
Jam terus berlalu. Tamu undangan mulai berdatangan. Banyak anak kecil seusia Bulan hadir bersama dengan orang tuanya. Bahkan ada juga yang datang dengan nenek ataupun kakeknya. Karena ini juga dijadikan sebagai ajang reunian para orang tua terutama mami dan papi.
Semua orang sedang saling menyapa satu sama lain. "Menantu mu mana, ?" tanya ibu-ibu yang gayanya seperti anak muda.
"Itu menantu saya lagi sama suaminya" tunjuk sang mami kepada Cia yang duduk dengan Alex yang masih menempeli nya.
"Belum hamil, juga ya jeng?." tanya ibu yang duduk didepan mami.
"Belum dikasih sama Tuhan" ucap sang mami.
"Ih,,Padahal anakmu duluan nikah. Tapi menantu saja yang duluan hamil, ya. Coba diperiksa mantunya jeng. Sudah lama lhoo mereka nikah tapi belum juga punya anak" kompor ibu itu lagi.
"Mereka baru menikah sekitar 6 bulan. Jadi biarkan saja dulu mereka menikmati masa pacaran. Lagian mereka tidak menundanya" balas sang mami dengan santai.
"Iya sih. Tapi umur akan semakin tua." ucapnya membuat sang mami mengangguk.
"Sayang kemarilah!!" teriak sang mami memanggil sang menantu. Membuat Cia mengangguk.
"Kenapa, mi?" tanya Cia yang sudah didepannya.
"Kenalkan ini menantu ku, Cia" ucap sang mami memperkenalkan Cia kepada teman sosialitanya.
"Sebentar ya. Ada urusan sedikit" pamit sang mami pada rekannya "Kamu temani mereka dulu, ya. Kalau mereka ada ngomong apa-apa jangan di tanggepin ya?" bisik sang mami kepada Cia yang langsung diangguki.
"Tau nggak jeng, menantu lagi ngidam lhoo,, sampai-sampai anakku kelimpungan mencari yang dia idamkan itu. Bahkan pernah menantuku mengidam ingin dibuat jus pare. Kan pahit ya. Dan lebih parahnya masa iya suaminya disuruh minum." ucap salah satu ibu yang membicarakan menantunya yang sedang mengidam.
Sementara Cia hanya bisa diam menikmati setiap obrolan yang dikatakan para ibu-ibu. "Nak Cia belum ada tanda-tanda hamil juga?" tanya salah satu ibu yang digelengkan oleh Cia.
"Anak saja. Baru 2 bulan menikah langsung hamil." nyinyir salah satu ibu.
__ADS_1
Cia merasa arah pembicaraan ibu-ibu itu ada maksud ingin menjatuhkannya. Dan benar saja. Terbukti dari pertanyaannya tentang kehamilan.
Memang benar selama ini Cia belum ada tanda-tanda hamil. Walau pernikahan mereka sudah hampir 1 tahun. Dan mereka juga tidak pernah absen untuk berusaha. Namun, belum juga di kasih.
Hal ini hal yang saat ini menjadi beban dalam pikiran Cia. Selama ini dia baik-baik saja. Tapi ketika ditanya kapan hamil membuat pikirannya kacau.
"Kamu kenapa?" tanya Alex yang melihat istrinya sejak tadi hanya diam saja.
"Nggak apa-apa kok, mas. Kamu sudah selesai mandi, ya?" tanya Cia yang melihat Alex sudah berganti pakaian.
"Kamu ada masalah?" tanya Alex lagi.
Acara pesta ulang tahun Bulan telah berakhir. Saat ini Alex dan Cia sudah berada didalam kamarnya bersiap untuk tidur. Mendengar pertanyaan dari Alex membuat Cia menghela nafas.
"Kamu mandi, gih. Biar pikirannya fress" ucap Alex yang melihat raut wajah lelah sang istri.
Cia dengan cepat mandi. Dan ikut berbaring disamping Alex yang sedang bermain ponsel. Melihat itu membuat Alex meletakan ponselnya di nakas dan memeluk tubuh sang istri. "Kenapa, hm?" tanya Alex membuat Cia beringsut masuk ke dada Alex.
"Mas bagaimana kalau aku nggak bisa kasih kamu anak?" tanya Cia pelan membuat Alex terkejut.
"Kenapa bilang gitu?. Pasti ada jangan mempengaruhi kamu, ya?" tebak Alex yang digelengkan oleh Cia. "Kita menikah baru enam bulan. Jadi wajarlah, anggap aja kita sedang pacaran halal. Nanti kalau kita sudah siap pasti di kasih, kok. Sama Tuhan" ucap Alex membuat Cia mengangguk.
"Tapi kata ibu-ibu, itu..."
"Owh,,,pasti kamu kepikiran sama omongan teman-teman nya mami, ya" ucap Alex gemas dengan tingkah Cia dan mencuri cium pada bibir Cia. "Kamu taukan bahwa rejeki, jodoh, umur dan anak itu semuanya kehendak Tuhan?" tanya Alex yang diangguki oleh Cia. "Mungkin sekarang kita belum di berikan kepercayaan untuk merawat bayi. Tapi kita hanya perlu usaha dan berdoa semoga disegerakan. Lagian aku mau pacaran dulu sama kamu. Sebelum nanti kamu diambil sama anak-anak nanti." ucap Alex dengan terkekeh membuat Cia mengikutinya.
"Sudah jangan dipikirkan lagi. Kalau kamu masih kepikiran besok kita ke dokter bagaimana?" tanya Alex membuat Cia mengangguk.
Melihat itu membuat Alex tersenyum dan memeluk erat Cia. "Nah,,sekarang kita usaha dulu, yuk. Sembari menepati janji tadi pagi" goda Alex membuat Cia tersentak dan menjauhkan diri dari Alex.
__ADS_1
Hap. Alex menangkap Cia ketika hendak kabur. Dan langsung menggulingkannya hingga Cia berada diatasnya. "Kamu yang memimpin" ucap Alex dengan memegang pinggang Cia supaya tidak kabur.
Mendengar itu membuat Cia merinding. Tapi mau menolak bagaimana lagi. Sedangkan dia juga ingin. "Tapi tutup mata kamu, ya?" ucap Cia membuat Alex terkejut.
"Nggak mau. Aku mau lihat ekspresi kamu sayang" ucapnya membuat Cia sedikit malu.
"Tapi ini kan permainan ku. Jadi terserah aku mau bagaimana" ucap Cia dengan mencari dasi Alex.
"Sayang kamu nggak main-main kan?" tanya Alex yang horor menatap Cia yang sudah tersenyum devil.
"Let's go,,,baby" ucap Cia dengan sensual menaiki Alex dan menutup matanya. Alex pasrah dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
"Sayang kamu nggak ninggalin aku kan?" ucap Alex yang tidak merasakan pergerakan Cia.
"Sabar sayang. Ini sedang proses" ucap Cia sembari memajukan bokongnya. Membuat Alex meringis merasakan sesuatu mengenai adiknya.
"Aku buka aja, ya. Gelap sayang" protes Alex dengan suara yang sudah serak.
"Jangan!!. Aku belum mulai" ucap Cia yang membuka seluruh pakaian Alex. Begitupun dengan dirinya.
"Sayangggg" des*ah Alex ketika Cia bermain dengan adiknya yang sudah menjulang. "Ayo,,masuk sayang" rancau Alex yang sudah tidak tahan dengan melaian tangan istrinya.
"Tunggu, sayang ini masih pembukaan" ucap Cia membuat Alex bergerak tidak tahan.
Cia menciumi seluruh tubuh Alex dengan mendalami membuat Alex semakin kepanasan. Des*ahan demi de*sahan keluar dari mulut Alex. Begitupun dengan Cia.
Glup. Masuk sudah seluruh adik Alex kedalam membuat Alex merasa puas "Penuh mas" ucap Cia membuat Alex tersenyum bangga.
"Gerakin sayang" ucap Alex membuat Cia menggerakkan bokongnya dengan pelan.
__ADS_1
Hingga beberapa jam berlalu. Akhirnya mereka selesai melakukan perkembangan biakan. Dimana Cia hanya melakukan satu ronde akibat kelelahan. Selebihnya Alex lah yang memimpin perkembangan biakan itu.
"Semoga kamu cepat hadir di kehidupan kami, sayang" ucap Alex mencium perut Cia. Sementara Cia yang kelelahan sudah tertidur dengan nyenyak. Dan Alex pun mencium kening sang istri "Terima kasih, sayang. Kamu sangat hebat" ucapnya kemudian menyusul sang istri tidur dan memeluknya erat.