Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Sama Saja.


__ADS_3

Esok telah berlalu hari ini, sesuai dengan ucapan dari Alex. Kedua orang tuanya akan datang sore ini. Bahkan Cia seolah dikurung oleh Mommy dan Daddy nya.


"Ish,,,kenapa gue malah dikurung, sih" gerutu Cia yang kesal karena tidak bisa berpergian.


"Ini makan kamu" ucap Mommy yang membawakan makanan untuk Cia.


"Mom, kenapa sih,,Cia harus dikurung. Kayak anak kecil aja, tau." protes Cia membuat sang mommy dengan menatap tajam wajah sang anak.


"Kamu yang memang anak kecil. Nanti pasti kabur lagi kan. Mommy dulu juga gitu, bahkan cerita mommy lebih abstrak dari kamu." ucap Cira yang menostalgia terhadap masalalunya.


Hal itu membuat Cia tertarik dengan kisah mommy dan daddynya itu "Ayo,,mom cerita" ucap Cia yang semangat. Dengan memangku makanannya.


"Mommy dinikahkan oleh Daddy karena sebuah salah paham di kantor Daddy mu itu." ucap Cia dengan nada kesal mengingat kejadian ke salah pahaman yang terjadi.


"Kok, bisa?. Memangnya mommy dan Daddy ngapain di kantor?" tanya Cia yang penasaran.


"Ini karena mommy kelilipan terus Daddy kamu bantu niupin kan. Tapi malah dikira ciumannya dan melakukan hal yang senonoh. Dan mommy bahkan dimarahi oleh kakek kamu itu." ucap Cira yang kesal dengan tingkah Cia.


"Beneran?. Wah,,,kakek parah sih. Kalau Cia jadi mommy sudah tak jitak aja itu si Daddy yang mesum" ucap Cia yang heran dengan sikap daddynya.


"Iya,,tau nggak bahkan Mommy dan Daddy mau dinikahkan pada saat itu. Untung nggak jadi" ucap sang mommy. Membuat Cia tertawa. "Bahkan mommy kesal dengan kamu. Yang asal panggil mommy sembarangan" protes Cira dengan mendengus.


"Yaa,,,kan Cia pikir itu mommy Cia. Soalnya Daddy hanya memberikan gambaran secara verbal aja" ucap Cia dengan memasukan kembali makanan ke mulutnya.


"Ish,,,mommy sampai di ejek oleh om Andal dan Tante Wati tau" ucap Cira.

__ADS_1


"Tapi mommy jadi juga kan nikah dengan Daddy akhirnya. Kalau jodoh nggak akan kemana, mom..." ucap Cia yang justru menggurui sang mommy.


"Berarti kamu juga harus menerima pernikahan ini, dong. Kan kata kamu kalau jodoh nggak kemana" telak sang mommy membuat Cia hampir tersedak minumannya.


"Tapi kan ini beda, mom...." ucap Cia membuat sang mommy kesal.


"Sama saja. Kan kemarin kamu sudah dikasih petuahkan sama Oma Ega?. Jadi sekarang kamu coba berusaha menerima yang terjadi. Nanti akan ada hikmah nya dibalik ini semua. Percaya, deh sama mommy" ucap Cira dengan menggenggam tangan putrinya itu. Karena dia juga pernah berada di posisi anaknya itu.


"Baiklah, mom. Cia akan berusaha untuk menerimanya" balas Cia membuat sang mommy tersenyum dan memeluk tubuh Cia.


"Mommy senang mendengar nya. Terima kasih karena sudah mau menerima perjodohan ini. Mommy akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Walau mommy tau bahwa di dalam perjalanan menuju pernikahan dan sesudah pernikahan akan terdapat beberapa masalah. Tapi hadapi dengan sikap yang dewasa dan selalu berkomunikasi. itu yang terpenting" petuah Cira membuat Cia mengangguk paham.


"Ish,,,mommy. Cia kan belum menikah. Ini baru tunangan privat aja." balas Cia yang melihat Mommynya yang sudah mau mewek.


"Ish,,,tapi kan mommy terharu" balas Cira yang membuat mereka tertawa bersama.


"Mami papi!!" ucap Alex yang memeluk mereka membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Kamu ngapain pakai baju kayak gini. Mau jadi penguntit, ya?" tanya sang mami dengan memukul lengannya.


"Ish,,,Alex kan ingin biar nggak dikenali sama orang-orang" balas Alex.


"Sudah,,ayo pulang. Papi capek" ucap Papi Alex yang menuntun mereka agar tidak menjadi bahan perbincangan orang lain.


Didalam mobil, Alex membawa orang tuanya menuju penginapan mereka yang dekat dengan villa keluarga Aditama. "Kamu serius dengan Cia, Lex?" tanya papinya membuat Alex yang sedang duduk di samping supir mengangguk.

__ADS_1


"Papi tau kan?. Kalau dulu Alex pernah berjanji menikahi Cia. Waktu di pesta ualang tahun pernikahan Om William?" tanya Alex membuat sang papi mengangguk. Mengingat aduan anaknya itu yang mengatakan akan menikahi anak dari teman rekan bisnisnya itu.


"Tapi itu kan masih sangat kecil, Lex. Bahkan Cia aja melupakan kamu" ucap sang mami membuat Alex terdiam.


"Nanti Alex akan ingatkan dia secara perlahan" balas Alex membuat sang papi dan mami nya hanya bisa mengangguk untuk menyetujui keputusan anaknya.


"Baiklah,,mami sama papi tau kamu nggak pernah pacaran dengan orang, karena kamu ingin menikah dengan Cia, kan?. Dan rumor di media itu hanya bualan media untuk mendongkrak popularitas nya. Kalau kamu serius dengan Cia. Jaga dia" nasehat sang mami membuat Alex tersenyum senang karena di support oleh sang mami.


"Terima kasih mami dan papi karena selalu mensupport Alex dalam keadaan apapun itu. Semoga nanti Alex juga bisa mendidik anak-anak Alex sama seperti mami dan papi mendidik Alex" balas Alex membuat kedua orang tua justru tertawa mendengar ucapan anaknya.


*Terus sekarang kamu sudah siapin, apa aja buat lamaran privat kita ini?. Kenapa nggak langsung nikah aja, sih. Mami kan sudah ngebet pengen punya cucu dari kamu, tau..." ucap Sang mami membuat Alex terkekeh.


"Doa kan secepatnya, mam" balas Alex. Sedangkan sejak tadi sang papi hanya diam saja menikmati percakapan ibu dan anak tersebut.


Sesampainya di penginapan mereka hari sudah sore dan hal itu membuat mami Alex misuh-misuh karena waktunya sudah mepet. Bahkan dirinya belum mengecek untuk barang seserahan yang sudah Alex siapakan.


"Kamu beneran sudah siapin semuanya kan?" tanya sang mami yang memastikan nya lagi. Dan kembali dibalas anggukan oleh Alex.


"Kamu ini kenapa, sih. Selalu dadakan aja ngasih info. Mami kan jadinya nggak bisa menyiapkan barang yang mesti dibawa buat lamaran" protes sang mami yang kini sedang di make up oleh penata rias yang sudah dipanggilnya sebelum sampai di Indonesia. Namun, tidak jadi akibat rayuan dari Alex.


"Yaa,,,Alex kan maunya menyewa jasa orang tua. Soalnya mami dan papi kan sibuk" balas Alex dengan santainya yang membuat sebuah blush on mendarat di pangkuannya.


"Sudah sana. Kamu keluar. Mommy mau ganti baju dulu" ucapnya membuat Alex mengangguk.


Setelah menunggu sang ratu akhirnya keluar dari istananya. "Ternyata anak mami ganteng banget, ya" ucapnya menelisik penampilan Alex yang memakai jas. Padahal dia sudah biasa berpakaian begini. Tapi, entah mengapa maminya itu tumben memuji.

__ADS_1


"Anak papi juga mam. Kan buatnya sama papi" ucap suaminya yang datang dari arah belakang. Karena tadi harus menerima panggilan dari sekretaris nya itu.


"Iyaa,,,anak papi dan mami" balas sang istri membuat kedua laki-laki itu tertawa. Dan menyusulnya yang sudah keluar dari penginapan.


__ADS_2