
Tanpa terasa sudah berganti bulan dan hari ini adalah gajian untuk para pekerja. Semua sangat antusias, menyambut hari ini. Bahkan Cia pun tak kalah senang dan semangatnya. Tanpa terasa dirinya bekerja sudah sebulan lamanya.
Walau keseringan dia isi dengan mengeluh bilangnya capek, lelah dan penat. Namun, tetap dia jalankan dengan baik, dan pasrah yang menjadi syukur.
“Hari ini kita party, gyus…!” teriak salah satu rekan kerja Cia setelah membaca notifikasi masuknya gajian mereka melalui bank mobile mereka.
“Ayo!!” timpal yang lainnya dan mereka dengan cepat bekerja agar bisa pulang lebih cepat dan melakukan kegiatan party mereka.
“Cia kamu dipanggil, untuk menghadap ke ruangan direktur” ucap seniornya yang keluar dari bilik nya.
“Ada apa mbak?” Tanya Cia. Namun, digelengi oleh seniornya. Membuat Cia mengangguk dan pergi keruangan direktur.
Tok Tok Tok
Cia mengetuk pintu ruangan tersebut dan langsung disambut oleh teriak dari dalam menyuruhnya masuk. Cia masuk dengan pelan-pelan penuh kekhawatiran dan mengingat apa kesalahannya.
“Ayo,,nak Cia silakan duduk” ucap direktur membuat Cia duduk di kursi yang ada didepannya itu.
“Ada apa ya, pak?” Tanya Cia membuat direktur itu mengangguk dan kemudian menyerahkan amplop kepada Cia.
“Surat rekomendasi pemberangkatan ke Inggris?. Untuk apa Pak?. Saya kan cuma tim produksi. Kenapa saya harus ke luar negeri, pak?” Tanya Cia penuh Tanya dan kembali membaca isi surat yang diberikan tersebut.
“Iya, saya percaya sama kamu. Ada salah satu keluarga berpengaruh disana, yang ingin melakukan kerja sama dengan pihak kita. Jadi karena kamu anak dari pemilik perusahaan ini. Dan kualifikasi kamu juga sangat bagus. Saya harap kamu menerima hal tersebut” ucapnya seakan tidak membiarkan dirinya untuk menolak hal tersebut.
Cia menghela nafas. Padahal dirinya baru berkerja selama sebulan, dan sudah dibebankan hal tersebut “Tapi pak. Kan ada senior yang lebih kompeten lagi dalam hal ini” balas Cia berusaha mengajukan banding.
“Mereka sudah memiliki tugas untuk bulan depan, Cia. Dan hanya kamu yang saya percayai dalam mengurus hal ini. Disana kamu tidak hanya sendiri, tapi bersama desainner perusahaan. Mengingat ini sangat penting perkembangan perusahaan” balasnya membuat Cia mengangguk.
__ADS_1
“Baiklah, pak. Untuk waktunya kapan ya pak?” Tanya Cia membuat sang direktur mengangguk sangat senang.
“Pemberangkatannya sekitar 4 hari lagi. Nanti kalian akan bertemu di bandara” ucapnya membuat Cia mengangguk.
“Baiklah pak, saya permisi” pamit Cia, meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah lesu. Sehingga ketika sampai di ruangnya rekan kerjanya merasa khawatir dengan Cia yang dipanggil Direktur, apalagi dengan wajah sedihnya.
“Kenapa Cia?” Tanya seniornya yang sudah tidak tahan dengan kekepoannya terhadap apa yang terjadi di ruangan direkturnya.
Brug. Cia menjatuhkan kepalanya di meja dengan tangan mengangkat amplop yang langsung disambar oleh seniornya itu.
“What!!!” teriak seniornya membuat yang lainnya kepo. Sementara Cia tidak semangat untuk bekerja lagi. “Inggris?. Ini impian gue. Tapi gue jadwalnya bulan ini padet banget” keluhnya ketika mengingat pekerjaannya untuk bulan ini sangat padat. Padahal dia sangat ingin ke Inggris, melihat ratu elisabet.
“Beneran ke Inggris. Wah,,,selamat ya Cia” ucap semua rekannya.
“Hah,,,” hanya helaan itu saja yang terdengar dari mulut Cia. Tidak sebahagia yang lainnya ketika mendengar hal tersebut.
“Seandainya bisa ditukar, gue ingin kesana. Tapi itu pun hanya untuk liburannya” ucap salah satunya membuat mereka semua mengangguk, menyetujui ucapan temannya itu.
“Sama desainer perusahaan” balas Cia. Membuat mereka kembali heboh.
“Wah,,, lo sangat beruntung kawan, didampingi bintang di perusahaan kita. Hahaha” ucapnya membuat Cia penasaran terhadap reaksi rekannya itu.
“Memangnya kenapa, kan Cuma desainer saja?”ucap Cia dengan mengedikan bahunya cuek.
“Wah,,,lo nggak tau ya. Wajar sih. Lagian dia tidak pernah keliatan. Konon katanya dia berkerja dari rumah” balas rekan kerjanya yang berambut sebahu. “Dia itu katanya sangat tampan dan lo tau auranya pengen meluk erat” ucapnya lagi membuat Cia terkikik melihatnya memeragakan ucapnya.
“Kalian sudah pernah lihat. Hingga tau dia tampan?” Tanya Cia yang justru digelengi oleh mereka semua. Membuat Cia merasa tertohok. “Berarti belum terjamin ke tampanannya. Sudah ayo,,,kita berkerja” ajak Cia supaya rekan kerjanya itu berhenti memikir hal yang belum pasti.
__ADS_1
“Tapi motivasi kita disini adalah. Cowok tanpam adalah inspirasi dan motivasi” ucapnya membuat mereka semua tertawa
“Motivasi kalian sangat bagus” ucap Cia yang menahan tawanya.
Mereka tertawa sembari kembali bekerja menyelesaikan secepatnya pekerjaan mereka. Hingga tanpa terasa jam pulang pun tiba. Cia merenggangkan otot-ototnya.
“Ayo,,kita party” teriak disamping Cia. Membuat mereka semua yang bekerja juga meregangkang ototnya.
“Let’s gooooo” teriak mereka memenuhi ruang tersebut. Mereka bergegas untuk keluar dari perusahaan dan bersam-sama menuju tempat party. Mereka berpatungan uang dalam membayar maknanan nantinya.
Setelah sampai ditempat, mereka mencari tempat duduk yang bagus dan strategis untuk mereka melakukan party makan-makan. Karena mereka besok adalah libur akibat adanya tanggal merah yaitu libur nasional membuat mereka sepakat untuk minum-minum bersama.
Mereka makan dan bercengkrama bersama saling melemparkan candaan bersama sembari minum-minum minuman beralkhol. Cia tidak minum terlalu banyak mengingat dia harus menyetir mobilnya sendiri.
“Ayo…minum lagi” ucap rekan kerjanya yang wajahnya sudah memerah akibat mabuk. Dari mereka semua hanya setengah yang mabuk dan setengahnya lagi tidak.
Karena mereka yang tidak mabuk adalah rekannya yang sudah berkeluarga atau yang taat ajaran agama. “Mbak Cia, ini gimana bawa mereka?” Tanya salah satu rekan kerja Cia yang dua tahun di bawah Cia.
Karena hanya mereka yang saat ini masih bersama sementara yang lainnya sudah pulang. Tinggal dua orang pemabuk yang masih stay bersama mereka.
“Kamu tau rumah mereka?” Tanya Cia membuat gadis itu mengangguk. “Baiklah kita antar mereka” ucap Cia membuat gadis itu mengangguk.
Setelah mengantar rekan kerja pulang. Kini Cia sedang bersiap untuk pulang “Kamu tinggal dimana?” ucap Cia yang masih tersisa satu gadis yang sebagai petunjuk jalan mereka mengantarkan rekannya yang mabuk.
“Saya nanti berhenti di gang sana aja mbak” ucap gadis itu dengan mengarahkan tanganya mengarah ke sisi jalan yang meiliki gang yang sempit.
Cia memberhentikan mobilnya “Terima kasih mbak. Maaf merepotkan karena telah mengantar saya pulang” balasnya kemudian membuka pintu mobil.
__ADS_1
“Kamu berani melewati gang itu. Sepi dan tidak ada lampunya lho,,apalagi kamu perempuan kan?” Tanya Cia yang khawatir kepada rekan kerjanya itu. Namun, langsung digelengi olehnya. “Nanti kalau ada apa-apa hubungi aku saja ya?” ucap Cia kembali yang kembali diangguki dan ucapan terima kasih kembali terdengar.
Cia tidak langsumg pulang melainkan memandang gadis itu hingga dirasa gadis itu sudah aman.