
Sekarang mereka sudah berada di dalam ruang Alex. Omong masalah Alex. Seperti biasa berita tentang dirinya berseliweran apalagi berita mengenai dirinya sudah menikah menjadi topik hangat.
Bahkan karena ketidakmunculan Alex di perusahaan mereka. Mengundang spekulasi berbeda, ada yang beranggapan bosnya sedang berbulan madu, ada pula yang beranggapan bahwa bosnya sedang sakit.
"Bos, sekarang pasti lagi ngapain, ya?. Gimana ya rasanya digoyang sama bos?. Aduh,,,jadi pengen kawin, aja" ucap salah satu pegawai Alex yang sedang ngerumpi di salah satu meja kerja.
"Iya, pasti ibu bos puas banget digoyang sama pak bos. Dilihat dari tampangnya aja si bos itu sangat tangguh dalam hal menggempur" imbuh salah satunya.
"Hus,, nggak boleh bicarain si bos lagi. Nanti dia justru nggak jadi-jadi bikin bos junior, karena alisnya berkedut" ucap salah satu dari mereka yang terlihat seperti alim.
"Tapi, bener lho. Si bos keliatan tangguh banget. Mana lagi tampan banget" ucap cewek berbaju pink.
"Kalau bener bos udah nikah. Kita sudah tidak punya peluang lagi, bestie."
"Aduh,,,pikiran gue. Malah bayangin bos goyang lagi" ucapnya membuat sebuah sentilan dan sorakan menggelegar.
"Aduh, sakit tau!!" ucapnya.
Ketika mereka berbalik. Terlihat wajah Direktur perusahaan ini dengan gagahnya dan menawan diusianya yang sudah matang. "Nggak anak, nggak bapak. Semuanya nggak ada lawan, anj*r. Bikin bulu kuduk merinding" bisiknya pada teman disampingnya.
"Selamat pagi, pak" ucap mereka serentak yang hanya mendapatkan deheman dari orang yang disapanya.
Sementara dirumah sakit kini hanya ada Alex dan Cia saja. Sementara yang lainnya sudah pergi bersama urusannya masing-masing.
Mereka merasa canggung. Karena hanya sekali saja bertemu. "Nggak ada niatan untuk peluk aku, nih?" tanya Alex membuat Cia menatapnya penuh bingung.
"Maksudnya?" tanya Cia yang masih duduk disamping Alex.
Menghela nafas dia lakukan ketika melihat kebingungan sang istri. "Bantu aku geser,dikit ya?" tanyanya membuat Cia mengangguk.
Setelah Alex sudah bergeser ke sisi kiri. "Ayo, kamu berbaring, disini?" ajak Alex yang membuat Cia melongo. "Ayo,,sayang. Kamu nggak rindu, suamimu ini?" ucap nya lagi ketika melihat tidak ada pergerakan dari Cia. Bahkan Alex sendiri sudah merentangkan tangannya.
"Kamu lagi terluka jangan macam-macam, deh!" ucap Cia.
__ADS_1
"Orangnya minta pelukan aja, nggak boleh. Miris banget sih, jadi suami orang" sindir Alex sembari memejamkan matanya dan memakai selimut nya sampai kepala.
Melihat hal itu membuat Cia menghela nafas. "Udah tua juga masih sering pudungan. Untung nggak dilihat Bulan" gerutu Cia yang tidak perduli dengan Alex karena saat ini dia sudah duduk di sofa dengan tangan bermain ponsel.
"Huh,,dasar istri nggak peka!" gerutu ya lagi dengan membuka selimut sampai dilehernya.
Cia tidak perduli dengan hal itu. Karena saat ini dia sedang chatingan dengan Aidan karena laki-laki itu kabur ingin dijodohkan. Aneh bukan. Kemarin dia ingin cepat nikah, eh,,,sekarang malah pakai acara kabur-kaburan dasar jiwa cewek body laki.
"Hallo?. Dimana Lo sekarang?. Bukannya Lo mau nikah kenapa acara kaburan?. Banci banget sih, Lo!!" kesal Cia karena dia tadi diteror oleh sang mommy.
Disebrang terlihat menghela nafasnya "Gue mau dijodohin tapi ketemunya pas di acara pernikahan. Gimana gue nggak kabur. Nanti, yang ajak gue nikah tante-tante gimana?. Mau Lo punya ipar yang tuaan sama Lo?!" ucap nya kesal.
Sementara Alex hanya melihatnya saja. Bahkan dia sesekali tersenyum melihat berbagai ekspresi Cia. "Nggak mungkin. Sekarang pulang nggak Lo. Gue diteror mommy nih. Dikira gue yang nyembunyiin Lo!" ucap Cia.
"Iye,,tapi gue mau kesana dulu. Mau lihat si cungguk" ucap disebrang.
"Nggak!!. Lo pulang dulu. Baru kesini." ucap Cia kemudian mematikan ponsel karena terlalu kesal. Kemudian merebahkan tubuhnya di sofa dengan helaan nafas yang dalam.
Mereka akhirnya tidur bersama. Namun, Cia tidur dengan posisi terlentang. Untungnya bed rumah sakit besar. Bahkan mungkin sangat besar. Ini bukan lagi seperti bed tapi ini memang tempat tidur. Cuma posisinya berada di rumah sakit.
"Gimana lukanya?" tanya Cia yang pandangannya ke arah plafon rumah sakit.
"Sudah mendingan. Cuma belum bisa bergerak dengan leluasa karena lukanya masih basah" cerah Alex membuat Cia mengarah pandangannya ke Alex yang ternyata sejak tadi menatapnya.
"Berarti kemungkinan sembuhnya lama, dong?" tanya Cia yang diangguki olehnya.
"Tenang aja. Suamimu ini orangnya sangat kuat." ucapnya berbangga.
"Kamu nginep disini, ya?. Temenin aku. Kamu tau aku itu disini miris banget. Apalagi kak Heru sering banget goda aku!" manja Alex dengan tangan memeluk tubuh Cia walau sedikit kesusahan. Merasakan itu membuat Cia terkejut sekaligus deg-degan.
"Jangan banyak gerak, dulu" tegur Cia.
"Tapi kan pengen peluk, istri" keluhnya.
__ADS_1
Cia menghela nafas kemudian mengarahkan tangannya untuk memeluk tubuh Alex. Membuat nya tersenyum senang. "Kalau gini kan asik" ucapnya menggoda Cia.
"Tidur. Kamu harus istirahat biar cepat sembuh. Dan bisa pulang. Memang kamu mau terus disini?"
Gelengan kepala Alex membuat Cia terkekeh karena ekspresi Alex yang lucu. Cia mengelus rambut Alex dengan lembut. Hingga membuat Alex gemas dan terkadang menciumi ataupun menggigit tangan Cia yang tepat di depan wajahnya.
"Aaww, sakit Alex!!" teriak Cia karena lengannya yang digigit membuat Cia mengaduh.
"Aku gemas istri!" ucapnya yang berniat kembali ingin menggigitnya. Namun, segera dijauhkan oleh Cia.
"Istri,,,istri,,,istri apa sih. Gaje banget" ucap Cia yang berniat untuk bangkit dari tempat nya. Namun, ditahan oleh Alex.
"Maaf deh, istri. Suami nggak akan gigit lagi." ucap Alex.
"Sekarang tidur, deh!" ucap Cia kembali memeluk tubuh Alex dan menutup mata Alex dengan tangannya agar laki-laki itu cepat tidur. Karena harus istirahat setelah meminum obat.
Beberapa saat kemudian mereka tertidur dengan lelap dengan posisi masih sama yaitu Cia yang memeluk tubuh Alex. "Ini pengantin baru udah dikasih cobaan" gumam seseorang yang datang dan melihat kondisi diatas ranjang itu.
"Iya, mana di kantor sekarang sedang panas membicarakan mereka sedang bulan madu. Gimana mau bulan madu jika salah satu dari mereka nggak bisa bangun" timpal nya dengan menggelengkan kepalanya.
"Ish,,,papi. Kan kasian. Dia anak kamu lhoo, Pi"
"Anak mami juga"
"Ish,,,mendingan kita balik lagi, Pi. Ini makanan nya letaknya di meja aja. Mami nggak enak kalau bangun mereka" ucapnya yang diangguki oleh sang papi. " Tapi mami mau foto mereka dulu. Buat kirim ke sosial media mami. Lagian Cia juga nggak terlihat karena bersembunyi di ketiak Alex"
"Udah,,ayo mi. Nanti mereka bangun liat mami" ucapnya ketika melihat istrinya memfotonya dengan berbagai gaya. Bukan objek ya yang bergaya. Tapi tukang fotonya yang justru bergaya dalam memotret objek.
"Bentar, Pi. Mami mau upload dulu. Mumpung ada WiFi gratis" ucap sang mami ketika sudah berada di luar ruang.
"Mi,,,papi itu kaya,,lho. Papi bisa membelikan mami paket data yang banyak. Ngapain justru pakai WiFi, sih mi. Ayo,,,papi juga mau jenguk bulan yang katanya mau bermain sama. papi!" ucapnya membuat sang mami mendengus kesal.
"Iya tau. Duit papi banyak. Tapi gratis lebih menggoda dari yang jual mahal" ucapnya sinis berjalan mendahului sang papi yang melongo dengan tingkah istrinya itu.
__ADS_1