nggak bisa video call ataupun telepon dan bertemu. Harus dipingit" jelas Cia yang diangguki oleh Alex.


"Bagus, dong. Kan biar pangling" Ucap Alex " Udah makan?. Kok, kamu kurusan, ya?" tanya Alex lagi membuat Cia mengangguk.


"Jaga badan. Nanti takut bajunya nggak muat." sewot Cia yang kesal di katakan kurusan.


Namun, sebuah suara menggema membuat mereka terdiam. "Lex, kamu nggak makan?" tanya sang mami yang muncul di belakang Alex.


Cia merasa masih canggung dengan calon mertuanya itu bagaimana tidak, mereka bertemu hanya beberapa kali. Jadi wajar sajalah. Walau, lewat chatting mereka sering. Tapi, kan beda rasanya. "Eh,,ada mantu mami. Kamu udah makan, sayang?" tanya sang mami yang mengambil paksa laptop Alex.


"Sudah, mi. Mami sudah makan?" tanya Cia.


"Sudah. Ini kamu suruh makan, dulu. Dari tadi kerja ada." ucap sang mami membuat Cia terkekeh.

__ADS_1


"Iya, mi." balas Cia.


Mereka pun berbicara banyak hal mengenai persiapan pernikahan. Melupakan Alex yang sudah pergi untuk makan. Dia terlihat kesal karena dilupakan keberadaannya.


"Om, makan sendiri?" tanya Bulan yang masih duduk manis di meja makan menunggu sang mama yang sedang menyiapkan susu untuk nya.


"Nggak sama, Miss Queen. Tuh, dipojokan sedang liatin Bulan dengan mata yang melotot" ucap Alex membuat ponakannya menjerit takut dan berlari menuju sang mama.


"Mama,,,om Alex, jahat!!" adu nya membuat sang mama terkejut dan hampir menjatuhkan susu yang dibuatnya.


"Alex!!" Geram sang kakak ipar yang tentu saja hanya dibalas cengiran oleh Alex.


Tanpa terasa waktu berlalu begitu dengan cepat. Alex sedang berada di bandara dengan menyeret kopernya. Menggunakan kemeja casual dengan kacamata bertengger di hidungnya membuat penampilan nya semakin tampan.


"Huh,, akhirnya sampai juga" ucapnya ketika sudah keluar dari bandara. Untungnya para awak media tidak tau kepulangannya.


Namun, tanpa sengaja dia melihat seseorang yang dikenal sedang berdiri didepannya disebrang jalan. Raut wajah Alex terlihat terkejut sekaligus senang.


Entah ada apa, dia terus menatap orang itu sampai orang itu saat ini berdiri tegak didepannya dengan raut wajah yang terkejut.


"Xander?" gumam orang itu membuat Alex terkesiap mendengar gumaman lembut dari orang yang memakai setelan jas wanita yang menambah penampilan nya seperti bos-bos terkenal.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Maaf ya gyus....baru update. Tetap semangat. Soalnya lagi sibuk banget. Tapi kalian jangan tinggalkan tempat ini, ya. Karena tanpa kalian Cia dan Alex nggak bakalan menikah. Hehehe. Maaf ya, Lex. Pernikahan Lo, gue tunda, dulu. Selesaiin dulu, masalalu, Lo yaaaaa. Bye......💜💜...

__ADS_1


__ADS_2