Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Bau Ketek


__ADS_3

Sekarang mereka sedang melakukan check out. Taukah kamu bahwa sekarang Alex sedang tersenyum sangat senang. Bahkan Cia yang melihat nya bergendik ngeri. "Kamu kenapa, sih?. Dari tadi senyum-senyum mulu?. Kamu suka ya,,sama pegawai hotelnya?" tanya Cia membuat Alex terkekeh.


"Iya,,suka sama pelayanan yang tadi dikamar mandi" ucapnya spontan membuat resepsionis yang mendengarnya hanya malu-malu saja.


Sementara Cia menatapnya tajam. Dirinya sangat malu apalagi melihat raut wajah sang resepsionis yang malu. Terkadang Cia bingung. Bukannya sudah sering mereka mendengar hal itu. Mengingat banyak orang ke hotel untuk hal itu.


"Terima kasih, karena sudah menginap di hotel kami" ucap sang resepsionis.


Alex menggandeng tangan Cia erat. "Terima kasih" ucapnya seraya mencium tangan yang digenggamnya.


"Hm" balas Cia membuat Alex berhenti dan berbalik menatap Cia.


Melihat itu Cia mengerjitkan dahinya karena bingung dengan tingkah Alex "Kenapa?" tanya Cia menatap mata Alex.


Cup. Dasar Alex tidak tau malu ini didepan gedung hotel dan ramai oleh para tamu. Dan dia dengan seenaknya mencium istrinya. Urat malunya sudah hilang bersamaan dengan air bak mandi yang keluar akibat ulah mereka tadi.


"Ish,,malu tau" ucap Cia yang dibales kekehan olehnya. Dan masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka.


"Selamat datang. Dan selamat menikmati bulan madunya, Mr. and Mrs. Killer" sapa sang supir. Alex hanya mengangguk saja sementara Cia tersenyum kepada sang supir. Karena sesungguhnya dirinya tidak mengerti bahasanya.


"Dia ngomong, apa?" bisik Cia kepada Alex yang mulai memejamkan matanya.


"Nggak tau" balas Alex membuat Cia berdecak.


Karena bosan dengan tanggapan Alex. Dirinya memilih untuk bermain ponsel dan melihat Instagram nya siapa tau ada cowok ganteng yang lewat dan mengajaknya kenalan. "Wow!!" ucap Cia yang sedikit tinggi.


Dan tentu nya itu menjadi daya tarik Alex untuk melihat aktivitas apa yang dilakukan sang istri. Alex mengerjitkan dahinya melihat gambar tubuh polos seseorang dengan perut kotaknya membuat Alex cemburu dan mengambil paksa ponsel Cia "Ish,,kembalikan ponsel aku" ucapnya dengan menatap Alex tajam.


"Buat apa kamu lihat yang begitu?. Tadi pagi kan udah liat bahkan kamu bisa pegang dia!" ambigu Alex yang sudah jelas Cia tau maksudnya. Tapi mau bagaimana lagi, matanya terlalu suci jika tidak melihatnya. Bahkan untuk melirik saja matanya seakan terbuka lebar.

__ADS_1


"Kan beda.." ucap Cia terjeda.


"Beda apa?. Perlu aku buka sekarang biar kamu liat keganasan kamu tadi pagi?. Dan sekarang kamu bilang beda. Iya memang beda, punya aku bisa kamu rasa tapi yang ini nggak bisa kamu rasa kan?. Jadi jangan lihat ini. Kalau kamu mau bilang saja. Aku dengan suka rela memberikan nya. Atau nggak tangan kamu aja yang dimasukin. Kamu raba,,aman kan?" ucap Alex yang untuk tidak dimengerti oleh sang supir yang saat ini sedang puas melihat perdebatan mereka.


Cia bingung mau jawab apa. Masalahnya itu benar. Salahkan saja Alex yang membuat nya liar. Karena telah menggigit nya jadi anggap saja Cia sedang balas dendam kepada Alex. "Pokoknya kembaliin!!" ucap Cia seraya mengambil ponsel dari tangan Alex yang sudah menjauhkan ponsel Cia dari sang pemiliknya.


Karena jarak mereka dekat, membuat Alex berpikir yang jahil. Greb. Kepala Cia masuk kedalam baju Alex. Membuat Cia meronta sementara Alex semakin memeluknya agar tidak bisa lepas. "Sekarang rasakan lah,,roti sobek itu" ucap Alex membekap Cia yang memberontak.


Melihat itu sang supir hanya bisa menahan tawa. "Alex ketek kamu bau!!" teriak Cia didalam baju Alex.


"Wangi, kok. Hidung kamu aja yang bermasalah" ucap Alex dengan mengangkat tubuh Cia di pangkuannya.


"Alex malu,,masih ada supir" ucap Cia membuat Alex terkekeh.


"Maaf, istri saja lagi ngidam bau ketek" ucap Alex kepada sang supir dengan bahasanya. Cia yang tidak mengerti hanya mampu diam saja.


"Alah,,,tadi aja kamu ketagihan. Sekarang bilangnya bau. Gengsi" ucap Alex membuat Cia melotot memandanginya.


"Itu beda. Aku lagi nggak sadar" keles nya.


"Terus sekarang lagi sadar, gitu?"


"Iya,,kamu turunin aku dulu. Nggak enak sama bapaknya. Enggak sopan" bisik Cia. Namun, dasarnya aja Alex jahil. Dia justru mencium bibir Cia dan memperdalamnya dan jangan lupakan Alex untuk menghidupkan pembatas mobil agar sang supir tidak melihat adegan yang semi panas itu.


"Alex" ucap Cia disela kulu*man Alex. Cia salah telah membangkitkan sang adik. Akibat gerakan implusif nya.


Alex merasakan hawanya panas. Akhirnya melepaskan ciumannya. "Bang*sat. Aku udah nggak tahan, sayang" umpatnya.


Dia kesal dengan dirinya padahal hanya ciuman biasa saja mampu membangunkan adiknya. Atau karena dia belum di asah makanya cepat terangsang?. Batin Alex berusaha mengatur nafas dan pikiran nya agar kembali sejernih air diiklan.

__ADS_1


Sementara Cia melihat Alex. Kasihan. Namun, dia takut membuat kesalahan lagi dan berakibat terjadi unboxing hadiah didalam mobil.


"Sabar yaa. Sebentar lagi sampai, kok" ucap Cia membelai rahang tegas Alex yang dibalas anggukan.


"Mau peluk aja boleh?" tanya Alex yang langsung diangguki oleh Cia.


Seperti itu rutinitas mereka. Maklum saja mereka masih pengantin baru 1 bulan dan itupun belum unboxing. Hanya baru setengah hadiah saja yang terbuka belum ke hadiah inti.


Setelah perjalan yang dipenuhi oleh perdebatan, tawa dan bahkan nafsu itu. Kini mereka sudah berada didalam kamar hotel yang langsung menuju lautan atau lebih tepatnya mereka berada di tengah pantai.


Cia berulang kali berdecak kagum dengan keindahan tempat ini. Cia menyebut tempat ini seperti rumpun penjaga ikan. Bagaimana tidak view nya pantai yang membiru bersih menyejukkan mata memandangnya.


"Indah, ya" ucap Alex yang memeluk Cia dari belakang yang sedang memandang indahnya laut dari jendela. Sontak saja diangguki olehnya. "Jujur saja. Sampai saat ini aku masih nggak percaya kalau bisa nikah sama kamu" ucapnya lagi membuat Cia berbalik.


"Ada apa?" tanya Cia.


"Aku merasa bersalah banget sama, Excel. Sudah ngerebut kamu dari dia" ucapnya sendu.


"Kamu hanya menjaga merebut jodohmu saja. Justru aku yang merasa bersalah karena telah membuat kamu harus bersabar dalam menghadapi aku" ucap Cia yang membelai wajah Alex. "Maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk kamu. Bahkan untuk mengatakannya saja bibir ku masih kelu. Aku harap kamu akan setia menunggunya" ucapnya lagi yang diangguki oleh Alex.


"Sekarang kita nikmati aja,,liburan kita. Aku nggak mau kamu terbebani. Anggap saja kita liburan. Jangan terbebani dengan kata honeymoon kalau memang kamu belum siap. Aku masih bisa kok, menahannya. Apalagi, masih bisa bermain dengan ini" ucapnya seraya meraba sesuatu yang menonjol mengenai dadanya.


"Ish,,nggak,,ya. Kalaupun kamu mau kita bisa sekarang" tantang Cia membuat Alex terkekeh.


"Nanti malam kita dinner, yuk" ajak nya yang diangguki oleh Cia. Bahkan saking semangatnya Cia mencium pipi Alex sebagai ungkapan terima kasih.


"Cuma di pipi aja?" ucap Alex tidak terima.


"Dicicil dulu. Sisanya nanti" ucap Cia yang memeluk tubuh Alex dengan sangat erat merasakan kenyamanan yang sangat nyaman sampai membuatnya terlena akan segala hal.

__ADS_1


__ADS_2