
Hari semakin berlalu. Luka ditubuh Alex berangsur membaik. Bahkan sekarang dia sudah kebingungan bagaimana cara menarik perhatian Cia. Karena saat dia terluka yang menjadi alasan nya adalah lukanya.
Tapi sekarang dia bingung. Alex sudah masuk kedalam kantornya dan bekerja sebagai mana mestinya. "Lo kenapa, sih?" tanya seseorang yang sudah lelah melihat wajah bosnya menekuk sejak datang ke perusahaan.
"Gue bingung. Gimana caranya menarik perhatian istri gue" ucapnya frustasi.
"Lhaa,,,gue kira Lo mikirin kerjaan. Tau-tau nya bingung caperin istri" ucapnya "Gini aja. Karena Lo belum ambil cuti honeymoon. Mendingan sekarang aja. Mumpung kerjaan nggak terlalu berat juga. Gue ikhlas deh,,gantiin Lo. Demi kelangsungan rumah tangga Lo" ucap nya lagi membuat Alex tersenyum sumringah.
"Ide Lo sangat bagus. Gaji Lo untuk bulan ini gue naikin. Sekarang gue mau pulang, dulu" ucap Alex dengan terburu-buru untuk pulang.
Melihat itu membuat Roy melongo "Eh,,,Lo mau kemana. Ini kerjaan Lo di beresin dulu!!!" teriaknya ketika melihat Alex sudah keluar dari ruangnya.
"Tunggu suamimu istriku" gumam Alex yang melebarkan senyumnya karena akan bertemu dengan istrinya.
Semua orang yang melihatnya juga ikut senang "Si bos,,senyumnya lebar amat" celetuk salah satu karyawan yang melihat senyum lebar bosnya.
"Mungkin mau bertemu istrinya. Kan sekarang si bos udah bucin akut"
"Iya,,si Bu bos. Benar-benar merubah pak bos. Bahkan sekarang berita tentang si pak bos lenyap. Tidak ada lagi yang berani mengganggu pak bos dengan berita buruk lagi" imbuh mereka yang diangguki oleh yang lainnya.
Sementara di sebuah ruang. Seseorang sedang berkutat dengan laptopnya. Alisnya berulang kali bertautan ketika menemukan sesuatu yang salah.
"Ini kenapa lagi" gumam Cia memegang kepala yang pening.
"Lo,,mau makan apa, biar nggak stres"ucap salah satu orang yang berada di samping nya.
"Gue mau pulang aja,,,stress gue deh,," ucapnya kemudian bangkit "Lo urus ini, yaa"ucap ya yang diangguki oleh nya.
Mungkin karena terlalu lelah dan stress akibat banyaknya kerjaan. Membuat mereka harus merefresh otaknya dengan liburan.
Cia memilih pulang. Namun, sebelum pulang dia membeli untuk membeli makan untuk dirinya dan Alex nantinya. Eh,,,mereka saat ini sudah tinggal di apartemennya. Karena Alex merasa sudah Busan di rumah orang tuanya.
__ADS_1
Setelah mereka sampai di apartemen nya. Cia melihat mobil Alex diparkir. "Dia kenapa sudah pulang?" gumamnya kemudian menaiki lift menuju lantai apartemennya.
Sesampainya disana Cia langsung menekan sandinya untuk membuka pintu "Sudah pulang, mas?" tanya Cia yang melihat Alex sedang duduk manis di sofa.
Iya,,sejak dirumah sang mertua. Cia mengganti panggilannya. Karena merasa tidak sopan dengan suaminya. Sementara Alex, pria itu selalu saja memanggilnya dengan sebutan istri.
"Sudah,, istri. Kamu sudah makan?" tanyanya yang bangkit dan memeluk tubuh Cia serta memberikan kecupan manis.
"Ini aku bawain makan. Aku males banget masak lagi" ucapnya yang masih memeluk erat Alex.
"Yaudah,,,kita makan aja sekarang" ajak Alex melepaskan pelukannya dan menuntun Cia menuju meja makan yang hanya memiliki 2 kursi dan satu meja. Cukuplah untuk mereka yang butuh pendekatan.
"Boleh,,,aku juga lapar banget. Tapi cuma sarapan aja" balas Cia yang mengambilkan peralatan makan mereka.
Mereka makan dengan hikmatnya. Sekarang mereka sedang duduk manis di depan tv. "Mas,,kok pulangnya cepet?" tanya Cia yang menyenderkan tubuhnya di tubuh Alex yang memeluknya.
"Di kantor sumpek banget, istri. Butuh healing nih,,,istri" ucapnya membuat Cia terkekeh.
"Kita honeymoon, yuk?" ajak Alex sontak membuat Cia menegakan tubuhnya menatap Alex penuh keraguan. "Kamu pasti nggak percaya, kan?. Ini beneran kita honeymoon di suatu tempat. Lagian kita kan belum honeymoon" ajak nya kembali.
"Boleh, aja sih. Tapi,,,,kerjaan aku gimana?" tanya Cia penuh pertimbangan.
"Tenang aja, masih ada mommy, hehehe" ucap santai Alex yang mendapatkan sentilan dari Cia.
"Kalau gitu,,mendingan di tunda dulu. Lagian kamu juga belum sembuh total kan?"
"Terserah kamu aja deh. Aku mau kembali kerja lagi" Pundungan Alex yang bangkit dan masuk kedalam kamar nya.
Cia yang merasa bersalah. Pun mengikuti Alex. "Mau ngapain??" tanya Alex ketika melihat Cia mengikuti nya.
"Kamu marah?" tanya Cia tidak berdosa nya.
__ADS_1
Namun, Alex justru menanggapi nya dengan diam. Dia melepaskan pakaian tanpa perduli jika ada Cia di dalam kamarnya. Toh,,dia istrinya cuma belum di unboxing aja.
Greb. Sebuah tangan melingkar di pinggang polos Alex membuat Cia bisa mencium dan merasakan tubuh Alex. "Jangan mancing, deh Cia" ucap Alex yang kesal terdengar dari panggilannya.
"Aku cuma pengen peluk, suamiku yang lagi marah aja"
Alex menghela nafas dan berbalik menatap sang istri yang sudah tersenyum sangat lebar. "Jangan marah, dong. Iyadeh,,kita besok honeymoon. Maaf ya" ucap Cia membuat Alex mengangguk tanpa tersenyum. "Ih,,,senyum dulu, dong. Nggak ikhlas banget maafin nya" kesal Cia membuat Alex tersenyum.
Namun, senyuman itu justru terlihat mengerikan oleh Cia. "Tapi dengan syarat kita harus mencicilnya sebelum honeymoon" ucapnya dengan memeluk Cia erat membuat tubuh mereka menempel kuat.
"Maksudnya?" ucap Cia membuat Alex dengan cepat mencium bibir yang sejak tadi ingin dia lahap.
"Ini maksudnya kita cicil sekarang" ucap Alex disela kegiatannya yang mulai merambat kemana-mana membuat Cia hanya bisa pasrah selama itu tidak membuat luka Alex terbuka.
"Ssshh" desis Cia ketika tangan nakal Alex mere*mas sesuatu montok dan sintal.
Alex tersenyum mendengarnya membuat ya membawa Cia menuju ranjang dengan tetap saling bertautan. Alex merebahkan CIa diatas ranjang. Setelah ciuman mereka berhenti. Alex menatap Cia dengan penuh kagum.
"Ish,,matanya biasain aja" ucap Cia dengan menutup mata Alex.
"Bibir kamu candu banget, sih" ucap Alex yang kembali memburu bibir manis itu.
Tangannya sudah masuk kedalam pakaian Cia meraba perut hingga terus keatas hingga sampai di titik yang di tuju. Cia sudah kegelian dengan sentuhan Alex.
Alex dengan cepat membuka pakai Cia dan menampilkan Cia dengan bra yang menggoda menutupi aset berharganya. "Lembut banget" ucap Alex disela kegiatannya.
Mendengar itu membuat Cia malu. "Jangan diliatin" ucap Cia kembali membuat Alex terkekeh.
Bukannya melanjutkan aksinya Alex justru menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Cia dan memeluk nya erat. "Aku takut nggak bisa di kontrol" gumamnya di ceruk leher Cia.
"Luka kamu ke teken?" ucap Cia yang terkejut karena kulitnya dengan Alex sangat menempel walau hanya terhalang oleh bra nya Cia.
__ADS_1
"Kita sekarang aja, yuk honey moonnya. Aku nggak sabar" ucapnya memeluk erat Cia membuat Cia Merasakan sesuatu yang keras dan menonjol mengenai pahanya. Cia kaget. Namun, dia memilih untuk menahan detak jantungnya. "Yang di sana sudah sesak banget" ucap Alex sembari menekannya membuat Cia berteriak saking kagetnya dengan tindakan Alex.