Suamiku Ceo Tampan

Suamiku Ceo Tampan
Cash or Credit??


__ADS_3

Suasana di kamar Alex sunyi. Akibat kedua pasang mata saling pandang menyelami perasaan satu sama lain. Melupakan apa yang sedang terjadi.


"Upsss...maaf mami ganggu" ucap seseorang yang menyadarkan kedua orang yang saling pandang. Mengarahkan pandangan mereka kearah suara. Kemudian saling menatap lagi ketika pintu sudah tertutup dan terdengar gelak tawa dari seseorang.


"Akh,,maaf" ucap Cia yang bangkit dari posisinya dan kembali berbalik badan.


Sedangkan Alex pun segera ke arah lemari untuk mengambil baju. "Maaf yaa, tadi saya tidak sengaja" balas Alex sembari memakai pakaian nya.


"Iyaa nggak pa-pa" balas Cia yang merasa canggung. "Sudah?" tanya Cia yang langsung diiyakan oleh Alex.


Cia menghela nafas kemudian berbalik untuk menatap Alex. "Tadi mami nyuruh gue panggilan lo untuk makan" ucap Cia yang canggung.


"Eh,,ayo keluar nanti mami mikirnya terlalu jauh" ajak Alex yang tau sikap maminya itu.


Mereka berjalan bersama dalam menuruni tangga ada celah canggung diantara mereka akibat kejadian itu. Aduh,,, Cia pikiranmu kotor. Kenapa malah bayangin otot-otot nya Alex batin Cia berdebat.


Mana lo ketahuan lagi sama calon mertua. Malu Cia, lo sih,,nggak bisa diam dikit aja perang batin Cia bergejolak. Ingin kabur tadi tidak ada celah batinnya lagi.


Cia beberapa kali menghela nafas untuk menetralkan gejolak batinnya. "Eh,,sini duduk. Kita makan dulu" ajak sang mami ketika mereka sudah sampai di ruang makan.


Mereka duduk saling bersihkan. "Cia sayang, kamu mau makan apa?" ucap Sang mami yang mengambilkan makanan untuknya.


"Tidak, mi. Biar Cia saja" ucap Cia membuat sang mami mengangguk.


Cia sangat canggung dengan kondisi di meja makan. Apalagi pikirannya sedang kacau ketika melihat sang calon mertua terus tersenyum kearahnya.


"Baiklah,,sekalian yaa. Piringnya Alex sebagai bentuk latihan kamu sebagai istri" ucap sang mami dengan mengedipkan matanya kearah Cia. Membuat Cia semakin ingin menenggelamkan dirinya di kuah soto ayam buatan calon mertuanya itu.


Dengan kecanggungan itu. Cia pun mengisikan makanan pada piring Alex sesuai dengan perintah si pemakan. "Terima kasih" balas Alex ketika Cia meletakan piring dengan isi penuh makanan.


"Wah,,,jadi nggak sabar punya mantu" celetuk mami Alex dengan menekuk tangannya di meja memandang Alex dan Cia penuh kebahagiaan. "Cia pernikahan kalian dipercepat aja, ya?" ucap sang mami cepat membuat Cia menghentikan makannya.

__ADS_1


"Mami sudahlah. Ayo kita makan" sela Alex yang melihat raut wajah Cia yang seperti tidak senang dan canggung mendengar ucapan sang mami.


"Mami hanya bercanda saja, kok. Ayo,,,sayang di makan makanannya" ucap sang mami membuat Cia mengangguk.


Mereka makan bersama dengan suasana yang sedikit canggung. "Kalian akan langsung pulang?" tanya sang mami ketika mereka sudah selesai makan. Dan sedang menyiapkan kue untuk hidangan penutup.


"Alex harus kembali kerja, mam. Soalnya di kantor lagi sibuk banget. Kalau kamu Cia?" tanya Alex membuat Cia terperangah akibat sempat melamun.


"Eh,,tadi Cia udah izin" ucap Cia yang diangguki oleh Alex dan mami.


"Kalau gitu kamu disini aja, dulu. Mami sendirian di rumah. Sekalian kita diskusikan model baju yang akan kalian pakai" ucap sang mami yang diangguki oleh Alex.


"Gimana kamu mau?" tanya Alex yang juga di nantikan oleh sang mami.


Cia nampak sedikit berpikir dan memandang Alex dan juga sang calon mertua. Dengan berat hati yang tidak enakan membuat Cia dengan terpaksa mengangguk dan tersenyum terpaksa.


Alex yang melihat Cia dengan wajah seperti itu pun memastikan nya kembali "Beneran kamu tidak ada pekerjaan?." tanya Alex yang langsung di gelengkan oleh Cia. Dan Alex pun bernafas lega.


"Ini buatan calon istri kamu. Enak kan?" ucap mami yang diangguki oleh Alex.


"Terima kasih, kue nya enak. Boleh Alex bawa ke kantor?" tanya Alex yang justru diangguki semangat oleh sang mami.


"Boleh banget, sekalian bawain untuk papi mu, yaa" ucap sang mami yang diangguki oleh Alex.


"Lain kali bolehlah,,buatkan yang kayak gini lagi. Enak banget kuenya" goda Alex membuat Cia tersenyum mendengar kan pujian darinya.


"Baik. Tapi untuk selanjutnya harus dibayar, ya?" canda Cia membuat Alex terkejut. Sedangkan sang mami tertawa mendengarnya.


"Tenang aja. Nanti kue nya dibayar lima kali lipat dari harga biasanya" balas sang mami.


"Mau dibayar apa?. Cash or credit?" tanya Alex membuat Cia merasa ambigu dengan pertanyaan Alex. Apalagi raut wajahnya yang jahil.

__ADS_1


"Bayar pakai saham, aja." sela sang mami lagi membuat Cia terkekeh. Namun, tidak dengan Alex.


"Itu, sih maunya mami" balas Alex yang tau siasat sang mami.


"Bercanda. Yang penting disukai aja. Dan nggak membuat enek" ucap Cia membuat sang mami tersenyum bangga dengan calon mantunya itu.


"Ah,,,mami jadi kangen dengan papi. Ingin dipeluk, kiss, dan kelonan" ucapnya membuat Alex dan Cia tertawa.


"Udah,,Alex mau berangkat sekarang. Ini jamnya sudah ngaret banget" ucap Alex berdiri dan menyalami sang mami.


Sepeninggalan Alex. Cia membantu sang calon mertua dalam menyuci piring. Setelahnya mereka menuju ke ruang keluarga. Sang mami memberikan sebuah album foto kepada Cia.


"Kita lihat foto-foto masa kecil Alex, yang lucu, yuk" ucap Sang mami dengan membuka album tersebut.


Mereka membuka satu persatu setiap lembar Album dan berbagai pertanyaan yang muncul di benak Cia untuk mengetahui foto tersebut.


"Ini Alex waktu, bayi. Lucu, ya"ucap sang mami yang langsung diangguki oleh Cia. "Kalau yang lagi ngucirin rambut Alex itu, kakaknya. Sekarang dia lagi di Inggris. Kemarin nggak ketemu karena lagi sibuk" terang sang mami.


"Alex itu anaknya paling narsis. Dan percaya dirinya sangat besar. Bahkan dulu dia dengan pedenya keluar rumah dengan rambut dikepang dua." ucap sang mami yang menampilkan foto Alex berusia 3 tahun.


"Bener, mi. Bahkan sampai sekarang masih narsisnya" ucap Cia terkekeh membuat sang mami tertawa.


"Ada salah satu foto waktu di PAUD dia ikut kontes drama. Beauty and the beast. Dan kamu tau dia berperan sebagai, apa?" tanya sang mami membuat Cia menggeleng "Jadi si cewek cantiknya. Kata gurunya Alex itu cowok tapi cantik. Memang dulu kalau dipandang terus. Alex itu terlihat cewek karena bulu matanya yang lentik" ucap sang mami membuat Cia menjadi sangat antusias.


Mami membolak-balik kan lembar foto untuk mendapatkan foto yang dicarinya "Ini diaaa" ucapnya senang karena mampu menemukan foto Alex.


"Wah,,,cantik banget, mi. Kalau kayak gini, pasti nggak ada yang tau kalau ternyata ini adalah anak laki-laki" ucap Cia dengan mengusap foto Alex. Dirinya merasa minder sebagai cewek ketika melihat betapa cantiknya Alex dan juga imut.


"Iya,,bahkan papi aja sampai pangling lihat anaknya." ucapnya terkekeh. Mengingat kejadian dulu.


"Ih,,,imut dan cantik, ya mi?" tanya Cia yang diangguki olehnya "Boleh Cia foto, mi. Buat Cia perlihatkan ke Alex" ucap Cia membuat sang mami mengangguk semangat.

__ADS_1


"Boleh,,,kalau mau di bawa. Ambil aja. Mami banyak punya duplikat nya. Karena Alex sangat kesal ketika melihat foto itu. Nanti kalau dia macam-macam ancam pakai foto itu aja" terang sang mami. Dan mereka tertawa bersama menertawakan nantinya bagaimana reaksi Alex yang melihat foto paling dia benci.


__ADS_2