Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Pertunangan


__ADS_3

Hari ini pertunangan Alex dan Cia akan dilaksanakan beberapa jam lagi. Suasana menjadi sangat gaduh. Apalagi si kembar yang entah mengapa menjadi sangat senang. Bahkan mereka berdandan seperti mereka yang akan bertunangan.


"Kalian itu kenapa, sih. Yang akan bertunangan itu kakak kalian. Kenapa kalian yang panik dan berhias terlalu berlebihan." omel sang mommy.


"Ih,,,mommy. Kita kan mau cari pacar. Masa iya, kak Cia mau menikah kita tetap masih jomblo. Kan nggak seru" ucap Gio yang menyisir rambut nya.


Mendengar ucapan anaknya membuat Cira kesal. "Owh,,,jadi kalian mau pacaran. Tapi masih sekolah. Boleh,,,, sekalian aja nanti kalau ketemu langsung nikah, ya?" tanya Cira membuat si kembar BB dewamenatap sang mommy kemudian memeluk mereka.


"Ish,,,mommy. Jangan gitu, dong. Kita kan juga makhluk sosial. Mommy aja kan gitu sama Daddy" balas Gio yang membuat Cira menggelengkan kepalanya.


"Udah,,,mommy mau ke kamar kakak Cia. Kalian turun bantu yang lainnya jangan banyak gaya. Tampang pas-pasan juga malah di dempul. Nanti kayak tuyul, baru tau malu" ucap sang mommy membuat mereka melongos mendengar nya.


"Jeo tidak ya, mom" ucap Jeo mencari aman.


"Kalian berdua sama saja." ucap sang mommy membuat si kembar mendengus.


Sementara di dalam kamar Cia sedang merenung, entah mengapa pikirannya berkecamuk. Banyak pesan yang muncul dari teman-temannya mengucapkan selamat.


Namun, ada seseorang yang sejak tadi meneror nya. Cia takut menjawab panggilan itu. Nanti hatinya malah bimbang. Terlihat Cia beberapa kali menghela nafas. "Kamu gugup?" tanya sang mommy yang masuk kedalam kamarnya.


"Eh,, mommy?"ucap Cia yang terkejut.


"Kamu gugup?. Tapi mommy lihat kamu kayak bimbang, gitu?. Kenapa?" tanya sang mommy yang duduk disamping Cia.


Cia pun memeluk tubuh sang mommy yang langsung dibalas oleh sang mommy. "Kalau kamu bimbang, berdoa. Minta jalan sama Tuhan." balas sang mommy mencium pucuk kepalanya. "Hape kamu bunyi, tuh. Angkat, gih, siapa tau penting" ucap sang mommy ketika tanpa sengaja melihat panggilan masuk dari ponsel anaknya itu.


"Baiklah, mom" balas Cia kemudian Cira memberikan privasi kepada anaknya.


"Hallo?" tanya Cia kepada disebrang.


"Apakah berita itu benar?." tanya disebrang. Mendengar itu membuat Cia menarik nafas dalam.

__ADS_1


"Iya benar." jawab Cia pelan.


"Selamat, ya atas pertunangan mu. Semoga langgeng. Maaf aku datang terlambat" ucapnya terdengar suara pelan dan menarik nafas dengan pelan.


"Terima kasih" hanya itu yang mampu Cia katakan. Lagian setelah di publikasikan pertunangannya ini. Cia sudah resmi menjadi milik Alex. Jadi sudah seharusnya dia melupakan masa lalunya yang bahkan tidak pernah berjalan ketukan.


Asal kalian tau, sekarang di kediaman Alex. Sedang sangat ramai. Apalagi kakaknya datang bersama keluarga nya. Tentu saja peramai rumah itu adalah Bulan. Bocah tengil dengan seribu alasan bagikan Zaskia gotik.


Seperti sekarang ini, mulut nya terus berkomat-kamit seperti melantumkan sihir "Granma. Mama. Om Al beneran mau nikah?" ucapnya yang sudah bertanya beberapa kali.


Bocah dengan dress yang sangat indah terpatri ditubuhnya itu terus saja mengoceh. "Iya,,sayang. Kamu kan sudah pernah ketemu dengan Tante Cia. Di Dufan" terang mamanya yang sedang menyiapkan diri.


"Bulan lupa dengan Tante Cia, itu. Tapi Tante Cia nya itu pasti mata tidak simetris sehingga mau aja sama om Al yang jelek" ucapnya dengan menatap jijik kearah Alex yang sedang bercermin. Memastikan kelengkapan pakaiannya.


"Hus,,,kamu ini. Jangan ngomong kayak gitu. Nggak sopan" tegur yang Granma membuat bocah itu mencebikan bibirnya.


"Kan bener, grandma. Om Al itu jelek. Soalnya kalau orang jelek akan sering muncul di mana-mana karena menjadi bahan diskusi semua orang" ucapnya lagi tidak mau kalah.


"Nggak nyadar. Kamu dulu juga gitu, banyak tanya" balas sang mami mendengus.


"Huuu,,,nggak ngaca" seru Bulan dengan menjulurkan lidahnya.


"Udah,,kamu jangan ganggu om mu. Kamu sana cari papa kamu. Diluar" usir mamanya Bulan. Membuat anak itu mendengus kesal dan mengikuti perintahnya.


"Punya ponakan nggak ada akhlaknya yang bener" gerutu Alex yang mendapatkan pukulan di lengannya dari sang mami.


"Sakit, mi. Aku aduin sama Cia, ya. Mami sudah meni*ndasku" balasnya dengan suara sedih. Namun, justru membuat mereka yang melihatnya menggelengkan kepalanya.


"Alah,,,memangnya dia sebucin itu sama kamu. Cinta aja masih ngambang. Mungkin Cia juga akan bahagia jika kamu terluka atau tertindas" cemooh kakak iparnya itu membuat Alex mengerucutkan bibirnya.


Hingga jam sudah saatnya mereka menuju ke tempat diadakannya pertunangan. Karena dari informasi yang diberikan sang calon besan telah menuju ke tempat.

__ADS_1


Seperti pertunangan pada umumnya yang terjadi di lingkungan masyarakat kita. Banyak awak media meliputnya. Bahkan pertunangannya ini diadakan secara live di seluruh stasiun televisi bahkan media sosial lainnya. Tamu hadirin yang datang adalah tamu istimewa yang berasal dari keluarga dan teman yang memang sangat dekat. Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kriminal ataupun gangguan lainnya.


Suara MC terdengar membuka acara pertunangan mereka. Pada masing-masing sudut sudah berisi kedua pihak keluarga. Hingga sambutan untuk keluarga Alex terdengar. "Kita sambut keluarga dari mempelai pria. Keluarga besar Killer. Silakan memasuki ruangan." ucap MC.


"Berdoa dimulai" ucap sang papi memimpin doa sebelum memasuki ruangan acara.


"Amin" balas mereka semua.


Suasana hanya dipenuhi oleh suara Blitz dari kamera untuk mengabadikan momen yang paling penting ini. Alex terlihat beberapa kali menghela nafas.


Mereka saat ini sudah duduk di kursi masing-masing. Dan sekarang adalah penyambutan untuk keluarga Aditama. Seperti penyambutan Keluarga Alex. Keluarga Aditama pun tidak luput menjadi perhatian mereka.


"Wah,,,ini sih. Namanya penyatuan keluarga kaya. Nanti anaknya Alex dan Cia bakalan baby crazy rich, dong." ucapan mereka yang menjadi tamu.


Pertunangan mereka di mulai dan diakhiri dengan sangat baik. Bahkan rasanya semua orang ikut bahagia menyaksikan pertunangan tersebut. Berbagai ucapan selamat datang dari berbagai kalangan.


Sekarang hanya tinggal keluarga inti mereka saja. Dan jangan lupakan soal keponakan Alex yang mengapa kini menjadi sangat lengket dengan Cia. "Aunty Cia. Ayo,,kita ambil es krimnya. Disana banyak sekali es krimnya" tunjuk nya kepada stand makanan yang ada.


Cia hanya mampu mengangguk saja dan mengikuti permintaan bocah itu. "Ya,,kita kapan berduaan nya. Kalau kamu ikuti permintaan dia terus." gerutu Alex yang berjalan disamping Cia.


"Iya,,,sabar" hanya itu yang selalu Cia katakan setelah para tamu sudah pergi.


Alex meninggal mereka. Dan mengarah kepada kakaknya yang sedang mengobrol. "Kakak, anaknya di jagain, dong. Aku kan nggak bisa bersama Cia." adu Alex kepada kakaknya itu membuat yang mendengar nya tertawa.


"Biarin aja lah. Lagian nanti kamu juga sering-sering dengan dia" balas kakak ya itu yang Alex mendengus. Lalu kembali lagi kepada dua perempuan yang sedang menikmati es krim dengan bahagia.


Cup


Satu kecupan diberikan Alex pada sudut bibir Cia yang belepotan karena es krim. Dan Cia yang mendapatkan serangan itu mendadak kaku. "Kamu makan es krimnya belepotan banget. Bulan aja nggak seperti kamu" ucap Alex sembari mengusap bibir Cia dengan ibu jarinya dan terkekeh.


Mama,,,,jantungku nggak tenang batin Cia yang mendapatkan serang dari Alex.

__ADS_1


__ADS_2