Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Mataku Gatal


__ADS_3

Sesampainya di villa keluarga. Mereka melihat sebuah mobil sudah bertengger manis di tempatnya. Melihat itu membuat Cia mengerutkan dahinya. Sementara si kembar dan Rain tersenyum penuh arti.


"Itu mobil siapa?" tanya Cia pada dirinya sendiri.


Hingga seseorang turun dari mobil tersebut membuat Cia terpesona akan aura ke Tampan yang keluar dari dalam dirinya. Memang sangat tampan. Batin Cia yang terpana melihat pesona Alex.


"Woy,,, mingkem" ucap Aidan dengan meraup wajah Cia membuat nya mendengus kesal. "Kalau cinta jangan sok jual mahal" sindir Aidan kemudian turun dari mobil. Dan menyapa Alex.


"Baru sampai, bro?" sapa Aidan kemudian mereka bersalaman gaya anak laki-laki ketika bertemu.


"Iya, nih. Sambil nganterin pak Aditama" balas Alex yang membuat Aidan mencari sosok yang dimaksud.


"Sudah lengket banget dengan mertua" goda Aidan membuat Alex hanya terkekeh saja.


"Minggir. Jadi cowok nggak guna banget. Bantuin kek" ucap Cia dengan menyenggol mereka yang sedang mengobrol.


"Kalau mau nyapa itu yang bener, kek. Tadi aja ngenganga liatnya, sampai lalat nya masuk ke mulut" sidir Aidan yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Cia. Sedangkan Alex menatap Cia dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Om ganteng!" teriak Rain berlari menghampiri mereka. Namun, sudah keduluan oleh si kembar yang menghalangi Rain untuk dapat memeluk tubuh om gantengnya itu.


"Ish,,, gue juga mau peluk. Minggir dulu" ucap Rain dengan menarik baju di kembar agar menjauh.


"Daripada ngelakuin hal yang nggak guna. Mendingan bantuin gue angkat barang bawaan lo semua" balas Cia karena melihat mereka yang ribut.


"Ada yang cemburu, nih,,, karena nggak bisa peluk om ganteng" balas Rain membuat Cia mendengus.


Sementara Alex melepaskan pelukan si kembar dan menghampiri Cia yang sedang ngedumel dengan memindahkan barang-barang. "Sini biar saya bantu aja" ucap Alex yang langsung di balas dengusan oleh Cia.


"Jangan ngedumel aja, kasian bibirnya kalau dipakai ngedumel. Mendingan di dipakai buat hal yang berfaedah" ucap ambigu Alex yang mendapat kan tatapan tajam dari Cia.


"Apaan sih,, gaje banget" ucap Cia yang berusaha untuk menahan diri agar tidak terlalu terlihat gugup berada di samping Alex. Entah mengapa jantung berpacu cepat ketika Alex mengungkit hal -hal randum.


"Mau coba lagi nggak?" tanya Alex membuat Cia mengerjitkan dahinya.


"Coba apa?" tanya Cia yang bingung. Sedangkan Alex melihat sekitar untuk mengetahui situasi.


Alex mendekatkan wajahnya kepada Cia membuat Cia mundur dan terduduk di bagasi mobil sedangkan Alex mengukung Cia. "L-lo mau apa?" tanya Cia membuat Alex tersenyum devil.


"Mencoba sesuatu yang baru" balas Alex semakin mendekatkan wajahnya. Jarak kedua kita semakin dekat hingga deru nafas Alex terasa di wajah Cia. Membuat Cia tanpa disadari memejamkan matanya.

__ADS_1


Alex pun ikut memejamkan matanya sembari mendekatkan wajahnya kepada Cia. Namun, belum sempat bibir mereka bertemu. Sebuah teriakan menyadarkan mereka.


"Ah,,mataku gatal!" seru Rain dengan berbalik dan segera berlari meninggalkan mereka.


"Eh,," ucap Cia kemudian menjauhkan Alex dari tubuhnya. Namun, Alex yang melihat Rain sudah pergi pun langsung menyambar bibir Cia dan merengkuhnya untuk memperdalam ciuman mereka.


Cia berusaha menolak ciuman tersebut. Namun, apa daya iman Cia terlalu lemah untuk sebuah ciuman yang sangat memabukkan itu. Sehingga tanpa disadari dia pun membalas ciuman tersebut.


Selepas beberapa menit akhirnya ciuman itu berakhir. Tangan Alex membingkai wajah Cia dengan ibu jari mengusap bibir Cia yang basah akibat ulahnya. Sementara Cia masih mengatur nafasnya.


"Kamu cantik kalau lagi ngos-ngosan" balas Alex membuat Cia mendelik.


"Apaan, sih" balas Cia dengan menepis tangan Alex di wajahnya.


"Tuh,,,apalagi sedang marah kayak gini. Pengen aku kawinin, deh" balas Alex terkekeh membuat Cia menahan rasa malu akibat ucapan Alex.


"Khemm. Ini mau dilanjut atau di stop, dulu?" tanya seseorang yang melihat ke uwuan mereka.


"Ish,,,apaan, sih" balas Cia membuat orang tersebut terkekeh melihat Cia yang salah tingkah.


"Ayo,,,kalian lagi ngapain tadi?. Soalnya Rain teriak-teriak bilang mau kawin-kawin" balas Aidan yang membuat Cia dan Alex tersipu malu.


"Ini, lagi bantu angkat barang" ucap Alex membawa barang perlengkapan mereka. Begitu pun Cia yang salah tingkah membawa barang apapun kemudian meninggalkan mereka.


"Eh,,itu apa kamu bawa?" tanya sang Daddy yang melihat barang yang dibawa Cia.


Mendengar hal itu membuat Cia berpikir dan melihat barang ditangannya itu. Anj* gue salah bawa. Malu banget batin Cia karena melihat apa yang dibawanya.


"Eh,, ini?" Cia yang bingung pun tidak bisa berkata apapun dan memilih meletakkan nya di tempat barang saja. Kemudian karena malu Cia segera pergi ke kamarnya.


"Eh,,,ini di bawa kembali speaker mobilnya!" ucap sang Daddy. Namun, tidak di diperdulikan oleh Cia.


Malu banget. Gara-gara si Alex itu. Pikiran gue jadi sedikit nggak waras. batin Cia yang melemparkan tubuhnya di ranjang.


"Huh,,,pikiran mesum enyahlah" gumam Cia dengan berguling-guling untuk menghilang pikiran nya.


"Tapi tadi itu bikin candu banget" balas Cia yang tanpa tersadar memegang bibir nya. Kemudian menggelengkan kepalanya.


"Mbak Cia?" ucap Rain yang masuk kedalam kamar Cia. Tanpa mengetuk pintu dan terduduk di samping Cia kemudian merebahkan tubuhnya. "Gimana rasanya?" tanya Rain membuat Cia terduduk.

__ADS_1


"Eh,,l-lo li-lihat?" tanya Cia dengan hati-hati. Membuat Rain mengangguk.


"Ah,,,mbak Cia bikin aku iri!" ucap Rain dengan menutup wajahnya dengan bantal. Pikirannya menjelajah jauh.


"Kamu jangan bayangin itu, lagi!" ucap Cia dengan membekap wajah Rain dengan bantal kembali. Dirinya malu untuk diingatkan apalagi menjadi imajinasi orang lain.


"Pengap" balas Rain dengan menepuk pelan sisi ranjangnya. Dan segera di lepaskan oleh Cia.


"Lo jangan pernah bayangin hal itu. Gue malu," ucap Cia membuat Rain terkekeh.


"Menghayati banget, yaaa?" ucap Rain dengan penuh menggodanya. Membuat Cia melemparkan bantal kepada Rain. "Gimana rasanya?. Enak?" ucap Rain lagi dengan menaik turunkan alisnya. Sedangkan Cia hanya mendengus saja. Tanpa ada niat untuk membalas ucapan Rain yang membuat pikiran nya melayang jauh.


Cia memilih keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk membuat kopi karena hatinya sedang membutuhkan kafein untuk dapat berpikir jernih.


"Mau ngapain?" tanya seseorang membuat Cia terjengat kaget hingga hampir menjatuhkan gelas yang di pegang nya. Untungnya tangan Alex dengan cepat menangkapnya sehingga tidak mengenai kaki Cia.


"Lo ngagetin aja" kesal Cia dengan memukul lengan Alex dengan keras.


"Ih,,,kamu kasar banget. Sakit tau" ucap Alex yang mengusap lengan nya.


"Jadi cowok kok lemah" balas Cia dengan menuangkan air ke gelas lagi.


Grep. Tubuh Cia seketika berputar arah kearah Alex dan menempel pada tubuhnya. "Jangan berkata seperti itu. Karena kamu belum tau seberapa lemahnya saya di ranjang" ucap Alex dengan menatap mata Cia tajam. Pandangan mereka bertemu kembali memunculkan debaran diantara keduanya.


Jantung jaga lah iman mu. Jangan berdetak terlalu cepat nanti kau terlepas batin Cia ketika merasakan debaran jantungnya yang terpacu dengan cepat.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih 💜💜💜


__ADS_2