
Pagi ini kamar Alex dan Cia kembali ribut. Bukan ribut seperti malam tadi. Namun, sekarang ribut akibat ulah si kembar. Yang tidak ingin lepas dari Alex yang terus menempeli Alex kemanapun dia melangkah karena mereka memeluk kaki Alex.
"Rehan!!. Regan!!. Papa kalian mau mandi. Lepasin dulu kaki papa nya!" teriak Cia yang kesal lama-lama dengan tingkah kedua bocah itu yang justru sekarang terkikik geli.
"No,,mama. Kami hanya mau papa nggak ke kerja. Mama tau kalau hari ini papa akan bertemu dengan wanita cantik dan seksi. Jadi kami menjaga papa untuk mama" ucap Mereka membuat Alex terkekeh sedangkan Cia sudah memasang wajah garang sejak tadi.
Dia sebenarnya tau akal bulus kedua anaknya itu. Sengaja dia mematik api supaya nanti mereka diajak ke kantor bersama sang papa dan tentu saja untuk melihat cewek cantik di kantor sang papa. "Mama nggak perduli. Sekarang kalian lepasin papa atau mau mama hukum untuk diam di kamar aja seharian?!" ucapan Cia membuat si kembar saling pandang kemudian mereka berdua mengangguk dan melepaskan pelukan nya di kaki sang papa.
"Kalau begitu kalian ikut saja ke kantor. Biar tau benar tidak Papa mau bertemu cewek cantik disana" ucapan Alex bagaikan hujan di tanah tandus membuat si kembar mengangguk senang. Sedangkan Cia mendengus sebal.
"Baiklah papa. Kami mau pakai baju dulu" ucap mereka kemudian langsung ngebirit pergi.
Cia dan Alex hanya bisa menghela nafas saja. Melihat kelakuan anak mereka. "Mas kamu dulu waktu kecil gitu juga ya??" tanya Cia yang duduk di sisi ranjang.
Alex yang mendengar nya hanya bisa tertawa. "Aku tidak tau, sayang!" ucap Alex di dalam kamar mandi.
"Aku rasa, sih, iya. Terbukti sampai saat ini pun kamu masih suka tebar pesona" ucap Cia membuat Alex tertawa kembali.
"Karena aku tampan sayang. Jadi sudah sewajarnya aku pamer akan ketampanan yang aku miliki. Bahkan sekarang ketampanan ku menurun pada si kembar. Dan kamu tau itu, sayang!" ucap Alex.
"Terserah, kamu aja, lah mas." ucap Cia kemudian menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.
"Papa mama!!!" teriakan si kembar dengan menggendor atau lebih tepatnya menendang pintu kamar kedua orang tuanya. Membuat Cia mencebikan bibirnya.
"Kalian bisa pelan-pelan tidak!!. Mama dan papa tidak akan kemana-mana" sewot Cia membuka pintu dan langsung dihadiahi senyuman manis dari si kembar.
Kemudian masuk tanpa permisi. "Ayo,,papa kami sudah siap!!" serunya dengan memamerkan gayanya yang sudah sangat tampan. Keturunan Alex memang sangat percaya diri batin Cia yang melihat bagaimana tingkah anaknya itu.
"Wah,, anak-anak papa. Tampan-tampan sekali!!" ucapnya dengan membenahi pakaiannya anaknya agar semakin terlihat tampan.
__ADS_1
Ini biasanya kalau punya anak laki-laki, seharusnya kan nempel nya ke ibunya atau nggak mereka merebutkan ibunya bersama sang ayah. Tapi ini malah aku dan anak-anak yang memperebutkan perhatian Alex batin Cia membuat nya geli sendiri.
"Ayo,,Papa sekarang kita berangkatnya!!" ajak si kembar menarik tangan papanya.
"Bentar sayang. Papa belum pakai baju. Kalian mau nanti papa di ketawai?. Dan tentunya papa kalian akan di rebut sama cewek cantik, disana" ucapnya dengan mengedipkan mata kearah Cia yang justru tidak diperdulikan oleh nya.
"Owh,,baiklah. Kami tunggu di ruang makan, ya pa. Byeee mama" ucapnya membuat Cia ingin sekali memukul wajah tengik anak-anak itu. Tapi dia kembali di ingat oleh bagaimana sakitnya mengeluarkan kedua bocah itu.
"Kamu jangan cemberut gitu, dong sayang" goda Alex yang memeluk tubuh Cia kemudian memberikan ciuman di area leher Cia.
"Mas,,apasih,,sana pakai baju. Keburu anak kesayangannya kamu itu ngamuk" ucap Cia dengan kesal menepis kasar tangan Alex yang memeluknya.
"Oh,, ternyata sedang cemburu, ya?" goda Alex kemudian membalikkan tubuh Cia dan mencium bibir yang sejak tadi cemberut.
"Papa!!!" teriakkan itu membuat kedua pasangan itu tertawa. Karena kedua bocah kembar itu selalu menganggu nya.
"Mereka ganggu banget, ya?. Apa perlu kita kirim ke Jeo sama Gio, ya?. Supaya kita bisa berduaan. Aku kangen banget berduaan dengan kamu" ucap Alex yang menjatuhkan kepalanya di pundak Cia membuat Cia memeluk Alex dengan gemas.
Sesampainya di depan mobil. Kedua bocah itu sudah memasang wajah ditekuk dengan tangan bersidekap dada. Menatap sinis papa dan mama nya yang lama.
"Heh,, anak-anak papa kenapa cemberut begini, sih?" tanya Alex memasuki mobil membuat Cia yang melihat nya terkekeh pelan.
"Kami sedang marah dengan papa" ucapnya dingin.
"Baiklah, kalau kalian marah dengan papa. Berarti main ke kantor papa batal, dong?" ucap Alex mendapatkan teriak tidak dari si kembar kemudian segera mencium pipinya.
"Mama juga ikut?" tanya Rehan.
"Nggak, mama mau mampir ke butik aja" ucap nya membuat si kembar mengangguk.
__ADS_1
Setelah mengantar Cia ke butik. Sekarang Alex sedang menuntun si kembar untuk masuk kedalam perusahaan. Dan dari dalam mobil mereka berdua sudah pasang gaya bak artis yang berjalan di red karpet.
Tangannya melambai menyapa para karyawan sang papa yang cantik-cantik yang menatap mereka kagum dan gemas. Alex yang melihat tingkah mereka berdua hanya geleng-geleng kepala saja.
"Wow,,,pa. Temen-temen papa cantik-cantik banget. Bahkan tadi Regan liat itu ada yang seksi" ucap nya membuat Alex menggeleng kan kepala. Ini pasti ulah si Gio yang meracuni pikiran mereka batin Alex.
"Kakak cantik!!!" seru si kembar ketika melihat seseorang yang duduk manis di kubikel nya membuat Alex menahannya agar bocah itu tidak lari-lari.
"Kalian mau kemana, lagi?" tanya Alex membuat si kembar cengengesan.
"Mau cari kakak cantik, pa. Boleh, ya??" ucapnya dengan menampilkan Poppy eyes.
"No,,kakaknya lagi kerja. Kalian tidak boleh ganggu" ucap Alex membuat kedua bocah itu mendengus kesal.
Sementara gadis yang dipanggil oleh si kembar. Cuek saja. Karena dia tidak tau siapa yang si kembar panggil kakak cantik itu dan kembali berkutat dengan pekerjaan nya.
Alex membawa si kembar untuk menaiki lift menuju ruangannya. Di dalam lift kedua bocah itu tak berhenti untuk tidak berdecak kesal. Sontak saja membuat Alex tersenyum menahan tawa.
"Ayo,, masuk. Katanya mau menemani papa kerja. Kok, wajahnya di tekuk gitu, sih" ucap Alex membuat kedua bocah itu tetap pada posisinya. Ngambek.
Sesampainya di ruangan mereka di sambut oleh si kembar jahil itu siapa lagi kalau bukan indukan dari bocah yang merajuk itu. Gio dan Jeo. Entah mengapa mereka berdua ada disini.
"Om Gio,,,om Jeo!!" teriak mereka berlari kearah sang paman.
"Aduh,,Ucul sama Ucil nya paman, ganteng banget. Ada pesta apa??" tanya Jeo kemudian menciumi pipi kedua ponakannya itu.
"Om kalau di sini jangan panggil Ucul atau Ucil dong,, kita kan jadi malu." ucap Sang Kakak Ucul membuat mereka semua tertawa yang mendengarnya.
"Lho,,itu kan nama kesayangan om untuk kalian yang memang lucu dan jahil. Jadi kalian akan tetap om panggil Ucul dan Ucil" sergah Gio membuat Rehan dan Regan mengangguk saja.
__ADS_1
Setelahnya Si bocah kembar itu ingin ikut dengan pamannya yang menjanjikan mereka mainan baru dan ke mall yang banyak ceweknya. Alex ingin melarangnya. Namun, melihat wajah kedua bocah itu membuat nya tidak tega dan mengiyakannya.