
Seorang laki-laki menghampiri Cia yang sedang menunggu sang supir menjemputnya. Padahal Cia sudah bilang untuk menunggu, tapi sang supir katanya ban mobilnya kompes jadi harus mencari bengkel.
Dengan terpaksa Cia harus menungu. Namun, ketika hendak kembali masuk kedalam Café. Bunyi klakson mobil membuat Cia memandangnya
“Siapa, sih?” Tanya Cia dengan menajamkan matanya.
Pintu mobil tersebut terbuka menampilkan seorang laki-laki memakai kacamata hitam. Cia menahan tawa karena laki-laki tersebut benar gila akibat memakai kacamata hitam dimalam hari.
“Ayo naik, aku antar” ucap laki-laki tersebut dengan membuka kacamatanya kemudian digantungkan di kerah bajunya.
Melihat itu membuat Cia memutar bola matanya jengah. “Kenapa, lo lagi, sih. Pasti lo ngitilin gue, ya!. Atau lo mau balas dendam sama kejadian di lampu merah?. Oke,,kalau itu masalahnya, gue minta maaf, oke!.” Ucap Cia kepada orang yang didalam mobil itu kemudian meninggalkannya dan masuk kedalam café tersebut.
“Gue nggak ngikutin lo. Kita ini jodoh. Kita bertemu lebih dari tiga kali dan ini keempat kalinya dan untuk kelima kalinya lo akan menikah dengan gue!” teriaknya membuat orang-orang yang mendengar teriakannya tertawa.
Mungkin mereka berpikir bahwa laki-laki di dalam mobil itu sedang ditolak oleh seorang perempuan. Mereka yang tau bahwa laki-laki itu adalah Alex, si Ceo tampan langsung menyebarkan berita tersebut kedalam media social. Dengan Tag Ceo tampan di tolak, siapa perempuan yang berani menolak Ceo tampan tersebut.
Berbagai pertanyaan dan asumsi mereka buat dengan salingan mengometari. Bahkan ada yang menyayangkan cara melamar si Ceo tampan yang kurang romantic. Dan hal itu membuat orang yang bersangkutan tidak ambil pusing.
Namun, justru teman dari laki-laki itulah yang tertawa membaca artikel dan berita tersebut. Berbagai ucapan selamat terkirim dari ponselnya membuat si Ceo tampan itu melempar ponselnya “Shi*t” umpatnya.
Laki-laki itu, Alex. Masih tetap berdiam diri pada posisinya. Namun, sekeblet pikirannya menjurus untuk menelpon sekretarisnya. Dia pun mencari ponsel yang dilemparnya tadi. “Shi*t, ponsel bang*sat dimana diri lo. Jangan sembunyiin dari gue anji*.” Umpatnya dengan mencari ponselnya di belakang.
“Cari informasi lengkap dari gadis yang kita temui di lift. Palin lambat besok pagi”teleponnya kepada seketarisnya yang langsung diiyakan oleh seketarisnya.
Setelah selesai menelpon dirinya dengan segera pergi meninggalkan tempat itu, setelah melihat gadis itu memasuki mobil yang menjemputnya.
__ADS_1
Pagi terasa kembali hadir membawa hal yang baru. Tidak seperti kemarin. Hari ini Cia sangat bahagia. Tentunya, karena si cimoy, mobilnya yang kemarin disita untuk diperbaiki sudah kembali bertengker di garasi rumahnya.
“Terima kasih, pa. Cia sayang banget dengan papa. Terima kasih karena udah ngebaliin mobil kesayangan Cia, muach.” ucap Cia yang nelpon sang papa yang sudah berada di kantor.
Kemarin karena pulangnya malam, Cia nggak sempat bercengkrama dengan sang papa, kecuali kemarin di perusahaan sang papa.
“Iya,,kamu jaga tuh,,,mobil dengan baik-baik. Jangan dipakai balapan lagi. Kalau sampai balapan lagi papa tidak akan menyita mobil itu. Tapi, akan papa jual.” Ujar sang papa di sebrang.
“Iya, pa. Lagian Cia udah nggak kontakan lagi dengan geng mobil” ucap Cia yang membuat sang papa hanya mengiyakannya..
“Nanti pulang kerja. Kamu ke perusahaan papa, ya?. Soalnya ada yang mau kenalan dengan kamu” ucapsang papa di sebrang.
“Baiklah, pa. Cia mau berangkat kerja dulu. Papa jangan lupa makan dan istirahat, ya. Lagian di perusahaan kan sudah ada daddy, pa” ucap Cia membuat sang papa terkekeh dan mengiyakannya.
Setelah berbicara melalui sambungan telepon dengan sang papa, Cia turun untuk makan bersama. Dan dilihatnya Utaya dengan pakaian lengkapnya.
“Gue hari ini mau kembali ke Amerika. Soalnya pekerjaan gue menunggu. Dan gue sudah tanda tangan kontrak, lo tau kan itu?. Ini aja gue minta jatah libur, gue seminggu lalu” ucap Utaya membuat Cia mengangguk.
“Maaf ya. Gue nggak bisa nganter. Lo tau kan gue baru kerja kemarin, jadi nggak enak rasanya langsung minta izin, dan lagian gue kan nggak diakui sebagai anak pemiliki tempat kerja gue” ucap Cia dengan melirik sang mommy dan daddy yang makan dengan anteng.
“Tenang aja, masih ada kita yang akan antar, tuan putri kita menuju bandara” ucap Jeo dengan santainya.
“Idih gayaan kalian bolos. Kalau bolos mau ngapain, balapan atau tawuran?” ucap Cia membuat si kembar tersenyum karena kakaknya.
“Kamu mau belajar bolos?”ucap sang mommy dengan memandang anaknya itu.
__ADS_1
“Ya,,kan kita izin, mom. Lagian kayak mommy nggak pernah aja. Bolos ketika sanak saudara datang kerumah” seloroh Geo yang mendapatkan tatapan tajam dari sang mommy.
“Nggak usah,,kalian sekolah aja yang bener. Kan sudah ada tante dan om yang nganterin” lerai Utaya membuat si kembar mendesah pasrah.
Walaupun Jeo itu kalem, irit bicara tapi nakalnya sama dengan saudaranya yaitu Gio sama-sama suka bolos jam pelajaran. Dan tentunya Cira sudah wanti-wanti menasehati tapi tetap saja. Untung mereka pintar kalau nggak udah di damprat dari sekolahnya.
“Mommy, boleh ya?” melas Gio membuat sang mommy hanya menggelengkan kepalanya. Dan hal itu membuat si kembar menghela nafas dalam.
“Sudah,,,kalian sekolah aja dulu yang rajin. Siapa tau kalian bisa kuliah juga di sana” semangat sang Oma membuat jiwa semangat si kembar bangkit.
“Cia berangkat dulu. Selamat pagi untuk kalian semua.” Ucap Cia mencium mereka semua “Nanti sampai disana kabari, ya. Dan lo jangan ngajak di prajurit itu ke kamar” bisik Cia diakhir kalimatnya membuat Utaya terkekeh dan mengangguk.
“Cia bawa mobilnya, hati-hati ya. Ingat jangan ngebut.” Nasehat sang daddy karena putrinya akan kembali membawa mobil.
“Iya, dad” ucap Cia meninggalkan ruang makan menuju mobilnya.
“Hallo sayang ku cimoy,,,,,saat nya kita membelah jalanan!” seru Cia ketika memasuki mobil kesayangannya itu.
Cia membelah jalanan yang padat dengan senandung riang yang ditemani oleh lagu kesukaannya. Membuat semangatnya naik dua kali lipat. Cia mengendarai mobilnya dengan penuh perasaan yaitu pelan namun cepat atau standar.
“kapan-kapan kita balapan yuk,,,sayang” ucap Cia kepada mobilnya. “Eh,,,disini masih ada nggak ya,,buku kontak gue” monolog Cia membuka laci mobilnya. Dan yang dicarinya ternyata masih ada “Untung masih ada” ucap Cia kemudian menutup kembali laci mobilnya.
.
.
__ADS_1
.
.