Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Gelap


__ADS_3

Acara makan malam dihiasi dengan bahagia. Bahkan mereka saat ini sedang duduk santai di ruang keluarga untuk sekadar mempererat kekeluargaan. Riski terpaksa harus menginap karena di paksa oleh sang tante.


“Kamu kalau nggak ada kerjaan nggak akan main kerumah tante, kan?” Tanya Cira membuat sang keponakan tersebut terkekeh.


Memang benar Riski mengejuk sang tante hanya sekali sampai dua kali dalam setahun dan itupun dengan waktu yang singkat. Memang semakin kita dewasa waktu untuk berkunjung itu akan semakin sedikit.


“Kan aku kerja, tan. Besok aja harus ada meeting dengan insvestor” ucap nya membuat Cira menghela nafas.


“Kayak kamu nggak tau tante mu aja, ki” sela Rey membuat Cira mendengus. Sedangkan Riski hanya tertawa saja.


“Kak kiki, pacarnya mana?” Tanya Gio yang menatap kagum Riski.


“Lagi di Amerika, bekerja” balas Riski membuat Jeo yang tadinya anteng menonton menjadi teralihkan menatapnya.


“Di Amerika, bagian mana?. Soalnya kakak kami, kak Utaya juga disana?. Bahkan monyet ini kabur kesana?” ucap Jeo dengan menunjuk Cia membuat dirinya mendapatkan tatapan tajam. Namun, tidak diperdulikan.


“Eh,,jadi Cia kabur ke Amerika itu bener?. Kakak kira Cuma liburan aja” ucapnya terkekeh membuat Cia yang kembali dipermalukan hanja mendengus saja. Memang sudah biasa perihal kaburnya menjadi boomerang untuk mereka jadikan lelucon.


“Iya, Ki. Dan kami semua tidak pernah mencarinya. Tapi untungnya dia bersekolah di sana. Kalau tidak sudah om coret dia” sela sang daddy membuat mereka tertawa.


“Kamu ini, suka banget bikin ulah. Sudah gede jangan lagi bikin ulah apalagi balapan ataupun taruhan, mengerti!” nasehat Riski pada anak-anak tantenya itu yang diangguki oleh mereka bertiga. “Kalian setelah lulus SMA, mau lanjut kemana?” Tanya nya membuat si kembar berpikir.


“Aku maunya di Indonesia aja paling nggak bandung atau nggak jogja” ucap Jeo membuat kakak kembarnya juga ikut mengangguk.


“Kenapa nggak keluar aja?” Tanya Riski kembali.


“Kalau mereka keluar yang ada om dan tante mu yang menangis. waktu Cia kabur aja, mereka seminggu dua minggu kayaknya nggak pernah tidur nyenak” sela sang kakek aditama membuat Cira dan Rey yang tersindir merasa malu dan terkekeh mengingat kelakuan mereka.


Mereka semua tertawa bersama. Hingga seseorang masuk membuat mereka terdiam. “Enak banget lo disini ketawa-ketawa, sementara gue nungguin lo sampai lumutan di café!” ucap tegas seseorang yang mukanya sudah sangat kusut dan lumutan.

__ADS_1


“Lho,,,Aidan?!” ucap mereka sementara Cia yang baru ingat janjinya hanya menyengir penuh salah.


“Sorry, bro. gue kelupaan. Akibat bocah curut itu menyiram gue” ucap Cia bangkit dan memeluk tubuh Aidan dan langsung ditepis oleh Cia.


“Cieelah,,,ngambek nih,,yeee?” sentil Cia pada dagu Aidan membuatnya diepis kembali. “Huluh-huluh,,,ni,,cucu gantengnya pak Aditama ngambek kayak mommy yang nggak dikasih belaian lo daddy” seloroh Cia membuat Cira menatap anaknya itu tajam.


“Auh,,,ah,,gelap. Mommy Cira, aku lapar apakah ada makanan” Tanya Aidan dengan menyengol tubuh Cia dan menghampiri Cira.


“Ayo,,,ke ruang makan” ajak Cira yang diikuti oleh Aidan. Dan berpamitan kepada mereka semua, Cia mengikuti kemana Aidan dengan terus mengucapkan maaf dan sesekali menggoda Aidan dengan mencolek dagu, pinggang dan lengannya. Namun, tidak diperdulikan oleh Aidan akibat perutnya yang sangat lapar.


“Ayolah,,sayangku,,,,manisku yang tampan” ucap Cia seraya memeluk lengan Aidan dengan manja.


Cira yang melihat anak menganggu Aidan makan pun memarahinya “Cia,,,biarkan Aidan makan dulu. Nanti dia tersedak” tegur sang mommy membuat Cia melepaskan pelukannya dan mendengus.


Sedangkan Aidan seolah tidak perduli dengan godaan Cia.”Mau lagi?” Tanya Cira membuat Aidan menggelengkan kepalanya.


“Baiklah kamu kalau mau nambah ambil aja. Mommy mau ke depan dulu, ada kak Riski disana. Kamu selesai makan kesana, ya?” ucap Cira yang diangguki oleh Aidan dan juga Cia.


“Sorry ya bro,,,gue lupa. Tadi entah mengapa perasaan gue enggak enak gitu, makanya gue mau kabur aja, hehehe” ucap Cia membuat Aidan yang sudah selesai makan memandangnya.


“Lo tau nggak gue nunggu lo dua jam lamanya. Gue sudah panik banget anj* tapi lo malah ketawa-ketiwi sama mereka. Sakit hati abang neng!” ucap Aidan dengan mendramatis membuat Cia tersenyum.


“Uluh,,,uluh,,,manisnya ku yang ganteng kebangetan ini. Maafin kakakmu yang cantk ini ya. Besok kita liburan, yuk. Mumpung gue libur, gimana?. Hitung-hitung sebagai permintaan maaf gue” ucap Cia membuat Aidan mengangguk senang.


“Janji ya. Lo biasanya suka ingkar. Kalau lo ingkar gue enggak mau lagi sama lo. Kita putus!” ucap Aidan membuat Cia mengangguk.


Begitulah Cia dan Aidan mereka itu marahan sekejap baikannya juga akan sekejap. Kata mereka tanpa marah, sedih dan stress hidup itu tidak berarti. Aidan itu selalu nempel dengan Cia. Makanya waktu Cia kabur dia ikut.


“Sans aja, lo ajak cewek, juga boleh asalkan jangan sampai macem-macem. Ingat halal it’s the best” ucap Cia yang diangguki oleh Aidan.

__ADS_1


Walaupun Cia anaknya barbar tetapi dia akan selalu menasehati adik-adiknya supaya tidak melakukan hal yang di luar agama. Kita boleh tidak bisa taat sholat tapi jangan pernah melakukan larangannya.


Karena itu akan sangat berdosa. Setidaknya kalau tidak taat berdoa maka jadilah hambanya yang bijak dan taat aturan dalam berprilaku. Mengingat perkembangan zaman yang semakin berpengaruh.


“Sans aja. Gue tau batasannya. Mumpung libur kita ajak si kembar dan juga Rain, gimana?” usul Aidan membuat Cia mengangguk senang.


“Baiklah, gue nanti kabari mereka. sekarang lo cuci tangan gih. Jorok” ucap Cia membuat Aidan tersenyum devil. Dan mengarahkan tanganya kepada Cia membuat Cia berdiri dan menjauh dari serangan tangan kotor Aidan. “Ih,,lo jorok banget, sih!” tegur Cia dengan kesal. Dan meninggalkan Aidan di ruang makan.


“Aidan sudah selesai makannya?” Tanya sang mommy yang melihat Cia datang, membuat Cia mengiyakannya.


“Hallo kakak ku yang berduit!” sapa Aidan yang baru datang. Dan langsung duduk disamping Riski yang lain hanya geleng-geleng saja melihatnya.


“Amin. Bagaimana sekarang kerja dimana?” Tanya Riski membuat Aidan mendengus kesal.


“Dia kerjanya molor aja” balas Rey membuat Aidan hanya terkekeh saja.


“Iya,,habisnya papa ngotot masukin aku di perusahaannya. Mendingan ngototnya dijadikan bos besar. Eh,,,ini ngototnya malah dijadikan OB. Ya,,lebih baik tidur dirumah aja lha..”ucap Aidan membuat mereka tertawa mendengarkan kisah malang Aidan. Bahkan Cia dan si kembar tertawa paling keras membuat Aidan berdecih.


“Bagus, dong. Kan sebelum jadi bos itu harus merasakan gimana jadi bawahan” balas sang papa Aditama membuat Aidan semakin kesal.


“Ya,,kalian semua menang” ucap Aidan yang tidak memiliki pendukung.


“Kakak Aidan beneran jadi OB?” Tanya Gio membuat Aida menatap curiga pada bocah satu itu.


“Kenapa?” Tanya Aidan curiga.


“Nggak, kalau kakak Aidan jadi OB kita mau kesana, main. Terus nanti kan bisa suruh-suruh kak Aidan. Hahaha” ucap Gio tertawa begitupun yang dengan lainnya. sementara Aidan sudah tau tabiat dari si kembar ini.


Mereka tertawa bersama. Dan ketika hari semakin malam mereka memilih untuk mengakhiri hari ini dengan tawa dan tidur di kamar masing-masing.

__ADS_1


Terima kasih 💜💜


__ADS_2