Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Belum Halal


__ADS_3

Sudah dua hari kepulangan Alex dari rumah sakit. Dan selama itu pula Cia terus berada di rumah Alex. Akibat dari laki-laki itu ingin dirawat oleh calon istri nya. Orang tua Alex tentu saja mendukung siasat anaknya itu. Dengan dalih untuk mempererat hubungan dan saling mengenal.


Seperti sekarang ini. Alex tidak bekerja ke kantor hanya karena Cia sedang libur. Bahkan sejak matanya melek Alex terus menempeli Cia.


Masalah di rumah yang perkataan dokter, akhirnya diiyakan olehnya setelah Cia mengancamnya dengan membatalkan pernikahan mereka. Tentu saja, laki-laki tidak mau dan memilih untuk menceritakannya.


"Sayang,,,pengen makan mie,," ucapnya manja membuat Cia mendengus.


"Kamu bikin sendiri, deh. Aku lagi mager" ucap Cia yang masih pokus dengan layar lebar di hadapannya. Mereka sedang menonton Televisi. Dan kalian tau sekarang Alex sedang berbaring di pangkuannya dengan memainkan tangan Cia.


"Belum halal. Sudah ngebucin. Nggak malu sama lele yang jomblo diliatin sampai ngeces gitu?" seru sang mami dengan menunjuk seekor kucing Persia yang menatap mereka dengan termangu. Iya,,nama kucing itu adalah lele. Karena diambil dari nama majikannya Alex jadi panggilannya lele.


"Iri ya,,,Sono cari betina di rumah sebelah" usir Alex pada kucing itu yang langsung pergi meninggalkan mereka.


"Kamu ini manja banget, deh. Perasaan dulu kamu nggak manja gini kalau lagi sakit. Kasian Cia nya ngerawat kamu, terus. Padahal kan dia juga butuh istirahat, nanti Cia nya sakit" ucap sang mami sontak membuat Alex terbangun dan menatap Cia.


"Kamu capek, ya?. Sini aku pijitin aja. Nanti kalau kamu sakit kan aku jadi sedih" ucap Alex dengan tangan sudah memijit pundak Cia.


"Ish,,,geli,,,,. Geli jangan dipegang" balas Cia dengan menjauhkan tangan Alex yang dipundaknya.


"Ayo,,,sayang,,kita mall, aja. Disini sumpek,,ada orang manja bikin pusing" sindir mami Alex membuat Cia mengangguk dan segera berdiri menghampiri sang calon mami mertua.


"Yah,,,mami,,,calon istri Alex mau dimana kemana. Kan Alex masih sakit, mi" ucapnya dengan berusaha mendramatisir.


"Alah,,,alasan kamu, aja. Makanya segera nikah kan bisa manja-manja puas" tohok yang mami membuat Cia merasa tersentil hatinya.


"Yah,,kan kita lagi membangun kenyamanan dulu, mam" ucap Alex yang melihat raut wajah Cia.

__ADS_1


"Huh,,,alasan. Ayo,,sayang kita ke mall. Kita habiskan uang dia" ucap sang mami yang di tanggapi dengan anggukan oleh Cia.


Sang mami membawa Cia pergi ke mall. Dan saat ini Alex termangu diam di depan televisi. Apa gue cari tau orang itu, ya?. pikir Alex.


"Roy,,kirim semua file yang harus saya tanda tangani dan periksa hari ini" ucap Alex pada seseorang dibalik sebrang.


Alex menuju ke ruang kerjanya untuk mengerjakan tugasnya yang sudah dikirim oleh Roy. Alex hanya beralasan tidak bekerja. Karena dia memang ingin bersama dengan Cia.


Namun, pikirannya kembali nyalang jauh mengingat senyum manis Cia bersama laki-laki, yang bahkan Alex sendiri tidak melihat dengan jelas siapa laki-laki tersebut.


"Si*al. Pikiran itu kembali lagi" ucapnya membuat dia sesak. Kemudian meminum sebuah obat yang tersimpan rapat di sebuah laci kecil.


Setelah meminum itu pikirannya kembali tenang. Dan Alex dengan pokus kembali membaca setiap detail file.


Sementara di dalam mall. Kedua wanita beda generasi itu sedang berada di sebuah toko perlengkapan pakaian laki-laki. "Ini bagus tidak?" tanya sang mami yang meminta pendapat dari Cia.


"Bener juga. Makanya papi dan Alex sering nggak pakai gesper katanya perutnya kejepit saat duduk. Aneh kan?" ucap sang mami yang membuat Cia terkekeh. "Mami mau cari jas untuk papi. Kamu pilih, dah, untuk Alex. Tau kan ukuran?" tanya sang mami membuat Cia menggeleng. Aduh,,,Cia ukuran pakaian calon suamimu saja kamu tidak tau. Terus selama pendekatan Lo ngapain aja batin Cia meronta.


Mami yang membaca ekspresi Cia pun memaklumi nya "Ukurannya L kalau celana sesuai dengan model-model Korea gitu. Kamu tinggal bilang aja kayak song kang. Mereka paham, dah" ucap sang mami terkikik menjelaskannya.


Sedangkan Cia bingung memilih warna jas yang disukai oleh Alex. Hingga pandangan bertemu dengan jas yang berwarna navy sangat mencolok diantara banyaknya warna jas. Sehingga Cia memilih yang itu.


Cia mengambil jas itu dan membawanya kearah sang mami dengan senyum yang merekah karena mendapatkan jas yang bagus. "Wah,,,warna jas yang bagus" puji sang mami membuat Cia semakin melebarkan senyumnya.


"Mam, ini ukurannya udah pas kan??" tanya Cia yang langsung diangguki oleh sang mami.


"Ayo,,kita ke toko lain lagi,,mami juga sudah menemukan jas untuk papi" ucap sang mami.

__ADS_1


Mereka pun menuju ke kasir untuk membayarnya. Setelah itu mereka berjalan-jalan menyusuri setiap toko. Namun, pandangan Cia bertemu kembali dengan seseorang. Dan lebih naas nya lagi orang itu menghampiri mereka. "Eh,,kita bertemu lagi, kamu sedang belanja, apa?." tanya orang itu membuat Cia syok. Aduh,,, bagaimana ini batin Cia.


"Iya,,,ini sama mami" ucap Cia.


"Hallo Tante. Saya Excel temennya Cia" ucap nya memotong ucapan Cia.


"Owh,,,iyaa,,,saya mami mertuanya Cia" balas mami ketika menyadari tatapan dari laki-laki itu terhadap Cia.


Kamu mau ngerebut menantu saya?. Maka langkahi dulu mertuanya batin mami dengan tersenyum jahat.


"Eh,,iya, Tante. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Excel pamit kepada mereka. Tatapan Excel kepada Cia seolah meminta penjelasan dan Cia hanya mampu bungkam.


"Temen kamu?" tanya mami ketika Excel sudah pergi jauh.


Cia terkejut dan bingung harus bagaimana. Hingga mengangguk menjadi pilihannya "Berteman boleh saja. Tapi ketika sudah menikah harus mampu menghargai perasaan suami. Begitupun juga dengan suami yang harus mampu menghargai perasaan istri nya." terang sang mami membuatnya Cia mengangguk.


"Sudah,,ayo kita makan. Mami sudah sangat lapar dari tadi" balas sang mami dengan menautkan lengannya kepada Cia.


Cia merasa bersalah. Apalagi mendengar ucapan dari sang mami. Cia sadar bahwa dirinya belum sepenuhnya menerima pertunangan ini. Tapi setidaknya dirinya sedang berusaha.


"Eh,,,kita makan dirumah aja. Kasian Alex belum makan siang dia. Dan mami di WhatsApp katanya pesankan makanan" ucap sang mami yang kembali membuat Cia merasa tidak pantas untuk menjadi istrinya Alex. Karena tidak peka dengan calon suaminya itu.


"Iya, ma. Cia juga mau buat ayam kentang balado. Entah mengapa Cia pengen banget masak itu" balasnya membuat mata di wajah mami berbinar.


"Kamu bisa masak itu?." tanya sang mami yang diangguki oleh Cia. "Itu makanan yang sangat disukai Alex,,lho... Yaudah, ayo sekarang kita pulang. Eh,,tapi beli bahannya dulu deh" ucapnya membuat Cia mengangguk saja.


Cia sekarang sedang masak di dapur dengan didampingi oleh mami bahkan Alex pun ikut. "Wah,,,wanginya enak sekali" ucap Alex yang sedang membantu mengaduk. Namun, sedetik nya dia justru bersin membuat Cia dan mami menertawakannya. "Huh,,,aku mau menunggu di meja makan aja. Hidungku sakit karena aromanya" ucap Alex meninggalkan dapur. Sedangkan mereka hanya tertawa melihat Alex yang menggerutu karena hidungnya gatal ingin bersin akibat aroma masakan.

__ADS_1


__ADS_2