
Cia sudah tidak merasa ngantuk lagi. Karena sekarang tubuhnya justru ingin melihat hal apa yang sedang viral. Ketika membuka ponselnya. Banyak pesan yang masuk sejak jam tiga pagi.
Namun, banyak kan isi pesannya mengatakan bagaimana keadaannya. Bahkan grup chat di kantornya berisikan tentang bagaimana kabar dirinya dan betapa jahatnya Alex yang sudah menyelingkuhi Cia.
Cia yang membaca pesan mereka pun terkikik geli. "Ini mereka pada menanyakan kabar gue?. Padahal gue tidurnya nyenyak banget" monolog Cia terkekeh.
"Hallo gyus...maaf nih,,yaa. Gue baru bangun. Dan mengenai kabar burung disana. Kalian tenang aja. Itu hanya untuk menarik perhatian pasar saja. Jadi stop kalian ngebahas ini" balas Cia kepada grup chat di tempatnya bekerja atau lebih ke grup tim work nya.
Dan seperti biasanya balasan dari mereka begitu cepat. Cia hanya membaca saja sambil sesekali tertawa membaca balasan mereka. "Ini mereka nggak tidur, ya?. Ah,,jadi haus" ucap Cia kemudian turun ke bawah untuk mengambil minum.
Namun, seiring langkah nya sayup-sayup terdengar suara Alex yang seperti menjelaskan berita yang tersebar tapi Cia tidak tau siapa sebelum melihatnya.
"Sebenarnya itu foto lama, dad. Sekitar empat atau lima tahun lalu. Itu ketika saya masih sedang menjajak dunia, dad" terang Alex membuat Cia mengangguk paham.
"Buktikan dan bereskan apa yang menjadi ucapan mu. Karena saya tidak mau nantinya akan muncul masalah yang sama ketika kamu menikahi putri saya" ucap sang Daddy.
Cia semakin penasaran pun memilih bersembunyi dibalik tembok. Yang menempel seperti cicak untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kamu sekarang boleh bermain wanita. Tapi nanti ketika sudah menikah dan kembali muncul hal yang sama lagi. Saya pastikan kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan anak saya. Camkan itu!" tegas Daddy Rey membuat Cia tersentuh.
"Huaaa daddy....Maafin Cia yang nakal ini." ucapnya berlari menghampiri Rey dan memeluk nya.
Rey terkejut melihat Cia yang berlari sembari menangis "Kamu kenapa, sih. Kayak orang lagi kesetanan aja" ucap Rey yang membuat Cia melepaskan pelukan nya dan menatap Rey kesal.
"Ish,,Daddy ganggu acara mewek Cia. Padahal tadi Cia terhura banget denger omongan Daddy. Padahal Cia nggak masalah kalau Alex punya wanita lain. Karena Cia tau seorang CEO tidak akan pernah puas dengan satu perempuan " ucap Cia membuat mereka terbengong. Bahkan Alex dibuatnya sampai menjadi debu.
__ADS_1
"Nggak semua Ceo itu begitu. Kamu ini pasti kebaperan membaca buku fiksi, ya??" ucap sang mommy yang terkejut mendengar perkataan anaknya itu.
"Kan memang benar. Jangankan CEO bahkan mereka yang hidupnya pas-pasan aja bisa selingkuh" ucap Cia benar-benar membuat mommy dan daddynya geleng-geleng kepala.
"Daddy sendiri tidak, tuh. Kamu nya aja baperan" protes sang Daddy.
"Ish,,,tapi pasti pernah saja kan Daddy tergoda dengan wanita lain. Walau Daddy nggak sampai main game dengannya, kan?" ucap Cia membuat Rey membulatkan matanya. Apalagi Cira yang sudah menatap tajam suaminya.
"Tidak semuanya begitu, Cia. Kalau kamu berpikiran begitu. Saya bisa membuat perjanjian pra nikah untuk kamu" ucap Alex membuat Cia mendengus dan duduk disamping daddynya.
Cia berdecih mendengar ucapan Alex. "Percuma saja. Ada perjanjian diatas kertas. Kalau nggak dari hati" balas Cia membuat Alex tersenyum kecut.
Jangankan dari hati. Ini saja sudah sampai ke ke jantung menuju ke otak batin Alex.
"Memangnya kamu sudah cinta sama saya?" tanya Alex membuat Cia terkejut. Dirinya saja bingung dengan perasaannya terhadap Alex. Terlalu cepat dan terburu-buru membuat rasa cinta itu entah sudah hadir atau tidak.
"Sudahlah, jangan bahas yang begituan. Jadi males banget" ucap Cia karena sejak lontaran perkataan Alex, semua mata tertuju padanya.
"Kamu mau kemana?" tanya sang mommy ketika Cia hendak berdiri. "Kamu mau kabur. Jawab dulu pertanyaan Alex!" ucap sang mommy lagi membuat Cia mendengus.
"Untuk saat ini Cia belum bisa menjawabnya. Maaf" ucap Cia kemudian meninggalkan mereka.
Alex menghela nafas. "Kamu jangan putus asa. Sama seperti mommy. Dulu mommy juga nggak suka dengan Daddy Rey. Tapi karena entah apa alasannya mommy jadi cinta dengan Daddy Rey" ucap Cira yang membuat Rey mencium keningnya.
"Eh,,,kak Alex mendingan tidur dulu di kamar kita. Kalau terus disini. Nanti sakit mata ngeliat kebucinan mereka" ucap Jeo yang datang untuk mengambil cemilan.
__ADS_1
Bagaimana tidak. Ini baru pukul 4 subuh dan mereka sudah ngebucin. Kan bikin hati dongkol. Alex mengangguk dan mengikuti Jeo. Sesampainya dikamar mereka justru mengadakan pesta kecil-kecilan. "Ayo,,Abang hari ini Abang harus tanding sama kita yang kalah akan mengikuti permintaan yang menang. Deal?!" ucap Gio membuat Alex tersenyum kecil dan mengangguk.
"Deal!. Kita mau memulai permainan apa?. Abang Alex lawan dua banding satu, nih??" tanya Alex yang diangguki semangat oleh si kembar.
"Gue jadi jurinya!!" sela Rain yang membuat mereka mengangguk.
Mereka memulai permainan yang ada di ponsel mereka bermain game yang sedang booming di kalangan anak muda. Hingga beberapa menit berlalu Si kembar bahkan Rain menghela nafasnya sangat berat. Sedangkan Alex nampak tersenyum senang.
Bagaimana tidak permainan game mereka sudah berlalu selama sejam dan Alex tidak pernah kalah. Bahkan si kembar terkejut melihat wujud yang Alex dapat kan sangat luar biasa.
"Gue nggak terima kekalahan ini. Ayo,,kita tanding bertiga. Kalau kita bertiga kalah. Kita akan mengikuti apa pun yang diperintahkan" ucap Gio yang tidak terima menerima kekalahan dari Alex.
"Baiklah" hanya itu yang keluar dari mulut Alex. Sedangkan si kembar dan Rain mengatur strategi untuk bisa mengalahkan mereka. Namun, belum mereka melancarkan aksinya. Alex sudah kembali memenangkan permainan.
"Baiklah kami kalah" putus Gio yang merasa tidak ada strategi lagi untuk melawan calon Abang ipar nya itu.
"Baiklah. Sesuai dengan perjanjian kalian. Abang minta kalian bantuin Abang untuk menyiapkan acara surprise untuk kak Cia, bagaimana, Setuju??" ucap Alex yang membuat mata mereka berbinar.
"Beneran Abang Alex mau menikahi Kak Cia yang bar-bar dan ajaib seperti tekonya Aladin??" ucap Rain yang tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Dan Alex pun mengangguk.
Rain menatap si kembar dan mengangguk. "Baiklah kami akan membantunya" putus mereka bertiga membuat Alex tersenyum senang.
"Sebelum itu, Abang ingin tau lebih banyak lagi tentang hobi, ke favoritan, bahkan bobot beberltnya" terang Alex yang diangguki oleh mereka.
Dan di jam singkat itu mereka lakukan dengan bercerita informasi. Alex menyungging kan senyumnya ketika mendengar hal apapun tentang Cia yang langsung dari para adik-adik nya. Bukan lagi diatas kertas yang sudah disiapkan oleh orangnya.
__ADS_1